AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 9 " INTO THE ACADEMY OF SHINOBI "



Keesokan harinya, Menma langsung bangun dari tempat tidurnya untuk menyambut pagi hari yang cerah dan seperti biasa, dia melakukan aktivitas sehari-harinya di rumah. Setelah itu, Menma langsung bergegas keluar dari rumah, mengunci pintunya dan berangkat menuju ke akademi ninja untuk melakukan pendaftaran masuk. Setibanya di sana, Menma melihat banyak sekali anak elf maupun half-elf di depan akademi ninja yang juga ingin mendaftarkan diri untuk masuk ke sana.


Kemudian, Menma berjalan-jalan ke tengah kerumunan anak di sana dan tiba-tiba, dia menemui teman-teman sepermainannya yaitu Nia dan Tora yang ternyata, mereka berdua juga ikut untuk mendaftarkan diri untuk masuk ke akademi ninja. Akhirnya, Menma langsung menemui mereka berdua.


" Hai!! Nia, Tora. " 


" Hei lihat, itu Menma. Akhirnya dia datang kesini juga. " seru Nia. 


" Ya, tentu saja. Aku sudah menduganya, dia bakal datang juga ke sini untuk ikut pendaftaran." sambung Tora.


" Heh. Bisa saja kamu, Tora. " gumam Nia.


Lalu, Menma memberi salam kepada Nia dan Tora.


" Apa kabar kalian berdua? Apakah kalian baik? " 


" Aku baik, Menma. Kalau kau, Menma? " 


" Aku juga baik dan bagaimana kabarmu, Tora? "


" Aku juga sama dengan kau. Senang bisa bertemu denganmu lagi, Menma. "


" Ya. Senang juga bisa bertemu lagi dengan kalian berdua di sini. "


" Oh ya. Menma, apakah kau benar-benar akan ikut masuk ke akademi ninja nanti? " tanya Nia. 


" Tentu saja. Sudah kuputuskan bahwa aku akan masuk ke akademi ninja karena aku ingin meraih impianku menjadi seorang ninja yang hebat. " jawab Menma dengan penuh semangat.


" Wow. Ternyata, kau sudah langsung punya impian saja. Sepertinya, kau sudah tidak punya keraguan lagi dalam dirimu untuk ikut ke akademi ini. Baguslah. " balas Nia. 


" Iya. Bahkan kau sampai bermimpi untuk menjadi seorang ninja yang hebat. Hehe. " sambung Tora. 


" Oh ya. Kalau aku boleh tau, sejak kapan kamu mulai berkeinginan menjadi seorang ninja yang hebat? " tanya Tora kepada Menma.


" Ya... Ceritanya cukup panjang sih untuk dijelaskan. Tapi, setelah semua yang telah terjadi kemarin, akhirnya aku mulai membulatkan tekadku untuk menjadi seorang pejuang yang setara dengan sang pahlawan legendaris. " jawab Menma. 


Setelah mendengarkan itu, Nia dan Tora langsung terkejut sesaat.


" Apa kau bilang? Sang pahlawan legendaris?! Aku pikir dia cuma mitos yang sudah tidak pernah diceritakan lagi oleh orang-orang. Apa benar dia itu ada? " kagum Nia.


" Iya. Aku juga tak mengira kau akan berkeinginan sampai sejauh itu. Tapi, berbicara soal sang pahlawan legendaris, aku pernah dengar kalau dia itu memang ada sebenarnya. " ucap Tora.


" Apakah itu memang benar adanya tentang cerita itu? " tanya Nia kepada Tora.


" Iya. Itu memang benar. Tapi, itu sudah menjadi cerita kuno yang bahkan dianggap mitos oleh banyak orang di desa. Dulu, ayahku pernah bercerita kepdaku tentang kemunculannya sang pahlawan legendaris yang pernah menghentikan perang besar dengan mengalahkan pasukan kegelapan yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Lalu, aku juga dengar kalau dia itu adalah awal mula lahirnya para elf ninja. Itulah sebabnya dia kadang dijuluki sebagi dewa shinobi oleh beberapa kalangan di negeri Afata. " jelas Tora. 


" Wow! Ternyata ayahmu juga tau banyak tentang sang pahlawan legendaris itu, Tora. " balas Menma. 


" Iya. Itu karena dulu ayahku pernah punya seorang teman yang juga punya kenalan dekat dengan sang pahlawan legendaris. Lalu dia menceritakan semua yang telah ia lalui bersama dengan sang pahlawan legendaris kepada ayahku. " jawab Tora.


" Jadi, itu berarti dia benar-benar ada di masa lalu. Tapi, kenapa dia sudah tidak muncul lagi di negeri Afata? " tanya Nia.


" Entahlah. Aku dengar kalau sang pahlawan legendaris sudah memutuskan untuk meninggalkan negeri Afata dan memulai petualangannya ke suatu tempat. Aku tidak mendengar kabar kalau dia sudah meninggal atau belum tapi aku juga dengar tentang rumor dari beberapa orang yang mengatakan kalau sang pahlawan legendaris sudah meninggal sejak lama sekali. " balas Tora. 


" Begitu ya. Sayang sekali kita tidak dapat bertemu dengan dia secara langsung. Padahal, banyak sekali yang ingin kuketahui darinya. Ngomong-ngomong, apa tidak ada orang lagi selain ayahmu yang tau tentang kisahnya. " tanya Menma. 


" Hmm... Kalau soal itu, aku tidak tau. Tapi ayahku pernah bilang kalau sampai sekarang, anak-anak dari sang pahlawan legendaris masih ada di negeri Afata. Siapa tau saja, kalau ada kesempatan kita dapat bertemu dengan mereka. "  


" Sang pahlawan legendaris punya anak juga? " kejut Nia.


" Iya. Kalau tidak salah dengar, dia memiliki tiga orang anak dan mereka bertiga sama-sama adalah para elf ninja yang mewarisi kekuatan dan tekad perjuangan dari ayah mereka hingga menjadi ninja tingkat jounin yang saat ini bekerja di bawah pimpinan pemerintah pusat negeri Afata. Jadi, mereka ada di sana untuk melindungi dan menjaga perdamaian negeri Afata bersama kawan-kawannya. " jawab Tora. 


" Wow! Itu keren! Kalau begitu, suatu saat, aku ingin sekali bertemu dengan mereka. " ucap Menma. 


" Iya, aku juga. " sambung Nia.


" Oh ya, teman-teman. Sepertinya, pendaftaran masuknya sudah mulai dibuka. Ayo, kita antri untuk mengambil formulir pendaftaran. " seru Tora. 


" Iya, kau benar. Ayo kita mengantri! " balas Nia. 


" Ayo! " sambung Menma.


Kemudian Mereka bertiga mengantri di sebuah barisan untuk mengambil formulir pendaftaran masuk ke akademi ninja bersama dengan anak-anak lainnnya di sana. Tiba-tiba, sesosok anak misterius melihat Menma yang sedang mengantri untuk mengambil formulir pendaftaran masuk ke akademi ninja bersama dengan kedua temannya.


' Anak itu lagi. Ternyata, dia juga akan ikut masuk ke akademi ninja ya. Heh... Yang benar saja. '


" Hei Keita, apakah kau melihat anak itu? Bukannya dia adalah anak yang suka mengacau dan pembuat masalah di desa bukan? Aku dengar dia mulai berulah lagi kemarin dengan membuat banyak kekacauan. "


" Iya. Kau benar, Yura. Aku juga melihatnya pada waktu itu apalagi dia sampai berteriak kalau dia bakal menjadi ninja yang hebat. Dia memang anak keras kepala yang besar mulutnya saja. " 


" Biarlah, Juto. Dia hanyalah seorang pecundang yang ingin menjadi seorang pejuang yang setara dengan sang pahlawan legendaris. Meski begitu, itu bukan berarti dia dapat mewujudkan impiannya semudah yang dia kira. Tapi, kita lihat saja nanti apakah dia masih sanggup berjuang atau tidak. " balas Keita.


" Iya, kau benar juga. Kalau begitu, ini akan menjadi sangat menarik. Bagaimana menurutmu, Juto? " tanya Yura. 


" Iya. Aku setuju dengan itu. " balas Juto. 


" Sudahlah, teman-teman. Lebih kita langsungantri saja untuk mengambil pendaftaran masuk ke akademi ninja. " seru Keita. 


" Ayo! " sambung Juto dan Yura yang langsung mengantri di barisannya.


Setelah mengambil formulir pendaftaran, Menma,Nia dan Tora ingin berencana untuk mengisinya di suatu tempat. 


" Teman-teman! Menurut kalian, kita akan mengisiformulir ini di mana? " tanya Menma. 


" Bagaimana kalau kita akan mengisinya di dekatpohon besar itu karena di sana lumayan teduh dari sinar matahari. " jawab Tora.


" Iya, aku setuju. Ayo, kita kesana! " balas Nia.


" Baiklah. Ayo! " 


Sesampainya di lokasi yang dituju, merekalangsung mengisi formulir pendaftaran dengan menggunakan pena dari bulu angsayang dipinjamkan dari Nia kepada Menma dan Tora. 


" Ini, aku punya tiga pena untuk mengisiformulirnya. Kalian ambil masing-masing satu. " 


" Terima kasih, Nia. " jawab Menma dan Tora. 


" Sama-sama. " balas Nia. 


Beberapa saat kemudian, mereka tinggalmenyisakan satu langkah terakhir untuk mengisi formulir pendaftaran yaitumembuat simbol identitas diri peserta akademi. Lalu, mereka langsung berdiskusitentang gambar apa yang akan mereka buat untuk menjadi simbol identitas dirisebagai peserta akademi ninja nanti. Lalu, Menma langsung bertanya kepada keduateman-temannya.


" Teman-teman. Yang satu ini, kita disuruh untukmembuat simbol identitas diri sebagai peserta akademi ninja. Menurut kalian,kita menggambar simbol apa? " 


" Kalau aku, aku akan membuat gambar sayapkarena sayap dilambangkan sebagai kebebasan. " jawab Nia. 


" Wow! Itu keren sekali, Nia. Kalau aku, akuakan membuat gambar batu karena batu dilambangkan sebagai hati yang kuat darisegala macam gangguan apapun yang dihadapinya. " balas Tora.


" Wah! Hebat juga mendengarnya. " sahut Menma.


" Kalau kau, Menma. Apa yang akan kau gambarsebagai simbol identitasmu? " tanya Nia. 


" Entahlah. Aku masih bingung mau gambar apa? "Jawab Menma.


" Tenang saja, Menma. Tak perlu terburu-buruuntuk memutuskannya. Kau bisa berpikir dulu sambil mencari inspirasi untukmembuat simbol identitasmu. " sahut Nia. 


" Iya. Lagipula formulir ini akan dikumpulkanpada sore hari nanti. Jadi kau tidak perlu khawatir. " sambung Tora.


" Iya, kalian benar. Terima kasih,Teman-teman. " balas Menma. 


Nia dan Tora membalasnya dengan anggukan kepalanya.


Kemudian, Menma beristirahat sejenak sambil memikirkan tentang simbol apa yang akan dia buat nantinya. Menma mulai teringat dengan masa-masa saat dia masih didampingi oleh Lindis. Saat itu, Menma sempat bertanya tentang simbol yang dipakai oleh Lindis di bajunya.


FLASHBACK


Ketika sedang berada di dalam rumah,


" Ibu, boleh aku tanya sesuatu? " 


" Iya, Menma. Apa yang ingin kamu tanyakan? "tanya Lindis.


" Itu yang menempel di baju ibu, itu apa dankenapa bisa menempel di baju ibu? " 


" Oh... Maksudmu ini? (sambil menunjukkan simboldi dada bajunya kepada Menma) Iya, ini adalah simbol yang berbentuk lingkarandengan bulan sabit di bawahnya. Ini melambangkan bahwa hidup tidak bisa berdirisendiri begitu saja. Tapi, hidup harus selalu didukung oleh yang membantunyaagar bisa berdiri kokoh di atasnya. Bulan sambit yang akan melindungi anakbulan dari segala macam bahaya yang akan mengancamnya. Sehingga anak bulan akanterus terlindungi dan bisa bertahan hidup hingga menjadi dewasa kelak. " Jawab Lindis.


" Hah?? Apa maksudnya itu, ibu? " tanya Menmalagi. 


" Maksudnya, setiap anak akan terus dilindungidengan yang dewasa dan yang dewasa bertugas untuk menjaga anaknya agar bisatumbuh dan berkembang menjadi seorang dewasa selanjutnya. Contohnya, ibu akanselalu menjagamu dan merawatmu hingga kamu bisa bertahan hidup dan menyesuaikandiri dengan lingkungan sekitarmu. Dengan begitu, kamu bisa menjadi seorang yangakan melindungi orang lain dengan segenap kekuatan, jiwa dan raga yang kamumiliki. Karena itulah, kedua simbol ini tidak bisa dipisahkan satu sama laindengan apapun. " jelas Lindis. 


" Ohh... Jadi begitu. Aku mengerti, ibu. " 


" Baguslah. Itu baru anakku. " sahut Lindis.


Tiba-tiba, Menma melihat sebuah pot berisitanaman yang salah satu daunnya mulai jatuh dari rantingnya. Lalu, dia langsungmenghampiri tanaman itu dan berpikir kalau tanaman itu sedang kehausan. 


" Kenapa daunnya jatuh dari tanaman ini?Sepertinya tanaman ini sedang kehausan. " 


Lalu Lindis menghampiri Menma yang sedangmeratapi tanaman itu. 


" Ada apa, Menma? " 


" Ibu, tanaman ini kelihatannya butuh air karenadaunnya baru saja jatuh dari rantingnya. " balas Menma. 


" Kalau begitu, ibu akan mengambilkan air.Tunggu sebentar! "


Kemudian, Lindis mengambil gelas lalu mengisiair ke dalamnya lalu dia kembali untuk menyiram tanaman itu. Setelah tanamannyadisiram dengan air, Menma langsung bertanya lagi kepada Lindis. 


" Ibu, kenapa daun dari tanaman ini bisa layudan jatuh dari rantingnya? " 


" Itu karena memang sudah waktunya bagi daun itumembusuk lalu jatuh dari rantingnya dan menjadi pupuk di dalam tanah diibaratkan masa-masa hidup dari suatu makhlukhidup akan mencapai akhirnya dan akan digantikan dengan makhluk hidup yang baruyang akan meneruskan kehidupan dari yang telah dilakukan oleh sebelumnya. Samaseperti daun ini. Beberapa lama lagi, akan tumbuh daun baru yang akanmelanjutkan siklus kehidupan dari daun sebelumnya untuk menghasilkan buah yang lebihbaik agar bisa dikonsumsi oleh yang memakannya dan juga menjaga tanamannya agartetap hidup sampai mati. Itulah tekad dan warisan yang tidak akan terputussepanjang waktu kepada siapa pun yang mau mewariskannya kepada para benih-benihbaru. " jawab Lindis.  


" Wahh!! Itu hebat. Mungkin, suatu saat nantiaku akan menjadi seorang elf yang akan meneruskan perjuangan dari para pendahulu sebelumnya untuk desa ini beserta orang-orang didalamnya.  Apakah aku bisa seperti itu, ibu? " balas Menma. 


Lindis langsung tersenyum dan memegang pundaknyaMenma sambil berkata, 


" Tentu saja bisa, anakku. Suatu saat nanti, apapun yang akan kamuinginkan, akan bisa terwujud jika kamu mau terus berusaha dengan sungguh-sungguh, Menma. "sahut Lindis. 


" Baik, Ibu. "


END OF FLASHBACK


' Sepertinya, aku jadi teringat dengan pembicaraanku dengan ibu pada waktu itu. Aku jadi sangat merindukannya. Tapi, apakah yang dikatakan ibu itu benar? ' batin Menma. 


Beberapa saat telah berlalu di mana Menma masih berpikir tentang simbol yang akan dia buat. Tiba-tiba, terdapat daun-daun yang berjatuhan dari dahan pohonnya dan salah satu daun itu mendarat di dahinya Menma. Menma langsung terkejut dan mengambil daun yang menempel di dahinya. 


' Daunnya jatuh? Pasti ini berasal dari pohon ini. '


Kemudian, Menma langsung teringat dengan apayang telah diceritakan oleh Lindis selama dia masih tinggal bersama Menma. 


' Oh ya! Aku ingat apa yang telah diceritakan oleh ibu tentang daun yang jatuh dari tanamannya lalu digantikan dengan daun yang baru akan meneruskan perjuangan untuk menjaga tanamannya agar tetap hidup. ' seru Menma dalam hatinya.


Akhirnya, Menma langsung menggambar dengan menggunakan penanya dan hasilnya, dia berhasil menggambar simbol identitasnya berbentuk seperti daun. Lalu, dia Menma memperlihatkan simbolnya kepada teman-temannya.


" Teman-teman! Lihat ini! Aku telah membuatsimbol identitasku sendiri. " seru Menma. 


Setelah melihat simbol yang digambar oleh Menma,kedua temannya langsung berkomentar. 


" Daun? Itu bagus. Tapi kenapa kau memilih daunsebagai simbol identitasmu? " tanya Tora. 


" Iya. Apa arti dari simbol daun itu, Menma? "sambung Nia. 


Lalu, Menma langsung menjawab,


" Ya, itu karena aku mulai teringat dengan apayang pernah ibuku ceritakan sebelumnya tentang daun yang jatuh dari tanamannya.Dia bilang kalau saat daun lama mulai jatuh dari pohonnyadan menjadi pupuk di dalam tanah, daun baru akantumbuh menggantikan daun yang lama untuk terus menjaga pohonnya agar tetaphidup dan memberi manfaat kepada sekitarnya. Aku memilih simbol daun ini karenaaku ingin menjadi seorang yang akan meneruskan perjuangan para elf ninja sebelumnya untukmelindungi desa Moonlight Plains dan juga negeri Afata. " jawab Menma.  


" Woow! Itu terdengar sangat hebat dan terkesanmendalam! " balas Nia. 


" Iya. Aku juga tak mengira kalau kau memilih simbol yang memiliki arti yang sangat luas buatmu untuk menjadi seorang ninja yang akan menggantikan para pendahulu. Hahh... Kenapa aku tidak sampai memikirkan itu, ya. Hehe." sahut Tora dengan nada sedikit malu. 


" Iya, begitulah. " balas Menma.


" Ibumu pasti seorang yang bijak, Menma. Karenadia yang telah memberikan kata-kata itu padamu sehingga kau bisa sampai sejauhini. Apakah ibumu itu seorang ninja juga? " tanya Nia. 


" Tidak. Ibuku hanyalah seorang pendeta biasa. Tapi, dia juga memiliki sedikit pengetahuan tentang ninja. Karena itulah, dia menasehatiku agar aku bisa menjadi sesosok yang berguna dan dibutuhkan untuk desa ini suatu saat nantinya. " jawab Menma.


" Begitu ya. Dia pasti sangat bangga padamu kalau suatu saat nanti kau bisa menjadi seorang ninja yang hebat seperti yang kau impikan. " ucap Tora.


" Iya, aku berharap begitu. " balas Menma.


Setelah menyelesaikan formulir pendaftarannya,


" Baiklah, teman-teman. Sekarang, bagaimana kita istirahat dulu sambil nongkrong di taman itu sambil menunggu sampai sore hari untuk mengumpulkan formulir ini? " ajak Tora.


" Itu ide yang bagus Tora. Bagaimana denganmu, Menma? Apakah kau mau ikut? " tanya Nia.


" Tentu. Tidak masalah. " jawab Menma dengan senang hati.


" Baiklah kalau begitu, ayo kita ke sana! " seru Tora.


" Ayo! "


Akhirnya, mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sambil nongkrong di taman dekat dengan akademi ninja sambil menunggu waktu pengumpulan formulir pendaftarannya.


Waktu berlalu hingga sore hari. Pengumpulan formulir pendaftaran telah dimulai dan para calon peserta akademi ninjalangsung ke dalam bangunan untuk memgumpulkannya. Mereka juga akan dimintai bayaran untuk biaya masuk pendaftaran ke akademi. Setelah melakukan pembayaran,para calon peserta akademi ninja langsung dikumpulkan di halaman luar akademidan salah satu pengurus dari sana menyampaikan pengumuman tentang upacarapembukaaan peserta baru di akademi ninja. 


" Baiklah. Dengan ini, saya sampaikan bahwa pengumuman untuk upacara pembukaan peserta baru akademi ninja akan dilaksanakandua minggu ke depan. Jadi, harap calon peserta akademi segera bersiap.Mengerti? "


" Mengerti! " jawab dari para calon pesertaakademi. 


Setelah itu, para calon peserta akademi langsung bubar dari halaman akademi dan pulang ke rumahnya masing-masing.


" Wahh! Aku tidak mengira kalau aku akan masukke akademi ninja. Aku jadi tidak sabar untuk menunggunya. " jawab Menma. 


" Iya, aku tau. Tapi, upacara pembukaannya akandilaksanakan dua minggu ke depan. Jadi, kita menunggu terlebih dahulu. " balasTora. 


" Iya. Selama berada di akademi nanti, kita akan mempelajari banyak hal tentang ninja dan pada saat hari kelulusan, kita semuatelah menjadi seorang ninja. Benarkan, Menma? " jawab Nia. 


" Iya, kau benar, Nia. Dan suatu saat nanti aku akan menjadi seorang shinobi yang akan melampaui sang pahlawan legendaris. Lihat saja nanti. " balas Menma.  


Mereka saling tertawa satu sama lain selama diperjalanan dan pada akhirnya, mereka bertiga berpisah di kawasan pusat desaMoonlight Plains. 


" Baiklah, kalau begitu kita akan bertemu lagi di hari upacara pembukaan dua minggu ke depan. Jadi, sampai jumpa lagi ya, teman-teman. " jawab Menma sambil mengucapkan salam perpisahan kepada Nia danTora.


" Ya. Sampai jumpa lagi. " 


" Sampai jumpa lagi, Menma. " balas dari Nia dan Tora kepada Menma. 


Menma langsung bergerak ke arah rumahnya. Sementara itu,


" Baiklah, Nia. Aku juga mau pulang dulu. Jadi, sampai ketemu lagi ya. "


" Iya. Jangan lupa datang ke upacara pembukaan ya, Tora. "


" Iya, aku tau. aku ini bukan anak kecil yang suka diingatkan tentang hal-hal yang sepele, Nia. "


" Fufufu. Tapi kan, kita memang masih anak-anak, Tora. Jadi, tidak ada salahnya untuk saling mengingatkan bukan. "


" Emm... Ya juga sih. Hah.. Sudahlah. Aku mau pulang. Sampai jumpa lagi, Nia. "


" Hihi... Iya iya. Sampai jumpa lagi, Tora. "


Akhirnya, Nia dan Tora berpisah untuk kembali ke rumahnya masing-masing.


' Kalau dipikir-pikir, Tora lucu juga kalau dia diajak bercanda. Dia selalu saja begitu. Hmmp... ' batin Nia sambil berjalan ke rumahnya dengan raut wajah yang senang.


' Kenapa selalu begini setiap Nia selalu mengatakan hal yang kekanak-kanakan kepadaku. Padahal, aku sudah bukan bocah yang seperti dulu lagi. Ada apa denganku ini? Apakah ada sesuatu yang aneh atau hanya perasaanku saja. Ahh... Lupakan saja. Lebih baik, aku pulang dan tenangkan pikiranku dulu. ' batin Tora yang juga sambil berjalan ke rumahnya dengan munculnya rona merah di kedua pipinya yang membuat dia menjadi malu setelah merasa dicandaiin oleh Nia.


TIME SKIP DUA MINGGU KEMUDIAN


Sore sebelum hari upacara pembukaan calon peserta akademi ninja baru di mana Menma pergi ke sebuah kawasan terbuka dekat dengan desa Moonlight Plains untuk melatih kemampuan memanahnya. Di sana, dia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa rangkaian pembelajaran yang akan dipelajarinya di akademi nanti. Menma berusaha untuk mempertajam akurat tembakannya agar mendapat hasil yang bagus saat akan diminta untuk memperagakan kemampuan memanahnya di akademi nanti. 


" Kali ini, aku harus bisa menembakkan anak panahku dengan baik dan sempurna supaya aku bisa mendapatkan hasil yang bagus. Hehe. "


Tetapi, setiap anak panah yang ditembakkan Menma tidak mengenai sasaran sama sekali bahkan sampai terlewat jauh dari sasaran.Meski begitu, Menma tidak mudah menyerah dan terus berusaha sampai tembakkannya mengenai sasaran. Selain itu, dia juga membaca beberapa pedoman tentang ketentuan-ketentuan saat menjadi peserta akademi ninja yang termuat di dalam sebuah gulungan yang dia dapat dari akademi sebelumnya. 


" Wahh... Ternyata banyak juga tulisan di dalam gulungan ini. Bakalan lama untuk membacanya. Hah... Ya Ampun. " keluh Menma sambil membaca gulungan itu yang isinya cukup panjang. 


" Sepertinya, ini sudah mulai malam. Sebaiknya, aku pulang saja dan istirahat. " 


Akhirnya Menma memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan beristirahat di sana. 


Keesokan harinya, matahari mulai bersinar terang di langit pertanda kalau pagi hari telah tiba. Tetapi, Menma masih terbaring tidur di ranjangnya padahal kalau hari itu adalah hari upacara pembukaan akademi ninja untuk para calon peserta didik baru. Sementara itu di akademi ninja, terlihat sudah banyak anak-anak yang berkumpul di lapangan akademi. Nia danTora juga sudah ada di sana sambil menunggu kedatangan Menma yang sampai sekarang masih berada di alam mimpinya. Mereka berdua terlihat kebingungan tentang keberadaaan Menma yang saat itu belum juga datang ke akademi.   


" Wahh! Kelihatannya, upacara pembukaanya mau dimulai. Tapi, kenapa Menma belum datang ke sini ya? " 


" Entahlah. Padahal, seharusnya dia sadar kalau hari ini sudah dimulainya upacara pembukaan akademi ninja. Tapi, dia malah belum ada di sini. Hfft.. Kemana sih dia? " tanya Tora dengan nada kesal.


" Iya. Aku juga bingung kenapa di saat-saat penting seperti ini dia belum datang juga. " balas Nia. 


Kembali ke rumahnya Menma di mana saat ini, Menma mulai membukakan matanya secara perlahan menandakan kalau dia mulai bangun dari tidur pulasnya. 


" *Sambil membuka mata perlahan* Woooaaam... Selamat pagi. Ehh... Silau sekali. Apakah hari sudah mulai pagi? " 


" Menma langsung terbangun dari ranjangnya dan berjalan ke arah jendela. Dia membuka tirai jendela dan melihat kalau matahari sudah terbit sangat tinggi di langit dan dia belum menyadari kalau upacara pembukaan di akademi ninja akan segera dimulai. 


" Oh iya. Hari ini kan upacara pembukaaan. Sepertinya aku harus segera bersiap. Omong-omong, upacara pembukaannya dimulai jam Sembilan, bukan. Sekarang jam berapa ya? " tanya Menma kepada dirinya sendiri sambil melihat ke arah jam yang menempel di tembok kamarnya. 


Setelah dilihat, ternyata jamnya menunjukkan kalau saat ini sudah jam sembilan kurang lima menit.


" APA!!! SUDAH TINGGAL LIMA MENIT LAGI??!!! GAWAT, AKU AKAN TERLAMBAT! "


Akhirnya, Menma langsung mengenakan pakaiannya dan keluar dari rumah lalu mengunci pintunya sambil menggigit roti di mulutnya untuk sarapan. Setelah menghabiskan rotinya, dia berlari dengan kencangnya memasuki kawasan padat di desa untuk sampai ke akademi. Tetapi di tengah perjalanan, dia menyadari kalau di desa sudah cukup ramai dikunjungi orang-orang yang menyebabkan jalanan di desa sulit untuk dilewatinya. Jadi, Menma dengan terpaksa harus berjalan memutar dengan melewati jalan tikus dan memanjat ke atap-atap bangunan. Waktu terus berjalan, di tambah dengan jarak antara rumah Menma dengan akademi ninja lumayan jauh. Akhirnya, Menma berhasil melewati keramaian dan terus bergerak ke akademi.


Sementara itu,


" Sepertinya, upacara sudah dimulai. Tapi, aku tidak melihat Menma di sekitar sini. Sepertinya, dia terlambat. Hfft. " Keluh Tora setelah menyadari kalau Menma belum datang ke sini. 


" Iya. Sayang sekali dia belum datang. " balasNia. 


Sesampainya di akademi, 


" Akhirnya aku sampai juga ke sini. Sepertinya,Upacaranya masih belum dimulai. Apakah aku datang tepat waktu? Aku akan segera memastikannya. " Jawab Menma kepada dirinya sambil berjalan ke gerbang akademi.


Kemudian, dia bertemu dengan dua shinobi yang menjaga gerbang akademi dan menghentikan Menma yang mau masuk ke dalamnya. Lalu, salah satu shinobi bertanaya kepada Menma.


" Hei, anak kecil! Kau mau ke mana. "


" Ehh?! Aku Ingin mengikuti upacara pembukaan akademi ninja di sana. " balas Menma sambil menunjuk ke arah dalam akademi. 


" Ohh.. Jadi kau calon peserta baru akademi ya?Tapi, kau terlambat karena upacaranya sudah dimulai tiga menit yang lalu. Jadi,kau tidak bisa masuk ke sana sekarang sampai acaranya selesai. " 


" APA!? Aku tidak punya waktu untuk menungguselama itu. Aku harus segera masuk ke sana! " balas Menma. 


" Tidak bisa!! Salah sendiri kenapa kau sampai terlambat untuk mengikuti acara yang sangat penting ini. Sekarang kau pergilah dari sini!! " tegas dari salah satu shinobi itu. 


" ** tapi aku kan... "


" Sudah pergi sana! "


" Hfftt.. Baiklah. "


Akhirnya, Menma diusir dari gerbang akademi oleh dua shinobi penjaga itu dan menjauh dari sana.


" Tidak. Aku tidak boleh menyerah sampai begitu saja. Aku harus masuk ke sana bagaimana pun caranya dan tidak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti. " 


Kemudian, Menma mencari jalan agar dia bisamasuk ke akademi tanpa diketahui oleh para penjaga di sana. Tetapi, setelahmelihat-lihat ke berbagai arah ke dalam akademi, Menma menyadari kalau diakademi telah dijaga ketat oleh para shinobi selama upcara pembukaanberlangsung.


" Ya ampun. Sepertinya tidak ada celah pun yangbisa aku masuki tanpa diketahui oleh mereka. Sepertinya, aku akan masuk ke sanalewat atas. Tapi, bagaimana caranya? " pikir Menma sambil melihat kesekelilingnya untuk mencari jalan untuk masuk ke akademi. 


Tak lama kemudian, Menma melihat ada sebuahdataran tinggi berupa tebing yang berlokasi dekat dengan akademi. 


" Hmm?? Sepertinya ada tebing yang tinggi disana. Mungkin, aku bisa masuk ke akademi melalui tebing itu dan para penjagatidak akan menyadari kalau aku akan masuk lewat udara. Hehehe. " 


Akhirnya, Menma memutuskan untuk pergi ke tebing itu untuk melakukan upaya yang akan dia rencanakan. Sementara itu, upacara pembukaan yang dipimpin oleh sang kepala akademi ninja dan juga sang Shinrinkage (Sebutan untuk kepala desa Moonlight Plains) telah mencapai bagianabsensi di mana salah satu pengurus akademi akan memanggil nama-nama pesertabaru untuk memastikan kehadiran mereka di tempat. Saat itu, mulailahsatu per satu nama-nama peserta akademi ninja disebutkan.


" Wahh... Sepertinya, nama kita akan dipanggil,Tora. Tapi, aku tidak melihat Menma di sini. Apa jangan-jangan dia tidak datangke akademi? " tanya Nia kepada Tora.


" Sepertinya begitu. Sebenarnya, anak itu kemana sih? Di saat-saat seperti ini, dia malah tidak datang. Apalagi sudah mulaiada absensi lagi. Aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi pada saat namanyadipanggil, orangnya tidak ada. Hffft. " jawab Tora.


" Iya. Aku jadi benar-benar khawatir dengan dia." balas Nia. 


Di sisi lain, 


' Hn... Sudah kuduga si payah itu tidak datangke sini. Menyedihkan. '


Di tempat lain, Menma berhasil mencapai puncaktebing yang dia daki. Lalu, dia berencana untuk masuk ke akademi melalui udaradengan kata lain terbang.


" Baiklah. Sepertinya, ini sudah cukup tinggiuntukku. Sakarang, waktunya untuk beraksi. " 


Menma mulai menyiapkan bahan berupa daun-daundan selembar kain yang lebar yang akan dia pasangkan dengan jaketnya. Setelahitu, dia berhasil membuat sebuah wingsuit(Semacam pakaian yang dirancang untukterbang di udara dengan adanya sayap yang menempel di bagian-bagian kaki dantangan) yang akan dia gunakan untuk terbang masuk ke akademi lewat udara. 


" Baiklah. Semuanya sudah dipersiapkan. Akuharap ini tidak mudah putus saat aku melayang nanti sampai bisa masuk ke sanauntuk upacaranya. Kalau begitu, ini dia. " 


Menma mulai bersiap mengambil ancang-ancang dari jarak yang panjang dari ujung tebing. Kemudian, dia berlari ke arah tebing di depannya dan dia melompat sambil merentangkan kedua tangan dan kakinya. Akhirnya dia terbang melayang di udara dan bergerak ke arah akademi.


" Iya!! Aku Berhasil!!! Aku terbang!! " teriakMenma sambil dia terbang menuju ke akademi. 


Kemudian, Menma melewati gerbang akademi yangdijaga ketat oleh para shinobi tanpa mereka sadari. Akhirnya, Menma berhasilmelewati para penjaga dan sekarang, Menma harus bisa mendarat dengan aman saatdi mencapai lokasi upacara pembukaan di sana. Di sisi lain, nama Nia dan Tora mulai disebutkan. Begitu juga dengan yang lainnya seperti Keita, Juto, Yura dan sebagainya. Kemudian, saat nama Menma mulai dipanggil, si pengurus akademi itu menyadari kalau Menma tidak ada di tempat upacara dan dan berusaha untuk menanyai kepada peserta lainnya tentang keberadaan Menma.  


" Apakah kalian melihat peserta akademi yang bernama Menma?Apakah dia ada di sini atau tidak. " 


' Oh Tidak. Bagian terburuknya telah dimulai. ' batin Tora saat mendengar nama Menma mulai dipertanyakan olehpengurus akademi ninja.


" Omong-omong, apakah Menma tidak datang keakademi atau dia terlambat. " tanya Yura. 


" Entahlah. Mungkin saja dia terlambat karena manamungkin, saat-saat penting ini dia lewatkan. Itu memalukan namanya bukan? "jawab Juto.


" Iya kau benar. Bagaimana menurutmu, Keita? "


" Aku rasa kita tidak perlu membicarakan tentangsi pecundang itu. Karena dia tidak ada di sini, jadi, kita sudahmengetahuinya kalau dia tidak datang ke upacara ini. " jawab Keita dengan nada dinginnya.


" Iya. Kau benar juga. Hehe " balas Yura.


Sementara itu, Menma berusaha mencari titik yangtepat untuk melakukan pendaratan. 


" Sekarang, tinggal waktunya untuk mendarat ditempat yang tepat untuk mendarat. "


Tetapi, karena di akademi ninja banyak sekalipepohonan yang mengelilinginya membuat Menma sulit untuk menghindari setiapcabang pohon di depannya. 


" Uh oh. Kenapa banyak sekali pepohonan di depansana. " 


Menma berusaha menghindari cabang-cabang pohonyang menghalanginya itu. Sayangnya, salah satu cabang pohon yang dilewatiMenma telah mengenai bagian kain di jaketnya yang digunakan untuk terbangmenjadi sobek. 


" Oh tidak!! Kain terbangnya sobek. Kalau seperti ini, aku akan terjatuh. Aku segera mendarat di tempat dengan cepat. " seru Menma kepada dirinya sambil mencari lokasi pendaratan yang aman.


Sementara itu, 


" Hhffft. Ini sudah memakan waktu yang cukupbanyak. Apakah ada di antara kalian tau di mana Menma berada? " tanya sang kepala akademi ninja yang sempat mengisi bagian utama upacara kepada yang lainnya.


" Tidak, tuan. Kami juga tidak tau dia ada dimana sekarang? " jawab yang lainnya.


Tiba-tiba, terdengar suara berisik rimbunan daundari atas pohon yang ternyata adalah Menma yang sedang terbang untuk mendaratke permukaan tanah.


" Akhirnya aku sampai juga! " teriak Menmasaat dia sampai ke lokasi upacara. 


 Di sisi lain,


" Hey lihat! Apa apaan itu?! Ada sesuatu yangterbang ke arah sini. " kejut dari seseorang yang melihat Menma melayang diudara yang sedang mencoba untuk mendarat.


" Itu kan.... " jawab sang Shinrinkage sambilmelihat Menma yang melayang di udara sambil terbang ke lokasi upacara. 


Begitu juga dengan semua orang termasuk paracalon peserta akademi baru yang terkejut melihat Menma di udara sana.


" Baiklah. Ini saatnya aku mendarat. " seruMenma yang akan memulai pendaratannya.


Tetapi, pendaratannya tidak berjalan mulus di mana dia mendarat di tengah kerumunan para peserta akademi baru di lapangan upacara dengan cukup keras yang membuatsebagian calon peserta akademi terkejut dan lari kepanikan. Untungnya, tidakada korban yang terluka atas kejadian itu dan Menma sendiri juga baik-baik sajasetelah mendarat dengan cukup keras yang bisa saja membuatnya terluka parah. Sang Shinrinkage yang melihat kejadian itu langsung menunduk sambilmenutup mukanya, begitu juga dengan yang lainnya yang melihat kejadian itu.Sementara itu, Menma langsung berdiri dengan tidak punya rasa malu dan bersalah kalau diadatang ke upacara pembukaan tepat waktu padahal yang kalau dia sebenarnya sudahterlambat. 


" Hehe. Menma si calon peserta akademi ninjatelah hadir. " jawab Menma dengan rasa bangga tanpa bersalah kepada semua orang di lokasi upacara. 


' Hffft.... Anak itu... ' batin Tsukikage dengan ekspresi malu saatmelihat Menma telah berada di tengah lapangan upacara secara mengejutkan dan tidak elit.


" WOI!!! MENMA!! Ke mana saja, kau? Kau datangterlambat hari ini dan kau juga telah mengacaukan upacara pembukaan. " jawabdari salah satu pengurus upacara pembukaan. 


" Hah?! Benarkah?? "


Di sisi lain,


" Ya ampun, Menma. Kenapa kamu baru datangsekarang? Yang benar saja kau. " ucap Nia yang melihat kejadiannya darikejauhan. 


" Dasar! Dia itu ceroboh sekali. " ucap Tora


" Heh... Tidak jauh dari yang ku kira. Payah. " ucap Keita yang juga melihat kejadian itu.


5 menit kemudian


" Baiklah. Karena kalian semua telah hadir keupacara pembukaan untuk calon peserta akademi ninja baru, kami selaku pengurusupacara mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasinya. Mudah-mudahan, iniadalah langkah awal untuk memotivasi kalian dalam menempuh perjalanan hidupyang ingin kalian capai di masa depan nanti. Selain itu, kami juga berpesanbahwa selama berada di akademi, kalian wajib untuk menaati peraturan-peraturanyang sudah ditetapkan dan jangan sekali-sekali untuk melanggarnya. Jika tidak,maka kalian akan bernasib seperti anak ini yang sudah melanggar peraturan untukpertama kalinya bahkan sebelum resmi menjadi peserta akademi baru. Kalianpaham? " tegas dari si pelaksana upacara sambil menunjukkan Menma yang dudukdengan badannya terikat dengan tali dihadapan teman-temannya. 


" Paham! " jawab dari para peserta akademi. 


" Baguslah. Sekarang, sebagai contoh untukkalian semua yang ada di sini, kami akan memberikan gambaran yang buruk kepadasiapapun yang suka melanggar peraturan di akademi. Bisa jadi, hukuman yang akanditerima akan jauh lebih buruk daripada yang kalian lihat ini tergantung dengantingkat pelanggaran yang telah dilakukan. Jadi, berhati-hatilah dalam berperilakuselama berada di lingkungan akademi. " tegas lagi dari si pelaksana upacarasambil menunjukkan Menma ke hadapan orang-orang di lapangan upacara akademi.


Setelah itu, 


" Heii!! Aku cuma datang terlambat beberapamenit saja. Kenapa aku harus terikat seperti ini?! " tanya Menma.


" Diam! Kau tidak usah banyak alasan. Kau sudahmenjadi contoh yang buruk kepada teman-temanmu. Aku harap ini menjadi pelajaranyang berharga untukmu agar kau bisa lebih memperhatikan tata perilakumu di sinidan jangan lupa untuk disiplin dalam mengatur waktu maupun hal-hal lainnya.Paham?! "


" Baiklah.. Baiklah.. Aku paham. Aku tidak akanmengulanginya lagi. " jawab Menma dengan nada rendah.


" Bagus. Baiklah semuanya. Sebagai tambahanterakhirnya, kalian boleh menyoraki anak ini. Silahkan! " 


Akhirnya, anak-anakdi lokasi upacara pembukaan langsung menyoraki Menma dengan nada-nada yangmerendahkan hatinya.  


" Aku jadi kasihan sama Menma. Dia sampai-sampaidiperlakukan seperti itu. " ucap Nia. 


" Ya, mau bagaimana lagi. Dia sendiri lah yangberulah sampai sejauh itu. Bisa-bisanya dia terlambat datang ke upacara ini. "balas Tora.


Di sisi lain, 


" Anak itu.. Aku jadi semakin ragu kalau diamasih bertahan akademi dengan kelakuannya seperti itu. " 


" Iya, kau benar. Mungkin saja dia hanya menjadipengacau berat yang akan mengganggu proses pembelajaran kita nantinya. " 


Beberapa saat kemudian, upacara pembukaan telahselesai dan para peserta baru akademi ninja dipersilahkan untuk pulang dan memulaipembelajaran pertamanya di akademi besok. Menma yang sebelumnya mendapatkanhukuman berupa diskors yaitu dilarang masuk ke akademi selama dua hari dari hari pertama karena perbuatannya sendiri menjadi terdiam tanpa berkata-kata. Diatidak berani mengungkapkan apapun dan juga tidak ingin bicara dengan siapapun. Menma terus berjalan meninggalkan akademi dengan ekspresi malu di wajahnya danmelupakan dengan semua yang telah terjadi sebelumnya. 


' Sepertinya, mulai sekarang aku harusmengendalikan diriku dengan tidak terlambat lagi ke akademi meskipun aku dilarang masuk ke akademi selama dua hari dari besok. Selain, itu aku juga akan mencoba untukfokus mempelajari semua pelajaran yang akan diajarkan nanti di akademi. Jadi, aku tidakboleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku tidak akan menyerah! ' seru Menma dalamhatinya sambil meyakinkan diri kalau dia tidak akan mengulangi kesalahan yangsama untuk kedepannya. 


Setelah itu, Menma langsung bergerak pulang ke rumahnyadi desa Moonlight Plains.