
Tandai typo✔️
Happy reading~
__________________________
Kini alin dan dita masih ingat dita?siswi baru yang hampir saja dikunci dalam toilet oleh anggota osis. Mereka berdua sedang berjalan mengelilingi sekolah untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh aiden.
"Dita, kenapa sih mereka semua ngeliatin kita kayak gitu"ujar alin saat menyadari hampir semua siswa/i menatap mereka ah lebih tepatnya menatap alin dengan tatapan kagum, sinis dan tatapan lainnya.
"Alin kan jadi takut"lanjutnya seraya memeluk lengan dita dan menundukkan kepalanya.
Tingkah alin itu tidak luput dari penglihatan mereka semua, sontak saja mereka memekik tertahan lantaran melihat tingkah alin yang menurut mereka sangatlah lucu.
"Mereka semua tu kagum sama lo cil"jawab dita sembari menyembunyikan wajah alin di bahunya.
"Kagum? Kagum kenapa? Alin kan gak menang lomba dita"ujar alin polos dengan suara yang terbenam di bahu dita.
"Karena lo lucu"jawab dita
"Lucu? Alin kan gak lagi ngelawak ditaa kenapa alin jadi lucu?"tanya nya lagi.
Sedangkan dita, ingin rasanya menenggelamkan alin ke lumpur sekarang juga karena terlalu gemas dengan kepolosan gadis ini.
"Eh itu tu ada kakak kelas, mending kita minta tanda tangan mereka aja"ujar dita mengalihkan pembahasan seraya melepaskan pelukannya dan memutar kepala alin agar melihat kearah depan yang terdapat segerombolan pemuda dan satu pemudi. Wih pemuda pemudi:)
"Gak mau ah"tolak alin
"Kenapa?"tanya dita mengernyitkan dahinya bingung.
"Ada kakak galak, alin takut nanti dimarahi lagi"cicitnya seraya memilin jarinya.
Mereka yang sedang berada disekitar dapat mendengar ucapan gadis mungil itu.
"Yang dimaksud degem itu siapa sih?"
"Kayaknya abel deh, soalnya mereka berdua ngelirik abel"
"Dan juga, abel kan anggota osis. Jadi gak mungkin the blue kita"
"Seriously?! Abel dijuluki sebagai kakak galak? Omg!!
"Cih emang dari dulu sih gue enek banget liat mukanya yang sok polos polos bab*"
"Ah masa sih abel kayak gitu. Gak percaya gue"
"Udahlah, mending kita liatin aja. Nanti juga bakalan kebuka semua kedoknya"
Dll
Sedangkan alin yang mendengar itupun tersenyum smrik dalam diamnya.
"Ck ck baru sehari gue dateng" batin alin
"Kayaknya bakalan seru kalo ada sedikit drama nya. Bener gak tem?"lanjutnya
"Benar tuan" jawab sistem semangat. Inilah yang ditunggu tunggu oleh sistem dari tuannya.
"Gak bakal dimarahi kok, tenang aja ada gue"ujar dita menenangkan alin.
"Tapi dita jalan duluan ya biar alin aja yang dibelakang"ujar alin dan diangguki oleh dita.
Lalu mereka berdua meneruskan jalannya yang sempat terhenti tadi dengan posisi dita berjalan didepan dan alin dibelakang sembari memegang jari telunjuk dita.
Setelah berhenti tepat didepan mereka. Dita berdehem canggung karena diperhatikan secara intens oleh kakak kelasnya ini.
"Permisi kak, boleh kami tau nama kakak-kakak nya dan juga kami mau minta tanda tangannya kak"ujar dita tersenyum sopan.
"Minta? Enak aja minta. Beli dong"jawab salah satu pemuda disana.
"Jangan gitu dion"ujar abel lembut.
"Maaf ya, dia emang suka bercanda"lanjutnya tersenyum simpul kepada dita yang hanya bisa mengangguk canggung.
"Yang dibelakang siapa?"tanya steven, salah satu pemuda diantara mereka saat melihat bayangan alin di belakang dita.
"Ini temen saya kak"jawab dita sembari menarik alin agar gadis itu keluar.
Setelah alin keluar, sontak saja mereka semua menganga kagum dan ada yang menatap syok kearah alin kecuali abel yang sedang menatap alin rumit.
"D-dia?" Batin dua orang pemuda menatap syok alin.
"Kita ketemu lagi baby girl. Alincya Evalina" batin seorang pemuda seraya mengeja nama alin yang tertera dalam papan namanya.
"Ini manusia apa boneka astagaa?!!"heboh liam, pemuda yang memiliki mata berwarna abu abu terang.
Sedangkan alin hanya menatap mereka polos.
"Tatapannya nge gemesin banget!! Ikut kakak aja yok dek"ujar rey, pemuda yang mempunyai lesung pipi.
Alin menarik telunjuk dita agar gadis itu segera menyelesaikan tujuan mereka.
"Ehem. Jadi gimana ya kak?"tanya dita kembali ke topik awal.
"Kalian harus jalanin tantangan yang aku kasih, baru nanti aku kasih tanda tangannya"ujar abel dan langsung diangguki oleh dita.
Sedangkan para pemuda yang berada disana, masih menatap intens alin.
"Pengen gue colok tu mata" batin alin kesal sekaligus risih.
"Aku mau, kalian dance disini"ujar abel yang membuat dita terdiam. Alin yang mendengar ucapan abel pun sontak melotot lucu.
Abel yang melihat ekspresi alin pun tersenyum miring dalam diamnya.
"Dance? Gue kagak bisa, gimana nih" batin alin gusar.
"Apa anda melupakan saya tuan?" Tanya sistem sinis.
"Emangnya lo bisa?"
"Bisa tuan. Saya bisa menambahkan keahlian anda, tapi itu hanya berlaku untuk 2 jam"
"2 jam" beo alin
"Benar tuan, apakah anda ingin melakukannya?"
"Berapa poin?"
"Hehe anda sangat peka ternyata"
"Ya iyalah! Kalo sama lo mah gak akan dikasih free. Lo kan matre"
"Anda sangat jahat tuan" ujar sistem dengan nada sedih.
"Berapa?"
"Hanya memerlukan 500 poin saja tuan" ujar sistem santai
"Hanya lo bilang?!! Itu mahal banget sistem!"
"Diskon dong"
"Tidak bisa tuan! Itu sudah harga pas dari pabriknya langsung"
"Dih prik banget lo dasar hollogram" cibir alin
"Cepetan lakuin"
"Siap laksanakan tuan!"
"Alin"dita menepuk pelan bahu alin yang terlihat sedang melamun.
"Hah? Kenapa?"tanya alin linglung.
"Gimana?"tanya dita.
"Apanya?"tanya alin masih lola.
"Dancenya"jawab dita.
"Bisa"ujar alin.
"Yakin?"tanya dita memastikan, takutnya gadis ini akan kelelahan. Alin mengangguk sebagai respon atas pertanyaan dita.
"Kita bisa kak"ujar dita kepada abel.
"Bagus. Pertama aku mau kasih tantangan sama alin. Kamu harus solo dance dengan 4 lagu"ujar abel. Sontak saja mereka yang mendengarnya melotot tidak percaya.
"Itu gak kebanyakan bel? Dance itu capek juga loh"ujar dion menatap tidak percaya pada abel.
"Gimana alin? Kalo gak sanggup-
"Alin sanggup kak"sela alin
"Lin"tegur dita. Alin tersenyum guna menenangkan gadis itu.
"Oke. Dan buat dita, nanti setelah alin selesai bawa 4 lagu, kamu dan alin harus collab sebagai penutupan"ujar abel ngelunjak yang lagi lagi membuat mereka tercengang.
"Iya bel"timpal rey.
"Maaf ya, ini udah keputusan aku. Tapi kalo kalian gak mau gak papa, kalian bisa pergi sekarang"ujar abel.
"Gak papa dita, alin bisa kok"bisik alin meyakinkan dita.
"Tapi cil-
"Terima aja, daripada kita gak dapet tanda tangannya"sela alin memotong ucapan dita.
"Lo beneran bisa kan? Takutnya nanti lo kenapa kenapa lagi karna capek"tanya dita memastikan.
"Iyaaa"jawab alin gemas.
"Gimana?"tanya abel
"Kita bisa kak"jawab alin.
"Tapi kita gak ada lagunya"lanjutnya yang masih berusaha untuk mengelak. Dance itu capek loh teman:) apalagi untuk tipe mageran seperti alin, hemm rasanya seperti anda menjadi ucup.
"Kita ada speaker"jawab abel yang memutuskan harapan alin.
...***...
Kabar alin dan dita yang akan melakukan dance di lapangan basket pun dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru AHS.
"Eh lo udah tau belum, nanti bakalan ada mubar yang dance di labas"
"Yang bener lo?"
"Iyaa, mereka ditantang oleh abel"
"Gue mau kesana ah penasaran"
"Gue juga"
"TUNGGUIN GUE WOI!!'
Dll
...***...
Di lapangan basket, kini semua siswa telah berkumpul untuk menyaksikan alin dan dita.
"Gila rame banget" batin alin menatap horor sekitar
"Duh, kan gue jadinya tremor"lanjutnya.
"Semangat tuan!!"
"Lo ngagetin aja sih tem!"
"Hehe maaf tuan"
"Alin, sudah siap?"tanya abel
"Sudah kak"setelah melepaskan papan namanya.
"Ambil posisi"ujar abel, lalu alin berjalan ke tengah tengah lingkaran yang telah dibuat oleh semua siswa dan mengambil posisinya dengan berlutut.
"ALIN SEMANGAT!!"teriak dita
"Musik"
***
Semua orang yang melihat dance alin pun seketika menjadi terdiam hingga suasana disana hanya ada sunyi dan cuma lagu yang terdengar.
Mereka semua menatap syok sekaligus kagum pada alin.
Lalu dilanjut dengan lagu kedua, mereka masih mencerna setiap gerakan alin, sampai sebuah teriakan menyadarkan mereka semua.
"ALIINNNN WOOOO KEREN"teriak dita histeris
"Siapa namanya tadi?"
"Alin"
"ALIIINNNNN GILAAA KEREN BANGET!!!'
"KU KIRA CUPU TERNYATA SUHU"
"BERGETAR SEMUA JIWAKU!"
"OTW DEBUT!!"
"Woahhh powernya mantep"
Sedangkan para pemuda yang bersama abel, tercengang tidak percaya. Gadis polos itu ternyata suhu yang sebenarnya.
"Itu beneran degem tadi?"tanya liam yang masih enggan untuk percaya.
"Ho'oh"jawab rey tanpa mengalihkan perhatiannya dari alin yang telah dance lagu ketiga.
"Ekspresinya itu loh bikin orang nelen ludah"
"Aslii"
"YOK BISA YOK ALIN JADI IDOL!!"
Lagu ketiga~
"AAAAAAAAA ALIN CUTE BANGETTT!!!"
"MASYALLAH SENYUMNYA"
"BIKIN CANDU!"
"QUEEN AHS NIHH!"
Lagu yang terakhir~
"Yahh udah selesai?"
"LAGI LIN LAGI!"
"LAGI LAGI LAGI LAGI"
"WOOOOOOO ALIIIN OMG LO KEREN BANGET!!"
"Sumpahh gue paling suka sama ekspresi alin pas lagi dance, kayak ehhh gitu loh"
"Gue ngerti gue ngerti"
"Bikin ketar ketir yak"
"Ho'oh"
"Temen alin yang itu gak kalah bagusnya juga loh dari alin"
"Iya bener"
"OKE FIX KALIAN BERDUA MOST WANTED DI AHS"
"SETUJU!!"
"Abel aja kalah"
"Jauhh itumah. Kalo alin bakat nya keliatan banget, sedangkan abel? Modal nangis doang"
"Hahahaha, eh lo bukannya fans abel ya?"
"Gue tonjok ya lo, ngomong sembarang aja. Gue salah satu haters tu cewek. Muak gue liat muka ppb itu"
"Buset dendem amat lo"
"Ya iyalahh! Sekarang queen ahs yang sebenarnya udah dateng dan ini no tipu tipu kayak yang ono"
Dll
Itulah pembicaraan siswa siswi setelah alin dan dita menyelesaikan dancenya sembari bertepuk tangan. Banyak yang kagum pada alin karna sebagai siswi baru, gadis itu telah membuat kagum seantero AHS.
Tidak luput juga, ada yang membandingkan alin dengan abel.
Sedangkan abel yang mendengar mereka membandingkan dirinya, menahan amarah dan menatap benci alin yang sedang tersenyum menanggapi pujian-pujian yang dilontarkan kepadanya.
"Sia*an kenapa tu cewek malah dapet perhatian mereka sih. Gue kan niatnya mau buat dia malu" batin abel kesal
"Tapi gak papa, gue gak akan nyerah buat citra lo rusak alin. Karena lo udah berani ngambil perhatian mereka semua dari gue. Gak ada yang berhak bersaing dengan gue, sekalipun itu lo" batinnya tersenyum miring.
Abel berjalan menghampiri alin dengan wajah polos yang dapat membodohi orang orang bodoh dan hanya orang bodoh lah yang bisa tertipu oleh wajah polos gadis itu. Gadis?
____________________________
Bersambung...