
Beberapa saat kemudian, Menma pergi ke luar rumah dan berjalan-jalan ke desa Moonlight Plains. Di sana, dia melihat banyak sekali kerumunan orang yang memadati beberapa kawasan di desa. Lalu, Menma mencoba untuk menyapa beberapa orang yang dia temui. Namun, mereka malah menjauh dan mengabaikan keberadaan Menma yang sampai membuat Menma merasa tersinggung. Orang-orang masih memandang Menma sebagai seorang pembawa keburukan, pengacau, pembuat masalah dan lain sebagainya yang membuat Menma seolah-olah menjadi bahan gunjingan oleh masyarakat.
" Lihat anak itu. Berani-beraninya, dia melangkahkan kakinya di desa ini. Dasar penganggu. " ucap dari salah satu orang yang melihat Menma sedang melintas di jalanan desa.
" Ya, kau benar. Seharusnya, dia tidak usah tinggal di desa ini meskipun rumahnya terpencil. "
" Dia memang sangat aneh dan menjijikkan bagaikan sesosok iblis. Mana ada anak-anak yang mau berteman dengannya. "
" Iya. Dia anak yang suka mengacau dan membuat banyak masalah dengan orang lain. "
" Benar-benar anak terkutuk! "
Ucapan-ucapan yang dikeluarkan oleh setiap orang yang melihatnya membuat Menma merasa sangat sakit hati setelah mendengarnya. Tapi, hal itu tidak mempuruknya untuk terus melangkah ke depan dan mencoba untuk berinteraksi dengan warga sekitar. Kemudian, Menma mampir ke sebuah toko mainan untuk melihat banyak jenis mainan di sana. Tiba-tiba, dia melihat banyak sekali topeng yang tergantung di tembok toko dengan motif dan corak yang berbeda-beda. Menma mencoba membeli salah satu dari mainan topeng itu. Tetapi, ada seorang penjaga toko yang melihat Menma di depan dagangan mainannya langsung mengusir Menma keluar dari tokonya.
" Untuk apa kau ke sini, bocah setan. Kau hanya menyebarkan kutukan di sini. Cepat Pergi!!! "
" Kenapa paman mengusirku keluar? Memangnya apa salahku? Aku cuma ingin membeli satu mainan saja, kok. "
" Kau tidak pantas berada di sini. Jika kau ingin mainan, ini *Sambil melemparkan salah satu mainan topeng ke arah Menma*. Ambillah dan pergilah jauh-jauh! " ucap dari penjaga toko itu setelah dia melemparkan topeng mainan yang menyerupai seekor naga kepada Menma.
Setelah diperlakukan secara kasar dan diusir keluar oleh penjaga toko itu, Menma merasa sangat sakit hati dan terdiam tanpa mengeluarkan satu kata pun. Lalu, dia kembali berdiri sambil memegang topeng itu dan melihat banyak sekali orang yang melihat kejadian itu di sekelilingnya. Karena merasa dilihat dengan tatapan dingin oleh banyak orang, Menma menjadi sangat kesal dan meneriaki kepada orang-orang.
" Kenapa kalian semua melihatku dengan tatapan seperti itu? Apa yang salah denganku? Aku bukanlah bocah setan seperti yang kalian pikirkan! Aku adalah Menma dan suatu hari nanti aku akan mejadi seorang ninja yang hebat. Kalian lihat saja nanti. Aku akan menjadi seorang ninja yang diakui dan dikagumi oleh semua orang. "
Setelah itu, Menma langsung berlari meninggalkan kerumunan orang dan orang-orang yang melihat itu kemudian membicarakan sesuatu tentang kelakuan dari si anak half-elf berambut hitam itu.
" Anak itu berbuat apa lagi sekarang? Dia pasti melakukan sesuatu hal yang buruk saat di toko itu. "
" Iya, Sudah diusir dari toko mainan sekarang dia mulai membual kalau dia ingin diakui sebagai seorang ninja yang hebat. Yang benar saja, dia. "
" Heh. Mana mungkin.. Dia cuma besar mulutnya saja. Mustahil bagi dia untuk menjadi seorang ninja. Di akademi pun belum tentu dia akan lulus. Memang anak aneh. "
" Bocah terkutuk itu tidak akan mungkin menjadi seorang ninja yang hebat seperti yang lainnya. Dia memang sangat payah. "
Kata demi kata yang dilontarkan oleh beberapa orang di sana cukup membuat suasana hati Menma menjadi sangat suram. Untungnya, dia langsung pergi meninggalkan area kerumunan sehingga dia tidak mendengar tentang apa yang dikatakan oleh orang-orang terhadap Menma. Setelah berlari meninggalkan kerumunan, Menma terus berlari dan tiba-tiba saja, dia menabrak seseorang yang sedang membawa gerobak berisi banyak muatan yang ditarik oleh seekor keledai. Lalu, Menma terjatuh dan orang yang ditabraknya juga ikut terjatuh. Si pembawa muatan itu terkejut dan langsung memarahi Menma yang sudah dia perbuat barusan.
" Hei!!! Apa yang sedang kau lakukan? Kau bisa saja mencelakai orang lain jika kau berlari-lari seperti itu. "
" Maaf, tadi aku tidak melihat kalau paman sedang lewat sini. "
Tetapi, saat menyadari kalau yang menabrak dia adalah Menma, orang itu langsung naik pitam.
" Ohh.. Rupanya kau. Sedang apa kau di sini, BOCAH SETAN. KAU BENAR-BENAR PEMBAWA PETAKA BAGI ORANG LAIN SAJA. DASAR ANAK TERKUTUK. PERGI KAU!!! "
" Tapi paman, aku benar-benar tidak sengaja menabrak paman. Aku cuma... "
Tetapi, perkataan Menma telah terpotong oleh amarah dan bentakan dari si pembawa muatan itu.
" HAHH... ALASAN SAJA KAU. SUDAHLAH. SEBAIKNYA KAU PERGI ATAU AKU AKAN MELAPORKANMU KE PENJAGA DESA. PERGI!!! "
Akhirnya Menma langsung pergi meninggalkan orang itu dan terus berlari dengan perasaan sangat sedih di hatinya dan sempat mengeluarkan air mata di kedua matanya. Setelah berlari cukup jauh dari kawasan padat di desa Moonlight Plains, akhirnya Menma berhenti di sebuah taman yang di mana tidak ada satupun orang di sana.
" Hiks...Hiks... Kenapa semua orang membenciku? Memangnya, apa yang salah dariku padahal aku tidak pernah sekalipun menyakiti mereka? Apa yang sebenarnya yang mereka tau tentang aku? " gumam Menma yang sambil menahan rasa sedihnya dan mengusap kasar air matanya.
Lalu, dia melihat ke sekeliling taman dan dia menyadari kalau hanya dirinya sendiri yang berada di taman itu.
" Hah?! Ini di mana? Sepertinya tak satu pun orang yang ada di sini. Ya, setidaknya aku bisa sendirian untuk sementara waktu sambil menenangkan diriku dari amarah orang-orang di desa. "
Menma kembali berjalan sambil mengelilingi taman dan tiba-tiba, dia melihat sebuah patung besar yang menjulang tinggi di tengah taman. Kemudian, Menma berjalan menuju ke patung itu dan dia sangat terkagum dengan sesosok yang dibuat menjadi patung itu.
" Wahh! Apa itu? Sepertinya itu besar sekali. Siapa yang menjadi patung besar itu? " tanya Menma kepadanya dirinya sendiri sambil melihat-lihat ke sekeliling patung itu.
Kemudian, dia menemukan sebuah tulisan yang terukir di bagian bawah patung itu.
" Apa itu? Kelihatannya semacam tulisan. Kira-kira itu tulisan apa ya? "
Lalu, Menma membaca tulisan yang terukir dibawah patung itu.
" Di sini tertulis kalau sang pahlawan legendaris telah berjuang bersama rekan-rekannya untuk menyelamatkan negeri Afata dari serbuan tentara kegelapan. Sebenarnya apa yang telah terjadi di masa lalu? Apa ada perang sebelumnya? Lalu, siapa yang dimaksud sang pahlawan legendaris itu? Apakah dia sangat kuat? Tapi, kalaupun begitu, kenapa tak ada satupun yang tau kalau ada patung di sini yang menceritakan kalau sang pahlawan legendaris telah menyelamatkan negeri Afata dari pasukan kegelapan sebelumnya. Ini aneh, kenapa ibu juga tidak menceritakan ini padaku? " tanya Menma lagi dengan penuh penasaran.
Tiba-tiba ada seorang pria yang mengenakan mantel berkerudung gelap sedang berjalan mengelilingi taman dan dia menemukan seorang anak half-elf berambut hitam yang sedang berdiri di depan patung itu.
" Siapa anak itu? Sedang apa yang dia lakukan disini? "
Kemudian, dia bergerak menuju ke patung besar itu, tempat di mana Menma sedang berdiri di sana. Lalu, dia melihat Menma sedang membaca tulisan yang terukir di bagian bawah patung itu.
" Sepertinya, aku harus bertanya kepada seseorang yang tau tentang siapa yang menjadi patung ini. " gumam Menma kepada dirinya sendiri.
Tiba-tiba,
" Sedang apa kau di sini, bocah? "
Menma langsung terkejut setelah mendengar pertanyaan yang muncul secara tiba-tiba dan kemudian, dia menoleh ke arah pria misterius itu.
" Hah!? Siapa kau, mengagetkanku saja. "
" Hihihi. Oh.. Bukan siapa-siapa. Hanya saja, aku melihat kau yang sepertinya sedang kebingungan tentang sesuatu. "
" Iya. Aku bingung tentang siapa yang menjadi patung besar ini dan kenapa tak satu pun yang tau kalau ada patung di sini. Apalagi di taman ini, aku tak melihat satu orang pun yang kutemui. Sepertinya, tempat ini sudah terlupakan oleh semua orang di desa. "
" Ya, itu karena taman ini memang tidak pernah dikunjungi lagi oleh siapapun sejak lama sekali. Bahkan sebelum kau lahir, taman ini sudah tidak terawat lagi seperti biasanya sampai muncul beberapa tumbuhan liar di berbagai tempat seperti yang kau lihat sekarang. Sehingga, tempat ini memang sudah dilupakan oleh semua orang di manapun berada. " jawab dari pria misterius itu.
" Alasannya terlalu rumit. Mungkin kau tidak akan mengerti kalaupun aku menjelaskannya. Lagipula, kenapa kau bisa ada disini dan dari mana kau tau ada taman ini? Kau tau sendiri kan tak ada satu pun orang yang berkunjung ke tempat ini?"
Menma sempat terdiam sejenak setelah mendengarkan pertanyaan dari pria misterius itu. Tidak sampai sepuluh detik kemudian, Menma mulai berkata lagi.
" Oh.. aku hanya kebetulan mampir ke sini setelah aku belari dari kerumunan orang di desa. Itu sebabnya, aku tak sengaja menemukan taman ini dan mengelilinginya. Kemudian, aku juga melihat ada patung besar di sini. Akhirnya, aku menjadi penasaran dengan sesosok yang menjadi patung ini. Ya, walaupun taman ini memang terlihat sepi dan berantakan karena tidak terawat lagi. Tapi, aku penasaran saja kenapa ada taman seperti ini tidak pernah dikunjugi oleh penduduk desa. "
" Jadi begitu. Tapi, kau bilang kalau kau lari dari kerumunan orang di desa. Lalu kenapa kau melakukan itu? Apakah kamu telah melakukan sesuatu yang buruk di sana? "
" Tidak. Aku tidak melakukan apapun yang buruk disana. Hanya saja, aku merasa tidak enak saja kalau aku masih terus-terusan disana. "
" Lalu, apa membuatmu merasa tidak enak saatkamu berada di sana? "
" Entahlah. Alasannya juga terlalu rumit untuk dijelaskan kepada paman. "
" Hnn...Begitu ya. Baiklah, aku mengerti. " sahut dari pria misterius itu.
Kemudian Menma bertanya kepada pria misteriusitu.
" Oh ya. Paman, apakah anda tau tentang siapa yang menjadi pahlawan legendaris yang tertulis di bawah patung itu? "
Pria misterius kaget dan bergumam dalam hatinya.
' Kenapa anak ini menanyakan tentang itu? Aku pikir, kisahnya sudah benar-benar dilupakan oleh semua orang di desa ini maupun di negeri Afata. Tapi, kenapa anak ini penasaran tentang sang pahlawan legendaris itu? Apa yang sebenarnya dia ingin ketahui? '
" Ehh... Paman? Ada apa? Kenapa anda tidak menjawab pertanyaanku? " tanya Menma setelah melihat pria misterius itu hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya.
" Oh.. Maaf! Aku hanya sedikit bingung tentang pertanyaan yang kamu tanyakan itu. "
" Jadi, paman juga tidak tau tentang sesosok pahlawan legendaris itu? " tanya Menma lagi.
" Oh tidak. Tentu saja aku tau. Dia adalah sesosok pejuang yang pernah menyelamatkan negeri Afata dari serbuan pasukan kegelapan. Selain itu, dia juga pernah memimpin pasukan bersama dengan sang ratu elf yang bertarung melawan raja kegelapan beserta bala tentaranya di sebuah perang besar yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu. " jawab dari pria misterius itu.
" Haahh!? Jadi benar ada perang yang pernah terjadi sebelumnya? "
" Itu benar. Sampai sekarang, peristiwa itu masih ada di dalam ingatan pribumi negeri Afata karena perang itu telah memakan banyak korban jiwa, termasuk dari rekan-rekan seperjuangannya sang pahlawan legendaris. Tapi, mereka telah memberikan pengorbanan yang luar biasa untuk melindungi dan menjaga perdamaian di negeri Afata. Itulah sebabnya, sesosok pahlawan legendaris ini sangat dikagumi oleh banyak orang termasuk juga dari sang ratu elf sendiri. Selain itu, sang pahlawan legendaris juga dikenal sebagai pencipta peradaban baru di negeri Afata yang dikenal sebagai shinobi.
" Wow! Itu keren sekali. Jadi, dia yang menciptakan para ninja!? Tapi, kenapa saat ini orang-orang tidak membicarakan tentang cerita itu? "
" Itu mungkin, karena kejadiannya telah berlangsung sejak lama sekali. Bahkan seiring berjalannya waktu, karena dia sudah tidak menampakkan dirinya lagi di negeri Afata, jadi keberadaannya pun telah dilupakan oleh banyak orang bersamaan juga dengan kisahnya. Hal itu juga dipengaruhi oleh keadaan di negeri Afata yang sampai sekarang sudah aman dan damai dari perang besar. Itulah sebabnya, orang-orang di desa maupun di negeri Afata tidak membicarakan lagi tentang kisah itu karena sudah kuno bagi mereka kecuali orang-orang yang masih suka mendengar dan mengingatnya. "
" Begitu ya. Sayang juga kisahnya sudah dilupakan oleh semua orang. Padahal, setelah aku mendengar dari paman, ceritanya sangat luar biasa. Dia lah yang menyelamatkan negeri Afata dan menghentikan perang di masa lalu dari pasukan kegelapan. Selain itu, dia juga yang menjadi asal usul terciptanya para ninja di negeri ini. Jadi, aku sangat kagum kepada sang pahlawan legendaris itu. " gumam Menma.
Pria misterius itu tersenyum dan mengatakan sesuatu kepada Menma.
" Baguslah kalau begitu. Itu berarti, kau masih ingin mengetahui tentang kisah dari sang pahlawan legendaris itu. Mudah-mudahan saja, itu akan menjadi motivasi dan pembelajaran yang sangat penting dalam hidupmu saat kau ingin mengejar impianmu di masa depan. "
" Ya, tentu saja. Karena besok, aku akan masuk ke akademi ninja dan pada suatu hari nanti aku akan menjadi seorang pejuang ninja yang hebat, sama seperti sang pahlawan legendaris itu. " jawab Menma dengan penuh semangat.
" Wow! Ternyata, kau ingin menjadi seorang ninja ya. Baguslah. Kalau begitu, kau harus berjuang dan pelajari semua yangdibutuhkan untuk menjadi seorang ninja saat di akademi nanti. "
" Hehe. Itu sudah pasti, paman. "
" Oh ya. Kenapa kau ingin mejadi seorang ninja dan apa yang membuatmu terdorong untuk masuk ke akademi ninja. " tanya dari si pria misterius itu.
" Awalnya, aku masih bingung kenapa aku harus masuk ke akademi dan menjadi seorang ninja. Tapi, setelah mendapatkan penjelasan dari ibuku, akhirnya aku jadi tertarik untuk ikut ke dalam akademi ninja dan aku akan berjuang dengan penuh semangat serta sekuat tenaga agar dapat menjadi seorang ninja yang hebat. Ibuku pernah bilang kalau menjadi ninja bukanlah suatu pilihan yang harus ditetapkan oleh semua orang. Tetapi orang yang menetapkan dirinya untuk menjadi seorang ninja, itulah takdir yang akan diterima dan dihadapi dalam hidupnya. Karena itu, aku akan berjuang untuk menentukan takdirku sendiri sebagai seorang ninja dengan segenap usahaku. "jawab Menma.
" Begitu ya. Lalu apakah kau sudah memiliki sesuatu yang ada dalam dirimu untuk menjadi seorang ninja? "
" Entahlah. Aku rasa, aku tidak memiliki sesuatu. Tapi, ibuku bilang kalau aku memiliki kekuatan dan potensi yang tersembunyi dalam diriku. Aku masih tidak mengetahui itu apa. Tapi, dia memintaku untuk mengetahuinya sendiri dan menggali semua kekuatan dan potensi yang aku miliki yang akan kupergunakan untuk melindungi semua orang di desa ini. "
" Begitu ya. "
' Jangan-jangan anak ini memiliki kekuatan dari sesosok makhluk itu. Tapi, sepertinya dia masih belum menyadari kalau dia memiliki monster king ghidorah di dalam tubuhnya. Iya, aku tau kalau saat ini, terlalu dini untuknya mengetahui tentang itu. Tapi pada saatnya tiba, dia akan mengetahuinya dan mencoba untuk mengendalikan kekuatan itu saat dia akan menjadi seorang ninja yang kuat. ' batin si pria misterius itu.
" Kalau begitu, itu berarti kau harus bersiap untuk menghadapi segala macam tantangan yang akan kau hadapi nanti saat di akademi maupun setelah lulus menjadi ninja. Jadi, kau harus tetap berusaha dan kuat. "
" Ya. Itu sudah pasti akan aku lakukan. " jawab Menma.
" Omong-omong, aku belum tau namamu. Jadi, Siapa namamu? "
" Namaku adalah Menma. Salam kenal. Lalu, Paman sendiri namanya siapa? "
" Panggil saja aku, Minato. Salam kenal juga. Oh ya, ini ada hadiah yang akan kuberikan ini padamu. Mungkin ini hanya biasa-biasa saja tapi aku harap kau menyukainya. " jawab Minato sambilmemberikan sebuah hadiah berupa potongan roti yang besar kepada Menma.
" Wow! Sepotong roti besar? Tentu saja aku menyukai ini. Terima kasih, paman Minato " balas Menma dengan rasa senang.
" Sama-sama. Baguslah kalau kau menyukainya. "
" Baiklah, paman. Sepertinya, aku akan pergi dulu. Jadi sampai jumpa lagi, paman Minato. "
" Ya. Sampai jumpa lagi, Menma. "
' Menma, aku yakin pada suatu saat nanti, kau bisa menjadi seorang shinobi yang hebat dengan seluruh kekuatan serta tekad yang kau miliki untuk mencapainya. Bahkan, kau juga bisa saja menjadi setara dengan sang pahlawan legendaris di masa yang akan datang jika kau mau selalu terus berusaha dan pantang menyerah dalam hidupmu. Percayalah itu. Tapi, perlu kau ingat bahwa apapun yang kau miliki di dalam dirimu akan menentukan nasib bagi negeri Afata. Apakah yang kau miliki itu sebuah kutukan yang menyebarkan malapetaka dan teror atau sebuah kekuatan untuk melindungi dan menyelamatkan negeri Afata. Kedua pilihan itu ada di tanganmu sendiri dan kau lah yang akan menjadi kunci keselamatan negeri Afata. Sekarang, itu semua terserah kamu untuk menentukannya, Menma. '
Setelah berjalan meninggalkan taman, Menma sempat terngiang dengan perkataan yang disampaikan oleh Lindis maupun Minato. Dia berpikir bahwa apa yang dia dengar dari mereka berdua, mengarahkan Menma untuk terus berjuang di jalannya sendiri yang awalnya sempat ragu untuk menjadi seorang ninja menjadi sangat bersemangat untuk menjadi ninja yang hebat.
" Aku rasa, apa yang dikatakan ibu maupun paman Minato itu benar. Mungkin suatu saat nanti, aku akan mengetahui kekuatan dan potensi yang aku miliki untuk menjadi seorang pejuang yang akan melindungi desa ini maupun negeri Afata dan aku akan terus berjuang serta tidak akan menyerah untuk meraih impianku. Karena ini adalah pilihanku untuk menjadi seorang elf ninja yang akan menyamai sang pahlawan legendaris. "
Kemudian, dia bergerak kembali ke desa untuk melanjutkan aktivitasnya sehari-harinya di sana.