
Tandai typo✔️
Happy reading~
__________________________
Tidak terasa, siang telah berganti menjadi malam. Saat ini alin sedang berada di kamarnya dan termenung. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu, bahkan suara tv saja tidak bisa membuyarkan lamunannya.
"Aaaaa sistemm gue bosen banget"rengek alin.
"Kenapa anda tidak jalan jalan saja tuan" ujar sistem berusaha memberikan saran pada tuannya.
"Mager"jawab alin singkat. Sedangkan sistem hanya mendengus kesal. Lebih baik dia diam saja dan menyimak tuannya.
Karena telanjur bosan, akhirnya alin membuka ponselnya yang sedari tadi ia matikan sejak gadis itu pulang sekolah.
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Suara dering notifikasi berlomba lomba berbunyi hingga membuat alin melongo seketika.
Bagaimana tidak, wa gadis itu mendadak menjadi ramai. Mungkin karena alin membagikan nomornya saat disekolah tadi.
Alin membuka room chat yang diposisi paling atas saja karena jika dari bawah, itu terlalu banyak dan alin juga tidak segabut itu hingga harus membuka chat mereka satu persatu.
Alin sombong? Terserah, alin tidak peduli jika dirinya di cap seperti itu.
...08xxxxxxxx...
...Terakhir dilihat 17.08...
Hai degem😉
14.50
Svb ya, ini kakak liam.
14.50
^^^Hai juga kak liam^^^
^^^20.05^^^
^^^Udah alin sv kok^^^
^^^20.06^^^
^^^✓✓^^^
"Wahh langsung diread dong"gumam alin sedikit tidak percaya saat melihat yang tadinya centang dua tanpa warna kini telah berubah warna menjadi biru.
...Kak Liam...
...Online...
Alin lagi apa? Kok baru di bales🥺
20.06
^^^Maaf ya kak, tadi alin ketiduran jadi gak buka hp^^^
^^^20.07^^^
Ohh gitu. Yaudah gak papa
20.07
Alin udah makan? Mau kakak kirimin makanan gak?
20.07
"Rezeki gak boleh ditolak kan"ujar alin senang.
...Kak Liam...
...Online...
^^^Boleh deh kak kalo kakak maksa hehe^^^
^^^20.08^^^
Iya, kakak yang maksa.
20.08
Alin langsung sharelock aja. Nanti kakak
kirimin makanannya, alin mau apa?
20.08
^^^Makasihh kak liam. Makanan nya terserah^^^
^^^Kakak aja deh.^^^
^^^20.09^^^
^^^*Sharelock*^^^
^^^20.09^^^
Ditunggu ya princess pesanannya😉
20.09
Alin keluar dari room chat liam tanpa membalasnya, dan beralih ke room chat yang lain.
...08xxxxxxxx...
...Online...
Sv aiden
15.02
^^^Oke ^^^
^^^20.09^^^
^^^✓✓^^^
"Anj*r langsung biru"gumam alin.
...Kak Aiden...
...Online...
Kenapa lama banget balesnya?
20.09
"Ni orang nungguin?"ujar alin heran
^^^ketiduran^^^
^^^20.09^^^
Hm. Lagi apa?
20.09
^^^Nonton^^^
^^^20.10^^^
Udah makan?
20.10
^^^Belum^^^
^^^20.10^^^
Aliiinnn kok cuek banget sih?!!
20.10
Drrtt
Belum sempat alin membalas, handphonenya bergetar karena aiden langsung menelfonnya.
"Lah?!"alin menatap kaget hp nya.
Lalu gadis itu mengangkatnya.
"Ha-
"Kenapa cuek banget hm?"
"Cuek gimana? Gak tuh"
"Tuhkan!"
"Alin kenapa? Kakak ada salah ya? Coba bilang sini, biar kakak tau kesalahan kakak itu apa"
"Kenapa gue berasa kayak pacaran" batin alin heran
"Alin marah karna yang tadi?"
"Gak kok kak, alin cuma masih kesel aja"
"Sama aja kalo gitu"
"Kakak minta maaf ya karna udah buat alin kesel"
"Kenapa kakak minta maaf? Kakak gak salah"
"Terus kalo kakak gak salah, kenapa alin cuek banget di chat?"
"Alin gak cuek, mungkin kakak aja yang salah nada pas bacanya"
"Bener juga ya"
"Kalo gak ada yang mau diomongin lagi, alin tutup ya kak"
"Jangan cuek cuek ya"
"Iya kak"
"Eh bentar satu lagi"
"Jangan lupa makan"
"Iya"
"Ada lagi?"
"Terus kenapa belum dimatiin telfonnya?"
"Alin aja yang matiin"
"Huft yaudah deh, alin tutup ya kak see you"
"See you to cantik"
Tutt
Ting nong
Baru saja alin ingin membuka room chat yang lain, namun kegiatannya itu harus terhenti karena bel apartemennya berbunyi.
Alin keluar dari kamarnya dan membuka pintu apartemennya.
"Kak liam?!"alin menatap kaget liam yang sedang terdiam menatap dirinya seraya menenteng 2 kantong plastik ditangannya.
Sedangkan liam, langsung menelan ludahnya saat melihat penampilan alin yang cukup terbilang seksi, tapi jika untuk gadis rumahan sih masih wajar wajar saja.
Alin memakai baju kaos putih oversize dan hotpants yang tertutup oleh kaos kebesarannya.
"Kak"alin melambaikan tangannya tepat didepan wajah liam yang masih terbengong.
"Ekhem"liam terbatuk canggung.
"Kakak ngapain kesini?"tanya alin bingung.
"Kan nganterin makanan"jawab liam menunjukkan 2 kantong belanjaan.
"Alin kira, kakak bakal ngirim lewat go food"ujar alin.
"Ya gak lah, sekalian mau main kesini hehe"ujar liam lalu terkekeh.
"Gak disuruh masuk nih?"lanjutnya
"Eh iya masuk dulu kak, lupa kan jadinya"ujar alin seraya menyingkir dari pintu dan mempersilahkan liam untuk masuk.
"Alin tinggal sendiri?"tanya liam seraya melihat sekeliling apartemen alin.
"Iya"
"Keluarga alin dimana?"tanya liam lagi.
Alin menghentikan jalannya saat mendengar ucapan liam dan diikuti oleh pemuda itu juga.
"Alin gak punya keluarga kak"lirihnya
Liam terdiam dengan perasaan bersalah karena telah menyinggung hal yang tidak sepatutnya ia singgung.
"Ck ni mulut kayak gak ada kerjaan aja" batin liam kesal seraya menepuk mulutnya.
"Maaf ya lin"ujar liam bersalah.
"Gak papa kok kak"jawab alin tersenyum manis.
"Makan?"tawar liam dan diangguki alin dengan semangat.
...***...
Di suatu tempat terdapat beberapa orang yang sedang mendiskusikan sesuatu.
"Aku menemukannya"ujar seorang pria paruh baya seraya melipat kakinya dan menatap semua orang yang berada disana.
Sontak saja mereka semua menatap pria paruh baya itu dengan tatapan berbeda beda.
"Apa opa telah bertemu dengannya??" Batin seorang pemuda
"Dimana? Dimana dia ayah?"ujar wanita setengah paruh baya kepada ayah mertuanya.
"Dimana anakku?"tanya suami dari wanita tadi dengan nada dingin.
"Heh anakmu? Apa kau waras aris?"ujar sinis dari seorang pria yang lebih tua darinya.
"Dia memang anakku"desis aris menatap tajam pria yang berbicara tadi.
"Hey! Jaga tatapan mu itu bodoh! Aku ini kakak mu!"sentak pria tadi tidak terima saat melihat tatapan tajam dari adiknya itu.
"Dan aku tidak peduli"balasnya santai
"Sia-
"Aril"sela pria paruh baya tadi menatap tajam pria yang bernama aril.
"Cih"aril berdecih sinis.
"Dimana dia opa?"tanya cucu keduanya.
"Tidak perlu tau"jawabnya dingin
"Kenapa tidak perlu?! Dia anakku dan aku harus tau dimana keberadaannya"ujar aris menatap tajam ayahnya nya yang hanya menatap santai dirinya.
"Sejak kapan kau memperlakukan dia sebagai anak?"aris terdiam begitupun dengan rindi, istri dari aris.
Namun tidak lama dari itu, aris terkekeh sinis.
"Bukannya kalian juga sama?"ujarnya dengan nada rendah.
Kali ini mereka semua lah yang terdiam.
"Kita semua disini bersalah pada cya"ujar tanti, istri dari aril.
Mereka semua membenarkan ucapan tanti dalam hati masing masing.
"Lalu dimana cya yah? Dimana putriku?"tanya rindi dengan mata yang telah berkaca kaca.
Rindu? Sangat, rindi sangat merindukan putri kecilnya. Karna sebuah kesalahan, dia kehilangan putrinya dan itu semua karna kebodohannya sendiri.
"Tanyakan lah pada putra mu"ujar adam, kepala keluarga di keluarga mereka, sembari menatap seorang pemuda yang hanya menampilkan wajah datar.
Mereka semua langsung menatap kearah pemuda itu.
"Maksudnya?"ujar aril tidak mengerti.
"Dia telah mengetahuinya duluan dan tidak memberitahukan pada kita. Jika saja bawahan ku tidak memberitahu berita itu, mungkin sampai sekarang kita tidak akan bertemu dengan cya"ujar adam menatap sinis cucunya.
"Kenapa?"desis aris menatap tajam anaknya yang masih bertahan dengan wajah datarnya.
"Buat apa?"bukannya menjawab, pemuda itu justru berbalik tanya yang membuat mereka menatap kesal padanya.
"Lebih baik dia tidak kembali kerumah ini"lanjutnya
"Apa maksud lo hah?! Dia adek lo bodoh!"ujar kakak sepupunya seraya menarik kerah baju pemuda itu hingga berdiri.
"Ya. Dia emang adek gue"
"Hanya adek gue, bukan putri dari keluarga ini"lanjutnya dengan menekan setiap kalimat seraya menatap dingin keluarganya.
"Kalian semua lupa dengan kejadian itu?"tanya nya.
Sedangkan mereka semua hanya terdiam.
"Apa kamu tidak kasihan dengan mama mu boy"ujar aris tidak habis pikir.
Selama ini istrinya hampir depresi karena memikirkan keberadaan putri mereka. Dan sekarang? Anaknya itu tau dimana adiknya berada tapi tidak memberitahu mereka.
Marah? Tentu saja mereka marah. Sudah 9 tahun lamanya mereka mencarinya namun tak kunjung ketemu.
"Apa mama pernah kasihan dengannya?"tanya pemuda itu yang membuat aris bungkam.
Sedangkan rindi telah menangis tersedu sedu dan ditenangkan oleh tanti.
Rindi melepaskan pelukan tanti dan berjalan menghampiri putranya.
"Dimana cya? Mama mohon hiks kasih tau mama"ujar rindi sembari menyatukan kedua tangannya.
Pemuda itu menghela nafasnya berat. Dia tidak tega melihat mama nya seperti sekarang.
"Sudah cukup bermain mainnya opa"ujar pemuda tersebut menatap sinis opanya yang hanya menaikkan sebelah alisnya.
Semua orang menatap mereka berdua bingung.
"Sejak kapan seorang adam tidak mengetahui apapun yang ia mau?"ujarnya
Kini mereka semua mengerti.
"Ayah!"ujar mereka serentak.
"Ck dasar bocah menyebalkan"adam berdecak kesal sembari menatap sinis pemuda tadi yang sedang menatapnya remeh.
"Kenapa ayah menyembunyikannya?"tanya tanti tidak habis pikir.
"Karna aku mau lihat drama kalian, ternyata tidak seru cih"jawabnya.
"Dasar tua bangka"gumam aril dan aris yang masih terdengar oleh mereka.
"Bilang apa kamu?!"adam menatap tajam kedua putranya yang hanya menatap santai dirinya.
"Kita kesana"ujar adam tanpa menghiraukan putranya lantaran terlalu kesal.
...***...
Diwaktu yang sama namun berbeda negara. Terdapat seorang pria matang yang terlihat tampan serta gagah.
Pria itu masih sibuk dengan berkas berkas yang berada didepannya.
Brak
Hingga sebuah dobrakan pintu membuat pria itu kaget dan langsung menatap tajam sang pelaku.
"Hehe maaf tuan"ujar pria muda yang tak kalah tampan darinya itu hanya cengengesan saat mendapatkan tatapan tajam dari tuan sekaligus sahabatnya.
"Kenapa"ujarnya pria matang itu dingin sembari melanjutkan pekerjaannya.
"Gue ketemu dia"ujar pria muda tadi yang berstatus sebagai sekretaris pria matang tersebut dengan menggunakan bahasa non formal.
Karena jika itu bukan hal yang menyangkut pekerjaan, mereka akan berbicara non formal, namun jika telah menyangkut tentang pekerjaan, mereka akan berbicara formal seperti tuan dan bawahan yang semestinya.
Pria matang tadi, sebut saja namanya leon. Leon dengan cepat menoleh kearah gara, sekretarisnya.
"Ulangi"ujar leon menatap datar gara.
"Dia udah ketemu"ujar gara dengan sengaja menekankan kalimatnya agar sahabatnya itu dapat mendengarnya.
"Dimana"masih dengan tatapan datar, leon bertanya.
"Jakarta" jawab gara.
"Siapkan penerbangan dalam waktu 5 menit"titah leon yang langsung mendapatkan tatapan protes dari gara.
"3 menit"lanjutnya saat melihat tatapan protes dari gara.
"Siap pak bos 5 menit"ujar gara lalu dengan cepat, ia keluar dari ruangan tuannya.
Leon mengambil sebingkai foto yang terdapat seorang gadis kecil didalam gendongannya.
"I found you little girl"
__________________________
Bersambung..