AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 1 " FRACTION AND POWER "



Beratus-ratus tahun kemudian setelah terjadinya perang besar di Athanor, suasana di sana kembali aman dan juga damai. Berkat jasa-jasa dari pasukan Afata yang berhasil mengalahkan pasukan kegelapan, telah memberikan harapan yang bersinar kepada seluruh kaum di Athanor untuk kembali menjalani kehidupan normalnya di mana mereka tidak perlu takut lagi akan adanya ancaman terror dari pasukan kegelapan karena mereka tidak akan kembali lagi menginvasi ke Athanor untuk waktu yang sangat lama atau bahkan selamanya. Kisah tentang sang pahlawan legendaris yang mengakhiri peperangan yang terjadi di Athanor dulu, masih terus dikenang hingga ke generasi selanjutnya di negeri Afata.


Sang pahlawan legendaris telah memberikan banyak dedikasinya yang luar biasa di mana dia yang telah menyebarluaskan ajaran dan teknik dari ninjutsu serta bersedia untuk melindungi dan menjaga negeri Afata beserta segala dalam isinya dengan segenap kekuatan, kesetiaan, semangat, jiwa, raga dan tekad yang kuat. Dia juga yang menjadi cikal bakal lahirnya sebuah peradapan baru yang disebut sebagai elf shinobi di mana sang pahlawan legendaris memberikan ilmu pengetahuannya berupa teknik-teknik yang berkaitan dengan seputar ninjutsu kepada para pejuang elf yang tertarik untuk mempelajarinya dan menggunakannya untuk melindungi dan menjaga negeri Afata dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar.


Seiring dengan berjalannya waktu, ninjutsu mulai diajarkan oleh guru-guru maupun dari para senior kepada para pejuang baru di setiap klannya masing-masing yang akan meneruskan perjuangan dan warisan yang ditinggalkan oleh sang pahlawan legendaris agar keberadaan elf shinobi terus terjaga dan senantiasa berkembang menjadi lebih kuat dan tangguh dari para pendahulunya. Keberadaan elf shinobi mulai menyebar luas ke berbagai penjuru negeri Afata yang di mana jumlahnya (terutama klan elf ninja yang terbentuk) semakin banyak dan semakin sulit untuk dikendalikan laju pertumbuhannya. Untuk mengatasi hal itu, pada akhirnya sang ratu elf memutuskan untuk membagi kekuatan dari para elf shinobi ke dalam bentuk yang disebut dengan fraksi yang terbagi berdasarkan wilayah dan habitat yang ditempati oleh setiap klan elf shinobi tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengimbangi kekuatan dari para elf shinobi dengan kekuatan lainnya di negeri Afata agar tidak menumpuk pada satu tempat yang sama.


Kemudian, terbentuklah fraksi-fraksi yang berdasarkan dari wilayah dan habitat yang ditempati oleh tiap klan elf shinobi ke dalam jumlah yang lebih sedikit dari total keseluruhan jumlah asli klan elf shinobi. Di tiap-tiap fraksi juga akan didirikan sebuah pemukiman di mana isinya akan dihuni oleh para penduduk kaum elf serta beberapa klan elf shinobi yang tergabung di dalamnya yang tinggal di wilayah tertentu. Lalu, masing-masing pemukiman juga mendirikan sebuah akademi ninja di mana para pemula mendapatkan pengetahuan umum tentang seputar negeri Afata dan shinobi serta bisa memulai karirnya dari usia dini menjadi seorang elf ninja. Tidak hanya itu, beberapa profesi yang menggunakan ninjutsu juga didirikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan di setiap pemukiman. Pada akhirnya, peradaban elf shinobi mulai tertata rapi dan keseimbangan kekuatan di dalam negeri Afata tetap terjaga dengan tidak mengurangi maupun menambahkan porsi kekuatan itu sendiri.


Berbagai konflik yang terjadi disebabkan oleh beberapa alasan yang diantaranya adanya rasa ketidakpuasan dari pihak-pihak di kalangan klan shinobi dengan terbentuknya fraksi-fraksi yang dinilai kurang efektif dalam mengatur keseimbangan kekuatan di negeri Afata. Ada juga yang beralasan bahwa terbentuknya fraksi-fraksi dapat memicunya disintegrasi sosial antar klan elf shinobi itu sendiri. Bahkan ada yang lebih parahnya lagi yang mengatakan bahwa dengan adanya fraksi-fraksi ini dapat menimbulkan berbagai konflik internal seperti contoh, penyalahgunaan ninjutsu yang biasanya akan memicu terjadinya pemberontakan yang diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan terjadinya kudeta terhadap pimpinan fraksi dan berujung dengan perang antar fraksi shinobi. Ada alasan eksternal yang mengatakan bahwa adanya kehadiran tentara manusia yang menjadi ancaman berupa pengambil alihan wilayah negeri Afata serta perang antara kaum dari hutan Afata dengan manusia akan menjadi sulit diatasi jika kekuatan dari pasukan elf shinobi dipencar menjadi beberapa fraksi sehingga akan berakibat terjadinya gagal komunikasi antar fraksi shinobi karena kendala jarak yang jauh.


Biasanya, ketika berbagai persoalan seperti itu muncul, sang ratu elf dan sang pahlawan legendaris bisa bekerja sama untuk mengatasi berbagai persoalan itu dengan mudah. Namun, dikarenakan sang pahlawan legendaris sudah tidak ada lagi di negeri Afata ditambah lagi dengan sang ratu elf yang pengetahuannya tentang shinobi dan ninjutsu masih kurang menjadi salah satu faktor sulit dalam memecahkan persoalan yang terjadi di negeri Afata. Hingga pada ujungnya, beberapa konflik yang terjadi dalam fraksi maupun antar fraksi shinobi mulai tidak terlalu diperhatikan lagi oleh pemerintah pusat negeri Afata. Semuanya berjalan kacau tanpa adanya arahan dan instruksi dari sang pahlawan legendaris yang menyebabkan terjadi pergolakkan dari fraksi-fraksi shinobi itu sendiri yang berujung terjadinya peperangan di dalam negeri Afata. Belum lagi ditambah dengan adanya konflik antara manusia dengan kaum elf yang dilatar belakangi dengan perebutan wilayah di negeri Afata serta adanya eksistensi kaum manusia yang sangat luas akan mengancam keberadaan kaum-kaum lainnya di Athanor termasuk juga kaum elf yang menjadi penyebab terjadinya berbagai macam pertempuran antara elf shinobi dengan tentara manusia sering terjadi.


Selain itu,  kisah perjuangan sang pahlawan legendaris yang berusaha menyatukan kekuatan di dalam negeri Afata untuk melawan pasukan kegelapan yang mencoba untuk menguasai Athanor, mulai dilupakan secara perlahan oleh beberapa kalangan di sana. Apapun yang telah terjadi di masa lalu yang di mana banyaknya tumpah darah di negeri Afata sebagai akibat dari meletusnya peperangan besar hanya menjadi angin lewat di dalam pikiran para penduduknya. Semua yang diajarkan oleh beberapa kalangan di fraksi-fraksi shinobi tidak sejalan dengan yang diajarkan oleh sang pahlawan legendaris. Ninjutsu yang semula digunakan untuk melindungi dan menjaga negeri Afata dari berbagai ancaman yang muncul malah menjadi alat persenjataan untuk menunjukkan eksistensinya yang sangat tinggi dari tiap-tiap fraksi itu sendiri sehingga timbulnya peperangan antar fraksi maupun klan shinobi yang berlangsung selama ratusan tahun di negeri Afata.