
Keesokan harinya, di sebuah rumah di mana Menma baru saja bangun dari tidurnya dan langsung mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, dia mengenakan pakaian yang sama seperti kemarin. Hari ini, Menma bersama dengan timnya akan mengikuti sebuah tes yang akan diadakan oleh Boris di lapangan latihan tim naga untuk menunjukkan kalau mereka layak dan pantas untuk menjadi genin.
" Hari ini, akan diadakan tes oleh Boris-sensei untuk menunjukkan apakah kami pantas untuk menjadi genin. Huh.. Sepertinya, ini akan berat sekali. Karena aku tidak tau, Boris-sensei akan menguji kami seperti apa. Apalagi, Boris-sensei menyuruh kami untuk tidak boleh sarapan. Yang ada, aku bisa kelaparan sebelum mengikuti tesnya. Aduuh.. Bagaimana ini? Hmm.. Kalau menurutku, tesnya akan berbentuk sebuah pertarungan di mana aku dan teman-temanku akan melawan Boris-sensei. Kalau begitu, aku akan membawa banyak perlengkapan untuk bertempur. Siapa tau kalau tebakanku benar saat tes nya dimulai. " gumam Menma setelah mengenakan pakaiannya.
Dia juga tidak makan sarapannya karena Boris menyuruh para murid geninnya untuk tidak boleh sarapan. Untuk berjaga-jaga jika harus bertarung melawan Boris, Menma memutuskan untuk membawa banyak perlengkapan seperti shuriken, kunai, dan lain sebagainya yang banyak serta memakai alat pelindung untuk melindungi beberapa bagian tubuhnya. Tidak lupa membawa tas panjang berisi banyak sekali panah dan sebuah busur yang menjadi senjata utama milik Menma. Setelah semuanya beres, Menma langsung mengenakan sepatu ninjanya dan keluar dari rumah serta mengunci pintunya. Setelah itu, dia langsung bergegas menuju ke lapangan latihan tim naga untuk mengikuti tes yang akan diadakan oleh Boris.
Sesampainya di sana, Menma melihat ada Kitara dan Keita yang juga sampai ke lapangan latihan tim naga. Terlihat dari raut wajah mereka yang sedikit lesu karena mereka juga tidak sarapan seperti yang disuruh oleh Boris. Kemudian, Menma langsung menyapa kepada mereka berdua.
" Ohayou, minna! "
" Ohayou mou, Menma! Ohayou, Keita! "
" Ohayou! "
Setelah itu, mereka saling bertatapan kepada satu sama lain.
" Kalian berdua terlihat agak lesu. Kalau boleh tau, ada apa dengan kalian? " tanya Menma.
" Aku tidak sarapan sebelum datang ke sini. Ya, sebenarnya aku masih kuat untuk mengikuti tesnya meskipun tidak sarapan sekalipun. " jawab Kitara.
" Hn, aku juga sama. Tapi, aku sendiri merasa biasa-biasa saja. " jawab Keita yang juga mengalami hal yang sama dengan Kitara.
" Heh.. Dari dulu, kau masih saja selalu begitu, Keita. Tapi apapun itu, aku yakin kalau kita bisa lulus dari tes yang diadakan oleh Boris-sensei nanti. " ucap Menma.
" Hmph. Memangnya, kau sendiri sudah sarapan atau tidak? Soalnya, aku lihat kau terlihat masih bersemangat sekali. " tanya Keita kepada Menma.
" Tentu saja tidak. Ya sebenarnya, aku juga sama seperti kalian. Tapi, aku berusaha untuk menahan rasa laparku sekuat mungkin agar bisa mengikuti tesnya dengan baik. " jawab Menma dengan penuh percaya diri.
" Mudah sekali untuk berbicara seperti itu. Tapi, kenyataannya bisa saja terjadi sebaliknya. Ngomong-ngomong, untuk apa kau membawa busur dan panah yang banyak itu? Aku juga melihat kau membawa banyak perlengkapan seperti ingin bertempur saja. " tanya Kitara.
" Ohh.. Aku membawa semua ini untuk jaga-jaga jika tes yang diadakan nanti, kita akan bertarung melawan Boris-sensei. Karena itulah, aku mempersiapkan ini sebelum aku berangkat ke sini. " jawab Menma.
" Souka. " balas Kitara.
" Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga membawa perlengkapan untuk menjalani tesnya nanti? " tanya Menma.
" Kalau soal itu, aku juga membawa banyak perlengkapan seperti shuriken dan kunai untuk bertarung. Sepertinya yang kau katakan barusan, aku juga berpikir kalau kita akan bertarung melawan Boris-sensei. " jawab Kitara.
" Souka. Lalu, bagaimana denganmu, Keita? " tanya Menma.
" Ya, aku juga memikirkan hal yang sama. Karena itulah, aku juga membawa beberapa perlengkapan dan senjataku untuk berjaga-jaga jika memang harus melawannya. " ucap Keita.
" Yokatta. Kalau begitu, kita tinggal menunggu saja seperti apa tes yang akan kita jalani dari Boris-sensei nanti. " ucap Menma yang dibalas dengan anggukan kepala dari Kitara dan Keita sebagai penanda kalau mereka menyetujuinya.
Waktu terus berlalu di mana Menma, Kitara, dan Keita sedang menunggu kedatangan Boris di lapangan latihan tim naga. Tetapi, belum ada tanda-tanda kalau sensei dari tim naga itu muncul di sekitar mereka bertiga. Hal itu membuat ketiga genin ini menjadi merasa bosan lagi karena sensei mereka belum kunjung datang. Padahal, mereka bertiga sudah berkumpul di lapangan latihan tim naga sebelum pukul tujuh tepat. Sesuai yang diperintahkan oleh Boris kalau hari ini, mereka bertiga tidak boleh sarapan dan datang terlambat. Tetapi, setelah waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, Boris malah belum terlihat batang hidungnya di sekitar lapangan latihan tim naga.
" Di mana Boris-sensei? Kenapa dia masih belum ada di sini? " tanya Menma.
" Entahlah. Padahal, ini sudah mau mencapai pukul tujuh lewat. Seharusnya, tesnya sudah dimulai dari tadi. Tapi, dia belum datang juga. " jawab Keita.
" Hai. Padahal, kita sudah berkumpul di sini sesuai dengan yang diperintahkan oleh Boris-sensei kemarin. Sepertinya, dia sendiri yang terlambat datang ke sini. " ucap Kitara.
" Cih.. Dasar. Kemarin, kita disuruh tidak boleh datang terlambat. Tapi, dia sendiri yang terlambat sekarang. Aku menjadi kesal dengannya. Apalagi, aku belum makan sedikitpun karena disuruh untuk tidak boleh sarapan. Hah.. Yang benar saja. " ucap Menma yang mulai merasa kesal dengan Boris.
" Hn. Sepertinya, ini seperti pada saat pembagian tim genin kemarin di mana kita sudah menunggu berjam-jam di dalam kelas sampai dia baru datang untuk menemui kita. " ucap Keita.
" Hai. Kita dibuat harus menunggu beberapa lama lagi sampai dia datang. Kalau begini, aku menjadi merasa bosan lagi. " ucap Kitara.
" Benar juga. Aku jadi mulai merasa lapar sekarang. Tapi, aku harus tetap kuat sampai Boris-sensei datang untuk mengadakan tesnya. " ucap Menma.
" Apakah kau yakin kalau dia akan datang ke sini. Kalau menurutku, dia pasti sengaja membuat kita harus menunggu lama lagi seperti kemarin dengan berbagai macam alasannya. Ditambah lagi dengan keadaan kita yang sedang kelaparan sekarang. Ini akan menjadi situasi sangat berat untuk kita. " ucap Keita.
" Kalau soal itu, kau benar juga. Ahhh.. Dia itu payah juga rupanya. Jounin sensei macam apa dia itu. Hufft.. " ucap Menma sambil menghela nafasnya dengan kasar.
" Hmph.. " dengus Keita.
Ya, seperti dengan yang dipikirkan oleh mereka bertiga kalau Boris sudah terlambat untuk datang ke sana. Saat ini, jam menunjukkan pukul tujuh lewat beberapa menit dan belum ada satupun tanda-tanda dari Boris yang akan datang. Hal itu membuat tiga genin ini harus menunggu lagi sampai jounin senseinya datang.
Satu jam beberapa menit berlalu. Boris belum kunjung datang ke lapangan latihan tim naga. Saat ini, para genin dari tim naga sedang duduk di sebuah batu besar sebagai senderannya. Terlihat dari raut wajah mereka yang sangat lemas karena mereka bertiga belum sarapan sama sekali semenjak datang ke sana karena atas perintah dari Boris. Selain itu, mereka bertiga juga sudah sangat bosan dan jenuh untuk menunggu kedatangan jounin senseinya. Tidak ada satupun yang angkat bicara. Semuanya sedang tertidur pulas di sana dalam keadaan perut kosong. Mereka merasa lemas sekali karena tidak ada asupan energi untuk membuat mereka tetap bertenaga sampai tesnya dimulai. Hingga beberapa lama kemudian, ada seseorang yang berpakaian shinobi lengkap dengan hitai-ate (ikat kepala) nya datang menghampiri mereka bertiga. Orang itu sangat terkejut karena melihat ada tiga anak yang sedang terduduk lemas di sebuah batu karena telah menahan rasa laparnya dan menunggu terlalu lama. Akhirnya, orang itu memutuskan untuk membangunkannya.
" Oi! Bangunlah, nak! "
Akhirnya, yang dibangunkan mulai membuka matanya secara perlahan setelah ditepuk pipinya oleh orang itu.
" Hehehe. Gomenasai. Tadi, sebelum aku datang ke sini, aku sempat ada urusan mendadak yang harus aku kerjakan. Selain itu, ada orang yang meminta pertolonganku di tengah perjalanan. Jadinya, aku memutuskan untuk membantunya terlebih dahulu. Kemudian, saat mau menuju ke sini, tiba-tiba aku kehilangan arah dan terjebak di suatu tempat yang disebut sebagai kehidupan. Oleh sebab itulah kenapa aku bisa datang terlambat karena aku harus bersusah payah untuk mencari jalan keluar dari sana agar bisa sampai ke sini meskipun dengan memakan waktu yang lama. "
Mendengar alasan yang bisa dikatakan agak tidak masuk akal itu, membuat Menma menjadi 'sweatdrop ' sambil bingung sendiri dengan mulutnya yang menganga.
" Alasan macam apa yang sensei katakan itu?! Aku tidak mengerti sama sekali! Selain itu, urusan apa yang sampai membuat sensei harus mengerjakannya sampai selama ini? " tanya Menma dengan nada kesal.
" Ya, kau tau sendiri kalau pekerjaanku sebagai shinobi memang sangat banyak dan tidak semuanya bisa diselesaikan dengan cepat karena aku harus melakukannya dengan sangat teliti agar tidak terjadinya kesalahan ataupun ada yang terlewat sedikitpun. Itulah sebabnya aku kehabisan waktuku untuk datang ke sini. Belum lagi dengan kondisi di perjalananku seperti yang aku katakan sebelumnya. Bagaimana, apakah kau mengerti dengan maksudku? " ucap Boris.
" Hai. Aku mengerti, sensei. Tapi, tetap saja kalau aku masih tidak menerima alasan seperti itu karena sensei pernah menyuruh kami untuk tidak boleh terlambat ke sini seperti yang sensei katakan kemarin. Di saat kami sudah datang ke sini tepat waktu, tapi sensei malah datang terlambat lama sekali. Hufft.. " ucap Menma sambil menghela nafas dengan kasar karena masih kesal dengan senseinya itu.
" Yare-yare. Sekali lagi, gomenasai. Ya sudah. Sekarang, aku memintamu untuk membangunkan teman-temanmu karena aku akan mengadakan tes seperti yang aku umumkan kemarin. Cepatlah! " ucap Boris sambil memerintahkan Menma untuk membangunkan teman-temannya karena tesnya akan segera dimulai.
" Hai, sensei. Oi, minna! Bangunlah! Boris-sensei sudah datang. "
Akhirnya, Kitara dan Keita mulai membuka matanya secara perlahan.
" Hmm? Ada apa, Menma? Apakah Boris-sensei sudah datang? " tanya Kitara.
" Hai, dia sudah datang barusan. Cepat bangun karena tesnya akan segera dimulai. " seru Menma.
" Hah, benarkah?! Ya sudah, Ikuzo! " ucap Kitara yang segera bangkit untuk berdiri.
" Ohh.. Dia sudah datang ya. Ke mana saja dia sampai-sampai dia terlambat lagi seperti kemarin? tanya Keita yang juga ikut bangkit untuk berdiri.
" Entahlah. Alasannya tidak bisa aku mengerti. Tapi yang penting, dia sudah datang seperti yang kita harapkan. Cepatlah! Boris-sensei sedang menunggu kita di sana. " ucap Menma yang juga bangkit untuk berdiri.
" Hm/Hn. " balas serempak dari Kitara dan Keita.
Akhirnya, para genin dari tim naga langsung bergegas menuju ke hadapan Boris. Sesampainya di sana, Boris langsung memulai pembicaraan kepada mereka bertiga.
" Yosh. Karena kalian semua sudah berkumpul di sini, aku akan langsung ke intinya saja. Seperti yang pernah aku umumkan kemarin kalau hari ini, aku akan mengadakan tes kepada kalian untuk memastikan bahwa apakah kalian bertiga pantas untuk menjadi genin. " ucap Boris.
" Tesnya seperti apa yang akan kami lakukan, sensei? " tanya Kitara.
" Tesnya sederhana saja. Kalian akan menghadapi tantangan bertahan hidup dengan cara yang kalian miliki masing-masing. " jawab Boris.
" Tantangan bertahan hidup? Maksud sensei, apakah kita akan menghadapi sesuatu yang menyerang kita? " tebak Menma.
" Emm.. Bisa dikatakan begitu. Selain itu, yang akan kalian hadapi sekarang adalah.. aku. Jadi, tantangan bertahan hidup yang aku maksud adalah kalian bertiga harus melawanku agar bisa lulus dari tes ini. " ucap Boris.
" Nani?! Itu berarti, kami akan bertarung melawan Boris-sensei? " tebak lagi Menma yang mendapatkan anggukan kepala dari Boris sebagai jawaban ' iya '.
' Wahh.. Sudah kuduga kalau kita akan bertarung melawan Boris-sensei. Untungnya, aku sudah membawa senjata dan perlengkapan bertempurku. Aku harap yang kubawa ini cukup untuk melawannya. ' batin Menma yang sudah menduga kalau tes yang akan dia dan teman-temannya hadapi adalah bertarung melawan Boris.
' Ternyata, apa yang kupikirkan benar. Kita akan melawan Boris-sensei. Untungnya, aku juga sudah membawa perlengkapanku untuk bertarung. ' batin Kitara.
' Bertarung ya. Hmm.. Kelihatannya menarik karena aku ingin tau kekuatannya sebagai seorang jounin seperti apa. Selain itu, aku juga membawa perlengkapan dan senjataku untuk melawannya. Kalau begitu, aku harus serius agar bisa mengalahkannya agar bisa lulus dari tes ini. ' batin Keita.
Kemudian,
" Sepertinya, kalian bertiga membawa perlengkapan dan senjata masing-masing ya. Kalau begitu, itu menandakan kalau kalian memiliki persepsi yang bagus. " ucap Boris setelah melihat ada perlengkapan dan senjata yang dibawa oleh para geninnya.
" Hehehe.. Sebenarnya, aku cuma menebak kalau tes ini isinya kalau kami bertiga akan melawanmu, Boris-sensei. Karena itulah, aku membawa semua ini untuk berjaga-jaga jika tebakanku benar. " ucap Menma sambil mengusap menggaruk kepalanya yang tidak gatal beserta cengiran di wajahnya.
" Ya, itu tidak masalah. Yang penting, kalian sudah siap untuk menghadapi tes ini. Selain itu, ada hal yang ingin kusampaikan kepada kalian bertiga kalau tes ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dan tingkat keberhasilannya hanya sebesar lima persen. Dulu, aku pernah membimbing beberapa tim genin sebelum kalian yang pernah mengikuti tes yang aku adakan ini. Hasilnya, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil dan malah berakhir dengan kembali ke akademi lagi. Jadi, kalian tidak boleh menganggap enteng terhadap tes yang aku adakan ini karena ini menyangkut karir kalian sebagai shinobi. " ucap Boris yang membuat Menma, Kitara, dan Keita menjadi terkejut.
Mereka tidak mengira kalau tes yang akan mereka hadapi sangat sulit yang sampai membuat para tim genin sebelumnya dikembalikan ke akademi lagi karena gagal. Ditambah lagi dengan persentase keberhasilan di tes yang diadakan oleh Boris ini sangatlah kecil.
' Nani!? Kalau sampai gagal, kita akan dikembalikan ke akademi lagi. Tidak. Aku tidak boleh gagal. Aku harus bisa lulus dari tes ini. Aku tidak mau mengulangi kesalahanku sebelumnya yang sempat membuatku gagal pada waktu itu. ' batin Menma.
' Segitukah, tingkat keberhasilan dari tes ini sampai-sampai membuat tim genin sebelum kita gagal? Kalau begitu, aku harus berhasil menghadapi tes ini. Jika memang harus bertarung melawan Boris-sensei, aku siap karena aku tidak ingin berakhir dengan dikembalikan ke akademi lagi. ' batin Kitara.
' Nampaknya, dia sedang tidak bermain-main dengan ucapannya. Kalau begitu, aku akan serius melawan jounin sensei ini. Sia-sia saja lulus menjadi genin kalau sampai gagal menghadapi tes ini. ' batin Keita.
" Yosh. Sekarang, aku akan menjelaskan peraturannya. Syarat untuk lulus dari tes ini adalah kalian harus bisa mengalahkanku dengan cara apapun. Bahkan jika perlu, kau boleh bertarung dengan niat membunuh. Gunakanlah strategi yang tepat untuk mengatur tindakan yang ingin kalian lakukan. Selalu perhatikan ke sekelilingmu untuk memastikan situasi dan keberadaan lawan. Jika ingin bersembunyi, pastikan kalian menutupi hawa keberadaan seperti jejak, jangkauan, dan lain sebagainya agar tidak ketahuan. Selain itu, waktu yang akan kuberikan di tes ini sampai tengah hari. Jika kalian bertiga tidak bisa mengalahkanku sampai waktunya habis, maka kalian akan gagal dan tidak akan kuberi makan siang. Apakah kalian semua paham? "
" Hai! "
" Yosh. Kalau begitu, tesnya kunyatakan dimulai! "
Akhirnya, Boris memulai tesnya dan para genin langsung bergerak meninggalkan posisinya untuk segera bersembunyi.