AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 16 " BIG SECRET REVEALED " (2)



Waktu terus berlalu hingga sore hari. Suasana di desa Moonlight Plains masih ramai seperti biasanya. Hanya saja, ada beberapa tempat yang mulai ditutup karena jam operasional telah selesai dan ada juga beberapa yang masih buka. Orang-orang di luar sana sedang mengerjakan aktivitas sorenya dan terlihat juga ada yang memutuskan mengakhiri aktivitas keluar rumahnya untuk segera kembali pulang.


Saat ini, di sebuah rumah yang lokasinya terpencil di pinggiran desa Moonlight Plains, terdapat sesosok anak half-elf berambut hitam yang terlihat sedang berbaring dengan posisi terlungkup di ranjang tidurnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Menma yang sampai sekarang masih bersedih karena dia tidak lulus dalam ujian kelulusan akademi. Hal itu telah membuatnya tidak bisa menjadi shinobi yang akan dia tempuh untuk meraih impiannya yaitu menjadi sesosok seperti sang pahlawan legendaris yang dikaguminya. Oleh sebab itu, Menma merasa dirinya gagal dan sudah tidak memiliki harapan untuk memperjuangkan cita-citanya. Menma masih saja menangis di ranjang tidurnya sambil bergumam kecil tentang kegagalannya di ujian kelulusan akademi.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kenapa? Kenapa bisa begini? Padahal aku sudah berusaha sekeras mungkin agar bisa lulus di ujian itu. Tapi hasilnya, aku telah gagal. Merlin-sensei bahkan sampai tidak meluluskanku untuk menjadi genin. Apakah aku tidak layak untuk menjadi ninja? Apakah impianku ini hanyalah khayalan belaka? Jika itu memang benar, kenapa aku harus susah-susah belajar di akademi? Kenapa juga aku harus menjadi ninja? Padahal selama berada di akademi, aku tidak pernah mendapatkan perhatian sedikitpun dari teman-temanku. Ya walaupun masih ada Nia dan Tora yang masih setia mendukungku, tapi rasanya tetap sama saja. Aku merasa dikucilkan di sana seolah-olah, aku hanyalah sampah yang tidak berguna dan juga parasit pengganggu bagi mereka. Kalau begitu terus, buat apa juga aku terus hidup di dunia ini. Kenapa aku mendapatkan nasib yang seperti ini? Aku hanya ingin tau kenapa. Apa yang salah denganku? Apakah aku berbeda dengan mereka yang memiliki kelebihannya masing-masing? Mungkin, aku sendiri memang tidak punya bakat seperti mereka. Kalau itu memang benar, entah kenapa aku merasa iri dengan itu tapi aku tidak menunjukkan apapun yang dapat bersaing dengan mereka. Kaa-san, gomenne karena aku tidak lulus dalam ujian kelulusan akademi. Aku sudah gagal untuk menjadi ninja. Sepertinya juga, aku tidak dapat mengeluarkan potensi yang aku miliki di dalam diriku seperti yang pernah kaa-san katakan sebelumnya kalau aku akan menggali semua potensi selama berada di akademi. Gomenne juga kalau aku tidak dapat menjalankan perkataan kaa-san sebelumnya kalau aku harus berusaha untuk menjadi ninja agar aku bisa memperjuangkan impianku. "


Isak tangis masih terdengar dari Menma yang juga diiringi dengan keluarnya air mata di kelopak matanya menandakan kalau dia masih bersedih atas kegagalannya di ujian kelulusan akademi itu. Tak lama kemudian, ada suara ketokan yang terdengar dari pintu depan rumahnya. Hal itu membuat Menma menghentikan tangisannya dan menanggapi suara ketokan dari pintu depan rumahnya itu.


" Hai! Sebentar!!! "


Menma langsung bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke pintu depannya. Sesampainya di sana, Menma langsung membukakan pintu itu dan terlihatlah sesosok orang dewasa yang berpakaian seperti seorang ninja yang terlihat familiar yang rupanya terlihat familiar bagi Menma.


" Ehh!? Kau siapa? Bukankan kau yang ada pada waktu ujian kelulusan itu bukan? "


" Hai. Apakah benar ini adalah rumahmu? "


" Hai, itu benar. Lalu, kenapa sensei datang ke rumahku? "


" Oh.. Begini, ada beberapa hal yang ingin Aku sampaikan kepadamu yang berkaitan dengan ujian itu. "


" Souka. "


" Bolehkah Aku meminta waktumu sebentar untuk berbicara denganmu saja? "


" Ehmm... Boleh, Victor-sensei. Saat ini, aku memang butuh seseorang yang menjadi teman bicara. "


" Yokatta. Ikuzo. Mari kita bicara di sini saja. "


" Hai, Victor-sensei. "


Ternyata yang datang berkunjung ke rumahnya Menma adalah Victor yang juga merupakan rekan kerjanya Merlin sebagai sensei di akademi ninja. Akhirnya Victor mengajak Menma untuk berbicara di luar, tepatnya di teras rumahnya Menma. Di sana, Victor sedang menyampaikan tentang hal-hal yang berhubungan dengan ujian kelulusan akademi serta tentang kesempatan bagi yang tidak lulus ujian untuk bisa mengikuti pengulangan selama satu tahun seperti yang pernah disebutkan oleh sang kepala akademi ketika sedang berbicara dengan Merlin sebelumnya di akademi.


" Jadi begini, Menma. Sebenarnya, Merlin-san tidak bermaksud untuk menggagalkanmu untuk menjadi ninja. Dia hanya merasa kalau kau belum waktunya untuk bisa beraksi ke dalam dunia ninja yang penuh dengan bahaya dan tantangan yang sangat sulit untuk dihadapi, terutama oleh para genin yang baru lulus sebelumnya. " jelas Victor.


" Souka. Tapi, kenapa dia tidak mengatakan itu kepadaku kalau aku belum saatnya untuk menjadi seorang shinobi. Padahal, aku ingin sekali menjadi sesosok yang hebat seperti sang pahlawan legendaris yang aku kagumi. Karena itulah, aku mewujudkan impianku itu dengan menjadi shinobi. " ucap Menma.


" Hai. Aku juga tau tentang soal itu, Menma. Kau juga sudah berusaha keras untuk bisa lulus di ujian itu. Bahkan, kau sudah bertekad di dalam hatimu untuk menjadi ninja. Oleh sebab itulah, aku datang ke sini karena ingin menyampaikan tentang sesuatu yang dapat memberimu kesempatan agar membuatmu layak untuk menjadi genin. " ucap Victor.


" Hah? Apa maksudnya, Victor-sensei? Aku jadi tidak mengerti apa baru saja kudengar. " tanya Menma yang masih kebingungan dengan pernyataan dari Victor.


" Hehehe. Begini, nak. Aku akan memberimu tips agar kau bisa lulus menjadi shinobi tanpa harus mengikuti pengulangan yang pernah aku bicarakan sebelumnya. " jawab Victor.


" Tips? Apa itu tips? " tanya lagi Menma.


" Hufft... Jadi tips itu adalah sesuatu yang memberimu petunjuk agar kau bisa melakukan atau mendapatkan sesuatu yang kau inginkan. Karena kau ingin menjadi shinobi seperti teman-temanmu yang lulus itu, maka aku akan memberimu kesempatan agar kau bisa lulus menjadi genin. Nah, bagaimana? Apakah kau sudah paham yang aku katakan barusan? " jelas Victor.


" Oh.. Souka. Kalau begitu, apa tipsnya, Victor-sensei agar aku bisa lulus menjadi genin seperti yang sensei katakan sebelumnya? " tanya Menma.


Victor langsung menyeringai setelah mendengarkan pernyataan dari Menma yang ingin mengetahui tentang tips yang dikatakan oleh Victor sebelumnya agar dia bisa lulus menjadi genin tanpa harus mengikuti pengulangan.


" Nah. Sebelum itu, aku ingin kau dekatkan telingamu denganku agar aku bisa membisikkan tentang tips yang akan kuberikan kepadamu. " ucap Victor.


" Oh.. Hai, sensei. " balas Menma.


Kemudian, Victor mulai membisikkan ke telinganya Menma tentang tips yang ingin dia sampaikan agar membuat Menma lulus menjadi shinobi. Tak lama kemudian,


" Nani?! Semudah itu? "


" Hm.. Bagaimana mudah bukan? Dengan begitu, aku akan meluluskanmu menjadi shinobi setelah aku menyampaikan tips itu kepadamu. "


" Tapi, kenapa tipsnya kalau aku harus mencuri gulungan jutsu rahasia dari tempat penyimpanan di kantor Shinrinkage? Apakah tidak ada cara lain selain itu, Victor-sensei? "


" Hanya itu satu-satunya tips yang aku berikan kepadamu karena aku sendiri juga sangat membutuhkan gulungan itu. "


" Tapi, kenapa Victor-sensei yang tidak mengambil gulungan itu sendiri saja? Bukankah, kau bisa meminta izin kepada Shinrinkage oji-san untuk memberikannya kepada sensei. Selain itu, kenapa juga harus mencurinya segala karena bukankah itu perbuatan yang tidak baik? "


Mendengar tanggapan Menma yang amat polos itu sontak membuat Victor berdecih kepadanya.


" Cih.. Kau ini bagaimana sih?! Katanya kau ingin lulus menjadi genin. Ya, hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa meluluskanmu. Selain itu, aku tidak mau berurusan dengan pak tua itu karena aku punya kepentingan sendiri yang ingin aku lakukan. "


" Lalu, kepentingan apa yang sensei ingin lakukan sampai-sampai tidak mau berurusan dengan oji-san? "


" Itu Rahasia. Yang penting, kau rebut saja gulungan jutsu rahasia itu dari sana lalu kau langsung membawanya kepadaku. "


" Lalu setelah membawa gulungan itu, aku harus menemui sensei di mana? "


" Kau bisa pergi ke bukit halaman belakang akademi. Aku akan menunggu sambil bersembunyi di sana sampai kau berhasil membawa gulungan jutsu rahasia yang aku sebutkan sebelumnya. Setelah itu, aku akan langsung menemuimu dan meluluskanmu menjadi genin. Apakah kau sudah mulai mengerti? "


" Hai, sensei. Aku akan melakukan apa saja yang akan membuatku bisa lulus menjadi seorang genin. Kau lihat saja nanti, sensei. Aku pasti bisa melakukannya. "


" Yokatta. Kau sudah mulai paham. Aku harap, kau bisa melakukannya dengan baik dan jangan sampai ketahuan oleh orang lain karena itu akan merepotkan nantinya. Selain itu, kau tidak boleh memberitahukan tentang ini kepada siapapun atau kau akan mendapatkan masalah besar. Kau mengerti? "


Mendengar nada ancaman dari Victor sontak membuat Menma menjadi bergidik ngeri. Tetapi, dia kesampingkan itu dengan menjawabnya dengan penuh keyakinan.


" H-hai, sensei. Aku tidak memberitahukan tentang ini kepada siapapun dan aku pasti bisa melakukan apa yang sensei perintahkan. Jadi, tenang saja. "


Victor langsung menyeringai setelah mendengar jawaban yang penuh keyakinan dari Menma. Kemudian,


" Baguslah. Kalau begitu, tidak lagi yang harus aku sampaikan kepadamu. Jadi, sensei harap kau tidak akan mengacaukan kesempatan langka ini, Menma. Karena ini menyangkut dengan keberadaanmu di desa. Jadi, kukatakan sekali lagi jangan sampai ketahuan. Oke? "


Menma menganggukkan kepalanya menandakan kalau dia memberikan jawaban ' iya ' kepada Victor.


" Oh ya, Victor-sensei! Kapan aku harus melakukan rencana itu? " tanya Menma.


" Kau bisa melakukannya nanti malam karena penjagaannya di sekitar sana agak renggang. Jadi, kau bisa menyusup ke tempat penyimpanan itu dengan mudah. " jawab Victor sambil beranjak dari teras rumahnya Menma untuk segera pergi dari sana.


" Yosh, Menma. Sensei akan pergi dulu ya. Jangan lupa dengan rencana yang sudah kita susun tadi agar bisa berjalan dengan lancar. Jadi, sampai ketemu lagi di bukit halaman belakang akademi. Jaa ne. "


" Hai, jaa ne mou, Victor-sensei. "


Akhirnya Victor meninggalkan rumahnya Menma setelah melakukan pembicaraan yang cukup panjang yang menyangkut tentang rencana yang telah disusun untuk dilakukan oleh Menma nanti malam.


" Yosh, kali ini, aku tidak boleh sampai gagal lagi karena setelah menjalankan rencana dari Victor-sensei, aku akan lulus menjadi genin dan kesempatanku untuk meraih impianku akan tetap terbuka lebar untukku. Hehehe. Aku jadi tidak sabar untuk menjalankan rencana ini. " gumam Menma sambil berjalan kembali ke dalam rumahnya.


Sementara itu, Victor yang sudah menjauh dari rumahnya Menma sedang menyeringai lebar di mulutnya karena dia yakin kalau rencananya yang dia susun bersama Menma tadi akan berjalan mulus.


' Hehehehe... Dasar bocah polos. Dia pikir kalau setelah melakukan rencana yang aku bicarakan kepadanya tadi, dia akan lulus menjadi genin seperti yang dia inginkan selama ini. Heh.. Padahal, yang sebenarnya yang terjadi kalau aku akan menjebak dia ke dalam perangkapku. Dengan begitu, dia akan disingkirkan dari desa ini untuk selamanya dan tidak ada lagi bocah terkutuk yang suka membawa masalah dengan sesosok makhluk yang ada di dalam tubuhnya itu. Hahahahaha. ' batin Merlin yang ternyata telah membuat rencana jebakan untuk Menma dengan kedok bisa lulus menjadi genin seperti yang diinginkannya.


Waktu berlanjut hingga malam hari yang di mana Menma akan menjalankan rencananya yang diberikan oleh Victor agar bisa lulus menjadi genin. Menma telah mempersiapkan segala kebutuhannya agar dia bisa menjalankan aksinya dengan baik tanpa ketahuan oleh para penjaga yang berpatroli di sekitar kantor Shinrinkage. Dia mengenakan pakaian yang sama seperti pada saat ujian kelulusan akademi. Tapi bedanya, dia mengenakan jubah berwarna hitam agar dia tidak terlihat oleh para shinobi yang berkeliaran di sana.


Matahari telah terbenam sepenuhnya dan langit mulai gelap dengan pemandangan bintang-bintang yang bertebaran dan cahaya bulan yang nampak sangat indah dipandang yang menghiasi malam di desa Moonlight Plains. Jam mulai menunjukkan pukul setengah delapan malam dan seperti yang dikatakan oleh Victor kalau penjagaan di sekitar kantor Shinrinkage mulai merenggang. Keamanan yang tidak seketat sebelumnya yang menjadi situasi yang pas bagi Menma untuk melakukan aksinya.


Saat ini, Menma yang baru saja keluar dari rumahnya sedang berjalan menuju ke lokasi tujuannya yaitu kantor Shinrinkage yang di mana terdapat sebuah ruangan penyimpanan yang terdapat sebuah gulungan jutsu rahasia yang disebutkan oleh Victor sebelumnya. Dia akan menyusup ke sana untuk mencuri gulungan itu lalu membawanya ke Victor yang saat ini juga sedang bersembunyi di suatu tempat di bukit halaman belakang akademi. Sesampainya di kawasan kantor Shinrinkage, Menma mengecek ke lingkungan sekitarnya untuk memastikan bahwa tidak shinobi yang terlihat berpatroli di sekitar wilayah kantor. Setelah merasa kalau di sekelilingnya sudah aman, Menma langsung bergegas menuju ke pintu depan kantor Shinrinkage. Sesampainya di sana, Menma melihat ada dua shinobi yang sedang berjalan keluar dari kantor Shinrinkage melalui pintu depan. Hal itu membuat Menma harus bersembunyi di balik bayangan agar tidak ketahuan oleh mereka. Setelah kedua shinobi itu melewati posisi persembunyiannya Menma, Menma langsung keluar dari sana dan berjalan menerobos ke pintu depan kantor Shinrinkage. Ketika membukakan pintu depan itu, Menma kembali mengecek sekitarnya untuk memastikan situasinya aman dan tidak ada seorangpun yang terlihat di dalamnya. Setelah dirasa aman, Menma kembali berjalan ke dalam kantor Shinrinkage dan mulai menyusuri setiap ruangan yang diyakini sebagai tempat penyimpanan gulungan jutsu rahasia itu.


Setelah mengecek ke semua ruangan, Menma menyadari kalau tidak ada satupun ruangan yang berisi penyimpanan gulungan jutsu rahasia itu. Setelah gagal menemukannya, Menma melihat ada sebuah tangga ke lantai atas. Menma sebenarnya sudah tau kalau gedung Shinrinkage hanya terdiri dari dua lantai. Jadi, jika ruang penyimpanan itu tidak ada di lantai satu, maka kemungkinannya pasti ada di lantai dua. Tanpa perlu berpikir lama lagi, Menma langsung menaiki tangga itu menuju ke lantai dua. Sesampainya di sana, Menma kembali mengecek sekitar untuk memastikan juga kalau tidak ada satupun orang yang terlihat di sana. Setelah dirasa sudah aman dan tidak ada satupun orang yang terlihat di lantai dua, Menma langsung kembali menyusuri setiap ruangan di lantai dua. Ketika hendak menghampiri salah satu ruangan, Menma melihat ada sebuah ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat di sana. Karena penasaran, Menma langsung menghampiri ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat itu. Sesampainya di sana, Menma melihat ada cahaya lampu yang masih menyinari ruangan itu yang menandakan kalau ruangannya masih berfungsi dan kemungkinan ada orang di dalamnya. Menma mulai mengintip ke dalam ruangan itu dan terlihatlah ada empat orang yang terlihat sedang berbincang di sana. Salah satu dari orang itu terlihat familiar bagi Menma yang dicirikan memiliki janggut putih dan perawakannya seperti orang yang sudah mulai beranjak tua. Tentu saja, dia adalah sang Shinrinkage yang sekaligus pemimpin desa Moonlight Plains yang saat ini sedang mendengarkan laporan dari tiga shinobi yang telah menyelesaikan misinya. Menma langsung terkejut melihatnya. Dia tidak mau berlama-lama di sana karena takut akan ketahuan, Menma langsung berlari meninggalkan ruangan itu.


Sayangnya, ketika Menma langsung berlari menjauhi ruangan Shinrinkage secara tiba-tiba, tanpa sengaja dia meninggalkan suara langkah kakinya yang terdengar cukup keras. Hal itu membuat para penghuni di ruangan Shinrinkage menjadi terkejut karena mendengarkan itu.


" Suara apa itu? " sang Shinrinkage.


" Entahlah. Aku barusan mendengar ada suara seperti orang berlari di luar. " tanya shinobi 1.


" Sepertinya ada orang di luar sana. Tapi, bukannya pada saat menuju ke sini, tidak satupun orang yang berkeliaran di koridor bukan? " ucap shinobi 2.


" Hai, kau benar. Sepertinya kita harus mengeceknya apakah ada orang atau tidak. Shinrinkage-sama, bolehkah saya mengecek keluar ruangan sebentar? " ucap shinobi 3.


" Boleh. Silahkan tapi cepat karena aku khawatir ada orang yang iseng melakukan hal yang tidak kuinginkan di sini. " ucap sang Shinrinkage.


Akhirnya, salah satu shinobi itu berjalan ke luar ruangan Shinrinkage untuk mengecek keberadaan suara misterius itu. Setelah keluar, dia melihat ke sekeliling koridor untuk mencari keberadaan dari orang yang membuat suara misterius itu.


' *Menoleh ke arah kiri dan kanan koridor* Aku yakin suaranya terdengar di sini. Tapi, aku tidak melihat satupun orang yang terlihat di koridor ini. Apakah dia sudah pergi atau masih ada di sini sedang bersembunyi di suatu tempat? Tapi, sepertinya aku tidak melihat apapun di sini selain pemandangan kosong. Mungkin cuma perasaan kita saja. '


Untuk memastikan ada atau tidak adanya orang di sana, shinobi itu memutuskan untuk memanggil si pembuat suara misterius itu.


" Halooo!!! Apakah ada orang di sana? "


Sayangnya, tidak ada satupun di sana yang menanggapi panggilan dari shinobi itu.


" Sepertinya, tidak ada siapa-siapa di sekitar sini. Lebih baik, aku kembali ke dalam saja. "


Karena tidak dapat menemukan sumber pembuat suara misterius itu di sekitar koridor, akhirnya, shinobi itu memutuskan untuk kembali ke dalam ruang Shinrinkage.


" Bagaimana, apakah ada orang di luar sana? " tanya sang Shinrinkage.


" Tidak, Shinrinkage-sama. saya tidak melihat satupun orang yang membuat suara itu di koridor. Mungkin dia sudah pergi atau cuma perasaan kita saja. " jawab shinobi 3.


" Tapi, aku yakin kalau aku baru saja mendengar suara itu. " balas sang Shinrinkage.


" Hai. Saya juga mendengarnya barusan. Apa benar kau tidak melihat siapapun di luar? " tanya shinobi 1.


" Benar. Aku tidak melihat ada sesosok yang berkeliaran di koridor itu. Aku rasa kalau dia sudah pergi dari tadi. "


" Hufft... Souka. Ya sudah kalau begitu, kalian kembali lanjutkan laporannya tadi. "


Akhirnya, sang Shinrinkage meminta tiga shinobi itu untuk kembali menyampaikan laporan misinya. Di sisi lain, Menma yang telah menjauh dari ruang Shinrinkage sedang bersembunyi di dalam suatu ruangan.


" Hufft... Hampir saja aku ketahuan oleh mereka. Kalau sampai itu terjadi, aku bisa mendapatkan hal yang lebih merepotkan dari ini. Oh ya, ngomong-ngomong ini ruangan apa ya. Aku harus mencari ruang penyimpanan gulungan rahasia itu. "


Kemudian, Menma teringat kembali dengan percakapannya dengan Victor yang salah satunya menjelaskan tentang lokasi dari gulungan jutsu rahasia yang harus dia curi.


FLASHBACK


" Lokasi dari gulungan jutsu rahasia itu ada di sebuah ruang penyimpanan yang letaknya di sebelah kanannya ruangan Shinrinkage. Di sana, kau harus mengambilnya secara diam-diam agar tidak diketahui oleh orang-orang di sana. " jelas Victor.


END OF FLASHBACK


" Ahh.. Aku baru ingat kalau ruang penyimpanan itu ada di sebelah kanannya ruangan Shinrinkage. Itu berarti, sekarang aku berada di ruang penyimpanan dan gulungan jutsu rahasia itu pasti ada di sini. Yoshaa!!! Sekarang, tinggal mencari gulungan itu dan membawanya ke Victor-sensei di bukit halaman akademi. Aku harus cepat agar tidak ketahuan oleh orang-orang di sini. "


Menma baru menyadari bahwa setelah dia berlari menjauh dari ruangan Shinrinkage, tanpa dasar dia masuk ke dalam sebuah ruangan yang lokasinya berada di sebelah kanannya. Itu berarti kalau Menma telah masuk ke ruang penyimpanan yang di sana terdapat sebuah gulungan jutsu rahasia yang akan dia curi untuk dibawa ke Victor. Tidak butuh berlama-lama lagi, Menma mulai mencari gulungan itu sebelum keberangkatannya diketahui oleh orang-orang yang masih berada di dalam gedung Shinrinkage. Setelah beberapa saat kemudian, Menma menemukan sebuah gulungan yang berbentuk silinder besar berwarna merah dengan ada tulisan di secarik kertas yang menempel di gulungan itu.


" Hmm? Apa ini? Tulisannya berbunyi jutsu terlarang? Apa maksudnya? Apakah ini yang dimaksud oleh Victor-sensei tentang gulungan jutsu rahasia itu? Apakah tidak lagi gulungannya selain yang ini? "


Menma kembali mengecek ke sekitarnya untuk memastikan kalau ada gulungan rahasia lainnya yang masih tersimpan di ruangan itu. Kemudian, Menma teringat kembali dengan penjelasan dari Victor tentang ciri-ciri dari gulungan jutsu rahasia itu.


FLASHBACK


" Gulungan rahasia itu memiliki ciri-ciri berwarna merah dengan ukurannya besar. Lalu, di situ ada tulisan di secarik kertas yang menempel di sana yang berbunyi jutsu terlarang. Nah, kau ambil gulungan itu dan setelah itu, kau segera pergi dari sana agar tidak ketahuan oleh orang-orang di sana. " jelas Victor.


END OF FLASHBACK


" Ehh!? Chotto matte, Jangan-jangan inikah gulungan jutsu rahasia itu yang Victor-sensei katakan pada waktu itu? Itu berarti, ini adalah gulungan jutsu rahasia yang aku cari selama ini!? "


Menma kembali menyadari bahwa gulungan merah besar yang bertuliskan jutsu terlarang itu adalah gulungan jutsu rahasia yang diminta oleh Victor untuk mengambilnya di sana.


" Yoshaa! Sekarang, aku harus membawa gulungan ini ke Victor-sensei. Tapi, aku tidak boleh sampai ketahuan oleh orang-orang di sini. Jadi, aku harus segera keluar dari tempat ini. "


Akhirnya, Menma mulai mengangkut gulungan itu dan membawanya keluar dari ruang penyimpanan. Tidak lupa juga untuk menutup pintunya agar tidak dicurigai oleh orang-orang yang masih berada di gedung Shinrinkage. Kemudian, Menma mulai bergerak secara diam-diam melewati ruangan Shinrinkage yang di mana masih terdapat tiga shinobi yang sedang menyampaikan laporan misinya kepada sang Shinrinkage. Setelah melewati ruangan itu, Menma kembali menuruni tangga di depannya dan berjalan menuju ke lantai satu dan berjalan keluar ke pintu depan gedung Shinrinkage. Sesampainya di sana, Menma membukakan pintu depan itu secara perlahan sambil mengecek sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang terlihat di kawasan gedung Shinrinkage. Setelah dirasa aman, Menma kembali bergerak sambil menggendong gulungan besar itu keluar dari gedung Shinrinkage dan berjalan cepat menuju ke bukit halaman belakang akademi untuk menemui Victor yang sedang menunggu di sana.


Di sisi lain, tiga shinobi yang masih berada di dalam ruangan Shinrinkage telah menyelesaikan laporannya kepada sang Shinrinkage.


" Demikian dari laporan misi kami. Sekian. " ucap shinobi 1.


" Yosh. Laporannya, saya terima. Sekarang, kalian simpan barang bukti ini ke ruang penyimpanan dan lupa untuk mengunci pintunya. Setelah itu, kalian boleh pulang. " ucap sang Shinrinkage sambil memberikan kunci pintu ruang penyimpanan kepada salah satu shinobi di sana.


" Hai, Shinrinkage-sama. Kalau begitu, kami bertiga permisi. " ucap shinobi 1 sambil membungkukkan badannya diikuti oleh kedua temannya dan dibalas anggukan oleh sang Shinrinkage. Kemudian para shinobi itu bergerak ke luar ruangan Shinrinkage sambil membawa barang bukti dan kunci pintu menuju ke ruang penyimpanan. Sesampainya di sana, mereka langsung masuk ke dalam dan meletakkan barang bukti di sebuah lemari penyimpanan. Setelah selesai menyimpan barang buktinya, para shinobi itu memutuskan untuk meninggalkan ruang penyimpanan. Saat hendak meninggalkan ruangan, tiba-tiba salah satu dari mereka menyadari kalau ada sesuatu yang hilang di sana.


" Hmm!? Minna! Sepertinya, aku melihat ada sesuatu yang hilang di sini. "


" Benarkah?! Apa yang hilang? "


" Sepertinya, ada gulungan di sini yang secara tiba-tiba tidak ada di tempatnya. Seingatku, ada gulungan jutsu rahasia yang masih tersimpan di sini. Tapi, setelah aku melihat kembali, gulungannya sudah hilang. "


" Emm... Apakah kau tau seperti apa ciri-ciri dari gulungan yang kau bicarakan itu? "


" Gulungan itu ukurannya besar, berwarna merah dan ada secarik kertas panjang yang menempel di sana yang bertuliskan jutsu terlarang. Sekarang, gulungan itu tidak lagi di tempatnya. "


" Jutsu terlarang? Chotto matte! Bukankah itu adalah gulungan rahasia yang harusnya disimpan di ruangan ini? Kalau begitu, itu berarti ada seseorang yang membawanya keluar dari sini. "


" Hai, kau benar. Sebaiknya, kita harus melaporkan ini ke Shirinkage-sama agar dia tau kalau ada gulungan rahasia yang dicuri dari ruang penyimpanan. "


" Kalau begitu, biar aku yang melapor sedangkan kalian berdua tetap di sini untuk mengecek sekitar untuk memastikan keberadaan gulungan itu. "


" Wakatta, serahkan kepada kami. Kau temui lah Shinrinkage-sama untuk melaporkan ini. "


" Yokai. "


Akhirnya, salah satu dari mereka bergerak menuju ke ruangan Shinrinkage untuk melaporkan kejadian hilangnya gulungan jutsu rahasia sedangkan yang lainnya berusaha untuk mencari keberadaannya di sekitar ruang penyimpanan. Sesampainya di sana, shinobi itu langsung masuk ke dalam dan menghadap ke sang Shinrinkage.


" Shinrinkage-sama! Saya ingin menyampaikan kabar buruk. "


" Hm? Kabar buruk apa yang kau bicarakan? Jelaskan kepadaku apa yang sedang terjadi! "


" Begini, ketika kami sedang menyimpan barang bukti di ruang penyimpanan, kami lihat ada gulungan jutsu rahasia yang menghilang dari tempatnya. Kedua temanku sedang mencarinya saat ini, Shinrinkage-sama. "


" Nani?! Gulungan jutsu rahasia menghilang? Apa yang kau bicarakan? Gulungan itu seharusnya sudah disimpan secara rapi di ruang penyimpanan. Kapan terakhir kali kau melihat gulungan itu? "


" Terakhir kali, saya sedang merapikan ruang penyimpanan beberapa hari yang lalu sebelum saya mendapatkan misi bersama kedua temanku itu. Setelah saya kembali untuk meletakkan barang bukti di sana, gulungan itu sudah tidak lagi, Shinrinkage-sama. "


" Bagaimana bisa? Coba kau kembali ke sana untuk mengecek.... "


Belum selesai sang Shinrinkage berbicara, dua shinobi lainnya datang ke dalam ruangan untuk melaporkan hal sama dengan temannya.


" Shinrinkage-sama, kami melaporkan kalau gulungan rahasia yang berisi jutsu terlarang telah menghilang dari ruang penyimpanan. "


" NANI?! Apakah kalian berdua sudah mengeceknya ke seluruh isi ruang penyimpanan? "


" Sudah, Shinrinkage-sama. Tapi, kami tidak menemukannya sama sekali di sana. Kami berasumsi kalau gulungan itu telah dicuri oleh seseorang. "


" Dicuri?! Oleh siapa? "


" Kami tidak tau, Shinrinkage-sama. Yang jelas, orang itu berhasil menyusup ke gedung ini untuk mengambil gulungan rahasia itu dari ruang penyimpanan. Setelah itu, dia langsung menghilang entah kemana dengan gulungan yang dibawanya. "


" Itu berarti, bisa jadi ada musuh yang berhasil menyusup ke dalam desa dan langsung menuju ke sini untuk mengambil gulungan rahasia itu. "


" Kemungkinannya begitu. Karena itu, kita harus mencarinya sebelum dia pergi meninggalkan desa terlalu jauh. "


" Kau benar. Kalau begitu, kalian bertiga segera kumpulkan para jounin dan chuunin untuk berkumpul di halaman depan. Aku juga akan meminta pasukan khusus untuk memanggil para shinobi lainnya. Sekarang laksanakan! "


" YOKAI!!! "


Akhirnya, sang Shinrinkage meminta tiga shinobi di depannya untuk memanggil para jounin dan chuunin untuk berkumpul di halaman depan yang akan dibantu oleh pasukan khusus di bawah pimpinan sang Shinrinkage.


Di sisi lain, Menma yang berhasil keluar dari gedung Shinrinkage, sedang bergerak dengan cepat sambil membawa gulungan rahasia yang dicurinya dari sana menuju ke bukit halaman belakang akademi untuk menemui Victor. Sambil berlari cepat ke sana, Menma mengecek ke sekelilingnya untuk memastikan tidak ada satupun orang yang terlihat di kawasan itu. Setelah mengetahui kalau suasana di lokasinya saat ini sedang sepi, Menma langsung menambahkan kecepatan larinya untuk bisa sampai ke bukit halaman belakang akademi dengan selamat.