
“WAAA NANANAGAA....”
Saking terkejutnya Airen melihat seekor naga yang sangat besar dibelakangnya sehingga ia terjatuh dan termundur-mundur karena takut akan dimakan olehnya.
“Tak perlu panik-”
“WAAAA DIA BERBICARA!! DIA BISA BERBICARA!”
“Jika kau sangat takut dengan wujud ini aku bisa merubahnya.”
Saat berkata seperti itu, sang naga mengeluarkan cahaya dari tubuhnya, cahaya yang dapat membutakan hewan manapun yang melihatnya.
Airen dengan reflek menutup matanya dengan kedua tangannya agar mencegah matanya melihat cahaya yang begitu terang tersebut.
Selang beberapa detik, cahaya itu memudar kemudian menghilang serta dengan wujud naga yang sebelumnya ada dihadapan Airen, tetapi...
“Bagaiman dengan penampilan ini?”
Wujud naga yang besar kini telah tak ada dan digantikan seorang pria berumur 30 tahunan dengan 3 ekor bersisik keras dibelakang pinggulnya, dan juga sepayang 2 sayap yang cukup besar dibelakangnya.
“Bagaimana?”
Airen tak menjawab dan hanya memandanginya saja, ia seperti melihat dewa dihadapannya tapi penglihatannya itu terganggu oleh 3 ekor milik orang tersebut yang terus bergerak.
“Tak buruk, hanya saja ekormu...”
“Ahh maaf aku tak bisa menghilangkan mereka.”
Kemudian keadaan sempat hening sebentar. Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
“Kau memang manusia aneh.” lalu lontaran kata-kata dikeluarkan
“Kita baru bertemu dan kau langsung mengatai-ku?! Dan juga kenapa aku selalu berpindah tempat ketika aku tak sadarkan diri!!”
“Ya mana kutahu.”
Kemudian orang tersebut membalikkan badannya dan memperlihatkan bagian belakang badannya yang ditutupi oleh 4 sayap yang putih bagaikan sayap malaikat.
“Akan kuperkenalkan diriku, dan aku akan menjelaskan kenapa dirimu bisa berada disini.”
Jauh sebelum manusia terbentuk...
Terdapat sebuah kehidupan dimana semua makhluk hidup yang ada di dunia berdamai satu sama lainnya, hidup harmonis bagaikan sebuah imajinasi yang sangat-sangat diidamkan umat manusia.
Suatu hari dimana hari paling bersejarah di alam semesta. Sesosok kehidupan tercipta. Diciptakan dengan penuh hawa nafsu, pemikiran, kecerdasan bahkan kekuatan yang bisa menghancurkan "diri"-nya sendiri.
Di beri gelar sandangan oleh makhluk hidup lainnya sebagai ciptaan paling mulia dari yang Maha Kuasa. Namun dihari itu juga, sudah tak ada lagi kedamaian dan hanya ada konflik dan peperangan.
Sang Iblis Terkuat, Leviathan.
Suatu hari, karena ia tak terima dengan julukan yang diberikan oleh makhluk lainnya terhadap ciptaan yang baru saja tercipta. Dia menentang ciptaan paling mulia tersebut dan menantangnya untuk bertarung satu lawan satu untuk membuktikan siapa diantara mereka makhluk ciptaan yang paling mulia.
Sang Iblis kalah telak...
Dia dijatuhi hukuman pengasingan di suatu tempat di salah satu tujuh langit yang ada, dan dia bersumpah “Aku akan kembali dengan kekuatan yang melebihi siapapun dan, aku akan duduk di singgasana yang dapat mengatur semua alam semesta ini.”
Semua makhluk hidup disana gempar akan pernyataan perang tak langsung yang dilontarkan iblis terhadap Penciptanya.
Makhluk hidup yang disebutkan paling mulia tertawa atas pernyataan iblis, dia merasa sombong dan merasa dirinya lah yang paling berkuasa.
Atas sikapnya yang sombong ia dijatuhi hukuman yang sama yaitu pengasingan di tempat yang sama dengan iblis.
Manusia jatuh kehilangan kemuliaannya yang ia tinggal di atas sana. Dan mereka diberi kutukan dimana setiap keturunan yang lahir akan semakin lemah. Sedangkan iblis hanya diasingkan saja.
Sang Pencipta berniat menaruh mereka ditempat yang sama agar mereka berdamai disana, dan agar Sang Pencipta memiliki alasan untuk menaikkan mereka kembali ke atas sana.
Tak ingin ciptaannya punah Sang Pencipta mengirim seekor makhluk besar bersayap dan bersisik yang biasa disebut sebagai naga. Makhluk itu diciptakan dan diprogram untuk membantu umat manusia.
Namun pada suatu waktu di dalam perang besar sang Utusan Pencipta menghilang bersama pasangannya serta Sang Iblis Terkuat, Leviathan.
Di ambang kebimbangan kedua belah pihak melakukan genjatan senjata. Mereka tak melakukan peperangan dalam beberapa ratus tahun setelahnya.
Dan tiba saatnya bangsa iblis kembali membawa 26 potongan dari iblis pendahulu mereka yang mereka anggap sebagai raja mereka.
Kewalahan menghadapi bangsa iblis, bangsa manusia tak tahu lagi harus seperti apa. Hingga suatu waktu orang-orang kuat datang ke medan perang dan menahan bangsa iblis untuk maju lebih jauh.
Dan salah satu yang terkuat dari mereka mendapat julukan sebagai 'Penyihir' dan beberapa julukan lain bagi rekannya yaitu Alchemist, Elf, Guarder, dan Summoner.
Dan yang terakhir karena dirinya adalah yang paling spesial, dia adalah Foréas Seier atau disebut sebagai pembawa kemenangan bagi umat manusia.
Dalam beberapa ratus tahun sekali kaum iblis akan menyerang umat manusia dan pada saat waktu itu hampir tiba Foréas Seier akan hadir membela umat manusia.
Namun nasib buruk akan datang di akhir peperangan bagi para Foréas Seier, yaitu kematian di akhir perang entah dia memenangkan peperangan atau tidak, dia akan mati. Tapi dalam sejarah belum pernah ada Foréas Seier yang kalah dalam peperangan.
Sejatinya naga yang diutus adalah perwujudan dari raja para roh. Sang naga akan meminjamkan kekuatannya untuk para Foréas Seier dan akan mengembil kembali kekuatannya saat perang telah berakhir.
Parah roh dapat menghisap kekuatan spirit atau jiwa setiap manusia jika mereka menghendakinya atau dikarenakan suatu perjanjian kontrak dimana sang roh akan meminjamkan kekuatannya dengan bayaran kekuatan spirit sang pengguna. Semakin besar, dan lamanya penggunaan kekuatan roh maka akan semakin besar juga biaya 'ganti ruginya'.
“Seperti itulah penjelasan yang dapat ku sampaikan... Aku adalah sang naga tersebut, namaku adalah Bahamuth. Dan seseorang yang membawamu ke sini adalah kekasihku. Dia mampu melewati berbagai dimensi sesuka hatinya dan ia mampu melihat dan memprediksi masa depan dengan keakuratan 9:1, sembilan untuk ketepatan dan 1 untuk ketidaktepatannya dalam memprediksi masa depan.
Yang membawa Foréas Seier pertama adalah dirinya dan aku memberikan hak kepadanya untuk bebas memilih orang yang pantas mendapatkan kekuatanku. Dan sekarang, kau lah orang yang dipilih oleh kekasihku.”
“Tunggu apa maksudmu... Apa aku akan mendapatkan kekuatanmu lalu maju ke medan perang dan melawan semua iblis di luar sana?”
“Lebih halusnya membela umat manusia dari kepunahan.”
“Persetan dengan alasanmu. Aku tak ingin mendapatkan kekuatan ini jika pada akhirnya aku akan tewas dengan takdir yang sudah ditentukan olehmu.”
“Bagaimana jika kekuatan ini dapat melindungi keluargamu.”
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Leviathan berhasil membuat Airen tertegun.
“Apa kau bilang?”
“Aku bilang bagaimana jika kekuatan ini dapat melindungi keluargamu?”
“Apa aku bisa menjamin kata-katamu?”
“Tentu saja. Bahkan monster yang menyerang kakakmu dapat kau musnahkan dengan sekali serang dalam sekejap. Tapi kau tak bisa mendapatkannya begitu saja.”
“Apa syaratnya?!”
“Tak perlu terburu-buru, setelah mendapatkan kekuatan ini kau harus belajar mengendalikan, mengembangkan, bahkan harus bisa melebihi batas dari kekuatan ini. Lakukan lah dalam 5 tahun.”
“5 tahun?”
“5 tahun adalah waktu kemunculan iblis untuk menyerang manusia kembali. Sebelum waktu itu tiba kau harus sudah bisa mengontrol kekuatanku dan bahkan harus lebih kuat dari yang sekarang. Apapun caranya kau harus bisa mencegah umat manusia dari kepunahan.”
“.....”
Kebingungan dengan pilihan yang akan diambilnya, sampai ia terlarut-larut dalam pikirannya. Berpikir panjang dengan sangat keras.
“Bagaimana?”
“Baiklah akan kuterima tawaranmu.”
Setelah berpikir tanpa henti dalam 10 menit akhirnya ia berani menyatakan keputusannya karena ia yakin apa yang telah ia pilih.