
Waktu terus berlanjut dan beberapa tim genin telah dipanggil oleh jounin senseinya untuk segera mengikutinya dan keluar dari kelas. Hingga pada akhirnya, tersisalah tim naga yang masih berada di dalam kelas. Mereka masih menunggu jounin senseinya yang tidak kunjung datang ke kelas untuk memanggilnya. Hal itu membuat Menma, Kitara, dan Keita menjadi merasa bosan.
" Hufft.. Ke mana jounin sensei kita itu? Kelas ini sudah sepi dan cuma kita yang tersisa yang belum dipanggil. " ucap Menma dengan nada kesal karena jounin senseinya belum datang.
" Entahlah. Sepertinya dia terlambat. Kita tunggu saja dulu di sini sebentar. Aku yakin, dia pasti akan datang. " ucap Kitara.
" Hmph. Aku ragu kalau dia adalah jounin senseinya kita. Mana mungkin dia tidak akan terlambat untuk memanggil kita di sini. Seharusnya, dia sudah datang dari tadi. " ucap Menma.
" Sabarlah dulu, pecundang. Kau ini tidak suka menunggu rupanya. " ucap Keita sambil mengejek kepada Menma.
" Hei! Siapa yang kau panggil pecundang, heh?! Asal kau tau saja kalau sebenarnya, aku masih tidak terima kalau aku harus satu tim dengan kau. Apalagi, hanya kita bertiga saja yang mendapatkan seorang jounin sensei yang tidak jelas karena terlambat untuk menemui kita. Aku jadi merasa kesal dengan semua ini. " ucap Menma.
" Hn. Terserah apa katamu. Apapun itu, kau tetaplah seorang pecundang bagiku. Aku sarankan saja kepadamu untuk tetap diam dan tunggulah sampai jounin sensei kita datang daripada kau mengoceh terus. " ucap Keita dengan nada dinginnya.
" Cih.. Kau masih saja menyebalkan. " ucap Menma yang masih kesal dengan Keita.
" Sudahlah, Menma! Lebih kita tunggu saja dulu sampai jounin sensei kita datang ke sini. Selain itu, kau tidak usah ribut-ribut tidak jelas. " ucap Kitara sambil melerai keributan yang dilakukan Menma kepada Keita.
" Kau ini sama saja dengan dia, Kitara. Aku tidak habis pikir kenapa aku bisa menjadi satu tim dengan kalian berdua yang sama-sama terlihat menyebalkan bagiku. Hufft.. Yang benar saja. " ucap Menma sambil berjalan mondar-mandir di depan kelas.
Kitara dan Keita yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena perilakunya Menma yang dianggap kekanak-kanakan bagi mereka.
Dua jam kemudian. Menma, Kitara, dan Keita masih berada di dalam kelas. Sedangkan jounin senseinya belum kunjung datang menghampiri mereka bertiga. Hal itu membuat tiga genin itu di sana menjadi bertambah bosan. Saking bosannya, terlihat dari mereka yang di antaranya ada Kitara yang sedang tertidur dengan posisi duduk di sebuah bangku, Keita yang sedang melihat pemandangan di luar melalui jendela, dan ada pula Menma yang sedang mondar-mandir ke sembarang arah di kelas. Karena sudah merasa sangat bosan menunggu di dalam kelas, Menma langsung menjadi kesal sendiri.
" Kusso!!! Kapan jounin sensei kita akan datang? Ini sudah berapa jam kita menunggu di sana tapi dia masih saja terlambat. Cih.. Aku merasa kesal sekali dengan dia. " ucap Menma.
" Aku ragu kalau dia itu adalah jounin sensei kita seperti yang pernah kau katakan sebelumnya. Seharusnya, seorang shinobi tidak pernah punya alasan yang tidak jelas untuk datang terlambat. Mungkin saja, dia lupa untuk memanggil kita di sini. " ucap Keita sambil melihat pemandangan di luar kelas.
" Ahh.. Benar juga kau, Keita. Pasti dia lupa untuk menemui kita di sini. Ya sudah kalau begitu, aku akan memastikannya saja. " ucap Menma yang langsung berjalan menuju ke pintu kelas.
" Kau mau ke mana, Menma? Kita seharusnya tunggu di sini dulu. Barangkali, dia akan datang. " ucap Keita yang mencoba untuk menghentikan Menma.
" Aku hanya ingin keluar sebentar sambil mencari keberadaan jounin sensei yang terlambat itu. Akan kuberi pelajaran kepadanya. " ucap Menma yang terus melangkah menuju ke pintu kelas.
" Hufft.. Dia masih saja payah. Seharusnya, dia tidak usah melakukan itu. Dasar, uzuratonkachi. " gumam Keita sambil menghela nafasnya dengan pasrah karena melihat Menma akan melakukan tindakan yang dianggap sembrono.
Kini, Menma telah mencapai di depan pintu kelas. Kemudian, Menma langsung membukakan pintunya untuk keluar dari kelas. Setelah pintu itu terbuka, terlihat di sana ada sesosok shinobi yang berada tepat di depannya. Orang itu terlihat mengenakan baju zirah ninja dengan ikat kepala ninja yang dipasang di bagian keningnya. Rambutnya pendek berwarna perak keabu-abuan dan terlihat ada ukiran seperti tato berwarna hitam di bagian pinggir mata kanannya. Hal itu membuat Menma langsung terkejut sambil membelalakkan kedua matanya karena melihat shinobi berdiri di depannya ketika hendak ingin keluar dari kelas.
" Apakah ini adalah kelasmu? " tanya shinobi itu.
" H-Hai, itu benar. Lalu, kau sendiri siapa?Apakah kau adalah jounin sensei kami? " tanya balik Menma.
" Hmm.. Bisa dikatakan begitu. Hai, aku adalah jounin sensei untuk tim naga yang akan kubimbing. " jawab shinobi itu.
" HEI! KE MANA SAJA KAU? KAMI SUDAH MENUNGGU DI SINI LAMA SEKALI. BAHKAN AKU TIDAK TAU SUDAH BERAPA JAM, SENSEI BELUM KUNJUNG DATANG KE SINI UNTUK MENEMUI KAMI. PADAHAL, AKU BERNIAT UNTUK MEMBERI PELAJARAN KEPADA SENSEI KARENA SUDAH MELANTARKAN KAMI TERLALU LAMA. " ucap Menma dengan nada tinggi yang telah mencapai puncak kesalnya karena jounin sensei yang dia tunggu itu, baru sekarang datang ke kelasnya.
Hai.. Hai.. Gomenasai tentang soal itu. Karena sebelum aku datang ke sini, ada banyak urusan yang harus aku kerjakan. Sehingga, aku jadi kehilangan banyak waktu untuk segera menemui kalian di sini. Jadi, mohon maaf ya. Hehehe. " ucap shinobi itu sambil meminta maaf karena telah datang ke yang membuat para genin yang tersisa di kelas harus menunggu lama sekali.
Menma langsung membuang mukanya setelah mendengar ucapan dari shinobi itu. Terlihat dari raut wajahnya yang masih kesal dengan shinobi itu yang sudah datang terlambat lama sekali. Tetapi, dia masih bisa menahan emosinya untuk tidak melakukan tindakan yang gegabah yang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
" Oh ya. Ngomong-ngomong, apakah masih ada orang di dalam kelas ini? " tanya shinobi itu.
" Hai. Masih ada dua temanku yang masih menunggu sensei di dalam. " jawab Menma.
" Ohh.. Souka. Kalau begitu, bolehkah aku masuk ke dalam untuk melihatnya? " ucap shinobi itu
" Ehm.. Boleh. Silahkan masuk! " ucap Menma.
" Hm. Arigatou. " ucap shinobi itu.
Kemudian, Menma mempersilahkan shinobi itu untuk masuk ke dalam kelasnya. Di sana, terlihat sangat sepi dan hanya tersisa tiga genin yang masih menghuni di dalam kelas itu seperti yang dikatakan oleh Menma.
" Jadi, hanya kalian bertiga saja yang belum mendapatkan panggilan dari jounin sensei kalian? "
" Hai, itu benar. Selain itu, kami berada di sini selama dua jam lebih hanya untuk menunggu sampai sensei datang ke sini. Sekarang, sensei sendiri baru datang. Bagaimana aku menjadi tidak kesal karena sudah dilantarkan lama sekali di sini. "
" Oh.. Souka. Sepertinya, kalian bertiga sudah menunggu lama sekali untuk bertemu dengan jounin sensei kalian ya. Hehehe. Kalau begitu, sekali lagi gomenasai karena telah membuat kalian bertiga menunggu terlalu lama. "
" Ya, tidak apa-apa. Yang penting, sensei sudah datang ke sini untuk menemui kami. Jadi, aku tidak akan memberi pelajaran kepada sensei karena telah datang terlambat. " ucap Menma yang dengan ikhlas untuk memaafkan jounin senseinya itu.
" Benarkah? Yokatta. Kalau begitu, arigatou karena telah memaafkanku. " ucap jounin sensei itu.
Menma langsung menghela nafasnya dengan lega dan menurunkan emosinya karena telah memaafkan jounin senseinya yang datang terlambat lama sekali sampai membuat Menma menjadi kesal sendiri di dalam kelas. Di sisi lain, Keita yang melihat ada seorang shinobi di depannya, langsung mengajukan pertanyaannya.
" Uhh.. Sumimasen. Apakah kau adalah jounin sensei yang akan membimbing tim kami, shinobi-san? "
" Hai, Kau benar sekali. Lalu, apakah kalian bertiga di sini adalah para genin yang masuk ke dalam tim naga di bawah bimbinganku, bukan?"
" Hai, sensei. Kami adalah tim naga yang tersisa di kelas ini yang belum mendapatkan panggilan dari sensei. "
" Ohh.. Souka. "
Kemudian, jounin sensei itu memperhatikan ke arah Menma dan Keita yang berdiri di depannya.
' Hmm.. Dilihat dari tampilannya, tidak ada kesan dari sebuah tim. Sepertinya, anak-anak ini memiliki sudut pandangannya masing-masing dan memiliki perbedaan yang sangat mencolok di antara mereka. Kalau begitu, ini akan menjadi pekerjaan yang sangat berat untukku karena untuk menciptakan sebuah kerja sama di tim ini akan sulit. Aku harus membuat mereka bertiga bisa untuk melakukan kerja sama. '
Setelah itu, dia beralih ke arah sebuah bangku yang di mana Kitara sedang tertidur pulas.
" Oh ya, bisakah kau membangunkan dia? Aku yakin dia juga sudah menungguku terlalu lama sehingga membuatnya menjadi tertidur begitu. " ucap jounin sensei itu sambil meminta Menma untuk membangunkan Kitara yang sedang tertidur.
" Hai, sensei. Aku akan membangunkannya. " ucap Menma.
Menma langsung berjalan menuju ke sebuah bangku di mana Kitara sedang tertidur di sana.
" Oi! Kitara, okite! "
" Hmm? Ada apa, Menma? Apakah, jounin senseinya sudah datang? "
" Sudah. Sekarang, dia ada di sini. Itu dia! "
Menma menunjuk ke arah jounin senseinya kepada Kitara.
" Ohh.. Dia sudah datang ya. Yokatta. "
" Yosh. Ikuzo, kita hampiri dia! "
" Hm. "
Akhirnya, Menma telah membangunkan Kitara dan mengajaknya ke hadapan jounin senseinya. Saat ini, tim naga sedang berhadapan dengan jounin senseinya.
" Gomenasai, sensei karena aku sempat tertidur hanya untuk menunggu sensei terlalu lama. " ucap Kitara sambil meminta maaf kepada jounin senseinya.
" Tidak apa-apa. Selain itu, aku juga minta maaf karena aku sendiri datang terlambat ke sini untuk menemui kalian. " ucap jounin senseinya itu.
" Ya, tidak apa-apa. Aku juga memaafkanmu, sensei. " ucap Kitara.
" Yosh. Sebelum itu, aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian bertiga. Kesan pertamaku saat melihat kalian di sini adalah... "
Jounin sensei itu menggantungkan kalimatnya hingga kemudian dia mengatakan,
jawaban itu membuat Menma, Kitara, dan Keita yang mendengar itu langsung bermuka suram. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka bertiga terhadap jounin senseinya yang telah memberikan kesan pertamanya yang buruk kepada para geninnya.
" Yosh. Kalau begitu, segera temui aku di sebuah pohon di lapangan depan akademi. Aku menunggu kalian bertiga di sana, sekarang. "
Setelah itu, jounin sensei itu langsung menghilang dari tempatnya. Hal itu membuat mereka bertiga di sana menjadi sangat terkejut melihatnya.
" Nani?! Dia menghilang!? Bagaimana dia bisa melakukan itu? " ucap Menma yang dibuat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh jounin senseinya itu.
" Entahlah. Aku yakin kalau itu adalah teknik ninja yang bisa berpindah tempat secara cepat. " ucap Keita sambil menjawab pertanyaan dari Menma.
" Sebaiknya, kita segera menemui sensei di lapangan depan. Dia sedang menunggu kita di sana sekarang. " ucap Kitara.
" Hai, kau benar. kalau begitu, Ikuzo! " ucap Menma sambil mengajak Kitara dan Keita untuk menemui jounin senseinya di lapangan depan akademi.
" Hm/Hn. " balas serempak dari Kitara dan Keita sambil menganggukkan kepalanya.
Akhirnya, mereka bertiga langsung bergegas menuju ke lapangan depan untuk menemui jounin senseinya. Tidak lama kemudian, para genin dari tim naga telah mencapai di lapangan depan akademi dan langsung menghampiri jounin senseinya yang sedang bersandar di sebuah pohon. Sesampainya di sana, mereka bertiga langsung berhadapan dengan jounin senseinya.
" Yosh. Karena sudah sampai di sini, aku meminta kalian untuk duduk terlebih dahulu. "
Jounin sensei itu meminta Menma, Kitara, dan Keita untuk duduk di atas tanah sambil memperhatikan ke arahnya.
" Nah, sekarang kita akan mulai. Pertama-tama, kita akan berkenalan kepada satu sama lain terlebih dahulu. Jadi, siapakah di antara kalian bertiga yang mau berkenalan duluan? " ucap jounin sensei itu.
" Kenapa sensei saja yang mulai duluan untuk berkenalan sambil memberitahu apa saja yang akan dikenalkan? " ucap Menma.
" Hmm.. Tidak masalah. Kalau begitu, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Watashi no namae wa Boris desu. Aku berasal dari klan Ackerman. Hal yang aku sukai adalah membaca buku tentang filosofi dan sejarah dari ninja dan sebagainya. Aku juga suka berlatih untuk mengasah kemampuanku sebagai seorang shinobi. Hal yang tidak aku sukai, tidak akan akan aku beritahu. Cita-cita dan impianku, sedang tidak kupikirkan saat ini. Itu saja.
Menma, Kitara, dan Keita langsung mengernyit bingung dengan apa yang disampaikan oleh jounin senseinya yang bernama Boris itu tentang dirinya.
' Heh?! Cuma itu saja yang dia sebutkan!? Yang benar saja. ' batin Menma.
' Hanya nama, klan, dan hal yang disukainya saja yang dia sebutkan. Sisanya, tidak dia beritahu. Hufft.. ' batin Kitara.
' .... '
Setelah itu,
" Yosh. Sekarang, giliran kalian bertiga yang akan memperkenalkan diri. Kita mulai dari kau yang berambut hitam. Silahkan, kau perkenalkan dirimu terlebih dahulu. "
Boris menunjuk Menma untuk memperkenalkan dirinya duluan.
" Hai, sensei. Perkenalkan, watashi no namae wa Menma desu. Aku tidak punya marga ataupun klan karena aku hidup sendiri bersama kaa-sanku yang bernama Lindis. Hal aku sukai adalah berlatih, bermain berburu, suka mengusili orang, menyiram dan merawat tanamanku, dan lain sebagainya. Tapi yang paling aku sukai adalah tinggal bersama kaa-sanku dan melakukan sesuatu yang menyenangkan bersamanya. Hal yang tidak kusukai adalah orang-orang yang memandang dan menilai rendah kepada seseorang dari tampilannya saja tanpa mengenalinya lebih jauh seperti yang pernah aku alami sampai sekarang. Cita-cita dan impianku adalah, ingin menjadi seorang shinobi yang hebat seperti sang pahlawan legendaris yang aku kagumi dan suatu hari nanti, aku akan membuat semua orang mengakuiku kalau aku bukanlah seorang jelmaan iblis pembawa kesialan bagi mereka. "
Mendengar apa yang disampaikan oleh Menma tentang dirinya, membuat Boris sempat tersentak kaget tapi masih bisa ditutupi dengan raut wajah datarnya. Dia juga mendengar tentang Menma yang merupakan wadah dari monster King Ghidorah yang dulu pernah memporak-porandakan negeri Afata.
' Ahh.. Putranya Lindis ya. Setahuku, Lindis adalah seorang pendeta yang memiliki hubungan kerabat dengan klan Sentinel. Tapi, entah kenapa dia tidak menggunakan nama klan itu untuk dirinya dan anak ini. Mungkin, itu adalah salah satu cara yang dia pakai agar keberadaannya, terutama anak ini tidak akan diketahui oleh musuh yang mengincarnya. Aku pernah dengar tentang sesosok monster raksasa King Ghidorah yang tersegel di dalam tubuhnya. Selain itu, aku juga sudah tau tentang kehidupannya yang suka dijauhi dan dikucilkan dari masyarakat karena khawatir dengan makhluk yang ada di dalamnya. Kalau begitu, ini akan menjadi sangat menarik karena dia memiliki potensi yang sangat besar karena adanya kekuatan dari monster itu. Jadi, aku harus mengawasinya sambil membantunya untuk mengendalikan kekuatan dari King Ghidorah. Hmm.. Ini tidak akan mudah sepertinya. Aku mulai mengerti tentang kenapa Shinrinkage-sama memasukkan dia ke dalam tim naga di bawah bimbinganku. ' batin Boris sambil memperhatikan Menma yang memiliki kekuatan yang sangat besar dari monster King Ghidorah yang tersegel di dalam tubuhnya.
Kemudian,
" Yosh. Sekarang, giliran berikutnya adalah kau, anak perempuan. Silahkan, perkenalkan dirimu. "
Boris menunjuk Kitara untuk memperkenalkan dirinya.
" Hai, sensei. Perkenalkan, watashi no namae wa Kitara desu. Aku berasal dari klan Cryomancer. Hal yang aku sukai adalah berlatih, belajar tentang berbagai macam ilmu ninja serta hal-hal yang baru, dan lain sebagainya. Hal tidak aku sukai adalah membicarakan tentang sesuatu yang tidak penting, orang-orang yang bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu dan terlalu cepat menilai sesuatu tanpa ada alasan yang jelas. Cita-cita dan impianku adalah ingin menjadi seorang kunoichi yang berguna dan handal bagi desa ini. "
Mendengar apa yang disebutkan oleh Kitara, membuat Boris menjadi merasa tertarik dengan gadis itu.
' Hmm.. Gadis dari klan Cryomancer. Klan yang dikenal memiliki kekkei genkai yang sangat unik dan memiliki berbagai macam ninjutsu yang rata-rata terbuat dari elemen es. Setahuku, klan Cryomancer tidak ikut ke dalam fraksi ninja manapun. Tapi, mereka menjalin kerja sama dengan desa Moonlight Plains yang telah membantunya beberapa waktu yang lalu. Sebagai bentuk balas budinya dan mempererat hubungan antara desa dan klan itu, mereka mengirimkan perwakilannya untuk menjadi bagian dari dari desa sebagai penghubungnya. Selain itu, mereka juga mengirimkan salah satu dari mereka yang akan dimasukkan ke dalam akademi ninja Moonlight Plains yaitu anak ini. Menarik juga. ' batin Boris sambil memperhatikan Kitara yang berasal dari klan Cryomancer yang memiliki hubungan khusus dengan desa Moonlight Plains.
" Yosh. Sekarang, yang terakhir untuk memperkenalkan diri adalah kau. Silahkan! "
Boris menunjuk Keita yang mendapatkan giliran terakhir untuk memperkenalkan diri.
" Hai, sensei. Perkenalkan, watashi no namae wa Keita desu. Aku berasal dari klan Yautja. Hal aku sukai adalah berlatih, mempelajari tentang berbagai macam ninjutsu, dan sebagainya karena tidak banyak. Hal tidak aku sukai, tidak akan kusebutkan karena ini bersifat sangat pribadi bagiku. Cita-cita dan impianku, belum terpikirkan saat ini.
Mendengar apa yang disebutkan oleh Keita tentang dirinya, membuat Boris menjadi agak sedikit bingung dengannya. Tetapi, dia juga merasa tertarik dengan Keita.
' Hmm.. Anak dari klan Yautja ya. Klan Yautja dikenal sebagai salah satu klan elit di desa Moonlight Plains. Diketahui kalau mereka memiliki keahlian berburu yang luar biasa dan sangat unik. Mereka juga ahli dalam menggunakan macam-macam senjata dan ninjutsu untuk melakukan berbagai jenis perburuan maupun pertarungan. Karena itulah, mereka sangat dikagumi oleh banyak orang, terutama di desa ini. Apalagi, kebanyakan dari mereka memiliki orang-orang yang sangat berbakat. Salah satunya adalah anak ini. Aku harap dia bisa menunjukkan yang terbaiknya dan mengangkat derajat tinggi nama klannya. Sepertinya, aku mendapatkan hal-hal yang menarik dan menantang dari ketiga anak ini. Yang satu adalah seorang wadah dari King Ghidorah yang memiliki kekuatan yang sangat besar, satu dari klan Cryomancer yang tidak tergabung dengan fraksi ninja manapun, dan satu lagi dari klan elit yaitu Yautja. Sepertinya, pekerjaanku akan semakin berat saja dengan berbagai macam identitas yang sangat unik dari mereka ini. Hehehe. ' batin Boris sambil memperhatikan ketiga muridnya yang memiliki identitas dan pandangan hidup yang sangat unik baginya.
" Yosh. Karena kalian bertiga sudah memperkenalkan diri masing-masing, sekarang aku ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian. " ucap Boris.
" Hah?! Apakah itu, sensei? " tanya Menma.
" Besok, kalian bertiga akan berkumpul di lapangan latihan tim naga untuk melakukan tes kepada kalian. "
" Nani?! Bukankah, kami sudah menyelesaikan ujian kelulusan akademi pada waktu itu dan lulus menjadi genin? Kenapa sensei ingin mengadakan tes lagi untuk kami? " tanya Kitara yang juga disetujui oleh Menma dan Keita setelah mereka bertiga terkejut mendengar pengumuman dari Boris.
" Tes ini berbeda dengan ujian kelulusan akademi yang pernah kalian ikuti. Tujuanku mengadakan tes ini adalah untuk melihat apakah kalian bertiga pantas untuk menjadi genin atau tidak karena jika sampai gagal, maka kalian bertiga akan dikembalikan ke akademi lagi. " ucap Boris yang membuat Menma, Kitara, dan Keita menjadi sangat terkejut mendengarnya.
" Nani?! Bagaimana bisa begitu? memangnya tes yang akan sensei berikan seperti apa? " tanya Menma.
" Kau akan mengetahuinya besok. Jadi, kalian bertiga segera berkumpul di lapangan latihan tim naga pada pukul tujuh pagi. Jangan sampai ada satupun dari kalian yang datang terlambat dan tidak boleh sarapan. Jika sampai ada yang ketahuan sarapan, maka aku akan menyuruh untuk memuntahkannya. Apakah kalian mengerti? " ucap Boris yang membuat para genin dari tim naga menjadi terkejut karena tidak boleh terlambat datang ke lapangan latihan dan juga, tidak boleh sarapan. Hal itu membuat Menma sempat bergidik ngeri mendengarnya. Sedangkan Kitara dan Keita, hanya tersentak sesaat tapi ditutupi dengan raut wajah datar mereka.
" Hai, Boris-sensei. " jawab serempak dari Menma, Kitara, dan Keita.
" Yosh. Kalau begitu, sampai ketemu besok di lapangan latihan tim naga. Jaa ne. " ucap Boris sambil pamit kepada para geninnya dan setelah itu, dia langsung menghilang dari tempat.
Kemudian, para genin dari tim naga itu mulai bangkit untuk berdiri dan memikirkan tentang tes yang akan diadakan Boris di lapangan latihan tim naga besok.
" Oi, minna! Apakah kalian berpikir kalau Boris-sensei berencana untuk menyiksa kita? Kita sudah dengar dari dia bukan kalau besok, kita harus datang ke lapangan latihan tim naga tepat waktu dan tidak boleh sarapan. Yang benar saja. " ucap Menma.
" Entahlah. Kalau aku pikir, dia tidak akan melakukan itu kepada kita. Dia cuma ingin mengetes kemampuan fisik kita dalam keadaan perut kosong saat akan melakukan tesnya besok. " ucap Kitara.
" Hn. Bisa saja begitu. Aku yakin kalau tes yang akan dia adakan, tidak akan terlalu sulit. Kita hanya tidak disuruh untuk sarapan terlebih dahulu sebelum kita menyelesaikan tes nya. Selain itu, mungkin waktunya tidak akan terlalu lama. Jadi, kita masih punya waktu untuk makan. " ucap Keita.
" Benar juga apa yang dikatakan Keita. Jadi, kita tidak perlu khawatir tentang masalah tidak boleh sarapan. Yang penting, kita harus menunjukkan kalau kita layak untuk menjadi seorang genin karena aku sendiri tidak mau kembali ke akademi lagi. " ucap Kitara.
" Hn. Aku setuju dengan itu. " ucap Keita.
" Ya kalau soal itu, aku juga tau. Aku harus membuktikan kalau aku layak dan pantas untuk menjadi genin. Merlin-sensei sudah memutuskan untuk meluluskanku. Jadi, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan kepadaku dan aku juga tidak akan membuatnya kecewa. Aku harus tetap berjuang. " ucap Menma dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Kitara dan Keita sebagai penanda kalau mereka berdua juga setuju dengan itu.
" Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu ya. Sampai ketemu di lapangan latihan tim naga besok. Jaa ne Menma, Keita. " ucap Kitara sambil pamit untuk pulang kepada Menma dan Keita.
" Hai. Aku juga harus pulang. Jangan sampai datang terlambat dan persiapkanlah diri untuk besok. Jaa ne. " ucap Keita yang juga pamit untuk pulang.
" Hai. Jaa ne mou. Aku juga akan pulang untuk mempersiapkan diri untuk tes yang akan diadakan Boris-sensei besok. Aku harus bisa untuk lulus. Lihat saja nanti. " ucap Menma yang juga pamit untuk pulang.
Akhirnya, mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi tes yang akan diadakan oleh Boris besok di lapangan latihan tim naga untuk menunjukkan kalau diri mereka pantas untuk menjadi genin.