
Di saat matahari sedang memamerkan keindahannya para penduduk desa segera mencari tempat berteduh dari keindahannya untuk istirahat dari pekerjaan mereka yang melelahkan.
“Haaah air... Air...”
Seseorang datang mengunjungi sebuah Bar kecil yang ada di desa dengan jalan yang sudah tak menapak melainkan menggesernya karena tenaga yang ia memiliki sudah hampir habis.
“Anda ingin memesan minuman?”
Seseorang pria berbadan besar dengan otot yang dipamerkannya menghampiri orang tersebut dan menawarkan minuman.
“Tolong satu gelas air putih terlebih dahulu...”
Pria berotot tersebut segera menyiapkan pesanan.
“Silahkan”
“Ahh akhirnya... glek glek glek... Aahhh.”
“Ada pesanan yang lainnya?”
“Ohh iya... Tolong satu porsi Daging Bakar dengan kecap yang banyak!”
“Pesanan akan dibuat, silahkan menunggu terlebih dahulu- tunggu dulu aku mencium bau-bau orang yang sedang bergosip.”
Orang berotot tersebut meninggalkan posisi tempat bekerjanya berada dan segera memeriksa keadaan diluar.
“Heii lihat itu Jack dan anak-anaknya, tapi sepertinya ia membawa orang yang sedang terluka.”
“Kau benar apa sebaiknya kita menghampirinya-”
BRAAK
Pintu Bar dibuka dengan sangat keras.
“HOI KALIAN JANGAN BERGOSIP DIDEPAN BAR-KU.”
“HII!!”
Mereka berdua terkejut dengan kedatangan pria berotot tersebut.
“SIANG ITU WAKTUNYA MAKAN SIANG BUKAN BERGOSIP DI DEPAN BAR ORANG.”
“Tapi kita hanya mengobrol biasa saja dan kami tidak sedang bergosip-”
“DIAAM!”
Lalu seseorang keluar dari Bar tersebut.
“Oi ada apa?”
“Merekalah orang yang kucium baunya dan benar, mereka sedang bergosip di depan Bar-ku!”
“Tapi kita hanya sedang mengobrol biasa kok.”
“Memang apa yang kalian bicarakan.”
“Ahh itu lihat disana, bukankah itu Jack dan anak-anaknya tapi sepertinya mereka membawa orang yang terluka.” salah satu dari mereka memberi tahu apa yang mereka bicarakan dan menunjuk orang yang sedang mereka bicaran.
“Gawat! Kalian berdua panggil Kepala desa dengan peralatannya dan bawa dia kemari.”
“Tapi-”
“CEPAT!!”
“Baik!”
“Pemilik Bar bisakah kau menyiapkan ruangan untuk perawatan seseorang.”
“Hmm baiklah.”
Orang tersebut segera berlari dan menghampiri Jack.
“Oiii Jack!!”
“Vlam!!”
“Paman Vlam...”
Pria yang dipanggil Vlam tersebut akhirnya sampai dihadapan mereka.
“Hoi! Kau apa yang terjadi- Luis?! HOI JACK LUIS!!”
“Tampaknya dia diserang oleh monster bukan binatang buas saat berada di hutan untuk mencari kayu.”
“Cih ini gawat. Airen biar aku yang membawanya.”
Vlam pun menggantikan posisi Airen yang sedang merangkul Luis bersama Jack.
“Kita pergi ke Bar kecil disana aku sudah menyiapkan tempat untuk merawatnya dan aku sudah memanggil kepala desa untuk datang kesana.”
“Terima kasih Vlam.”
Mereka kemudian berjalan menuju Bar yang dituju. Saat mereka sampai disana, Kepala desa pun sampai disaat yang bersamaan dengan dua orang sebelumnya.
Pintu Bar terbuka dan menunjukkan pria berotot.
“Semuanya masuklah, ruangan telah siap untuk digunakan.”
“Eh kenapa kita ikutan masuk?”
“Entahlah.”
Disebuah ruangan yang cukup besar terdapat satu buah kasur dan dibaringkanlah Luis disana. Sang Kepala desa yang merupakan mantan kepala medis di istana segera membuka seluruh pakaian Luis dengan perlahan untuk memeriksa keadaanya.
“Nak pakailah handuk ini.” pria berotot tersebut menghampiri Airen dan memberi sebuah handuk untuk ia kenakan.
“Terima kasih.”
“Kita beruntung bahwa luka sayatannya tidak mengandung racun sama sekali. Dan Jack apa kau yang telah menutup luka besarnya dengan kain?”
“Tidak, bukan aku tapi Airen”
“Ohh begitu. Kerja bagus nak, tindakanmu sangat tepat untuk menutup lukanya dengan kain karena itu bisa mencegah darahnya untuk mengalir dengan deras.”
Airen bernafas lega untuk sementara.
“Keadaannya bisa dibilang tidak kritis untuk sekarang. Dia untuk sementara hanya pingsan. Jack kau tak perlu khawatir.”
“Iya...”
“Kalian semua bisa keluar ruangan terlebih dahulu....” lalu semuanya segera keluar tapi “Tidak untuk kalian berdua, kalian berdua bantu aku merawatnya” dua orang yang dimaksud adalah dua orang yang telah memanggil Kepala desa di rumahnya.
“EHH!!”
Di luar ruangan terdapat Jack, Vlam, Airen dan si Pemilik Bar. Pemilik Bar pergi untuk menutup tokonya.
“Hei Jack apa Harry tak ikut untuk mencari kayu bersama-mu?”
“Dia... Menghilang didalam hutan.”
“Brengsek hutan wilayahku sekarang menjadi tak aman. Monster mana yang berani mendiami wilayahku akan ku panah mereka.”
Tak ada yang menghiraukan Vlam sama sekali Airen pun hanya menunduk sedari tadi.
“Jadi Jack apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“.....”
“Jack!”
“Ahh aku... Aku akan pulang dan memberitahunya tentang apa yang terjadi, semuanya secara rinci.”
“Bagus itulah jawaban yang ingin kudengar. Aku akan pergi menuju kemiliteran di kota Lavir untuk meminta bantuan disana dan juga beberapa perawat mungkin.”
“Baiklah jaga dirimu.”
Vlam meninggalkan Bar tersebut dan segera mempersiapkan diri untuk pergi ke kota.
“Ayah ayo kita pulang terlebih dahulu, ibu pasti menunggu di rumah.”
“Iya.”
Di rumah tempat Airen tinggal sekarang, terdapat seorang perempuan dihalaman rumah tersebut sedang menjemur pakaian yang sudah dicuci olehnya.
“Ini terakhir.” ucap nya sembari menggantung pakaian terakhir yang harus dijemur olehnya.
Setelah selesai dengan kegiatannya ia segera masuk kembali untuk membuat makanan, karena sebentar lagi suami dan anak-anaknya akan pulang dari kegiatan mereka.
“Kali ini aku akan membuat sup saja untuk mereka.”
Setelah memutuskan ingin memasak apa untuk keluarganya ia segera pergi ke dapur dan menyiapkan bahannya lalu diolah olehnya menjadi sebuah sup penuh kasih.
Kriieet...
Saat ia sedang memasak di dapurnya, ia mendengar suara pintu rumah terbuka yang menandakan suami dan anaknya sudah pulang dan ia pergi untuk menyambut kepulangan mereka.
“Selamat datang sayang, Airen dan ehh... Hanya kalian berdua yang pulang? Luis dan Harry mereka pergi kemana, apa jangan-jangan Harry ditawari makanan oleh tetangga sehingga Luis harus ikut bersamanya untuk menemaninya.”
“Airen kau masuk kamarlah terlebih dahulu”
“Ohh iya Airen kau jangan tidur ya ibu sudah membuat sup yang lezat untukmu.”
“Iya bu, Airen akan menunggu dikamar.” Airen menjawabnya dengan memasang senyum palsunya, dan segera pergi menuju kamarnya.
“Jadi, apa kalian mendapatkan banyak kayu bakar-”
“Sayang.”
“Apa? Kenapa?”
“Soal Harry dan Luis....”
“Mereka berdua? Kenapa, apa mereka akan pulang malam. Kalau begitu aku sisakan supnya untuk-”
“HARRY, DIA MENGHILANG, DAN LUIS SEKARANG SEDANG TERLUKA PARAH DAN DIRAWAT KEPALA DESA DI BAR!”
“.......”
TANG...
TANG Tang tang tang
Centong sayur yang dibawa perempuan tersebut terjatuh dari genggamannya dan kini barang tersebut tergeletak di lantai rumah yang kotor.