
“Hutan disini cukup luas dan juga berbahaya, banyak sekali monster dan hewan buas disana. Sudah 8 jam sejak Harry menghilang di hutan itu.
Kita harus berpencar dalam beberapa tim, dan aku ingin bertanya kepadamu Letnan, berapa pasukan yang kau bawa kemari?” Kepala Desa bertanya serius kepada Letnan Jenderal.
“Pasukan yang kubawa adalah pasukan yang ku awasi langsung dan berjumlah 50 orang dan kurasa itu cukup. Sekarang aku akan bertanya kepadamu, apa kau memiliki peta tentang jalur hutan-”
“Kami tak perlu membawa kertas seperti itu, kami sudah hafal jalan hutan namun kami butuh penjagaan ketat saat sampai di bagian utara hutan itu karena disana adalah sarang monster yang datang dari Hutan Terlarang.”
“Kami?”
“Iya, para warga desa. Kami bisa saja menghindari hewan buas namun untuk para monster kami lebih baik lari sebelum mereka melihat kami. Aku sudah menyuruh orang untuk mengumpulkan pria di desa ini agar berkumpul kemari.”
“Kalau begitu kami tertolong dalam hal arah.”
“Oh iya dalam pasukanmu berapa orang yang bisa menggunakan sihir penyembuhan?”
“Kau tak menanyakan "Apa di timku ada orang yang bisa menggunakan sihir" tapi kau menanyakan "berapa orang" sungguh mengejutkan.”
“Kau adalah orang berpangkat Letnan, mana mungkin tim-mu tak memiliki seorangpun yang bisa menggunakan sihir penyembuhan.”
“Kau sangat hebat, aku kagum padamu.”
“Tak usah memujiku. Jadi berapa?”
“Aku memiliki 8 orang prajurit yang bisa menggunakan sihir penyembuhan dan mereka telah terlatih kau tak perlu khawatir.”
“Kalau begitu kita bisa membagi 8 tim atas orang yang ikut dalam misi ini. Jack apa kau ingin ikut?”
“Tentu saja aku akan ikut bersama anakku yang berada di rumah. Kalau begitu aku akan kembali untuk memanggilnya.”
“Baiklah kalau begitu.”
Jack segera keluar dari Bar untuk memanggil Airen yang seingatnya berada dirumah. Saat Jack keluar, ada 2 orang yang masuk ke dalam Bar dan itu adalah orang yang diberi perintah oleh Kepala desa untuk mengumpulkan pria di desa.
“Lapor pak Kepala desa. Para pria diseluruh desa sudah kami kumpulkan di depan Bar.”
“Berapa orang?”
“30 orang pak.”
“Bagus kita bisa membaginya menjadi 8 kelompok, disetiap kelompok beranggotakan 10 orang dan dipastikan disetiap kelompok harus ada 1 orang yang bisa menggunakan sihir penyembuhan.
Jika salah satu tim berhasil menemukan korban, maka berilah sinyal di udara dengan sihir. Itu untuk mengumpulkan orang kembali di satu titik, saat pertama kali kami menjelajahi hutan itu kami menggunakan cara ini untuk berkumpul kembali saat salah satu dari kami tersesat.”
“Hmm taktik pencarian cepat. Tampaknya anda pernah menjabat di kemiliteran.”
“Kita sudahi perbincangan ini dan bersiap untuk melakukan rencana penyelamatan ini!”
Kegelapan semakin menyelimuti hutan. Tak ada pencahayaan dari sang pengamat malam. Hanya ada satu lentera yang tercipta dari sihir.
Seseorang berjalan bersama lentera tersebut menuju sebuah gua yang berada jauh di dalam hutan.
“Tampaknya ada jalan lain untuk kelur dari sini dan jalan itulah yang dipakai Luis untuk kabur dari serangan monster yang menyerangnya...
Gua ini cukup luas mungkin ada beberapa jalur didalamnya.”
Airen memasuki gua itu tanpa rasa takut dengan bahaya yang ada didalamnya, kini Airen hanya memikirkan satu hal yaitu bagaimana caranya agar Harry bisa selamat dengan cara apapun.
“Didalam sini lebih gelap bahkan dengan api ditanganku saja tak cukup...”
Dia berjalan lebih dalam dan sampai ia menyadari suatu hal.
“Gua ini tak memiliki jalur didalamnya, sedari tadi aku hanya berjalan lurus setelah melewati bagian mulut gua.”
Angin kencang datang dari luar gua dan membuat api yang ada ditangan Airen padam dan menyisakan kegelapan dipandangan Airen.
“Ini gawat.”
Airen mulai berjalan dengan posisi siaga. Dia berjalan sambil menarik tali busur agar saat ada serangan mendadak dia bisa langsung melepaskan anak panah yang terbuat dari sihirnya.
Drap Drap Drap
Airen mendengar suara derap langkah hewan yang sedang berlari dari arah depannya.
Dengan sigap ia membidik kegelapan, mengalirkan sihir kepada busur tersebut dan menunggu waktu yang menurutnya tepat, ia segera melepaskan tali busur yang sebelumnya sudah ia tarik dengan sangat kuat.
Suatu sinar melesat menuju kegelapan dan menancap sesuatu...
Sesuatu mengerang dengan sangat kencang setelah anak panah memasuki kegelapan.
“Yang tadi itu apa?”
Yang dimaksud Airen adalah sinar yang melesat tersebut.
Airen kembali siaga dengan kuda-kudanya siap menembakkan anak panah kapan saja. Tapak kaki kembali terdengar sedang mengitarinya, ia tak bisa menembakkan anak panah sembarangan karena anak panahnya menggunakan Mana milik Airen yang berarti anak panah tersebut sangat terbatas.
“Percuma jika terus begini, hanya akan memakan waktu. Sihir Api : Lingkaran Cahaya Neraka.”
Api tersulut, mengitari Airen dengan area yang luas dan membuat kegelapan sirna dari pandangannya dan juga di hadapannya terdapat monster yang sedang melihatnya.
Monster dengan anak panah menancap tepat dimatanya menatap Airen dengan tatapan yang mengatakan “Orang ini adalah musuh”.
Dan tak jauh dibelakangnya terdapat seseorang yang sudah babak belur dan beberapa luka cakaran dibeberapa bagian tubuhnya.
“Harry!”
Mengetahui saudaranya tak sadarkan diri di hadapannya, Airen langsung melotot ke arah monster yang di hadapannya. Ia sudah tak gentar, ia menatapnya dengan api amarah yang menyala di matanya.
“Kau! Kau harus bertanggung jawab!!”
Monster itu tak bergeming, selang beberapa detik setelah mengucapkan pernyataan perang terhadap monster tersebut, monster tersebut hanya memamerkan taringnya yang bagaikan belati yang mampu menembus baja sekuat apapun.
Airen kembali ke posisi kuda kudanya, bersiap menembakkan anak panah dengan daya ledakan yang kuat.
“Matilah!!”
Sementara itu keadaan di desa, lebih tepatnya di rumah Airen...
“Airen! Airen! Bala bantuan sudah datang kita akan pergi menyelamatkan Harry sekarang... Airen?” Jack pulang ke rumah untuk memberi kabar untuk Airen yang seingatnya dia masih dirumah.
Jack mencari di kamarnya, toilet, gudang, semua sudah rumah sudah ia cari namun Airen tak ada dimanapun.
“Jangan-jangan!”
Jack kembali ke kamar Airen dan segera memeriksa bawah tempat tidur Airen, ia merogoh bawah tempat tidurnya mencari sesuatu yang sudah tak berada disana.
“Tak ada! Apa dia pergi ke hutan sendirian? Bila iya itu sangat gawat. Aku harus kembali”
Di depan Bar...
Orang-orang dengan baju zirah dan juga para penduduk desa yang ada disana berbaris dengan rapih dan di depan mereka berdiri tiga orang.
Tak jauh dari rumunan barisan seseorang berlari dengan tergesa gesa. Seseorang itu adalah Jack.
“Ada apa Jack? Apa Airen tak bisa ikut?”
“Bukan. Tapi Airen... Menyusul Harry sendirian di hutan.”
“Dasar! Anak anak memang selalu merepotkan!” ucap kesal Vlam sembari menggaruk garuk rambutnya.
“Sudahlah... Kalau begitu kita percepat keberangkatan kita karena sekarang kita memiliki 2 target.”
“Semunya!! Bersiap!! Ingat misi kita sekarang hanya menyelamatkan 2 orang yang sedang dalam bahaya di dalam hutan. Jika kalian bertemu monster atau apapun lebih baik kalian menghindar karena jika dilawan itu akan merusak rencana.
Seperti yang direncanakan kita akan membagi tim. Tim akan dibagi menjadi 8 tim yang beranggotakan 10 anggota dan dalam 10 orang itu harus ada orang yang bisa menggunakan sihir penyembuhan.
Semuanya aku ingatkan sekali lagi! Prioritas kita hanya satu, keselamatan mereka berdua. Paham?!”
“PAHAM PAK!”
Dengan tegas para prajurit membalas pertanyaan sang Letnan dan jawaban mereka membuat para warga desa begitu kagum melihatnya.
“Kalau begitu, ayo kita mulai misi kita!”
______
HAPPY NEW YEAR ALL!! Welcome to 2020 part 3. Semoga ditahun yang baru ini kita bisa mencapai keinginan yang belum terpenuhi ditahun sebelumnya.
Keinginan author sendiri ditahun ini adalah membuat novel ini sukses!! Semoga keinginan dan harapan kita semua dapat terpenuhi!
Sekali lagi, Selamat Tahun Baru!! (Telat sehari karena kemarin Author kecapekan.)