
Setelah menjalin hubungan pertemanannya, Nia dan Tora ingin mengajak Menma untuk bermain berburu bersama mereka di hutan.
" Menma, apakah kau ingin ikut bermain berburu dengan kami? " tanya Tora.
" Bermain berburu apa? "
" Bermain berburu kelinci hutan. Sebenarnya,kami sedang ingin memburunya dari awal. Tapi, karena dia sudah berlari terlalu jauh dari, jadi kami ingin mencarinya lagi. Bagaimana, apakah kau ingin ikut? " ajak Nia.
" Tentu saja, aku ikut. Kebetulan juga, aku membawa busur dan panahku untuk latihan berburu. " jawab Menma.
" Baguslah, ayo kita berangkat. " seru Tora.
" Ayo!!! "
Pada Akhirnya, mereka bertiga berangkat untuk memburu kelinci hutan lagi di pedalaman Verno Woods. Beberapa saat kemudian saat mereka tengah mencari kelinci hutan untuk diburu, mereka menemukannya di dekat sungai. Di sana, juga terdapat kelinci-kelinci hutan lainnya yang sedang memakan rumput. Hal itu menjadi kesempatan besar untuk Menma, Nia dan Tora untuk memburu salah satu dari kelinci hutan itu yang sedang bersantai di dekat sungai sana. Tetapi, sebelum melakukan perburuan, Tora ingin menyusun strategi dengan teman-temannya untuk menangkap salah satu kelinci hutan di sana.
" Teman-teman, itu lihat ada banyak kelinci hutan di dekat sungai sana. "
" Iya, kau benar. Ada banyak sekali mereka disana. Tapi, kelinci hutan yang mana akan kita buru? " Tanya Nia.
Menma melihat ada kelinci hutan yang berbadan gemuk yang sedang memakan rumput di dekat bebatuan dan dia meminta teman-temannya agar mereka memburu kelinci hutan itu.
" Lihat, ada kelinci hutan yang berbadan gemuk di bebatuan. Pasti, dia bakal menjadi sasaran yang mudah untuk kita buru. Bagaimana menurut kalian? "
" Aku rasa, dia terlalu besar untuk diburu. Selain itu, dia agak susah jika ingin menangkap karena badannya terlalu gemuk untuk dipegang." jawab Tora.
" Bagaimana dengan kelinci hutan yang ada disana itu? " tanya Nia sambil menunjukkan tangannya kearah kelinci hutan yang berukuran lebih kecil daripada kelinci hutan yang ditunjuk Menma.
" Tidak, dia terlalu lincah untuk ditangkap. "balas Tora sambil mencari kelinci hutan yang pas untuk diburu.
Akhirnya, Tora menemukan kelinci hutan yang berukuran pas yang berada di pinggir sungai.
" Bagaimana dengan kelinci hutan yang ada dipinggir sungai itu? " tanya Tora sambil menunjuk ke arah kelinci hutan yang dia maksud.
" Kelihatannya boleh juga. " jawab Menma.
" Ya, aku setuju dengan itu. " jawab Nia.
Kemudian,
" Oke. Sekarang kita atur strategi untuk menangkap kelinci hutan itu. kita akan berpencar untuk menangkapnya dari tiga arah yang berbeda dan masing-masing akan memainkan peranan yang aku siapkan untuk melakukan perburuan ini. " ucap Tora sambil mempersiapkan strategi yang akan disusun.
" Hah!? Peranan apa yang kau maksud. " tanya Menma dengan raut wajahnya yang kebingungan.
" Jadi begini, masing-masing dari kita akan melakukan satu tugas untuk memainkan perannya dalam perburuan ini. Yang pertama, Menma. Tugasmu, mengalihkan perhatian kelinci hutan itu dengan menembakkan panah dari arah depannya tapi jangan mengenai kelinci itu dulu. Yang kedua, aku akan bertugas untuk menghadang jalan dengan menembakkan panah ke arahnya agar dia berhenti sejenak. Lalu, Nia akan menjalankan tugas terakhirnya yaitu menembakkan panah kearah kaki kelinci hutan itu dan kita bisa menangkap kelinci hutan itu. Bagaimana menurut kalian? "
" Baiklah, aku akan ikuti strategimu, Tora. "
" Baiklah kalau begitu, ayo kita lakukan ini teman-teman! " seru Tora.
" Ayo!!! "
Akhirnya mereka bertiga langsung bergerak kearah kelinci hutan yang dijadikan sebagai targetnya serta menjalankan tugas dan peran sesuai yang ditetapkan sebelumnya.
Tak perlu lama-lama, Mereka telah berada di posisinya masing-masing untuk melakukan perburuan. Pertama, Menma langsung menembakkan panahnya kearah depan target tanpa mengenainya. Kemudian, kelinci hutan itu langsung kaget dan berlari ke arah belakang. Menma mengejarnya dari belakang sementara itu, Tora bersiap untuk menghadang jalan dari kelinci hutan itu. Dia menembakkan panahnya ke arah tanah tepat di depan kelinci hutan itu. Tetapi, kelinci hutan it terus berlari dan menghindari datangnya panah yang ditembakkan oleh Tora. Kemudian, Kelinci hutan itu akhirnya terhenti sejenak setelah Tora menembakkan beberapa panahnya yang mendarat ke depan kepala kelinci hutan itu dan memberi kesempatan Nia untuk melakukan tugas terakhirnya. Di saat itu juga, Nia menembakkan panah ke arah kaki kelinci hutan itu untuk melumpuhkannya. Tetapi, tembakkannya meleset dan kelinci hutan itu berusaha untuk kabur dari mereka bertiga. Kelinci hutan itu berlari ke arah Menma dan Tora meminta Menma untuk menangkapnya dari depan.
" Menma, kelinci itu berlari ke arahmu. Kau bersiaplah untuk menangkapnya! " perintah Tora kepada Menma.
" Baik! Serahkan itu padaku. " jawab Menma sambil bersiap untuk menangkap kelinci buruannya.
Saat Menma mencoba untuk melompat dan menangkap kelinci hutan itu, kelinci hutannya berhasil menghindari tangkapannya Menma dan dia terus berlari menjauhinya.
" Ahh sial! Dia lolos. "
Menma kembali berusaha mengejar kelinci buruannya. Mereka bertiga mencoba menghentikan kelinci hutan itu dengan menembakkan panah ke arahnya. Tetapi, tak satu pun tembakkan yang berhasil mengenainya dan kelinci hutan itu terus berlari dari mereka.
" Sepertinya kita harus mengepungnya dari arah yang berbeda. Menma, kau ke arah kiri. Nia, kau tetap di belakang. Aku akan menggiringnya ke arah bebatuan atau pepohonan agar kita bisa menangkapnya. " seru Tora.
" Baik!!! "
Akhirnya mereka berpencar dan menggiring kelinci hutan itu ke arah bebatuan atau ke pepohonan. Hingga beberapa saat kemudian, Menma, Nia dan Tora berhasil menggiring kelinci hutan itu ke sebuah batu besar. Di situlah, mereka akan memulai pengepungan terhadap kelinci hutan itu. Pertama, Menma menembakkan panahnya ke sekitar belakang kaki kelinci agar dapat membatasi ruang geraknya. Lalu, Tora menghadangnya dari depan agar tidak kabur dan Nia bersiap menembakkan panahnya ke arah kaki kelinci hutan itu. Namun, kelinci hutan itu kembali meloloskan diri dari pengepungan dan mereka mencoba menembakkan panahnya ke arah kelinci buruannya.
" Aku akan menangkapnya! Hei, ke sini Kau! "seru Menma yang mencoba berlari mengejar kelinci hutan itu dengan sekuat tenaga agar dia dapat menangkap buruannya dengan tangannya sendiri.
"Tunggu Menma! Jangan terlalu buru-buru menangkapnya! " teriak Tora.
Tetapi, Menma tidak menggubris teriakannya Tora dan terus mengejar kelinci hutan itu. Saking fokusnya ke arah kelinci buruannya yang terus berlari darinya hingga akhirnya, Menma dengan cerobohnya malah tertabrak pohon dan terjatuh karena tidak memperhatikan jalan yang dia lalui.
" Aduuuh! " teriak Menma.
Teman-temannya yang melihat itu langsung terkejut akan kecerobohan Menma yang telah dia lakukan.
" Ya ampun! Menma!? " kejut Nia.
" Payah! Apa-apaan dia sampai tertabrak pohon begitu. Nia, kau bantu Menma! Biarkan aku yang akan tetap mengejar kelinci itu. " seru Tora.
" Baiklah, Tora. Kau berhati-hatilah! "
Akhirnya, Nia memutuskan untuk membantu Menma sedangkan Tora tetap mengejar buruannya.