
Tandai typo✓
Happy reading~
___________________________
Alin ikut pulang bersama sang papa dan sekarang dia berada di kamarnya yang ada di mansion papa nya. Kini gadis itu sedang duduk santai dipinggir kasurnya dengan pikiran yang berkecamuk.
"Sistem"panggil alin setelah lama terdiam.
"Saya disini tuan" jawab sistem dengan riang.
"Alurnya sekarang bener bener kacau tem dan ini udah diluar perkiraan gue" sistem hanya diam, menunggu ucapan alin selanjutnya.
"Awalnya gue gak kepikiran kalo gue adalah bagian dari anderson, yang ternyata jadi saudara protagonis. Dan yang buat gue gak habis pikir! Gue bukan putri kandung dari keluarga anderson!!" Lanjut alin sedikit frustasi.
"Gue juga sempet syok karna tau, papa ternyata ada disini juga dan malah jadi papa kandung dari cya asli. Oh astagaa! Ini terlalu rumit menurut gue"alin memijat pangkal hidungnya.
"Bisa lo jelasin tem? Sedetail detailnya karna otak gue sekarang lagi gak bisa diajak kompromi"pinta alin melas
"Baik tuan"
"Seharusnya anda adalah putri kandung dari keluarga anderson tuan, tapi karna alurnya yang telah hancur dari awal. Akhirnya terjadilah plot twist yang sedang anda alami saat ini"
"Anda menjadi putri angkat keluarga anderson dan menjadi putri kandung dari keluarga Caitlin, itu semua karna perubahan pada alur tuan. Sekarang alurnya telah berbeda dari sebelumnya"
Alin mengangguk paham saat mendengar penjelasan sang sistem.
"Bisa lo jelasin tentang kedua keluarga ini? Kenapa mereka bisa saling dendam"pinta alin yang langsung disetujui oleh sistem.
"Awalnya, kedua keluarga ini adalah sahabat baik tuan. Sampai dimana perusahaan keluarga Caitlin menjadi diatas keluarga anderson. Keluarga anderson menjadi iri dan tidak suka saat mengetahui ternyata mereka kalah saing dari keluarga Caitlin yang terlihat lebih sukses dari mereka.
"Yang tadinya iri, dengan perlahan rasa iri tersebut berubah menjadi benci. Ya. Keluarga anderson membenci keluarga caitlin yang bisa lebih sukses dari mereka. Dan karna itulah mereka semua merencanakan pembunuhan pada istri alex asli atau tubuh yang papa anda tempati sekarang tuan.
Alin hanya diam mendengarkan semua ucapan sistem.
"Mereka membunuh istri alex dengan cara memberinya racun. Dan saat itu wanita tersebut sedang mengandung cya asli. Awalnya alex tidak mencurigai apapun karna kesehatan istrinya tidak ada yang salah. Namun setelah istrinya itu melahirkan bayi mereka, barulah wanita itu di diagnosis kanker otak stadium akhir yang tidak dapat disembuhkan lagi.
"Alex yang mendengar itu tentu saja menjadi terpuruk. Dengan segala cara dia berusaha menyembuhkan sang istri namun takdir berkata lain. Istrinya meninggal disaat cya baru berusia 1 minggu.
"Setelah kematian istrinya, barulah alex menyadari jika ada yang salah dengan istrinya. Dia menyelidiki kematian istrinya. Dengan segala usaha pria itu mencari penyebabnya dan akhirnya ketemu. Alex telah mengetahui kematian istrinya yang ternyata bukanlah karna kanker otak, tapi karna racun yang diberikan oleh keluarga anderson. Alex tau dari dokter yang menangani istrinya tersebut. Ternyata dokter itu juga berkerja sama dengan keluarga anderson, atau lebih tepatnya dipaksa"
"Terus?"alin menatap penasaran pada sistem.
"Sabar dulu tuan, saya ingin istirahat dulu sebentar. Saya lelah" ujar sistem sinis.
Lumayan lelah juga berbicara sepanjang itu.
"Ck cepetan elah. Gue udah penasaran jing"ujar alin menatap kesal hollogram didepannya itu.
"Alex yang terlanjur dendam itu pun menukar putrinya yang tak lain adalah cya. Dia menukar cya dengan bayi yang dilahirkan oleh rindi, entah kebetulan atau apa, cya dan bayi rindi itu dilahirkan di tahun yang sama dan ditanggal yang sama. Bayi yang rindi lahirkan adalah abel tuan, sang protagonis yang seharusnya menjadi putri angkat keluarga anderson malah menjadi putri sah dari keluarga tersebut. Dan itu semua karna perubahan alur.
"Bertahun tahun mereka tidak menyadari jika cya bukanlah putri sah mereka. Namun disaat usia cya 4 tahun, rindi kembali dengan membawa seorang gadis kecil yang tak lain adalah abel. Rindi dan keluarganya yang lain telah mengetahui jika cya bukanlah putri mereka, karna putri kandung mereka itu mempunyai tanda lahir di belakang lehernya, dan itu baru mereka sadari setelah umur cya 4 tahun.
"Setelah mereka tau kebenarannya, keluarga anderson mencari keberadaan putri kandung mereka dan ketemu. Mereka menemukan abel di panti asuhan dan melakukan tes DNA. Tentu saja hasilnya positif karna abel memang putri kandung mereka.
"Sejak itulah mereka semua menjadi dendam dan membenci cya yang tidak tau apa apa. Akhirnya mereka merencanakan sebuah rencana yang terbilang cukup gila. Sebenarnya kematian andin itu disengaja tuan, truk yang menabrak tubuh andin adalah suruhan keluarga anderson.
Alin membelalakkan matanya tidak percaya.
Jadi kematian andin bukanlah karna kecelakaan? Tapi bukannya andin adalah putri kandung mereka juga? Lalu kenapa mereka membunuhnya?
"Andin memang putri kandung mereka tuan, tapi mereka lebih menyayangi abel yang baru saja mereka temui. Mereka merasa bersalah pada abel karna mereka baru bisa menemukan gadis itu. Jadi, mereka lebih rela kehilangan andin dari pada abel. Dan karna kejadian itu juga mereka menjadikan alasan untuk menyiksa cya hingga mental gadis kecil itu terganggu dan disaat cya berumur 7 tahun, dia diusir oleh mereka karna sudah terlanjur muak dengan gadis kecil itu.
Jelas sistem yang mengetahui isi pikiran tuannya.
"Dan penyebab cya hilang ingatan itu karna keluarga anderson menyuruh bawahannya untuk membunuh cya dengan cara menabraknya. Namun rencana mereka tidak berhasil karna cya berhasil diselamatkan oleh alex, papa kandungnya. Cya kehilangan ingatannya karna kepalanya tidak sengaja terbentur diaspal"
"Cya kan udah ketemu papa kandungnya, tapi kenapa dia malah tinggal di rsj?"tanya alin bingung, setelah mengingat dirinya yang terbangun ditubuh cya saat gadis itu berada di rumah sakit jiwa.
"Cya tidak tau jika penyelamatnya itu adalah ayah kandungnya tuan, karna alex mengantarnya kerumah sakit jiwa" jawab sistem yang membuat alin terdiam kaget.
"Apa?! Kenapa? Cya kan gak gila, kok malah dianter ke rsj sih?!"tanya alin tidak terima.
Jelas jelas cya tidaklah gila, lalu kenapa alex mengantarnya ke rumah sakit jiwa? Alin tidak habis pikir dengan jalan otaknya alex itu. Seharusnya dia membawa cya pulang kerumah nya dan menenangkan cya, karna itulah tugas seorang ayah.
"Alex takut rencana balas dendamnya akan gagal tuan, karna itulah dia lebih memilih mengantarkan cya ke rumah sakit jiwa agar rencananya tetap berjalan dengan lancar" jawab sistem.
Alin menganga tidak percaya. Pria gila itu lebih mementingkan rencananya dari pada putri kandungnya sendiri? Wow impresif.
Alin menggeleng kagum.
Untung saja jiwa pria gila itu telah hilang dari tubuhnya. Jika saja dia masih ada, sudah alin habisi dia.
"Terus jiwa tu om om gila kemana tem?"tanya alin
"Alex asli telah meninggal tuan karna pria itu mengalami serangan jantung saat mendengar berita dari bawahannya, bahwa cya benar benar menjadi gila dirumah sakit jiwa"
Alin terdiam. Dia tidak tau ingin merespon bagaimana mana. Di satu sisi, alin senang karna pria itu mati namun disisi lain dia merasa sedikit sedih saat tau penyebab kematian pria itu adalah karna kabar cya yang menjadi gila.
Sepertinya alex menyayangi cya.
Helaan nafas panjang yang gadis itu berikan. Kini alurnya benar benar berantakan dan menjadi rumit. Alin bingung sekarang, apakah dia harus melanjutkan misinya untuk menghancurkan alur? Tapi kan alurnya sudah berantakan. Jadi, apakah misi alin telah selesai dan bisa menjalani hidupnya dengan damai bersama sang papa?
"Misi anda belum selesai sampai sini tuan" ujar sistem tiba tiba mengagetkan alin yang sedang melamun memikirkan nasibnya.
"Kenapa?"tanya alin heran.
"Anda harus menghabisi abel, sang protagonis wanita. Karna jika dia masih hidup, alurnya bisa saja kembali seperti semula dan misi utama anda gagal"
Alin terdiam. Apakah dia harus membunuh abel?
"Kalo misi utama gue gagal?"tanya alin penasaran.
"Jiwa anda akan hilang dan tidak akan pernah reinkarnasi" jawab sistem santai yang malah membuat alin membeku.
Sepertinya dia memang harus membunuh abel.
...***...
Bulan telah bertukar dengan matahari.
Pagi ini alin telah bersiap dengan seragam SHS yang melekat pada tubuhnya. Imut namun terkesan bad, itulah penampilan hari ini.
"Bodoamat dengan ppg. Gue akan bersikap sesuai dengan sifat asli gue sebelumnya"ujar alin sembari menatap pantulan dirinya di cermin.
Alin tidak peduli lagi dengan topeng polosnya. Dia akan kembali pada sifat aslinya. Sudah cukup ia menutup jiwa bad nya dengan sifat polosnya hanya untuk mencari perhatian orang lain. Kini tidak akan lagi karna alin ingin menikmati masa sekolahnya.
"Welcome back alin" gadis itu tersenyum tipis.
Tok tok tok
"Alin udah bangun? Kita sarapan yok sayang"ujar alex dari luar.
"Iya pa"lalu alin membuka pintu kamarnya dan langsung mendapatkan ciuman lembut dari sang papa.
Tentu saja alin tersenyum senang karna mendapatkan perlakuan hangat dari papanya yang dari dulu ia impikan.
"Pagi princess"sapa alex tersenyum lembut pada alin.
"Pagi king"alin membalas senyuman alex.
"Kita turun ya"ajak alex sembari menarik tangan putrinya lembut menuju meja makan.
"Alin mau berangkat sama papa?"tanya alex setelah duduk disamping alin.
"Emang papa gak kerja?"tanya alin heran.
"Papa kerja, tapi setelah nganter alin sekolah"jawab alex
"Boleh dehh"ujar alin girang.
Sedangkan alex tersenyum gemas. Kenapa putrinya saat ini semakin menggemaskan.
"Yaudah sekarang alin makan ya habis itu kita langsung berangkat"ujar alex
"Siap bos"jawab alin yang langsung mendapatkan pelukan gemas dari sang papa.
Hah~ benar benar keluarga yang harmonis. Semoga bertahan sampai akhir ya. Karna maybe aja kalian akan terpisah hohoho (tertawa jahat)
...***...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya alin sampai di sekolah barunya.
"Alin belajar yang rajin ya sayang, jangan nakal dan jangan bandel sama guru. Tapi kalo ada orang yang nakal sama alin hajar aja! Papa dukung" petuah sang papa sebelum putrinya turun dari mobil.
"Iya pa iya"jawab alin yang mulai jengah karna papanya ini mengulang kalimat itu selama perjalanan mereka. Bagaiman alin tidak bosan -_-
Cup
Alin mencium pipi papanya dan turun dari mobil.
Sedangkan alex tersenyum lembut saat mendapatkan ciuman dari putrinya.
Lalu pria itu menurunkan kaca mobilnya guna melihat wajah sang putri.
"Dah alin"alex melambaikan tangannya pada alin yang berdiri disamping mobilnya.
"Dadah papa"alin membalas lambaian papa nya dengan semangat dan jangan lupakan, senyuman manisnya yang terlihat di wajah cantiknya itu.
Dan itu semua tidak luput dari penglihatan semua siswa.
Ada yang memekik gemas, ada yang mimisan karna imannya lemah, bahkan ada yang pingsan lantaran tak kuat dengan pesona seorang alin.
Sedangkan gadis yang telah membuat kekacauan itu hanya diam tidak peduli. Alin melangkahkan kakinya berjalan masuk kedalam SHS setelah melihat kepergian sang papa.
Semua orang yang masih berada disitu rela menghentikan jalannya hanya untuk melihat alin dengan jelas. Penampilan yang cukup terbilang bad untuk seukuran gadis. Namun walaupun begitu, imutnya masih tetap terlihat jelas di wajah alin.
Hingga satu kejadian yang dapat menarik perhatian gadis itu. Alin menghentikan jalannya saat melihat 3 pemuda dan 3 orang gadis yang sepertinya sedang membully seorang gadis culun di parkiran.
"Di setiap sekolah emang selalu ada pembullyan ya?" Batin alin heran
Tidak ingin banyak berpikir, alin berjalan menghampiri mereka.
Sedangkan para siswa yang lain hanya menatap penasaran pada gadis itu.
Semakin dekat alin menghampiri mereka maka semakin jelas juga bentakan yang ia dengar dari para pembully itu.
"GUE KAN UDAH BILANG JANGAN DEKETIN COWOK GUE BANGSAT! LO TULI ATAU BEGO HAH?!"bentak seorang gadis yang lumayan cantik di penglihatan alin.
"Hajar aja risa, tuh culun emang gak ada malunya"kompor gadis lainnya bernama lika pada temannya yang teriak tadi.
"Iya bener ris"timpal gadis lainnya yang bernama gea
Sedangkan 3 pemuda itu hanya diam dan menatap santai pada kelakuan 3 gadis tersebut.
Alin hanya diam sembari bersedekap dada menatap santai mereka yang masih belum menyadari keberadaannya. Alin akan bertindak jika mereka telah bermain fisik.
"Ma-maf ris, a-aku gak pernah deketin cowok kamu"ujar gadis culun itu sembari menundukkan kepalanya takut.
"HALAH!! LO PIKIR GUE BUTA HAH?! LO KAN YANG NGASIH BEKAL INI KE AGAS?!"teriak murka risa seraya melemparkan kotak bekal hingga bekal tersebut berhamburan ke tanah.
Sedangkan gadis culun itu langsung bergetar ketakutan. Alin yang melihat itupun sontak memutar bola matanya malas. Kenapa harus setakut itu? Bodoh!
"I-itu bukan dari aku ris tapi i-itu dari lika-
Plak
Mereka semua terdiam termasuk alin. Gadis culun itu belum sempat menyelesaikan ucapannya, lika langsung menamparnya.
"LO MAU FITNAH GUE IYA?! SIAL-
PLAK
Lagi lagi mereka terdiam, tapi kali ini disertai dengan tatapan tidak percaya yang diarahkan pada alin. Ya! Alin lah yang menampar lika.
Alin menampar gadis itu lebih kuat dari tamparannya tadi dengan wajah santai.
"LO-
"Hustt jangan teriak mulut lo bau kentut setan"ujar alin sembari menutup hidungnya dengan kedua tangannya.
Sedangkan para siswa yang mendengar ucapan alin itu pun tidak bisa menahan tawa apalagi melihat muka merah milik lika saat ini.
"Lo siapa sih?!"risa menatap tajam alin yang masih santai bersedekap dada.
"Alin"jawab alin singkat yang malah membuat mereka melongo.
"Lo anak baru kan?"tanya gea yang tidak direspon oleh alin. Dan itu sukses membuatnya kesal setengah mati dengan gadis itu.
"LO TULI YA?! GUE LAGI NGOMONG SAMA LO ANJING!"bentak gea emosi saat alin mengabaikan perkataannya begitu saja.
Alin menutup matanya. Sial! Dia tidak suka dibentak. Lalu gadis itu membuka matanya dengan senyuman manis yang malah membuat gea merinding. Berbeda dengan siswa lainnya yang sedang terpesona dengan senyuman gadis itu.
Alin berjalan menghampiri gea. Masih dengan senyuman manisnya, alin langsung menjambak kuat rambut gea hingga merontokkan beberapa helai rambut gadis itu.
"AAARGHH"teriak gea kesakitan. Sungguh! Ini benar benar sakit. Rambutnya seperti akan terlepas dari kulit kepalanya jika dibiarkan lebih lama.
Para siswa tercengang melihat kelakuan alin saat ini.
"Gue gak suka dibentak"bisik alin tepat ditelinga gea yang kini telah mengeluarkan air matanya.
"Hiks lepas"pinta gea sembari memegang rambutnya.
"Lo inget kan omongan gue tadi?"tanya alin dengan riang yang malah membuat gea bergetar ketakutan.
"I-iya hiks"alin melepaskan jambakan nya dan langsung memelintir tangan lika yang ingin menarik rambutnya.
"AAAAAA LEPASS TANGAN GUE SAKIT ANJIR"teriak lika saat merasakan tangannya sakit karna pelintiran alin yang memang tidak main main.
"Lo berani nyentuh gue dengan tangan menjijikan lo ini?"tanya alin datar.
Sedangkan yang lain menatap kagum alin. Karna baru kali ini ada yang berani melawan risa dkk.
"IYA KENAPA?! LO DISINI CUMA ANAK BARU! JANGAN SOK JADI PAHLAWAN!" teriak lika murka.
"Oh? Emang kenapa kalo gue anak baru?"tanya alin bingung sembari menguatkan pelintiran nya.
"AAAAAAA SIALAN!! LO TU HARUSNYA TUNDUK SAMA KAMI!"
Karna terlalu muak dengan teriakan lika, alin langsung mendorong gadis itu hingga terjerembab ke depan.
Baru saja lika ingin berdiri, alin langsung menginjak tangan gadis itu dengan santainya.
"AAAAAAAA"erang lika
"LO! BERANI SAMA GUE HAH?!"alin jongkok guna menyamakan posisinya dengan lika.
Lalu alin menjambak rambut lika dengan kencang hingga membuat gadis itu mendongak.
Risa menatap takut pada alin, sungguh. Gadis itu terlihat menyeramkan namun langsung ia tepis. Tidak mungkin kan risa, seorang queen bully takut pada anak baru ini.
Sedangkan 3 pemuda itu menatap kagum pada alin. Sepertinya gadis itu telah berhasil menarik perhatian mereka bertiga.
"LEPASIN GUE BANGSAT!!"
"Gue? Takut sama lo? Kenapa gue harus takut sama manusia sejenis setan kayak lo hah? Setan itu posisinya masih dibawah manusia. Jadi lo! Masih dibawah gue. Secara kan lo setannya sedangkan gue manusianya"ujar alin santai sembari menguatkan jambakannya yang membuat mata lika berkaca kaca.
Ini benar benar sakit. Ingin sekali lika melawan namun rasanya ia tidak sanggup dan sedikit takut pada gadis didepannya ini.
Risa yang melihat temannya seperti itupun menjadi tidak tega. Lalu gadis itu berjalan menghampiri alin dan ingin menarik rambutnya, namun terhenti saat dia mendengar suara dingin dari gadis itu.
"Kalo lo berani nyentuh gue. Gue pastiin lo bakal lebih menderita dari temen temen lo risa"ujar alin dingin yang membuat risa merinding.
"Hiks lepas"akhirnya lika menangis karna tidak kuat menahan jambakan alin.
Alin melepaskan jambakan nya dan berdiri menghampiri risa yang terdiam kaku didepannya.
"Cowok lo seganteng apa sih emangnya? Segitunya lo bertindak"ujar alin menatap sinis.
Dengan tangan yang sedikit bergetar, risa merangkul tangan salah satu dari 3 pemuda tadi.
"Ini cowok gue. Mau apa lo hah?"ujar risa angkuh dan melupakan rasa takutnya tadi.
Alin menatap pemuda itu intens dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan menilai. Lalu dia menganggukkan kepalanya.
"Kenapa?"tanya pemuda tersebut bingung.
"Lo ganteng"ujar alin yang sontak membuat pemuda itu menahan senyumnya.
"Tapi sayangnya lo bego"pemuda itu langsung menatap tajam alin.
"Mau aja lo pacarin nenek lampir"lanjutnya yang membuat pemuda itu terdiam. Sedangkan risa telah mencak mencak menahan kesal namun takut untuk menghajar gadis itu.
Sedangkan para siswa telah tertawa saat mendengar ucapan alin.
Lalu alin pergi meninggalkan mereka semua dengan gadis culun tadi.
_________________________
Bersambung...