Airen The Lost Prience

Airen The Lost Prience
SI PENGEMBARA



Kejadian di desa Varte, desa dimana Airen tinggal. Kejadian penyerangan terhadap warga sipil oleh segerombolan monster dari Hutan Terlarang.


Pihak kerajaan sudah menanggapi hal ini dengan cara mengirim beberapa bantuan dana dan pangan kepada daerah di pinggiran perbatasan dari kawasan daerah Hutan Terlarang.


Akibat kejadian tersebut Airen harus menerima luka bekas yang tak bisa menghilang, bukan hanya Airen yang menerima luka. Sang adik Luis, juga menerima luka berat dan pasti kejadian tersebut tak akan bisa dilupakan olehnya.


Setelah kejadian itu Airen mendapatkan beasiswa khusus dari seorang Letnan Jenderal Kerajaan dan ia menerimanya.


Dengan itu Airen akan belajar cara menghemat Mana dalam penggunaan sihir, penguatan sihir, dan juga menciptakan sihir baru bagi para pelajar. Tapi untuk memasuki akademi bukanlah hal yang mudah.


Walaupun ia memiliki sebuah beasiswa tapi pihak akademi juga membatasi siswa-siswi yang memiliki beasiswa untuk bisa masuk ke akademi. Hanya ada 10 orang saja yang bisa masuk lewat jalur Beasiswa.


Ujian bagi mereka yang menggunakan jalur beasiswa pun berbeda. Mereka akan menerima ujian yang lebih berat dari yang semestinya. Dan Airen berhasil menjadi 1 dari 10 orang yang berhasil masuk lewat jalur beasiswa.


Dia masuk di dalam kelas yang memiliki sejumlah keunggulan karena yang masuk di kelas ini adalah mereka yang terbaik di ujian masuk akademi, yaitu kelas unggulan.


Kelas ini memiliki seorang walikelas yang sangat bersemangat, berotot, dan tak mahir dalam penguasaan sihir. Walau tak mahir tapi setiap orang yang ada di akademi sangat menghormati dirinya dengan suatu alasan.


Mereka memiliki sebuah asrama untuk tempat tinggal para murid karena akademi ini bukanlah akademi yang seperti biasanya, yang berarti memiliki sebuah keistimewaan yaitu akademi ini berada di langit. Kata lainnya mungkin, akademi ini melayang.


Memiliki sistem keamanan yang sangat ketat, dan memiliki sebuah aturan yang sangat ketat juga agar para murid tidak dapat bolos pelajaran. Walaupun akademi ini memiliki sistem keamanaan yang kuat tapi masih ada beberapa tempat disekitar akademi untuk dijadikan tempat persumbunyian mereka untuk bolos.


Sudahi tentang sistem akademi ini. Sekarang letak yang sebenarnya dari akademi ini. Letak akademi ini berada di suatu pulau melayang yang ada di daerah kerajaan El-Varia.


Di pulau ini juga terdapat pasar yang akan buka saat di akhir minggu. Ini dikarenakan akademi akan meliburkan kegiatan akademi di akhir minggu agar para pelajar mendapat suatu kesegaran tersendiri setelah seminggu penuh menerima pembelajaran yang cukup menguras pikiran dan tenaga.


Saat Airen sudah berada di tahun ajaran ke-2 sebuah insiden terjadi. Iblis telah muncul dan mengamuk di pasar. Kemunculan iblis yang secara tiba-tiba dan lebih awal dari yang dijadwalkan membuat Airen kebingungan.


Para staf guru dan prajurit yang menjaga akademi melawannya dengan susah payah. Hanya satu iblis dan itu hanyalah iblis tingkat lemah saja. Dengan segenap tenaga Airen melawannya mati-matian. Mengeluarkan semua kemampuan yang ia peroleh selama 2 tahun belajar di akademi.


Butuh waktu berjam-jam untuk membunuhnya hingga bala bantuan tiba. Pasukan militer kerajaan yang dipimpin oleh seorang 'penyihir' segera memberikan bantuan semaksimal mungkin saat mereka datang.


Beruntung tak ada korban jiwa, namun banyak orang berdosa yang mengalami luka berat dan dinyatakan cacat akibat insiden tersebut.


Akademi di tutup beberapa bulan dan kembali berjalan dengan keamanan yang lebih ketat, bukan keamanan akademi saja tapi juga keamanan saat memasuki pulau.


Siswa kembali masuk dan belajar di akademi setelah dinyatakan aman oleh Menteri kerajaan. Di awal pernyataan tersebut masih sedikit siswa yang masuk akademi. Dan perlahan-perlahan mereka kembali masuk, terkecuali Airen. Orang yang berkontribusi besar terhadap insiden penyerangan dari iblis di pasar.


Dia tak kembali muncul di akademi. Teman-temannya tak tahu ia kemana. Tak ada yang tahu kemana ia pergi.


Airen menghilang bukan tanpa sebab. Ia terpukul dengan kenyataan dimana dia harus berjuang sekuat tenaga untuk melawan satu iblis saja. Saat itu dia sudah bisa mengaktifkan kekuatan yang diberikan oleh Bahamuth. Ia baru bisa memunculkan satu sayap saja dari perubahannya. Dan ia merasa jika terus belajar disini ia akan terhambat.


Lalu ia memutuskan untuk pergi menjelajahi penjuru negeri yang ada. Negara-negara tetangga pun ia kunjungi, belajar banyak dari orang-orang yang menyebut diri mereka "Petualang".


Dia menelusuri reruntuhan-reruntuhan kuno, labirin tua dan juga kota bawah tanah dan juga kota melayang lainnya. Pernah bergabung dengan tim-tim kuat di setiap negara hingga ia mendapat julukan sebagai "Si Pengembara dari Timur".


Melawan monster-monster kuat yang ada di dunia ini. Menemui berbagai macam ras di dunia dan menjalin hubungan dengan mereka. Menciptakan sebuah pengikut dirinya diberbagai tempat kumuh sebagai kekuatan tempur jikalau butuh.


Ia memiliki ciri-ciri yang akan terlihat menjijikkan di kalangan para bangsawan laknat yang berdiri di atas kasta yang mereka rampas dengan janji palsu dan uang haram.


Pakaian compang-camping, topi jerami dan selendang yang ia pakai untuk menyimpan berbagai macam barang. Selalu dianggap remeh oleh mereka yang sombong dan dibuat malu oleh kekuatan yang ia tunjukkan saat suatu kejadian kritis bagi orang tersebut.


Kini ia berencana mengumpulkan 5 orang dengan kekuatan berbeda, dan juga ras yang berbeda. Seperti yang sudah diceritakan oleh naga itu, Penyihir, Elf, Guarder, Sumonner, dan Alchemist.


Ia sudah menemukan seorang Elf cantik dan terampil dalam pembunuhan senyap. Ia memilihnya karena ia merasa dia kuat. Menggunakan suatu kemampuan khusus Elf yang dimana jika malam hari ia bisa bersembunyi di balik sinar bulan.


Ia pernah hampir dibunuh olehnya. Dia adalah pembunuh bayaran dari suatu perusahaan yang memiliki dendam terhadap Airen, mungkin.


Dan juga ia menemukan teman kecil bertubuh besar dan juga berjanggut, Dwarf. Kurcaci bertubuh bulat ini adalah seorang Alchemist yang ahli dalam mencipta. Memiliki segudang ilmu pengetahuan dan kecerdasan di atas rata-rata.


Terakhir ia menemukan seseorang yang menarik. Orang yang hanya bisa menggunakan satu macam jenis sihir, yaitu sihir pemanggilan. Namun ini bukan sihir pemanggilan biasanya, ini sedikit berbeda.


Sedari lahir orang yang memiliki kekuatan ini sudah terikat kontrak dengan salah satu dari banyaknya hewan legenda seperti Phoenix, Jormungand, Hydra dan masih banyak lagi. Dia terikat dengan makhluk bernama Offhies. Ular bersayap yang tinggal di pohon keramat yang berada tepat jauh di dalam hutan terlarang.


Memiliki kekuatan yang sangat mengerikan bagi lawan yang melihatnya. Sebuah racun ganas yang dapat melelehkan apapun tak ada satupun obat di dunia ini yang bisa menangkal racun-nya.


Jika terkena kulit langsung tanpa perantara apapun maka kulit akan meleleh hingga tulang sekalipun. Jika racun ini terkena tanah maka tingkat kesuburan tanah akan sangat buruk bahkan dapat membuat kawah beracun jika banyak racun yang terhambur ke tanah. Mungkin terdengar lemah tapi jika kau mengalahkan monster lain atau membunuhnya kau bisa membuat kontrak dengan monster tersebut dan menjadikannya sebagai hewan peliharaan-mu.


Julukan Airen kini telah tersebar di seluruh penjuru negeri. Teman-temannya yang berada di El-Varia pun mengenal julukannya tapi tak mengetahui siapa orang ini sebenarnya.


Ada juga julukan lain baginya. Yaitu "Penolak Hadiah". Ya seperti yang kalian dengar Penolak Hadiah. Airen sering kali menyelamatkan sebuah negera dari serangan-serangan kawanan monster yang ingin menggila tanpa mempedulikan apapun.


Dan setiap negara yang dibantunya selalu mengajaknya untuk berjamu di istana kerajaan yang megah nan mewah. Memberikan tawaran sejumlah tanah, Perhiasan, barang langka, uang, bahkan ada yang ingin menikahkan Airen dengan putri mereka sendiri. Namun semua itu ia tolak mentah-mentah dan hanya menjawab "Aku tak butuh, jika kalian butuh bantuan teriaklah sesegera mungkin aku akan datang" lalu ia pergi begitu saja. Mungkin sikapnya akan dibenci oleh para bangsawan namun tidak untuk para kaum miskin di belakang bayang negara.


Selama perjalanan sudah ribuan kali ia menyelamatkan daerah-daerah kumuh dan tak terjangkau kerajaan manapun. Ia tak memungut uang sebagai imbalan, ia pun terkadang menetap di suatu daerah untuk mengajari mereka sihir lalu setelah menurutnya mereka bisa bertahan dengan tangan mereka sendiri ia pergi.


Walau banyak gadis yang terpana oleh sifat dan wajahnya yang tampan tapi tak pernah terpikirkan olehnya bahwa ia ingin mempunyai pasangan. Ia menyia-nyiakan wajah tampan yang ia bawa dari keluarga bangsawan. Dan selama perjalanan pun ia sembari mencari keluarganya dengan cara menunjukkan tanda lahir di lengan atasnya.


2 tahun ia lakukan untuk mencapai tujuannya yaitu mencari 2 orang lagi untuk memenuhi tim yang ia inginkan.


“Oii Airen sebenarnya kita akan kemana lagi?”


Seorang pria pendek dan berjanggut yang berjalan sempoyongan di atas pasir dan dibawah terik sinar mentari yang terasa ingin membakar kulit.


“Seharusnya sebentar lagi sampai.”


“Astaga Ren aku sudah tak kuat berjalan lagi.”


“Bertahanlah sebentar lagi. Timy apa kau melihat sesuatu?” Airen lalu bertanya kepada teman satu laginya.


“Hmm entah mengapa aku hanya melihat sebuah tembok tinggi yang melintas dari timur ke barat. Mungkin itu hanya fatamorgana.”


“Baguslah kita sudah dekat. Hei ayo bangun kita sudah sampai.”


“Hah??”


“Memang apa itu? Bukannya hanya tembok saja atau ini memang tujuanmu” lalu seseorang lainnya terheran dengan yang diucapkan Airen.


“Ya kau benar, kita sudah sampai di negeri Tembok Surga.”


Yah walaupun dia mengtakan bahwa sudah sampai tapi nyatanya. Mereka harus berjalan ribuan kilometer lagi untuk sampai di tujuan yang sudah di depan mata.