
Keesokan harinya di akademi,
“ Yosh, minna-san. Untuk pelajaran ini, saya akan menunjukkan salah satu keahlian dari seorang ninja yaitu melempar shuriken. Shuriken adalah semacam alat bantu atau senjata yang digunakan oleh para ninja untuk melakukan serangan atau membuat pengalihan terhadap musuh-musuhnya dari jarak jauh. Nah, ini adalah shuriken *sambil menunjukkan shuriken kepada para murid*. Bentuk dari shuriken ini kecil dan berbentuk seperti bintang. Benda ini memiliki ukuran yang bermacam-macam tergantung situasi yang sedang dihadapi. Cara penggunaanya adalah kalian bisa melemparkannya secara mendatar atau tegak lurus sesuai dengan keahlian kalian masing-masing. Berbeda dengan sekedar melempar benda biasa, shuriken harus dilempar seakurat mungkin agar bisa mengenai tepat sasaran. Akan saya perlihatkan kepada Kalian. ”
Lalu, Merlin memperlihatkan teknik melempar shuriken sesuai yang dia jelaskan sebelumnya kepada murid-muridnya.
“ Nah, kalian bisa melihat shuriken-shuriken yang saya lempar ke arah sasaran itu. Yosh, kali ini saya ingin melihat kemampuan melempar shuriken kalian di hadapanku. Saya akan memanggil secara satu per satu untuk memulai prakteknya. Kita mulai dari Kitara. Silahkan, kau maju ke depan. ”
" Hai, sensei. "
Kitara langsung maju ke depan dan memulai teknik melempar shurikennya. Hasilnya, Kitara berhasil melemparkan beberapa shurikennya ke arah tepat sasaran.
“ Sugoi, lumayan juga kau, Kitara. Nah, sekarang kau boleh kembali. ”
" Arigatou, sensei. "
Kitara langsung kembali ke kerumunan teman-teman lainnya.
“ Wahh... dia hebat juga lemparan shurikennya. ” kejut Menma.
“ Iya, kau tau kalau Kitara juga merupakan anak yang jenius yang hampir sama dengan Keita. ” jawab Tora.
“ Iya, kau benar, Tora. Dia pasti sangat berbakat. ” balas Nia.
" Begitu ya. Sugoi. " sahut Menma.
“ Selanjutnya, saya memanggil Yura. Silahkan, kau maju ke depan. ” seru Merlin.
" Hai, sensei. "
Yura langsung maju ke depan dan mempraktekkan teknik lemparan shurikennya. Hasilnya, Yura juga berhasil melemparkan beberapa shurikennya tepat sasaran tapi ada yang hampir luput dari sasaran.
“ Hmph. Hasilnya tidak buruk. Yosh, kau boleh kembali. ”
" Arigatou, sensei. "
Yura kembali ke kerumunan yang lainnya.
“ Hehehe. Kau berhasil, Yura. Ya meskipun ada yang hampir tepat sasaran, tapi kau melakukannya dengan baik. ” sahut Juto.
“ Iya, aku tau karena aku sudah berlatih ini sebelumnya. Jadi, ini tidak masalah untukku. ” balas Yura.
Kemudian,
“ Selanjutnya adalah Keita. Silahkan kau maju ke depan. ”
" Hai, sensei. "
' Heh... Ini terlalu mudah untukku. Tapi, aku akan melakukannya. ' batin Keita.
Keita langsung ke depan untuk mempraktekkan lemparan shurikennya. Tapi, di saat yang sama, para penonton langsung beramai-ramai mendukung Keita agar dia menunjukkan yang terbaik.
“ Ayo Keita. Semangat. ”
“ Iya, Keita. Berjuanglah. ”
“ Keita, tunjukkan kemampuan terbaikmu. Kau pasti bisa melakukannya. "
Para penonton termasuk Juto dan Yura terus memberi dukungan kepada Keita yang sedang ingin praktek.
' Hffft. Berisik sekali orang-orang di sana. Mengganggu sekali. ' batin Keita yang terganggu akibat dari kebisingan dari para penonton.
Tapi, di sisi lain,
“ *Kesal* Keita, dia selalu aja mendapat dukungan banyak aja seolah-olah dia yang paling populer di sini. Hffft. ” gumam Menma dengan nada kesal.
“ Biarkan saja, Menma. Dia memang selalu begitu oleh anak-anak lainnya. Terutama anak-anak perempuan. ” ucap Tora.
" Iya. Meskipun aku sangat mengaguminya, aku sendiri tidak begitu tertarik dengannya. Malahan, aku menganggap kalau semua anak di kelas kita sama hebatnya. " ucap Tora.
" Iya. Kau benar juga, Nia. Jadi, kau tidak perlu merasa terlalu iri dengannya, Menma. Toh, masih ada kita berdua di sini mendukungmu setiap saat kau tau. " ucap Tora.
" Ohh. Begitu ya. Souka. " balas Menma.
Keita langsung bersiap untuk melempar shurikennya dan dia berhasil. Shurikennya tertancap di sasaran dengan sempurna. Para penonton langsung bergembira dan bersorak sambil memuji Keita yang telah melakukan yang terbaik.
“ Itu luar biasa, Keita. Yosh, kau boleh kembali. ”
" Arigatou, sensei. "
Keita langsung kembali ke kerumunan.
“ Yosh, sekarang giliran berikutnya adalah Menma. Silahkan kau maju ke sini. ”
" Yoshaaa, ini giliranku. Aku akan tunjukkan kalau aku juga bisa melemparnya tepat sasaran seperti Keita. ” Seru Menma sambil bersiap untuk maju ke depan.
“ Ganbatte, Menma. Aku yakin kau pasti bisa melakukannya. ” ucap Nia.
“ Iya, lakukanlah yang terbaik. Ganbatte, Menma. ” ucap Tora.
“ Arigatou atas dukungannya, minna. Sekarang, ini waktunya. ” ucap Menma.
Menma langsung bergerak ke depan dan bersiap untuk mempraktekkan lemparan shurikennya ke arah sasaran yang dituju. Kemudian,
“ Ini dia! ”
Menma melempar shurikennya secara tegak lurus tapi hasilnya, shurikennya melenceng dari sasaran. Para penonton yang melihat itu langsung tertawa.
“ Ehh...Nani!?! ” kejut Menma sambil melihat shurikennya jauh dari sasaran.
Lalu,
“ Baiklah, Menma. Kau punya dua kali kesempatan. Jadi, silahkan coba lagi. ” seru Merlin.
“ Hai, sensei. Aku akan coba lagi. ”
Menma langsung melempar shuriken untuk yang kedua kalinya. Tapi, hasilnya sama saja karena shuriken yang dilemparnya semakin melenceng jauh dari sasaran. Akhirnya, Merlin menawarkan kesempatan terakhir untuk Menma agar dia bisa melempar shurikennya ke arah sasarannya. Menma mengambil kesempatan terakhir itu dan dia melemparkan shurikennya lagi dan hasilnya jauh lebih buruk dari sebelumnya. Shurikennya mendarat dua jengkal dari posisi di mana Menma melempar dan hal itu membuat para penonton semakin tertawa kencang.
' Ya ampun. Anak ini menyedihkan sekali. ' batin Merlin yang melihat Menma dengan hasilnya yang amat buruk.
“ Yosh. Itu sudah cukup, Menma. Kau sudah melakukan sebisamu. Sekarang kau kembalilah. ” seru Merlin.
" Hai, sensei. "
Menma langsung kembali ke kerumunan dengan rasa kecewa.
“ Tidak apa-apa, Menma. Lain kali, cobalah yang lebih baik lagi dari itu. ” jawab Nia sambil menyemangati Menma.
“ Iya, aku tau. Terima kasih. ” balas Menma.
Di sisi lain,
' Hmph. Dasar pecundang. Dia memang tidak berbakat. '
Waktu berlanjut hingga pelajaran berikutnya.
“ Yosh, minna-san. Kali ini, saya akan menjelaskan kepada kalian tentang ninjutsu. Ninjutsu adalah teknik atau kemampuan khusus yang dimiliki oleh para ninja yang menghasilkan sebuah kekuatan yang terpancar dari dalam diri mereka. Biasanya, ninjutsu bisa berupa kekuatan yang digunakan untuk menyerang lawan, melindungi diri dan kawan, pencarian, komunikasi, dan lain sebagainya saat dibutuhkan. Kekuatan yang dipancarkan dari teknik ninjutsu ini dikenal dengan sebutannya yaitu jutsu. Sebuah jutsu bisa diciptakan dari perpaduan energi fisik dan spiritual di dalam tubuh yang dikenal sebagai chakra. Chakra sangat dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah jutsu dan setiap jutsu membutuhkan jumlah chakra yang berbeda-beda sesuai dengan jenis jutsu yang ingin dikeluarkan. Setiap ingin mengeluarkan jutsu, seseorang harus membentuk gerakan jari-jari tangan yang dikenal sebagai segel tangan. Terdapat 12 macam segel tangan yang digunakan untuk mengeluarkan sebuah jutsu dan setiap jutsu membutuhkan jumlah dan macam-macam segel tangan yang berbeda untuk dibentuk. Nah, di sini saya akan memperagakan 12 jenis segel tangan yang digunakan untuk mengeluarkan jutsu. Diantaranya seperti ini. ”
Merlin memperagakan 12 jenis segel tangan kepada para muridnya. Kemudian,
“ Yosh. Kalian sudah melihat bentuk dan menghafal nama-nama dari kedua belas segel tangan yang saya perlihatkan kepada kalian. Sekarang, saya ingin memperlihatkan salah satu dari jutsu dari teknik ninjutsu yang ingin saya tunjukkan. Namanya adalah bunshin no jutsu. Jutsu ini berupa kemampuan untuk menggandakan diri menjadi jumlah yang lebih banyak dengan mengambil beberapa chakra yang ada di dalam tubuh. Bunshin no jutsu bisa membuat bayangan tiruan seseorang menjadi lebih banyak tergantung dari persediaan chakra yang dimiliki dan bisa diaktifkan dengan satu segel tangan khusus saja yaitu seperti ini. ”
Merlin mulai memperagakan sebuah jutsu dengan membentuk satu segel tangan khusus seperti yang dijelaskan sebelumnya.
“ Ini dia, bunshin no jutsu. ”
BOOFFF!!!
Kemudian, langsung keluar asap yang muncul secara tiba-tiba dan muncullah tiruan Merlin dalam bentuk bayangan yang menyerupai wujud aslinya. Para murid yang melihatnya langsung terkejut dan terkagum karena Merlin terlihat ada dua.
“ Wahh!!! Guru Merlin ada dua. Hebat! ” kejut Menma.
“ Iya, hebat sekali jutsu itu. ” sambung Tora.
“ Itu jutsu yang sangat mudah untuk dikeluarkan. Bagiku itu biasa saja. Aku sudah berlatih itu beberapa kali. ” jawab Keita.
“ Iya, kita sudah mempraktekkannya beberapa kali sebelumnya. Jadi ini tidak masalah untuk kita. Hehe. ” balas Yura.
“ Iya, kau benar. ” sambung Juto.
Setelah mengeluarkan jutsunya, bayangan Merlin kemudian menghilang meninggalkan gumpalan asap.
“ Ya, seperti yang kalian lihat. Bushin no jutsu adalah salah satu jutsu yang dikategorikan ke dalam ninjutsu yang wajib kalian pelajari untuk tes kelulusan kalian maupun saat mulai menjalankan misi sebagai seorang ninja. Sekarang, adakah diantara kalian yang bisa mempraktekkan bunshin no jutsu kepadaku dan teman-teman lainnya? ”
Kemudian,
“ Ada guru! Keita yang akan mempraktekkannya! ” seru Yura.
“ Cih!? Kenapa harus aku yang melakukan itu? ” kejut Keita.
“ Karena kau lah yang ahlinya, kawan. Ayolah, tunjukkanlah bakatmu kepada yang lainnya, Keita. ”
“ Hufft... Baiklah baiklah. Aku akan melakukannya. ” ucap Keita dengan nada pasrah setelah dimintai oleh temannya untuk memperagakan bunshin no jutsu.
“ Yosh, Keita. Tunjukkan kemampuanmu menggunakan bushin no jutsu kepada kita semua di sini. ” seru Merlin.
" Hai, sensei. "
Keita langsung maju ke depan dan mempraktekkan bushin no jutsu dihadapan lainnya.
' Kusso... Kenapa harus si Keita?! Aku juga bisa mempraktekkan jutsu itu karena itu hal yang mudah. ' batin Menma sambil geram.
Keita langsung membentuk segel tangan khususnya dan berkata “ Bushin no jutsu! ” Hasilnya, muncullah satu bayangan Keita di hadapan para murid dan juga Merlin sehingga terlihat ada dua Keita di sana.
“ Wow! Ternyata kau juga bisa menggunakan jutsu itu. Hasilnya sama seperti milikku sebelumnya. Boleh juga. ” sanjung Merlin.
Di sisi lain,
“ Wahh... Ternyata Keita bisa menggunakan jutsu itu juga. Dia hebat sekali. ”
“ Iya. Bahkan bayangannya terlihat sama persis dengan yang aslinya. Sehingga, sulit untuk dibedakan mana yang asli dan yang bukan. ”
“ Keita memang idola kita semua di kelas ini. ”
Pujian-pujian dan rasa kagum terus dilontarkan oleh beberapa murid kepada Keita setelah dia menggunakan bunshin no jutsu nya. Tetapi,
“ Heh. Kalau masalah mana yang asli atau bukan, aku yakin, yang ini adalah Keita yang asli. ”
Menma langsung bergerak dan memukul ke arah Keita. Teman-temannya yang melihat itu langsung terkejut dan berkata,
“ Hei, Menma!!! Apa yang kau lakukan?! Kau mengacau saja. ”
“ Iya. Berhentilah mengganggu Keita. Kau itu tidak ada apa-apa nya dengan dia. ”
Setelah dipukul oleh Menma, Keita langsung menghilang secara tiba-tiba menjadi gumpalan asap tipis. Ternyata, yang dipukul oleh Menma adalah bayangan tiruannya Keita yang menggunakan bushin no jutsu.
“ NANI?! Menghilang?! ” Menma langsung terkejut setelah melihat itu dan Keita yang satunya lagi berkata,
“ Kau salah, Menma. Kau tidak akan tau di mana diriku yang asli berada. ”
Menma langsung berbalik melihat Keita yang satunya lagi dan kembali memukulnya.
“ Kalau begitu, kau pasti yang asli. ”
Menma langsung memukul Keita yang satunya dan akhirnya, Keita kembali terpukul dan menghilang lagi seperti yang sebelumnya.
“ Nani?! Menghilang juga!? ”
Menma dibuat terkejut dan bingung dengan apa yang dilihatnya setelah dia memukul dua Keita yang secara misterius menghilang di depannya. Kemudian,
“Kau salah lagi. Sudah kubilang, kau takkan bisa menemukan aku yang asli. Dasar pecundang. ”
Suara misterius muncul dari arah atas pohon yang ternyata itu adalah Keita yang asli. Keita langsung terjun ke bawah dan semua orang yang melihatnya langsung terkejut.
“ Waw! Ternyata, kau menciptakan dua bunshin yang ditinggalkan di tempat sedangkan yang asli bersembunyi di atas pohon. Sangat Menakjubkan. ” sanjung Merlin.
Para murid merasa kagum melihat bakat yang luar biasa yang dilakukan oleh Keita yang bisa mengelabui Menma yang mencoba menebak mana Keita yang asli.
“Wahh!! Keita, kau memang hebat. Luar biasa. ”
“ Iya Keita. Kau lebih berbakat daripada si anak payah itu. ”
Tetapi,
“ Heh.. Jangan bilang kalau kau ini juga bunshin atau yang asli. ” tegas Menma.
“ Yang kau lihat sekarang ini adalah yang asli. Memangnya, apakah kau bisa melakukan seperti yang aku lakukan sebelumnya? ” tanya Keita.
“ Tentu saja aku bisa. Itukan mudah. Nah, kau lihat ini! ”
" Bushin no jutsu! "
Muncullah satu bunshinnya Menma. Tetapi bayangan itu terlihat berbeda dengan bayangan yang diciptakan oleh Keita maupun Merlin dimana bayangannya Menma terlihat pucat, lemah, berekspresi konyol dan tak lama kemudian terjatuh ke permukaan tanah. Menma langsung terkejut melihat bayangannya yang muncul terlihat seperti itu. Para murid yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak dan ada beberapa di antara mereka yang mengolok-olok Menma karena telah mengeluarkan bayangan yang terlihat menyedihkan.
“ Bunshin no jutsunya buruk sekali. Aku rasa, aliran chakranya masih terlalu lemah. Hmm... Menyedihkan. ”
Merlin terlihat kecewa dan malu melihat bunshinnya Menma yang muncul jauh dari yang diharapkan. Menma terlihat kesal dan Keita berkata kepadanya.
“ Aku tidak tau apa yang sedang kau pikirkan. Tapi, jika kau tidak memiliki sesuatu yang lebih hebat dari itu, sebaiknya jangan menghalangiku, pecundang. ”
Menma langsung membalas,
“ Hehh... Apa kau bilang??? ”
“ Iya. Setiap kali kau berulah, kau selalu saja mengganggu proses pembelajaran kami. Sepertinya, kau tidak pantas berada di akademi ini. ”
“ Iya. Kau lebih seperti pelawak ketimbang seorang ninja. Pantas saja kelakuanmu jauh lebih payah daripada seorang badut. Hahaha. ”
“ Iya. Dasar anak elf berambut hitam yang aneh. Menyebalkan! ”
Mendengar ejekan dari para murid kepada Menma, Merlin langsung meredamkan situasi dan berusaha menenangkan para muridnya.
“ Hei, kalian semua harap tenang! Tidak perlu memperkeruh suasana. Bagaimana kalau kita kembali melanjutkan pembelajarannya saja, oke? Sekarang, saya meminta kalian untuk kembali ke dalam kelas. ”
" Hai, sensei! "
Pada akhirnya, para murid bergerak kembali ke dalam kelas dan meninggalkan Menma seorang diri. Kemudian, Merlin datang menghampiri Menma dan ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.
“ Dengar ya, nak. Saya sarankan kamu untuk tidak membuat hal-hal buruk seperti yang sering kau lakukan sebelumnya karena kau akan selalu membuat hal-hal yang menyusahkan teman-temanmu maupun yang lainnya di sini. Jadi sekarang, kau turuti semua ucapan dariku. Jika tidak, kau akan mendapatkan peringatan yang lebih keras dari ini. Kau mengerti? ”
“ Baiklah.. baiklah. Aku mengerti kok apa yang sensei ucapkan. ” Menma langsung berjalan kembali ke dalam kelas menyusul teman-teman lainnya.
“ Heeeh.... Anak itu merepotkan saja. ” gumam Merlin.
Waktu berlanjut hingga jam pulang tiba. Para murid langsung bergegas keluar dari akademi ninja dan di saat itu juga, Keita berjalan bersama Juto dan Yura untuk kembali pulang.
“ Akhirnya, kita pulang juga ya. Pelajaran di kelas tidak begitu sulit. Iya kan teman-teman? ” tanya Yura kepada yang lainnya.
“ Iya benar. Malahan, kita bertiga sendiri yang terlihat terampil dalam memperagakan sesuatu yang diajarkan oleh Merlin-sensei. Apalagi, Keita lah yang paling bisa menguasainya. Hehehe. Tapi, si Menma itu selalu aja membuat onar saat pelajaran maupun saat istirahat. Anak itu menyebalkan sekali. ” jawab Juto.
“ Biarkan saja dia. Yang penting, dia tidak akan bisa menghalangi kita. Kalaupun dia akan melakukan sesuatu hal yang konyol lagi, mungkin ujung-ujungnya dia sendiri yang kena getahnya. ” balas Keita.
“ Hahaha. Ya, kau benar juga. Yosh, ayo kita pulang teman-teman. ” sambung Juto.
Saat mereka bertiga sedang berjalan pulang dari akademi, tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki seperti orang berlari yang datang dari arah belakang menuju ke arah mereka. Suara itu terus terdengar mendekati mereka bertiga dan kemudian,
“ Suara apa itu? ” tanya Yura sambil melihat ke belakang.
“ RASAKAN INI!!! ”
Muncullah seseorang yang menyerang Keita dan teman-temannya dari belakang sana.
Ternyata, orang yang menyerang mereka bertiga adalah Menma yang memiliki rasa kesal dan penuh emosi terhadap Keita. Tapi, Keita langsung sigap menghindari serangan dari Menma dan membuat yang lainnya menjadi kaget.
“ Hah... Itu kan Menma!? Sedang apa dia? ” kejut Juto.
Menma yang terkejut melihat Keita yang bisa menghindari serangannya langsung memberikan serangan berikutnya berupa pukulan kepalan ke arah Keita. Tapi, Keita bisa menangkis pukulan itu lalu Menma mencoba melakukan serangan bertubi-tubi ke arahnya. Tapi lagi-lagi, Keita bisa mengatisipasinya dengan menghindar dan menangkis dengan mudah. Hingga kemudian,
“ Kau lagi. Mau apa kau sekarang? Mengganggu saja. ” tanya Keita kepada Menma.
“ KUSSO...Awas kau!!! Dasar sok keren. ”
Menma memberikan tendangan kuat kepada Keita. Tapi, Keita berhasil menahannya dan membuat gerakan Menma menjadi terhenti.
“ * Kaget * NANI?! ” kejut Menma sambil melihat kaki kanannya ditahan oleh Keita.
Kemudian, Keita langsung membuang lepas kaki kanannya Menma dan Menma mencoba menyerang tapi malah terkena serangan balik berupa pukulan lengan dari Keita. Akhirnya, Menma pun langsung terjatuh.
“ Payah. Itu saja kemampuanmu? ” tanya Keita.
“ KUSSO… ”
Menma langsung bangkit dan kembali menyerang Keita. Akan tetapi, Keita berhasil menghindarinya lagi dan malah menjegal kakinya Menma sampai dia terjatuh lagi.
“ ITTAI... KUSSO… Aku belum menyerah. ”
Menma masih belum menyerah dan dia bangkit lagi. Kali ini, Menma melancarkan pukulan kerasnya kepada Keita. Tapi, Keita berhasil menahannya dan menarik lengannya Menma lalu dia memutarnya dan menekan di bagian sikutnya sehingga membuat Menma kesakitan.
“ Aaarrrggh... ”
Menma langsung menarik kembali lengannya yang dilukai oleh Keita. Tapi itu belum selesai.
“ Sekarang, kau terima ini! ”
Pada akhirnya, Keita memberi serangan balasan berupa hantaman lututnya ke arah wajahnya dan menendang Menma. Menma langsung tumbang dan tergeletak tak berdaya di atas tanah setelah terkena serangan terakhir oleh Keita.
Melihat Menma sedang tumbang, Juto dan Yura langsung menertawakan dan mengejek Menma karena dia terlalu lemah untuk melawan Keita.
“ Hahahaha. Kau payah. Kau memberanikan dirimu melawan Keita dari belakang? Sungguh menyedihkan dan kau benar-benar seorang pengecut. ” ejek Juto.
“ Iya. Ditambah lagi, kau itu tidak ada apa-apanya dengan Keita. Sebaiknya, kau tidak usah cari masalah dengan kami. ” sambung Yura.
“ Ku-kusso. Kau ini… ” Menma masih tergeletak sambil menahan rasa sakitnya setelah pertarungannya melawan Keita yang berujung dengan kekalahan telak dari Menma.
“ Sudahlah. Kalau kau sudah tidak sanggup, lebih baik kau pulang saja sana dan tidak usah melanjutkan pertarungan. Kau hanya membuang waktuku saja. ” ujar Keita.
Menma masih merasa kesal dengan sifatnya Keita. Kemudian, terbentiklah ide dari Yura untuk melakukan sesuatu terhadap Menma.
“ Hei, Keita. Aku punya ide. Bagaimana kalau kita hajar saja dia habis-habisan sampai dia tidak bisa berdiri lagi. Dengan begitu, dia akan jera dan tidak akan membuat onar lagi dengan kita sampai kapanpun. Kalau perlu, kita bunuh saja dia. Bagaimana? ”
“ Heh... Itu hanya buang-buang tenagaku saja. Aku tidak peduli dengan anak ini. Tapi kalau kalian mau melakukan itu, ya terserah kalian. Aku tidak mau ikut campur dan meneruskan masalah ini lagi. Jadi, silahkan saja. ” jawab Keita dengan hawa dinginnya seolah dia tidak memperdulikan dengan kondisi Menma saat ini.
“ Baiklah kalau begitu. Bagaimana denganmu, Juto? Apakah kau mau ikut? ”
“ Iya tentu saja. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ayo, kita hajar dia sampai babak belur biar dia tidak mengacau lagi di akademi. ”
“ Baiklah. Ayo! ”
Akhirnya, Juto dan Yura langsung menghajar habis-habisan kepada Menma yang masih tergeletak di atas tanah. Keita yang melihat itu langsung berjalan meninggalkan kedua temannya yang sibuk menghajar Menma yang sedang tak berdaya untuk membendung serangan-serangan yang dilancarkan oleh Juto dan Yura. Tubuh Menma langsung terluka cukup parah di mana wajahnya mulai bonyok di pipinya sambil Menma mulai batuk mengeluarkan darah dan beberapa anggota tubuh lainnya yang mengalami luka serius akibat dihajar habis-habisan.
“ Bagaimana dengan itu, heh? Sekarang, apakah kau sudah menyerah? ” tanya Yura kepada Menma yang terluka.
“ Iya. Apakah kau sudah mulai takut dengan kami? Makanya, jangan suka cari masalah di akademi terutama dengan Keita. ” ucap Juto sambil memukul dan menendang ke arah Menma.
Tidak dapat berbuat apa-apa, akhirnya Menma pasrah saja menerima hajaran dari Juto dan Yura. Hingga kemudian,
“ Tora. Lihat itu! Sepertinya ada dua anak yang sedang menghajar seseorang. Siapa itu ya? ” tanya Nia.
“ Entahlah. Bagaimana kalau kita periksa saja ke sana? ” ajak Tora kepada Nia.
“ Baiklah. Ayo kita ke sana! ” balas Nia.
Nia dan Tora langsung bergegas ke tempat kejadian perkara di mana Juto dan Yura masih sibuk menghajar Menma hingga babak belur.
Sesampainya di sana, Nia dan Tora langsung menghentikan amukan dari Juto dan Yura.
“ Hei kalian berdua! Berhenti! ”
“ Kalian berdua hentikan! Sedang apa kalian di sini? Bukankah seharusnya kalian sudah pulang duluan bersama Keita. Tapi, aku lihat kalian sedang menghajar seseorang. ”
Juto dan Yura berhenti melakukan aksinya dan pandangan mereka ke arah Nia dan Tora.
“ Oh.. Rupanya kalian berdua. Ada urusan apa kalian dengan kami, heh? ” tanya Yura.
“ Iya. Kami hanya sedang memberi pelajaran kepada seorang anak di sini biar dia bisa kapok untuk tidak membuat masalah lagi dengan kami. ” jawab Juto.
“ Hah?! Seorang anak? Siapa anak yang kalian maksud itu? ” tanya Tora sambil terkejut mendengar kalau ada anak yang sedang membuat masalah dengan Juto dan Yura.
“ Kalian mau tau? Ini. Aku perlihatkan inilah seorang pengacau yang mencari gara-gara dengan kami. Karena itulah, dia mendapat pelajaran yang sangat berharga dari kami agar dia kapok untuk membuat onar lagi seperti yang kalian lihat ini. ” jawab Yura sambil menunjukkan Nia dan Tora kepada sesosok anak berambut hitam yang habis terkena babak belur.
Nia dan Tora langsung kaget setelah melihat anak yang dihajar oleh Juto dan Yura yang ternyata adalah Menma.
“ HAH?! MENMA? Apa yang terjadi padamu? ” kaget Nia.
“ Menma, kau tidak apa-apa kan? Kenapa kau bisa seperti ini? ” ujar Tora sambil bergerak cepat ke arah Menma bersama Nia.
Nia dan Tora langsung memeriksa tubuh Menma yang terluka cukup parah akibat dihajar sampai babak belur oleh Juto dan Yura.
“ Ya ampun. Lukamu parah sekali. Apa sebenarnya terjadi, Menma. ” ucap Nia dengan penuh khawatir.
“ Iya benar. Memangnya, kau habis melakukan apa sampai kau terluka separah ini? ” sambung Tora yang juga khawatir terhadap Menma.
Menma mulai bangun secara perlahan berkat bantuan dari Nia dan Tora.
“ Eh.. kalian. Aku tidak apa-apa kok. Tenang saja. ” ucap Menma sambil menahan rasa sakit.
“ Tenang bagaimana? Kau terluka begini saja membuat kami khawatir, Menma. Apakah kau mencari gara-gara lagi dengan Keita? ” tanya Tora.
“ Hah?! Bagaimana kalian bisa tau tentang itu? ” tanya Menma dengan kaget.
“ Tentu saja. Kau kan selalu mencari masalah dengan dia karena dia lebih hebat daripada kau. Sehingga, kau pasti sangat iri dan ingin menghajarnya, bukan? ” jawab Nia.
“ Begitu ya. Hehe. Gomenasai, minna sudah membuat kalian khawatir kepadaku. ” balas Menma dengan rasa penyesalan.
Lalu,
“ Heh. Sekarang, apakah kau sudah puas dan mulai jera, Menma? Aku yakin kau tidak akan membuat kekacauan lagi. ” ucap Yura.
“ Iya. Itu akibatnya kalau kau suka mencari masalah dengan Keita jadi kami tidak akan tinggal diam dan memberimu pelajaran yang berharga agar kau bisa mengerti dengan perbandingan antara kau dan Keita yang sangat jauh. ” sambung Juto.
“ Hei! Kalian juga tidak seharusnya menghajar teman kami. Meskipun yang kalian katakan tentang Menma itu benar, tapi bukan berarti kalian bisa menghabisinya sampai babak belur begini. ” balas Tora dengan nada tegas.
“ Itu salah dia sendiri kenapa dia mau melakukan itu. Lebih baik, kau atur saja temanmu itu bagaimana agar dia bisa bersikap lebih baik kepada yang lainnya. ” jawab Yura.
“ Hai, itu benar. Hahahaha. ” sambung Juto sambil tertawa.
Tiba-tiba,
“ Apakah kalian sudah selesai? Kalau sudah selesai, kita pulang saja daripada buang-buang waktu di sini. Biar saja anak itu mendapat ganjarannya. ” Ternyata Keita berada tak jauh dari tempat kejadian perkara dan dia mengajak Juto dan Yura untuk segera pulang.
“ Oh.. Keita. Ternyata kau masih di sana juga. Baiklah, Juto. Ayo kita pulang. ”
“ Kau benar. Jadi, sampai jumpa lagi ya. Mudah-mudahan, itu menjadi pelajaran agar kau tidak usah membuat onar lagi di lain waktu. Hahaha. ”
“ *kesal* Aku tidak peduli. Aku tetap akan menunjukkan kalau aku bisa mengalahkan kalian suatu saat nanti. ” ucap Menma dengan nada kesal dan penuh amarah.
“ Hai..hai.. Itu terserah kau. Mungkin saja itu tidak akan terjadi. Iya kan Juto? ” balas Yura.
“ Hmm. Itu benar. Bakayoro..konoyaro.. Hehe. ”
Akhirnya Keita bersama Juto dan Yura berjalan pulang meninggalkan Menma, Nia dan Tora yang di mana Menma sedang kesal dan mencoba untuk berdiri dengan dibantu oleh kedua temannya.
“ Kau masih bisa berdiri kan, Menma? Apa perlu kami bantu membawamu ke rumahmu? ” tanya Tora.
“ Ah.. Tidak apa-apa. Aku masih bisa berdiri dan berjalan sendiri ke rumahku. Jadi, tidak yang perlu dikhawatirkan. ” jawab Menma dengan cengiran di wajahnya.
“ Lalu, bagaimana dengan lukamu? Bukankah itu harusnya diobati? ” tanya Nia.
“ Oh.. Kalau ini, aku bisa mengobatinya sendiri. Tenang saja, aku punya peralatan obat-obatan di rumahku. Jika aku membutuhkannya, aku pasti akan menggunakannya karena aku sudah tau cara memakainya dari ibuku ketika aku ada luka atau semacamamnya. Hehe. ” jawab Menma lagi.
“ Souka. Lagipula, kenapa sih kamu masih saja ingin bertarung melawan Keita terus? Seharusnya kau sudah tau kan kalau kekuatannya jauh lebih kuat daripada kau. Apalagi, ditambah dengan kedua temannya itu. Itu kan berbahaya. Tapi, kau tidak memperdulikannya sama sekali. ” tanya Nia dengan nada penuh kekhawatiran.
“ Bukannya begitu. Hanya saja, aku iri dengan kemampuannya yang dia miliki. Dia bisa melakukan banyak hal dengan bakatnya itu seperti taijutsu, ninjutsu dan semacamnya. Selain itu, dia selalu mendapatkan banyak dukungan dan menjadi idola dari banyak orang terutama dari anak-anak perempuan. Karena itulah, aku ingin menjadi seperti dia dan suatu saat nanti aku akan mengalahkannya jika aku sudah cukup kuat untuk bertarung lagi. ” jawab Menma dengan penuh tekad.
“ Hehehe. Kau ini keras sekali. Bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu, Menma. Padahal itu terdengar mustahil untuk dicapai. Tapi, kalau kau memang bersikeras untuk tetap melakukannya, ya.. aku tidak punya alasan untuk menghalangimu ataupun menghentikan apapun yang ingin kau lakukan. Tapi, kau juga harus bisa mengendalikan dirimu agar kau tidak mudah terpengaruh dengan apa yang orang lain miliki. Jadi, tidak usah terburu-buru karena perjalanan kita masih panjang, bukan. ” jelas Tora.
“ Hai, kau benar. Kita tetap harus semangat dan berjuang untuk meningkatkan kemampuan kita agar bisa menjadi seorang ninja yang kuat yang bisa melindungi teman-teman kita dan juga desa ini. ” sambung Nia.
“ Souka. Wakatta. Arigatou, minna. ” balas Menma.
“ Ah.. Tidak masalah. Lagipula aku tidak terlalu tertarik dengan Keita dan juga teman-temannya. Meskipun harus aku akui kalau dia memang sangat berbakat di akademi, tapi itu tidak membuatku menjadikan dia sebagai panutanku. Aku tetap berpegang teguh menjadi diri sendiri. ” ucap Tora.
“ Sama. Sebenarnya, aku sendiri juga kagum dengan bakat yang dimiliki oleh Keita. Tapi aku tidak tergila-gila dengan sesosok Keita itu seperti yang dipikirkan oleh para anak perempuan lainnya. Jadi, aku sih biasa-biasa dengannya. ” balas Nia.
“ Tetapi, kita sebagai sesama teman harus bisa saling mendukung agar kita bisa berkembang dan menjadi lebih kuat. Iya kan, Menma? ” tanya Nia kepada Menma.
“ Hai, tentu saja. Hehe. Baiklah kalau begitu, sepertinya waktu sudah mulai sore. Jadi, kita harus segera pulang. Ikuzo, minna! ” ajak Menma.
“ Hai, kau benar. Ikuzo, kita pulang! ”
“ Ikuzo! ”
Akhirnya Menma, Nia dan Tora berjalan pulang ke rumahnya masing-masing. Sesampainya di rumah, Menma langsung membersihkan dirinya dan mengobati lukanya dengan menggunakan peralatan obat-obatan yang dia miliki.
“ Akhirnya, lukanya sudah kuobati. Yosh, kali ini aku tidak akan menyerah meskipun aku selalu kalah oleh dia. Tapi suatu saat nanti, aku akan membuatnya mengakuiku kalau aku lebih kuat darinya. Lihat saja nanti. ”