AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 2 " AN UNEXPECTED INCIDENT "



Tahun demi tahun telah berlalu. Suasana di negeri Afata masih sangat mencekam dengan terjadinya peperangan antar fraksi shinobi maupun dengan kaum lainnya yang tiada hentinya di mana-mana meskipun hingga pada saat itu, keadaannya tidak separah dengan yang terjadi di masa-masa sebelumnya. Kemudian, pada suatu ketika di mana terdapat sebuah insiden yang tak terduga muncul yang berawal dari sesosok yang tak dikenal menyusup ke dalam negeri Afata tanpa terdeteksi oleh siapapun yang berjaga di perbatasan. Lalu, dia pergi ke dalam sebuah gua bawah tanah yang letaknya berdekatan dengan kawasan pegunungan bersalju yang juga merupakan bagian dari kawasan pusat di Elbourne Woods di Negeri Afata. Setelah menyusuri ke dalam gua itu, si penyusup itu menemukan sebuah lentera yang tergantung pada sebuah dinding yang besar di dalam gua. Lentera itu memiliki aura dingin yang sangat kuat dan menyala sangat terang ditambah dengan kilatan listrik yang memancar di sekeliling pinggiran lentera. Akhirnya, si penyusup itu mencoba untuk menyentuh lentera itu di bagian pinggiran atas dan bawahnya. Tetapi, dia malah terkena sengatan listrik yang ternyata juga memancar ke seluruh bagian lentera yang membuatnya lentera itu sangat berbahaya dan juga dilarang ada yang menyentuhnya jika tidak ada cara untuk menetralisir pancaran listriknya.


Kemudian, si penyusup menggunakan mantra sihirnya untuk menetralisir sengatan listrik pada bagian atas dan bawah lentera. Kemudian, dia berhasil memegang lentera itu dan mengangkatnya dengan kedua tangannya sendiri. Saat lenteranya mau dibawa oleh si penyusup, tiba-tiba terjadi goncangan kecil di dalam gua dan secara perlahan, goncangan tersebut semakin besar yang membuat si penyusup tersebut jatuh tersungkur dan lentera yang dipegangnya terlempar dari tangan si penyusup yang pada akhirnya jatuh lalu pecah mengeluarkan aura-aura cahaya yang memancarkan angin dingin ke seluruh permukaan di dalam gua. Si penyusup mulai merasa menggigil karena terkena hembusan angin dingin yang dahsyat dan merasa kesetrum dari pancaran listrik  yang membuatnya tubuhnya mati rasa dan tidak dapat bergerak ke mana-mana.


Kemudian, di bagian dinding besar dalam gua di mana merupakan tempat lentera itu ditemukan mulai rapuh dan mengalami retakkan. Di balik retakkan dinding tersebut terdapat secercah cahaya yang keluar dari dalam sana dan juga diikuti oleh suara auman misterius yang sangat keras di balik dinding itu. Ternyata, tempat tersebut merupakan tempat tersegelnya sesosok monster raksasa di bagian dalam dinding gua dengan menggunakan lentera es untuk menahan kekuatannya di bawah tanah dekat dengan pusat wilayah negeri Afata. Tetapi, karena lentera esnya sudah hancur, monster tersebut akhirnya terbebas keluar dari kurungannya itu dan timbullah ledakan di dalam gua.


Si penyusup tersebut langsung menggunakan kekuatan teleportasinya untuk keluar dari dalam gua sesaat sebelum terkena ledakan tersebut. Kemudian terjadinya gempa besar di daerah pegunungan maupun di dekat kawasan pusat negeri Afata di mana semua mahkluk yang sedang tertidur di sana langsung bangun secara terkejut sebagai akibat dari gempa besar yang muncul secara tiba-tiba. Lalu, mereka semua panik dan lari ketakutan karena ada gempa tersebut yang kemudian muncullah suatu ledakan yang sangat dahsyat dari bawah tanah yang bergerak menuju ke arah permukaan yang di mana sesosok monster raksasa tersebut berhasil lepas dari tempat kurungannya.


Monster raksasa tersebut muncul dengan wujud menyerupai seekor naga dengan berkepala tiga disertai dengan lehernya yang sangat panjang ditambah dengan ekornya yang berjumlah dua dan terdapat sepasang sayapnya yang memancarkan kilatan petir di sekelilingnya. Monster tersebut berjalan dengan dua kaki raksasanya dan mengeluarkan semburan listrik ke arah langit diikuti dengan suara aumannya sangat keras dan menakutkan yang terdengar hampir ke berbagai penjuru negeri Afata. Monster itu dikenal dengan nama King Ghidorah yang merupakan sesosok raksasa kuno yang muncul entah dari mana asalnya yang konon katanya kalau makhluk itu sebenarnya sudah lama bersemayam dan tersegel dengan lentera es di dalam bawah tanah sana sejak lama-lama sekali. Sang pahlawan legendaris beserta beberapa elf lainnya sudah pernah mempelajari tentang makhluk itu dan mengetahui kekuatannya seperti apa serta segel untuk menahannya sehingga mereka memutuskan untuk membuat larangan keras agar tidak ada yang boleh kepada seorang pun yang mendekati kawasan itu.  Makhluk itu memiliki kekuatan cahaya dan kegelapan yang bersatu padu di dalam dirinya membuat makhluk itu benar-benar sangat kuat dan sulit untuk ditundukkan. Jadi, satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan menggunakan teknik penyegelan yang sangat kuat. Namun, karena lentera es yang merupakan alat segel terkuat untuk menyegel King Ghidorah sudah hancur oleh si penyusup sebelumnya, akibatnya untuk menghentikan monster raksasa tersebut bisa dikatakan sangat sulit atau bahkan sangat mustahil untuk dilakukan. Pada akhirnya, monster King Ghidorah mulai terbang ke angkasa dan menyebarkan terror yang mengerikan ke seluruh penjuru negeri Afata.


Insiden tersebut berlangsung sangat lama, bahkan kekuatan dari seluruh pasukan di negeri Afata sekalipun tidak dapat membendung serangan yang dikeluarkan oleh King Ghidorah. King Ghidorah terus menyerang dan mengeluarkan semburan listriknya ke arah hutan tanpa ampun seperti hewan gila yang menimbulkan kerusakan-kerusakan yang sangat parah di sana. Dampak dari insiden tersebut menyebabkan terjadinya kebakaran hutan yang dahsyat di sekitar kawasan pusat Elbourne Woods di negeri Afata dan timbulnya banyak korban jiwa serta musnahnya berbagai macam spesies yang terkena serangan amukan dari King Ghidorah. Ditambah lagi dengan banyaknya desa-desa yang hancur karena serangan dari King Ghidorah yang mengakibatkan menghilangnya populasi di kawasan tertentu secara sekejap. Elbourne Woods telah menjadi kawasan tandus dengan hangusnya pepohonan-pepohonan besar yang hanya menyisakan satu pohon raksasa yang masih bertahan dari kekuatan petir dari King Ghidorah. Kehancuran demi kehancuran serta kepanikan dan ketakutan yang merajalela di mana-mana. Langit malam yang awalnya indah dengan pancaran cahaya dari banyak sekali bintang dan bulan telah tertutupi oleh awan gelap beserta kilatan petir yang sangat besar yang dihasilkan dari rangsangan kekuatan dari King Ghidorah menyebabkan banyak sekali makhluk hidup yang melakukan eksodus secara besar-besaran dibawah pimpinan sang ratu elf beserta para pembantunya. Sedangkan para pejuang dari negeri Afata beserta para shinobi dari beberapa fraksi harus bekerja sama untuk memancing monster tersebut itu keluar dari negeri Afata agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah lagi di sana.


Di saat rasa keputusasaan mulai membayangi di depan mata mereka karena sudah tidak ada cara lagi untuk menghentikan King Ghidorah, muncullah sesosok elf shinobi yang datang menjadi harapan terakhir untuk menyegel King Ghidorah. Si elf ninja itu datang dengan membawa seorang bayi elf yang kelihatannya baru lahir dari beberapa waktu sebelumnya dan juga ada seorang elf ninja wanita yang ternyata merupakan ibu dari bayi elf itu juga ikut membantu untuk menghentikan monster King Ghidorah. Pertama, si elf ninja menggunakan jurus untuk mengeluarkan semacam tempat untuk memulai ritual penyegelan. Kemudian, dia menempatkan bayi elf itu di atas sebuah wadah di tempat penyegelan dan si elf ninja wanita menggunakan ninjutsunya untuk menghentikan pergerakan dari king ghidorah. Lalu, si elf ninja pria itu membentuk sebuah segel tangan untuk mengeluarkan jurus penyegel agar dapat menyegel king ghidorah ke dalam tubuh anaknya yang masih dalam bentuk bayi.


Awalnya, si elf ninja wanita itu sempat bertanya kepada suaminya bahwa kenapa dia menyiapkan tempat penyegelan lalu menempatkan anaknya di atas wadahnya tersebut. Lalu, suaminya menjawab bahwa dia melakukan itu untuk menjadikan anaknya sebagai wadah untuk menyegel king ghidorah. Istrinya langsung terkejut dan sempat meneriaki suaminya bahwa kenapa tidak dia saja sebagai wadahnya, bukan anaknya. Suaminya langsung terdiam sejenak dan lalu berkata bahwa dia tidak ingin membahayakan nyawa istrinya yang sudah terlanjur lemah secara fisiknya setelah proses kelahiran anak pertama dan satu-satunya itu. Karena itu lah dia memutuskan untuk menyegel King Ghidorah di dalam tubuh anaknya sendiri. Dia juga menambahkan bahwa kalau dia menyegel monster itu ke dalam tubuhnya sendiri, tentunya dia tidak akan menahannya terlalu lama karena kekuatan yang dimiliki oleh monster itu sangat besar yang akan mengakibatkan hal buruk terjadi pada wadahnya sehingga penyegelan pun menjadi sia-sia. Akhirnya mau tidak mau, anaknya harus dijadikan sebagai wadah untuk menyegel King Ghidorah karena diyakini mampu menahan kekuatan yang amat besar dari makhluk itu.


Setelah sempat ada rasa ingin berdebat karena tidak ingin membahayakan keselamatan bayinya selama beberapa saat, akhirnya istrinya mulai mengerti apa yang dikatakan oleh suaminya dan mengikuti arahan darinya. Pada akhirnya, penyegelan mulai disiapkan dan si elf ninja pria telah mengeluarkan jurus segelnya untuk mengikat monster King Ghidorah dan akan memasukkannya ke dalam tubuh anaknya yang dijadikan sebagai wadah untuk menyegel King Ghidorah. Sementara itu, istrinya masih berusaha untuk menahan King Ghidorah dengan teknik ninjutsunya agar tidak dapat lepas dari jurus segel milik suaminya. Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya monster King Ghidorah berhasil disegel ke dalam tubuh anak dari kedua orang tua itu dan suasana di sana kembali aman.


Tetapi, setelah aksi penyegelan itu, tiba-tiba si penyusup yang sudah menghancurkan lentera es di dalam gua sebelumnya, datang dan melihat peristiwa penyegelan kembali yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu. Lalu, dia mencoba menyerang dengan kekuatan sihirnya yang mengandung racun kepada dua ninja elf itu yang berhasil melakukan penyegelan kembali monster King Ghidorah dan dia benar-benar melakukannya. Sepasang suami istri tersebut menyadari akan kedatangan si penyusup itu dan berusaha untuk melindungi anaknya. Namun, mereka malah terkena sihir beracun yang dikeluarkan oleh si penyusup yang dari awal memang berencana untuk membunuh mereka berdua dan menculik anaknya yang memiliki monster King Ghidorah di dalam tubuhnya. Sepasang suami istri itu tengah berjuang untuk melindungi anaknya dari aksi penculikan yang dilakukan oleh si penyusup tetapi mereka gagal dan juga mengalami gejala yang menyakitkan karena efek dari racunnya yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Di saat si penyusup mulai untuk menculik anak mereka, tiba-tiba muncullah bala bantuan dari negeri Afata yang datang untuk menghentikan aksi penculikan itu dan mereka berhasil menangkap si penyusup di saat dia mau menyentuh anak itu. Tak lama kemudian, si penyusup dibawa oleh pasukan Afata ke hadapan sang ratu elf dan di sana, dia diadili serta mendapat sanksi berupa dijatuhi hukuman mati atas perbuatannya yang telah diperbuat oleh si penyusup sebelumnya. Sayangnya, nasib dari kedua ninja elf itu berakhir tragis karena mereka berdua mati terkena efek sihir racun yang sangat mematikan di dalam tubuhnya demi melindungi anaknya.


Insiden itu telah menimbulkan kerusakan-kerusakan yang sangat parah di beberapa desa di negeri Afata dan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan sebagai akibat dari amukan monster raksasa yang bernama King Ghidorah yang di mana, telah menjadi peristiwa yang sangat buruk bahkan lebih buruk dari invasi pasukan kegelapan maupun peristiwa perang besar di Athanor. Namun, jasa-jasa dari para pejuang dan elf shinobi yang berjuang untuk menghentikan amukan king ghidorah hingga mengorbankan nyawanya akan terus dihormati dan dikenang oleh beberapa kalangan di negeri Afata. Setelah insiden itu berlalu, anak yang menjadi wadah dari monster King Ghidorah itu sekarang telah diasuh oleh seorang pendeta wanita yang kebetulan juga tinggal di sebuah daerah dekat dengan perkampungan elf di kawasan pegunungan bersalju yang di mana juga merupakan tempat salah satu fraksi shinobi berada.