AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 17 " BIG SECRET REVEALED " (3)



Sementara itu, di sebuah rumah yang berlokasi dekat dengan pusat desa, terlihat di dalamnya ada seorang pria dewasa yang sedang terlentang di tempat tidurnya tapi belum menunjukkan tanda-tanda kalau dia ingin tidur. Padahal, di saat waktu memasuki malam hari, biasanya orang-orang akan langsung beristirahat dan tidur kecuali para shinobi penjaga yang mendapatkan jatah waktu berjaga di malam hari. Tetapi, tidak untuk orang yang satu ini yang bernama Merlin yang saat ini sedang merenungkan sesuatu yang membuatnya menjadi kepikiran untuk melakukannya.


' Hmm... Tahun ini, banyak para murid akademi yang akhirnya lulus menjadi genin. Dengan begitu, para generasi baru akan bersiap untuk terjun ke dalam dunia yang penuh dengan berbagai macam halang rintangan yang akan mereka tempuh dalam menjalankan tugasnya sebagai shinobi. Ya baguslah kalau begitu. Tapi, sangat disayangkan bagi yang tidak lulus di ujian kelulusan itu. Tentu, itu adalah hal yang sangat menyakitkan bagi mereka yang ingin menjadi shinobi. Salah satunya adalah Menma yang ingin menggapai impiannya untuk menjadi seorang shinobi yang hebat seperti sang pahlawan legendaris. Sayangnya, dia gagal dalam ujian itu yang secara otomatis, dia tidak bisa menggapai impiannya. Aku menjadi kasihan dengan anak itu. Bagaimanapun juga, dia memiliki semangat dan tekad yang sangat kuat. Dia mungkin tidak berbakat tapi dia telah berusaha sebaik mungkin agar bisa diakui oleh yang lainnya kalau dia juga patut diperhitungkan. Ya, kedengarannya memang mustahil mengingat kemampuan akademisnya berada di bawah rata-rata dengan yang lainnya apalagi dalam hal praktek ninjutsu tingkat E. Tapi meskipun begitu, sebagai senseinya aku harus tetap memotivasinya agar dia bisa bersemangat lagi untuk menempuh kesempatan berikutnya untuk bisa lulus menjadi genin dan melangkahkan kakinya untuk meraih impiannya. Sekarang, yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana keadaan dari Menma ya? Mungkin saat ini, dia sedang bersedih dan tidak ingin bertemu dengan siapapun untuk sementara. Tapi, aku juga ingin bertemu dengannya dan berbicara secara baik-baik. Masalahnya, kapan aku bisa berkunjung ke rumahnya. ' batin Merlin sambil memikirkan bagaimana cara agar bisa berbicara dengan Menma secara baik-baik. Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketokan pintu di depan yang membuat Merlin kembali ke kesadarannya. Dia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke pintu depannya. Sesampainya di sana, Merlin langsung membukakan pintu itu dan terlihatlah sesosok seperti seorang shinobi yang memakai topeng dengan ukiran yang aneh. Merlin langsung menyapa orang itu.


" Eh, kau rupanya. Ada apa sampai menemuiku malam-malam begini? " tanya Merlin.


" Merlin-san, anda dipanggil oleh Shinrinkage-sama untuk berkomunikasi di halaman depan gedung Shinrinkage. " jawab shinobi itu.


" Heh?! Memangnya, apa yang sebenarnya terjadi sampai Shirinkage-sama memanggilku ke sana? " tanya Merlin lagi.


" Anda akan tau sendiri nanti. Selain itu, bukan hanya anda saja yang dipanggil. Semua jounin dan chuunin lainnya juga akan dikumpulkan di sana karena ada masalah yang sangat penting. " jawab shinobi itu.


" Nani!? Benarkah begitu? "


Shinrinkage itu membalasnya dengan anggukan kepalanya.


" Sebaiknya, anda segera berkumpul di halaman depan gedung Shinrinkage dengan cepat karena tidak ada waktu lagi. "


" Hai, saya akan ke sana secepatnya. "


" Kalau begitu, saya permisi. "


Shinobi itu langsung menghilang dari tempatnya dan meninggalkan Merlin yang sedang memikirkan sesuatu yang sedang terjadi saat ini.


' Kenapa firasatku mengatakan kalau ada sesuatu buruk di desa ini? Sebagai, aku segera berkumpul dengan yang lainnya di gedung Shinrinkage. ' batin Merlin yang setelah itu langsung bersiap-siap untuk berangkat ke gedung Shinrinkage.


Beberapa saat kemudian, terlihat banyak sekali shinobi dari tingkat jounin sampai chuunin yang berkumpul di halaman depan gedung Shinrinkage. Ya, semua shinobi yang dipanggil telah dikumpulkan di sana atas perintah dari sang Shinrinkage. Merlin telah sampai di sana dan bertemu dengan banyaknya shinobi yang sedang mengerumuni di halaman depan.


" Yo, Merlin-san. Ke sini! "


" Ehh?! Ternyata kau datang juga. Ngomong-ngomong, apakah kau melihat Victor? "


" Tidak, aku baru saja datang ke sini dan belum bertemu dengan Victor. "


" Souka. Kalau begitu, jika para shinobi dikumpulkan di sini, itu berarti pasti ada masalah yang besar yang menimpa desa kita. "


" Hai, aku juga berpikiran begitu. Semoga saja tidak terlalu menyusahkan karena aku khawatir kalau ada musuh yang datang menyerang ke desa kita secara perlahan. "


" Hm. Semoga saja yang kau katakan benar. Karena aku sendiri mendapatkan firasat yang buruk tentang ini. "


" Kita lihat saja nanti apa yang akan dikatakan oleh Shinrinkage-sama. "


" Aku setuju. "


Tak lama kemudian, muncullah sang Shinrinkage yang telah memanggil para shinobi untuk berkumpul di halaman depan. Kemudian dia langsung menyampaikan pengumuman yang sangat penting kepada para shinobi.


" Yosh, karena kalian semua sudah berkumpul di sini, jadi kita langsung ke intinya saja. Beberapa menit sebelumnya, saya mendapatkan laporan kalau ada seorang penyusup yang telah mencuri sebuah gulungan rahasia secara diam-diam dari ruang penyimpanan. " terang sang Shinrinkage.


Semua orang yang mendengar itu langsung terkejut karena bagaimana bisa ada seorang penyusup yang berhasil mencuri sebuah gulungan rahasia yang tersimpan di ruang penyimpanan.


" Nani?! Apakah yang dikatakan oleh Shinrinkage-sama itu benar? "


" Hai, bagaimana bisa ada seorang penyusup yang masuk ke dalam gedung Shinrinkage untuk mencuri gulungan rahasia itu. Ini tidak bisa dibiarkan lagi. "


" Hm. Aku yakin pasti ada musuh yang langsung menerobos ke dalam desa tanpa ketahuan oleh para penjaga. Kita harus mengejarnya sebelum pergi terlalu jauh. "


" Hai, aku setuju. "


Banyak yang berkomentar tentang pemberitahuan yang diberikan oleh sang Shinrinkage sebelumnya. Setelah itu,


" Yosh, minna-san. Sekarang, Saya perintahkan kepada kalian semua untuk menyebar ke seluruh penjuru desa untuk menangkap pencuri gulungan rahasia itu. Saya yakin, orang itu pasti belum jauh dari desa karena kejadian pencurian itu belum lama sebelum saya kumpulkan kalian semua ke sini. Saya berharap kalian bisa menangkapnya karena gulungan rahasia yang dibawa itu sangat berharga dan penting bagi desa ini. Jadi, jangan sampai membiarkannya kabur begitu saja. Mulailah bergerak! " perintah sang Shinrinkage dengan suara lantang.


" YOKAI!!! " jawab para shinobi di sana dan setelah itu, mereka semua langsung menyebar ke seluruh penjuru desa untuk menangkap pencuri gulungan rahasia itu.


' Kusso! Firasatku ternyata benar. Ada kejadian buruk yang terjadi di malam ini. Aku segera mencari gulungan itu sebelum dibawa kabur oleh penyusup itu terlalu jauh dari desa. Hufft.. Bagaimana ini bisa terjadi? Apapun yang terjadi, aku harus menemukannya. ' batin Merlin sambil bergerak cepat menyusuri ke berbagai lokasi di desa untuk menemukan si pencuri gulungan itu.


Di sisi lain, Menma telah sampai ke bukit halaman belakang akademi ninja dengan membawa gulungan rahasia seperti yang diminta oleh Victor. Sesuai dengan rencananya, Menma akan bertemu dengan Victor yang setelah itu, dia akan meluluskan Menma menjadi seorang genin. Saat ini, Menma sedang mencari keberadaan Victor yang sedang bersembunyi di suatu tempat di bukit halaman belakang akademi ninja.


" Victor-sensei. Sensei ada di mana? Aku berhasil mendapatkan gulungannya. Sekarang, sensei bisa meluluskanmu menjadi genin kan sesuai dengan kesepakatannya. "


Karena tidak mendapatkan balasan tanggapan dari Victor, Menma memutuskan untuk beristirahat karena sudah berlari dengan cepat sambil membawa gulungan rahasia itu yang berat dari gedung Shinrinkage. Dia duduk di sebuah batu besar di depannya lalu meletakkan gulungan itu di atas tanah.


" Hahhh... Lelah sekali. Ternyata berat juga gulungan ini untuk dibawa. Apalagi, tempat ini lumayan jauh dari gedung Shinrinkage. Hufft... Sekarang, tinggal menunggu Victor-sensei untuk menemuiku dan setelah itu, aku akan diluluskan menjadi genin. Wahh... Aku jadi tidak sabar untuk itu. "


Kemudian, Menma melihat ke sekelilingnya untuk memastikan keberadaan Victor yang dicarinya. Tetapi, tidak ada satupun tanda-tanda dari kemunculan Victor di sana yang membuat Menma harus menunggu sampai dia datang menghampirinya.


" *Kesal* Victor-sensei di mana sih? Katanya kita akan bertemu di sini setelah aku mendapatkan gulungan ini. Tapi, dia tidak muncul juga. Yang benar saja. "


Kemudian, Menma melihat ke arah gulungan rahasia yang dibawanya itu dan muncullah rasa penasaran darinya untuk mengetahui tentang isi dari gulungan itu.


" Ngomong-ngomong, gulungan ini isinya apa ya? Aku penasaran kenapa ini disebut sebagai gulungan jutsu rahasia apalagi ada tulisan jutsu terlarang nya? Apakah ini berisi tentang jutsu yang berbahaya atau semacamnya? Sepertinya, tidak ada satupun orang di sekitar sini. Jadi, sambil menunggu kedatangan Victor-sensei, aku buka saja gulungannya untuk melihat isinya apa saja. " gumam Menma sambil memegang gulungan itu lalu membukanya.


Kemudian, gulungan itu terbuka secara memanjang dan terlihatlah isi dari gulungan rahasia itu. Menma meletakkan gulungan itu di atas tanah dan mulai membaca secara seksama tentang apa saja yang tertera di dalamnya.


Jutsu terlarang atau disebut sebagai kinjutsu. Jutsu yang memerlukan jumlah chakra yang sangat besar dan hanya boleh digunakan oleh shinobi tingkat jounin elit. Jutsu ini sangat berbahaya dan tidak ada yang boleh mempelajarinya kecuali atas izin tertentu.


" Hahh!?! Seberapa bahayakah dari jutsu itu. Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam jutsu terlarang itu. "


Menma kembali membaca gulungan itu dan di sana tertera sebuah jutsu yang dikategorikan sebagai jutsu terlarang atau disebut sebagai kinjutsu.


" Kage bunshin no jutsu? Bukankah ini sama saja dengan bunshin no jutsu biasa? Lalu ada Tajuu kage bunshin no jutsu. Jutsu yang sama dengan kage bunshin tapi dapat menghasilkan jumlah yang lebih banyak bahkan sampai membentuk satu batalyon?! Sugoi!!! Ini jutsu yang hebat. Ini bahkan lebih kuat daripada bunshin biasa. Di sini juga tertulis kalau setiap bunshin yang dihasilkan, akan memiliki jumlah chakra yang sama dengan penggunanya. Semakin banyak chakra yang dimiliki sang pengguna, maka jumlah bunshin yang dihasilkan akan semakin banyak pula sesuai yang diinginkan dan hanya membutuhkan satu segel tangan khusus saja untuk dibentuk. Wahh.. Kalau begitu, ini sama seperti saat aku mempelajari bunshin no jutsu biasa. Aku rasa ini tidak bedanya sama sekali mengingat kalau aku gagal di ujian kelulusan itu karena tidak dapat mempraktekkan jutsu ini. Tapi, tidak ada salahnya juga untuk mempelajarinya. Siapa tau ini akan membantuku jika aku membutuhkannya saat terjadi sesuatu nanti. "


Akhirnya Menma memutuskan untuk mempelajari jutsu-jutsu itu yang dikategorikan sebagai jutsu terlarang yang tidak boleh digunakan oleh sembarang orang.


Di lain tempat, seorang shinobi bernama Merlin sedang bergerak menuju ke bukit halaman belakang akademi untuk mencari keberadaan si pencuri gulungan rahasia itu. Dia masih berpikir-pikir tentang siapa yang berani mencuri gulungan rahasia itu dari ruang penyimpanan di gedung Shinrinkage tanpa ketahuan sedikitpun dari para shinobi yang sedang berpatroli di sana.


' Siapa yang mencuri gulungan itu tanpa diketahui oleh siapapun? Rasanya ini aneh karena bagaimana dia bisa menyusup ke dalam gedung putih dengan mudah dan cepat mengetahui keberadaan gulungan itu. Apakah benar itu adalah musuh yang menyusup ke dalam atau seseorang dari desa Moonlight Plains sendiri yang mengambilnya dengan kata lain pengkhianat? Cih. Mana mungkin ada pengkhianat karena setahuku, aku belum menemukan seseorang yang dicurigai sebagai pengkhianat. Tapi, aku merasa ada janggal pada saat berkumpul di halaman depan gedung Shinrinkage yang di mana aku tidak bertemu dengan Victor. Kira-kira, dia ada di mana ya? Mungkin, dia ada di tempat lain untuk mengejar pencuri. Bisa juga kalau aku memang tidak melihatnya saat dikumpulkan pada waktu itu. Tapi, ya sudahlah. Sekarang, aku harus fokus untuk menangkap pencuri itu dan merebut kembali gulungannya. ' batin Merlin sambil memperkirakan siapa mencuri gulungan rahasia itu.


Merlin juga mengingat kembali ketika sedang dikumpulkan di halaman depan gedung Shinrinkage sebelumnya, dia tidak melihat keberadaan Victor di sana. Jadi, dia berspekulasi kalau Victor juga sedang mengejar pencurinya di suatu tempat. Tetapi, Merlin juga berpikir kalau Victor tidak hadir di perkumpulan itu. Hal-hal itu membuat Merlin menjadi pusing tujuh keliling memikirkannya. Tetapi untuk saat ini, dia harus fokus untuk menemukan si pencuri itu dan merebut gulungan rahasia kembali.


Merlin terus meloncat dari satu dahan pohon ke dahan pohon berikutnya. Tak lama kemudian, dia menemukan sesuatu tepat di depannya walaupun jaraknya masih agak jauh dari posisinya sekarang. Merlin mempercepat lajunya hingga sampailah di mana Merlin menemukan sesosok bocah yang terlihat familiar bagi Merlin. Bocah itu terlihat sedang asyik membaca sesuatu berupa gulungan besar di sana. Merlin mendarat di sebuah cabang pohon yang lokasinya tepat di belakang bocah itu dan memulai mengidentifikasinya.


" Siapa bocah itu? Kenapa dia berada di sini malam-malam begini? Tapi, kalau aku melihat dari pakaian dan warna rambutnya, sepertinya aku kenal siapa dia. Jika tebakanku benar, sedang apa dia ada di sini? Aku harus memastikannya "


Dilihat dari pakaian dan warna rambutnya, Merlin mulai mengenali siapa bocah yang ada di depannya itu. Bocah itu adalah Menma yang saat ini masih sibuk membaca isi dari gulungan rahasia itu. Merlin mulai turun dari atas pohon dan mendarat di atas tanah. Kemudian, dia mencoba untuk memanggil anak yang ada di depannya.


" Oiii!!! Siapa di situ? "


Karena ada suara teriakan Merlin yang sangat keras muncul tepat di belakangnya sontak membuat Menma langsung terkejut dan menghadap ke arah belakang.


" Ehh!? Sepertinya, itu suara dari Merlin-sensei. Ada apa? "


Setelah melihat secara dekat, ternyata yang berteriak itu adalah Merlin yang tepat di depannya Menma.


" Menma? Apakah itu kau? "


" Hai, sensei. Ini aku. Hehehe. Ada apa, sensei sampai meneriakiku di sini? "


" Hufft... Justru aku yang bertanya kenapa kau bisa berada di sini malam-malam begini? Bukankah kau seharusnya sudah tidur di rumahmu? Lalu, sedang apa kau sekarang di tempat seperti ini? "


" Oh.. Aku sedang membaca sebuah gulungan, sensei. Gulungan ini berisi tentang jutsu-jutsu yang hebat. Karena itulah, aku jadi tertarik untuk mempelajarinya agar aku bisa lulus menjadi genin nanti. "


" Heh!? Gulungan berisi tentang jutsu-jutsu? Sebenarnya, apa yang sedang kau baca, Menma? Sini, mana gulungan yang kau baca itu! "


" Heh!? Untuk apa, sensei? Apakah sensei ingin mengambilnya? Tidak boleh! Aku mempelajari jutsu-jutsu ini dulu. "


" Sudahlah, Menma. Kau jangan membantah. Sekarang, tunjukkan gulungan itu. "


Akhirnya dengan terpaksa, Menma menunjukkan gulungan yang dia baca itu. Setelah melihat wujud fisik dari gulungan itu, Merlin langsung terkejut karena menyadari kalau yang dibaca oleh Menma itu adalah gulungan rahasia yang dinyatakan hilang oleh sang Shinrinkage yang meminta para shinobi untuk menemukannya kembali.


' Gulungannya berwarna merah besar dengan tulisan jutsu terlarang. Jangan-jangan, itu adalah gulungan rahasia yang dinyatakan hilang oleh Shinrinkage-sama itu. Kalau itu benar, bagaimana bisa gulungan itu ada di tangannya Menma? Pasti ada yang tidak beres di sini. Aku mulai curiga dengannya. ' batin Merlin setelah melihat gulungan yang dipegang oleh Menma.


" Merlin-sensei! Ada apa? Kok terlihat terkejut begitu? "


" Umm... Menma! Aku ingin menanyakan hal yang serius kepadamu dan kau harus menjawabnya dengan jujur! "


Mendengar nada serius dan tegas dari Merlin, sontak membuat Menma menjadi bergidik ngeri.


" Eee-etto. Apa itu, Merlin-sensei? "


" Dari mana kau mendapatkan gulungan itu? "


" Ahh... Aku mendapatkannya dari tempat penyimpanan. "


" Tempat penyimpanan mana? "


" Di gedung Shinrinkage. Memangnya kenapa? "


Mendengar jawaban dari Menma, langsung membuat Merlin menjadi darah tinggi alias marah kepada Menma.


" HEI, MENMA? APAKAH KAU BARU SAJA MENCURI GULUNGAN RAHASIA ITU DARI RUANG PENYIMPANAN DI GEDUNG SHINRINKAGE? "


" Ehh!? Mencuri? Aku tidak mencuri. Aku hanya mengambilnya saja. "


" ITU SAMA SAJA MENCURI, MENMA. KAU TAU KALAU GULUNGAN ITU ADALAH GULUNGAN RAHASIA YANG SANGAT PENTING BAGI DESA DAN ISINYA BERUPA JUTSU-JUTSU TERLARANG YANG TIDAK BOLEH DIPELAJARI OLEH SIAPAPUN. KALAU KAU MENCURI ITU, KAU AKAN DIHUKUM! "


" NA-NANI!? Aku tidak benar-benar mencurinya, sensei. Aku hanya ingin mengetahui apa yang ada di dalam gulungan ini. "


" TAPI ITU TETAP SAJA TIDAK BOLEH, MENMA. TIDAK ADA YANG BOLEH MEMBAWA ATAUPUN MEMPELAJARI ISI DARI GULUNGAN ITU KECUALI ATAS IZIN SHINRINKAGE-SAMA. KARENA KAU SUDAH KEPERGOK MENCURINYA, AKU INGIN KAU SERAHKAN GULUNGAN ITU DAN IKUT AKU KE DESA. "


" Ta-tapi, sensei. Aku tidak mau dihukum lagi oleh Shinrinkage oji-san. Aku cuma ingin membawa gulungan ini agar aku bisa lulus menjadi genin. "


Mendengar pernyataan dari Menma membuat Merlin mengerutkan dahinya seakan tidak mengerti apa yang dikatakannya.


" Apa maksudmu, Menma? Siapa yang bilang kalau kau mencurinya gulungan itu, kau akan lulus? "


" Ehh... itu... "


Sebenarnya, Menma ingin menjawab kalau yang akan meluluskannya setelah mencuri gulungan rahasia itu adalah Victor. Tetapi, Menma teringat kembali dengan ancaman dari Victor tentang larangan untuk tidak boleh memberitahukan tentang tindakannya kepada siapapun.


FLASHBACK


" Yokatta. Kau sudah mulai paham. Aku harap, kau bisa melakukannya dengan baik dan jangan sampai ketahuan oleh orang lain karena itu akan merepotkan nantinya. Selain itu, kau tidak boleh memberitahukan tentang ini kepada siapapun atau kau akan mendapatkan masalah besar. Kau mengerti? "


Mendengar nada ancaman dari Victor sontak membuat Menma menjadi bergidik ngeri. Tetapi, dia kesampingkan itu dengan menjawabnya dengan penuh keyakinan.


" H-hai, sensei. Aku tidak memberitahukan tentang ini kepada siapapun dan aku pasti bisa melakukan apa yang sensei perintahkan. Jadi, tenang saja. "


END OF FLASHBACK


" Aku tidak bisa memberitahumu, sensei. Ini rahasia. "


" HEH?! RAHASIA? RAHASIA APA YANG KAU MAKSUD? Oh.. Jangan-jangan kau sedang berbohong ya? "


" Ehh!? Ti-tidak, sensei. Aku tidak berbohong. Aku serius. "


" Kalau begitu, kenapa kau tidak memberitahuku tentang siapa yang mengatakan kalau kau berhasil mencuri gulungan ini, kau akan diluluskan menjadi genin? Memangnya ada yang mengatakan seperti itu? Karena setahuku, tidak ada cara lain bagi yang tidak lulus ujian kelulusan selain mengikuti pengulangan. Sekarang aku ingin kau jawab dengan jujur, siapa yang menyuruhmu untuk melakukan itu, Menma? "


" .... "


" JAWAB ATAU AKU AKAN MENYERETMU SECARA PAKSA SAMBIL MEMBAWA GULUNGAN ITU!!! "


Karena mendengar bentakan yang amat keras dari Merlin, sontak membuat Menma menjadi sangat ketakutan.


" Ti-tidak, sensei. Aku tidak bisa memberitahumu karena dia yang memintaku untuk tidak memberitahu tentang ini kepada siapapun. Jika tidak, aku akan mendapatkan masalah besar katanya. "


" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan itu. Tapi yang jelas kau sudah terbukti mencuri gulungan rahasia tanpa seizin dari Shinrinkage-sama. Sekarang kau ikut aku sambil bawa gulungan itu kembali ke desa. "


Merlin hendak menggenggam tangannya Menma. Tetapi, Menma langsung menjauh dari Merlin dan memberi jarak darinya sambil membawa gulungan itu.


" Tidak! Aku tidak akan kembali ke desa sampai aku akan diluluskan menjadi genin. Selain itu, aku tidak akan memberikan gulungan ini kepada sensei. "


" Kenapa kau mulai membantahku, Menma? Aku tidak pernah mengajarkan itu kepada siapapun. Sekarang berikan gulungan itu! "


" TIDAK! AKU TIDAK AKAN MEMBERIKAN INI KEPADA SENSEI! "


" LALU, KENAPA KAU TIDAK MAU MEMBERIKANNYA KEPADAKU? APA ALASANMU UNTUK MEMPERTAHANKAN GULUNGAN ITU? "


" KARENA DENGAN INI, AKU AKAN MENJADI SEORANG NINJA YANG HEBAT SEPERTI SEPERTI SANG PAHLAWAN LEGENDARIS YANG AKU KAGUMI. SELAIN ITU, AKU MENUNJUKKAN KEPADA SEMUA ORANG KALAU AKU LAYAK UNTUK MENJADI BAGIAN DARI MEREKA. ITU ADALAH TUJUANKU! "


" TAPI, TIDAK BEGINI JUGA KAU MELAKUKANNYA, MENMA. KALAU KAU INGIN MENJADI SEPERTI YANG KAU KATAKAN ITU, KAU HARUS BERKERJA KERAS AGAR BISA MENGGAPAI IMPIANMU. SELAIN ITU, TIDAK ADA YANG NAMANYA JALAN PINTAS DAN SEMUANYA MEMBUTUHKAN PROSES. ORANG HEBAT TIDAK AKAN DIAKUI KALAU MENGGUNAKAN CARA YANG INSTAN SEPERTI YANG KAU LAKUKAN SEKARANG. KARENA ITU, SETELAH INI, AKU AKAN MENDIDIKMU CARA MENJADI SUKSES DENGAN KERJA KERAS. SEKARANG, KAU IKUT AKU KEMBALI KE DESA! "


" TIDAK AKAN! AKU TIDAK MAU KEMBALI KE DESA DI MANA AKU DIPERLAKUKAN SEPERTI ORANG ASING ATAUPUN ANEH OLEH ORANG-ORANG DI SANA YANG MENGANGGAPKU SEBAGAI BOCAH IBLIS. AKU SUDAH MUAK DIPERLUKAN SEPERTI ITU TERUS MENERUS. AKU HANYA INGIN DIAKUI SEBAGAI ANAK BIASA YANG BERUSAHA MENGGAPAI IMPIANKU. JADI, JANGAN HARAP SENSEI BISA MENGHALANGIKU. "


Mendengar pernyataan dari Menma yang sambil meneteskan air matanya secara perlahan, langsung membuat Merlin menurunkan emosinya. Sebenarnya, dia sudah tau tentang kehidupannya Menma yang dianggap oleh orang-orang sebagai pembawa sial. Mereka juga yang telah memperlakukan Menma dengan cara yang kasar. Hal itulah yang membuat Merlin menjadi merasa iba kepada Menma. Tetapi, harga dirinya menahan itu karena yang dihadapinya saat ini adalah tindakan pencurian gulungan rahasia yang dilakukan oleh Menma. Merlin mencoba untuk mencairkan suasana agar tidak terjadi keributan yang tidak diinginkan.


" Umm... Menma! Sebenarnya, ada yang ingin kukatakan kepadamu. Aku tau kalau kau berusaha keras agar semua orang bisa mengakuimu. Selain itu, aku juga tau kalau kau telah mengalami penderitaan yang amat berat dari orang-orang yang perlakukan kepadamu. Karena itulah, kau selalu membuat banyak keonaran di desa. Tapi, aku mencoba untuk membantumu agar kau bisa melalui semua yang akan kau hadapi nantinya. Selain itu, aku juga akan selalu memperhatikanmu agar kau bisa menjadi pribadi yang baik bagi orang-orang di desa. Kumohon, pahamilah itu, Menma. Aku yakin ini belum terlambat untuk mengubah apa yang sudah terjadi sekarang. Karena itulah, aku memintamu untuk ikut aku kembali ke desa dan membicarakan ini secara baik-baik di sana. "


" Cih.. Sejak kapan Merlin-sensei mulai memperhatikanku? Apakah sensei tidak sadar kalau selama berada di akademi, sensei terlalu memperhatikan anak-anak yang memiliki bakat untuk menjadi seorang ninja. Sedangkan aku sendiri yang selalu membuat kenakalan di kelas dan tidak memiliki bakat, tidak pernah diperhatikan oleh sensei sama sekali. "


" Hei, Menma. Aku tidak pernah membeda-bedakan di antara para murid di kelas. Semuanya aku anggap sama saja. Tidak ada satupun yang diistimewakan hanya karena bakatnya karena semua yang ada di kelas adalah murid-murid berhargaku termasuk kau, Menma. Aku tau kalau kau selalu iri dengan anak-anak yang lebih berbakat daripada kau. Tapi, kalau terus berusaha sungguh-sungguh dan pantang menyerah, kau pasti bisa menyaingi mereka yang lebih hebat. Karena itulah, Aku ingin kau tetap berada di jalan yang benar dan belajar untuk menjadi pribadi yang baik. Aku berjanji aku akan selalu ada di sisimu dan membantu untuk menjadi seorang ninja yang hebat. Nah, bagaimana? Apakah kau mau kembali ke desa? "


" Apakah sensei serius ingin terus memperhatikanku dan tetap berada di sisiku sampai aku lulus menjadi shinobi? "


" Hai. Aku serius, Menma. Untuk itulah, aku ingin mengajakmu kembali dan mengembalikan gulungan itu. "


Mendengar pernyataan Merlin yang meyakinkan, akhirnya Menma mau menuruti keinginannya Merlin.


" Hai, sensei. Aku akan kembali ke desa dan mengembalikan gulungan ini. Selain itu, aku akan berusaha sungguh-sungguh agar bisa lulus menjadi shinobi. Itulah adalah janjiku, sensei. "


" Hm. " balas Menma sambil menganggukkan kepalanya.


Kemudian, Menma berjalan untuk mendekati Merlin. Tetapi, sebelum Menma sampai ke sana, tiba-tiba Merlin merasakan ada sesuatu yang menyerang mereka dari suatu arah.


" *Terkejut* MENMA! MENJAUH! "


Merlin langsung melompat mundur ke belakang sedangkan Menma yang terkejut oleh teriakannya Merlin, juga langsung melompat ke belakang hingga terjatuh sambil terduduk di atas tanah. Ternyata, mereka sedang menghindari dua buah kunai yang melesat dari atas ke arah Menma dan Merlin.


TAKK!


TAKK!


Dua buah kunai itu menancap di tanah dan beruntung, Menma dan Merlin berhasil menghindarinya. Tak lama kemudian, muncullah sesosok shinobi yang mendarat di atas cabang pohon yang tepat di depannya Menma dan Merlin.


" Wah.. Wah.. Wah.. Ternyata, aku tidak mengira kalau kau telah menemukan kami di sini, Merlin. Sepertinya, kau berusaha untuk mengambil kembali gulungan itu. "


Menma dan Merlin langsung menatap ke arah orang yang berbicara kepada mereka dan ternyata, orang itu adalah Victor yang ingin ditemui oleh Menma setelah berhasil mencuri gulungan rahasia dari gedung Shinrinkage.


" Kau? Victor!? Apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau juga ingin mengambil kembali gulungan rahasia ke desa? " tanya Merlin sambil terkejut melihat sesosok Victor.


" Hehehehe. Tentu saja tidak, Merlin. Justru, aku datang ke sini untuk mengambil gulungan rahasia yang sudah dicuri oleh Menma. Sekarang, aku akan membawa itu dan pergi dari desa. " jawab Victor dengan seringainya yang jahat.


Mendengar jawaban dari Victor, sontak membuat Merlin menjadi terkejut dan Menma yang mendengarkan itu menjadi bingung.


" NANI!? Kau ingin pergi dari desa sambil membawa gulungan itu? Apa sebenarnya kau bicarakan, Victor? Aku tidak mengerti kenapa kau menginginkan gulungan itu. " tanya Merlin.


" Itu bukan urusanmu. Sekarang, aku hanya menyelesaikan pekerjaan kecil yang harus dikerjakan. Selain itu, aku sudah tidak punya hubungan lagi dengan desa Moonlight Plains. " jawab Victor sambil melihat ke arah Menma yang masih memegang gulungan rahasia itu.


Karena merasa bingung apa yang dibicarakan oleh kedua shinobi di depannya, Menma memutuskan untuk berbicara.


" E-etto. Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Victor-sensei, aku sudah mendapatkan gulungan rahasia yang kau minta dari gedung Shinrinkage. Sekarang, sensei bisa meluluskanku menjadi genin, bukan. "


Mendengar ucapan dari Menma, Victor malah menertawakinya.


" Hahahaha. Kau masih berpikir kalau aku akan meluluskanmu menjadi genin. Ternyata, kau ini anak yang naif rupanya. Siapa juga ingin meluluskanmu menjadi genin. Aku hanya ingin mengambil gulungan rahasia yang kau curi itu. "


" Hah?! Apa maksud sensei? Kenapa sensei berkata seperti itu. Katanya, sensei akan meluluskanku menjadi genin setelah aku mendapatkan gulungan rahasia ini seperti yang kita rencanakan pada waktu itu. " ucap Menma yang penuh kebingungan.


" Cih.. Kau ini sangatlah payah. Yang aku katakan pada waktu itu hanyalah bualan semata karena setelah aku mendapatkan gulungan itu, aku akan melenyapkanmu sekarang juga. " ucap Victor dengan aura jahatnya.


" Nani?! Maksudnya, Victor-sensei ingin membunuhku setelah melakukan apa yang sensei minta selama ini. " ucap Menma dengan nada yang penuh ketakutan.


" Hai. Itu benar, bocah setan. Sekarang, matilah kau! "


Victor langsung menyerang dengan melemparkan kunainya ke arah Menma. Hal itu membuat Menma menjadi berteriak ketakutan. Tetapi, sebelum kunai itu mengenai Menma, tiba-tiba ada kunai lain yang melesat dari arah yang berbeda menabrak kunai milik Victor. Alhasil, kunai milik Victor meleset dari sasaran dan Menma selamat dari serangan itu.


" Ouff.. Selamat.. " ucap Menma Setelah lega tidak terkena serangan lemparan kunai dari Victor.


" Cih.. Apapaan kau, Merlin!? Kenapa kau menghalangiku? " geram Victor setelah mengetahui kalau yang menepis kunai miliknya yang dilempar adalah Merlin.


Sekarang, Merlin telah berada di depannya Menma dalam posisi bersiaga sambil melindungi Menma.


" Aku tidak akan membiarkanmu membunuh muridku. Selain itu, aku juga menghentikanmu dari aksi pengkhianatan ini, Victor. " ucap Merlin sambil memegang kunai di tangan kanannya.


" Heh.. Kau pikir bisa menghentikanku? Coba saja kalau kau bisa. Kali ini, aku juga yang akan menghabisimu. " ucap Victor sambil memegang kunainya juga.


" Itu tidak akan terjadi! " ucap Merlin yang bersiap untuk baku hantam dengan Victor.


" Hehehe. Kau akan menyesali ini, Merlin. " ucap Victor yang langsung menyerbu ke arah Merlin dan begitu juga dengan sebaliknya di mana Merlin langsung menyerang ke arah Victor.


TAANG!!!


CLIING!!!


TAANG!!!


CLIING!!!


TAANG!!!


CLIING!!!


Terjadilah adu kunai dengan suara benturan logam tajam antara Merlin melawan Victor yang di mana Victor dengan hawa membunuhnya langsung memberikan serangan mematikan kepada Merlin. Tetapi, Merlin masih bisa menangkisnya dan berusaha untuk menyerang balik. Sementara itu, Menma yang melihat pertarungan itu menjadi sangat ketakutan. Saat ini, dia sangat mengkhawatirkan keselamatannya Merlin yang sedang kerepotan menghalau serangan dari Victor.


" Merlin-sensei! Hati-hati! "


Merlin masih sibuk menangkis serangan dari Victor yang cukup mematikan. Tak lama kemudian, Victor berhasil membuat kunainya Merlin terlepas dari genggamannya. Lalu, Victor menendang Merlin hingga terjatuh ke bawah.


" AARRGH!!! " jerit Merlin.


" MERLIN-SENSEI!!! " teriak Menma yang khawatir dengan keadaannya Merlin saat ini.


Setelah itu, Victor langsung melihat ke arah Menma dan segera menyerangnya dengan kunai. Tetapi, Merlin segera bangkit dan langsung menyeruduk ke arah Victor yang membuat keduanya terjatuh. Dengan posisinya yang sekarang, Merlin mengambil kesempatan untuk menghajar Victor dengan kepalan tangannya. Sayangnya, hal itu tidak berlangsung lama karena Victor berhasil menahan pukulannya Merlin yang kemudian membalas serangan dengan menyundulkan kepalanya ke arah Merlin. Setelah itu, Victor menendang Merlin menjauh dari tubuhnya dan segera bangkit untuk berdiri. Merlin yang habis ditendang oleh Victor hingga terjatuh, langsung segera berdiri untuk melawan Victor lagi.


" Ck.. Ck.. Ck.. Kau ini menyusahkan saja, Merlin. Aku akan membunuhmu bersamaan juga dengan bocah itu. "


" Tidak akan kubiarkan itu terjadi. Aku akan menghentikanmu sekarang juga. "


" Dasar payah. Kau akan habis di tanganku. "


Sementara itu, Menma yang melihat itu menjadi sangat khawatir terhadap Merlin yang masih bersusah payah untuk melawan Victor.


" Merlin-sensei! Daijoubu? " tanya Menma


" Daijoubu, Menma. Lebih baik, kau segera pergi dari sini dan bawa gulungan itu sekarang! " perintah Merlin.


" Tapi, Bagaimana dengan Merlin-sensei? Aku tidak akan meninggalkan sensei di sini begitu saja. " ucap Menma yang masih khawatir dengan keadaannya Merlin.


" Aku akan baik-baik saja, Menma. Aku akan menahannya di sini sampai bantuan tiba. " ucap Merlin dengan penuh keyakinan bahwa dia akan mencoba bertahan dengan sekuat tenaga melawan Victor.


Sementara itu,


" Heh, kau pikir aku akan membiarkanmu lari begitu saja? Aku akan menghabisi kalian semua di sini dan merebut gulungan itu. " ucap Victor yang bersiap menyerang Menma.


" Tidak akan kubiarkan itu terjadi, Victor. Hyaaah!!! " ucap Merlin yang langsung menyerang Victor.


Pertarungan kembali terjadi di mana Merlin menyerang dengan tangan kosong ke arah Victor yang masih memegang kunai di tangannya. Tetapi, Victor dengan mudah menyerang balik Merlin dan kembali menendangnya hingga terjatuh lagi. Setelah itu, Victor mencoba untuk menusukkan kunainya ke Merlin yang berusaha untuk bangkit kembali. Victor langsung menahan Merlin untuk berdiri dan langsung menodongkan kunainya ke arah kepalanya. Menma yang melihat itu menjadi sangat panik karena keadaannya Merlin sangat berbahaya.


" MERLIN-SENSEI!!! "


" Aku tidak apa-apa, Menma. Cepat pergilah dari sini! "


" T-tapi... "


" Sudahlah, Menma. Keselamatanmu jauh lebih diutamakan daripada aku. Sekarang pergilah! "


" .... "


Sementara itu,


" Heh.. Ternyata, kau lebih memperdulikan bocah itu daripada dirimu sendiri, Merlin. Sungguh menyedihkan. " ucap Victor sambil mencoba menusukkan kunainya ke arah Merlin.


" Biarkan saja. Yang penting, dia bisa selamat dan kau akan kuhentikan di sini sampai bantuan tiba. " ucap Merlin yang sedang berusaha menahan kunai milik Victor agar tidak mengenainya.


" Oh.. Begitu ya. Baiklah kalau begitu. Aku akan memberitahukan tentang sesuatu kepada anak itu. " ucap Victor.


" Memberitahukan tentang sesuatu? Apa yang kau bicarakan, Victor? Aku tidak mengerti. " ucap Merlin yang sedang kebingungan dengan apa yang dia dengar sebelumnya.


" Kau akan tau sendiri nanti. " ucap Victor.


Menma masih terdiam di posisinya dan sangat khawatir dengan keselamatannya Merlin. Victor yang melihat itu mulai mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada Menma seperti yang dia ucapkan sebelumnya.


" Oi, bocah! Apakah kau ingin mendengarkan tentang sebuah rahasia besar yang tidak kau ketahui selama ini? "


" Ehh!? Rahasia besar? Apa itu? "


" Sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh seluruh orang di desa tentang dirimu yang sebenarnya. "


" Hah?! Diriku yang sebenarnya? Aku jadi tidak mengerti apa yang Victor-sensei sensei katakan. "


" Apakah kau ingin tau kenapa semua orang-orang yang kau temui suka menjauhimu bahkan mengucilkanmu dari mereka? "


" Benarkah? Lalu, apakah itu? "


Merlin yang merasa kalau Victor akan mengungkapkan hal yang sebenarnya tentang Menma, langsung berteriak untuk menghentikannya.


" Hentikan! Kau tidak usah berbicara macam-macam kepada Menma! "


" Lalu, kenapa? Bukankah, kau juga sebenarnya tidak suka dengan keberadaan bocah setan itu? Jadi, akan lebih baik untuk memberitahukan yang sebenarnya kepada Menma. "


" Aku bilang hentikan! "


Merlin masih berusaha menahan kunai milik Victor agar tidak mengenai. Sedangkan Victor mencoba untuk mulai berbicara lagi dengan Menma.


" Ehh.. Sebenarnya, apa yang kalian sedang bicarakan? Lalu, tentang alasan kenapa orang-orang di desa menjauhiku itu kenapa? Rahasia besar apa yang selama ini disembunyikan dariku? " tanya Menma yang mulai penasaran dengan apa yang diucapkan Victor tentang rahasia besar sebelumnya.


" Jadi, kau ingin mengetahuinya ya, Menma? Yosh, aku akan memberitahukan itu kepadamu bersamaan juga, aku akan mengungkapkan tentang siapakah dirimu yang sebenarnya di mata para penduduk di desa Moonlight Plains. " ucap Victor.


" Cepat katakan! Aku ingin tau tentang rahasia besar itu. " ucap Menma yang sudah tidak sabar untuk mengetahui tentang rahasia besar itu.


" Hentikan, Victor! Kau tidak berhak untuk... "


Belum selesai Merlin berucap, Victor langsung memotongnya.


" DIAM! AKU AKAN MEMBERITAHUKAN TENTANG RAHASIA BESAR YANG SELAMA INI TIDAK DIKETAHUI OLEHNYA. " ucap Victor dengan nada tinggi sambil bersiap untuk menyampaikan sebuah rahasia besar kepada Menma.


" VICTOR-SENSEI! CEPAT KATAKAN, APAKAH RAHASIA BESAR ITU? " ucap Menma yang rasa penasarannya sudah tidak bisa ditahan lagi.


" Hai.. Hai.. Aku akan memberitahumu. Tapi pertama-tama, aku ingin kau mengetahui dulu tentang sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi di negeri Afata sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu. " ucap Victor.


" Nani?! Peristiwa besar yang terjadi di negeri Afata sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu? Apakah saat itu sedang terjadi perang atau semacamnya begitu? " tebak Menma.


" Bukan. Peristiwa itu lebih tepatnya sebagai sebuah bencana besar yang di mana saat itu, kau belum lahir ke dunia ini. " jawab Victor.


" Hah?! Bencana? " kejut Menma.


" Hai. Bencana besar yang pernah memporak-porandakan negeri Afata yang sampai membuat kawasan Elbourne Woods sempat terbakar habis yang disebabkan oleh amukan monster raksasa berwujud naga berkepala tiga. " jelas Victor yang sampai membuat Menma menjadi bergidik ngeri mendengarnya tentang kejadian itu.


" N-Nani?! Semengerikankah bencana itu dulu sampai ada monster raksasa yang muncul pada saat itu? " tanya Menma dengan nada ketakutan.


" Bisa dikatakan sangatlah mengerikan sampai-sampai membuat banyak sekali klan-klan elf maupun beberapa macam spesies di sana musnah secara sekejap oleh makhluk itu. Bahkan sang ratu elf sendiri harus terluka parah oleh serangan dari monster raksasa itu. " ucap Victor.


" Monster raksasa!? Makhluk macam apa itu yang sampai membuat Elbourne Woods menjadi terbakar habis olehnya? " tanya Menma.


" Monster raksasa itu dikenal sebagai King Ghidorah. Raksasa King Ghidorah itu muncul secara misterius di tengah-tengah kawasan di Elbourne Woods yang membuat seluruh makhluk hidup yang tinggal di sana menjadi terkejut dan setelah itu, mereka menjadi korban amukan dari King Ghidorah. Hal itu memaksa banyak sekali para pejuang termasuk ninja-ninja dari berbagai desa bersatu untuk mengalahkan monster raksasa itu. Tetapi, itu sia-sia saja karena King Ghidorah diketahui memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dengan jumlah energi yang tidak terbatas sehingga membuat para pejuang dan ninja kehilangan nyawanya secara massal. Sampai suatu ketika di mana ada seorang shinobi dari fraksi gunung datang membantu untuk menyegel King Ghidorah. Tetapi, dia membutuhkan sebuah wadah yang sanggup untuk menampung kekuatan raksasa dari King Ghidorah. Akhirnya, terpilihlah seorang bayi yang baru lahir yang dijadikan sebagai wadah untuk menyegel King Ghidorah. Setelah memakan waktu yang lama. Akhirnya, King Ghidorah berhasil disegel ke dalam tubuh seorang bayi. Tapi sayangnya, shinobi itu harus ikut merenggang nyawa karena serangan amukan dari makhluk itu selama proses penyegelan berlangsung. " ucap Victor sambil menjelaskan peristiwa yang terjadi dua puluh tujuh tahun yang lalu secara panjang lebar yang membuat Menma mendengarnya menjadi sangat tercengang.


' Nani?! Peristiwa itu mengerikan sekali rupanya. Aku sampai tidak habis pikir tentang makhluk raksasa yang bernama King Ghidorah yang sempat membakar habis Elbourne Woods sampai pada akhirnya, dia disegel oleh seorang shinobi ke dalam tubuh seorang bayi sebagai wadahnya. Pantas saja, kenapa kaa-san selalu sibuk mengurusi pekerjaannya di sana karena kondisi di sana pada saat itu sangat parah. ' batin Menma yang mulai memahami peristiwa itu.


" Jadi begitu ceritanya. Lalu, apakah Victor-sensei tau siapa dan di mana bayi itu yang menjadi wadah dari monster King Ghidorah sekarang? " tanya Menma.


Mendengar pertanyaan barusan dari Menma, akhirnya membuat Victor Menyeringai licik sedangkan Merlin yang masih pada keadaannya yang sekarang mulai merasa curiga dengan apa yang akan dikatakan oleh Victor.


" Victor! Jangan bilang kau akan mengatakan... "


Belum selesai Merlin berucap, Victor langsung menjawab,


" Hai, tentu saja aku tau. Sekarang, bayi itu diadopsi oleh seorang pendeta wanita yang telah membawanya menuju ke kampung halamannya yaitu desa Moonlight Plains. " jawab Victor.


" Berarti, dia sekarang berada di desa ini. Kalau begitu, kenapa aku tidak menemukan anak itu sampai sekarang? Selain itu, apa hubungannya dengan rahasia besar yang ingin sensei beritahu pada waktu itu. " tanya Menma.


" Hehehe.. Apakah kau yakin ingin mendengarkan rahasia besar ini, Menma? " tanya Victor balik sambil memastikan bahwa Menma telah bersiap untuk mendengarkan rahasia besar yang selama ini belum dia ketahui.


Di sisi lain, kecurigaan Merlin mulai menguat dan berusaha untuk menghentikan Victor untuk memberitahukan rahasia besar itu.


" Hentikan, Victor! Kau tidak berhak memberitahukan itu kepada Menma. Dia masih belum siap untuk... "


" URUSAI!!! Sekarang, apakah kau sudah siap untuk mendengarkan ini? " tanya Victor kepada Menma.


" Hmm... Hai, sensei. Aku sudah untuk mendengarkan rahasia besar itu. " jawab Menma dengan rasa yakin tapi dengan sedikit keraguan di hatinya.


Victor langsung menyeringai licik yang sampai membuat Menma menjadi sedikit ketakutan tapi masih bisa menepisnya.


" Jangan, Victor! Kau tidak boleh memberitahu... "


" Bagus. Sekarang aku akan memberitahumu tentang siapakah bayi yang dijadikan sebagai wadah dari King Ghidorah itu. " ucap Victor membuat Menma mulai mengfokuskan diri untuk mendengarkannya


" MENMA! JANGAN DENGARKAN DIA!!! "


" Bayi itu sebenarnya adalah kau, Menma. Kau adalah sesosok yang dijadikan sebagai wadah dari King Ghidorah. Dengan kata lain, kau adalah jelmaan iblis yang selalu membawa kesialan kepada para penduduk desa. Itulah sebabnya kenapa orang-orang di desa selalu menjauhimu maupun mengucilkanmu agar mereka tidak terkena kutukan darimu seperti yang pernah dilakukan oleh makhluk itu pada negeri Afata dua puluh tujuh tahun yang lalu. Hahahahaha. Sekarang, apakah kau sudah puas mengetahui rahasia besar itu, heh? " jawab Victor sambil tertawa puas setelah memberitahu tentang rahasia besar kepada Menma.


" VICTOR, HENTIKAN!!! KONOYARO!!! " geram Merlin yang mulai memberontak kesal kepada Victor.


Sedangkan Menma membelalakkan kedua matanya dan tubuhnya mulai terasa kaku seolah tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar tentang sebuah rahasia besar yang telah dikatakan oleh Victor itu. Kini, akhirnya terjawablah sudah tentang siapakah sebenarnya dari Menma yang selama ini selalu dikucilkan dan dijauhi oleh masyarakat desa Moonlight Plains. Ternyata, dia adalah sesosok bayi yang dijadikan sebagai wadah dari King Ghidorah oleh seorang shinobi seperti yang diceritakan oleh Victor sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu yang pernah memporak-porandakan negeri Afata dan juga merupakan sesosok jelmaan iblis yang membawa kesialan bagi para penduduk desa. Menma mulai termenung setelah mendengarkan tentang sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh orang-orang termasuk senseinya sendiri. Tanpa sadar, Menma bergumam lirih kepada dirinya sendiri sambil meneteskan air matanya.


" A-aku adalah wadah dari monster King Ghidorah dan jelmaan iblis? Apakah itu semua benar? Apakah aku tidak salah mendengarnya? Jika benar, kenapa selama ini, mereka menyembunyikan itu dariku. Bahkan, kaa-san tidak memberitahu tentang itu juga kepadaku. Sebenarnya, aku ini siapa? "