AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 20 " MENMA AND MERLIN "



Setelah berhasil mengalahkan Victor dengan cara yang bisa dibilang sangat brutal, Menma langsung menghilangkan bunshinnya dan berjalan menuju ke Merlin. Merlin yang melihat Menma yang berhasil mengalahkan Victor langsung menghampirinya. Dia khawatir dengan kondisi Menma yang terlihat kelelahan setelah melakukan pertarungannya yang cukup menegangkan. Chakranya terkuras cukup banyak untuk mengeluarkan jutsu-jutsunya seperti Kage bunshin no jutsu, Kawarimi no jutsu, dan Henge no jutsu. Tentu itu adalah hal sangat berat bagi Menma yang masih seorang anak kecil yang belum lulus dari akademi, sudah melakukan pertarungan pertamanya melawan seorang penjahat atau lebih tepatnya seorang pengkhianat desa yang levelnya sudah berada di tingkat chuunin meskipun Menma terbantu dengan memiliki persediaan chakra yang masih banyak. Tetapi, tetap saja itu adalah pengalaman yang sangat buruk bagi seorang anak biasa seperti Menma yang belum mengenal mana yang salah dan mana yang benar. Karena itulah, bimbingan dari seorang dewasa sangat diperlukan untuk bisa membedakan antara yang baik dan jahat serta membantu meningkatkan kewaspadaannya terhadap hal-hal yang bersifat mencurigakan. Dengan demikian, anak-anak bisa menjaga diri mereka sendiri secara perlahan sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan menambah pengalaman hidupnya.


Kini, Merlin sedang menghampiri Menma dan langsung memeriksa keadaannya setelah melakukan pertarungannya melawan Victor.


" Menma! Daijoubu? "


" Daijoubu, sensei. Aku masih bisa berdiri. Lagipula, aku telah berhasil mengalahkan Victor-sensei di sana. Ya, walaupun caranya agak sedikit berlebihan. Hehe. "


" Oh.. Souka. Tidak apa-apa. Yang penting, kau baik-baik saja dan tidak terluka parah setelah melawannya. "


Kemudian, Menma mulai ingin mengatakan sesuatu kepada Merlin.


" Uhm.. Merlin-sensei, Gomenasai. "


" Heh?! Ada apa, Menma? Kenapa kau meminta maaf kepadaku? "


" Gomenasai, karena gara-gara aku, Merlin-sensei menjadi terluka seperti itu. Andai saja aku mengetahui kalau sebenarnya, Victor-sensei hanya menjebakku dengan alasan bisa meluluskanku menjadi genin setelah melakukan apa yang dimintanya, kejadian ini tidak akan terjadi. Tapi, aku malah memercayainya sampai di mana aku berhasil membawa gulungan rahasia itu kepadanya, dia justru berniat untuk membunuhku sampai-sampai Merlin-sensei harus terluka untuk melindungiku. Karena itulah, aku menjadi merasa bersalah kepada sensei. Jadi, gomenasai! "


Menma menundukkan badannya seolah dia meminta maaf kepada Merlin. Tetapi Merlin meminta Menma untuk segera berdiri tegak dan memintanya untuk menatap mukanya Merlin secara langsung.


" Apa yang kau bicarakan, Menma? Kau itu adalah muridku. Sudah sepantasnya seorang guru seperti aku harus melindungi muridnya yang dalam bahaya. Selain itu, kau sendiri juga belum siap untuk menghadapi situasi yang kau hadapi sebelumnya. Untuk itulah, aku harus memastikan keselamatan semua muridku agar tidak terjebak di dalam situasi yang berada di luar kemampuan mereka. Jadi, kau jangan menyalahkan dirimu sendiri karena yang kau hadapi itu hanyalah sebagian kecil dari kerasnya dunia ninja. Karena itulah, kau harus belajar lebih giat lagi agar mendapatkan pengetahuan untuk bisa bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan suasana di dunia luar. "


" Souka. Jika seandainya Merlin-sensei tidak datang pada waktu itu, mungkin aku pasti sudah mati dibunuh olehnya. Selain itu, yang Merlin-sensei katakan itu benar. Sepertinya, aku harus belajar lebih giat lagi supaya bisa kuat dan bertahan hidup di dalam kerasnya dunia ninja. Karena aku ingin memiliki impian untuk menjadi seorang shinobi yang hebat seperti sang pahlawan legendaris. Untuk itulah, aku tidak akan menyerah. "


" Hm. Baguslah kalau begitu. Kau sudah mulai mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari kejadian yang kau alami sekarang. Mudah-mudahan, kau akan berusaha untuk berhati-hati lagi dalam mempercayai perkataan dari orang lain. "


" Hai, sensei. Lain kali, aku akan lebih berwaspada agar tidak terjebak lagi seperti yang aku alami gara-gara dari Victor-sensei yang menyebalkan itu. "


" Hmph.. Yokatta, Menma. "


Merlin tersenyum lebar setelah melihat Menma telah mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dari kejadian yang dia alami sebelumnya. Kini, Merlin mulai menyadari kalau Menma telah berkembang lebih dewasa dari sebelumnya di mana dia akan lebih berwaspada terhadap apapun dan siapapun yang belum jelas kebenarannya. Kini, Merlin mengajak Menma untuk segera kembali ke desa Moonlight Plains.


" Yosh, Menma. Sekarang, kita akan pulang ke desa. Kita akan langsung melaporkan tentang kejadian ini kepada Shinrinkage-sama. Selain itu, kita akan meninggalkan Victor di sini karena selama dia masih tidak sadarkan diri, bala bantuan akan segera mengamankannya. Dia akan diproses lebih lanjut untuk mengetahui motif dari pengkhianatannya. Itu adalah salah satu pelanggaran berat yang tidak boleh dilakukan oleh seorang shinobi karena ini menyangkut tentang informasi yang berhubungan dengan kondisi dan kekuatan yang dimiliki di dalam desa. Sebagai seorang shinobi, kita berkewajiban untuk menjaga semua informasi itu agar tidak sampai dibocorkan kepada musuh. Jika sampai hal itu terjadi, maka ada kemungkinan pihak musuh akan menyerang desa pada saat yang tidak terduga. "


" Jadi, dia akan dihukum atas perbuatannya itu, sensei? "


" Hai. Itu benar, Menma. Karena perbuatannya itu tidak dapat ditoleransi oleh desa. Karena itulah, dia layak untuk mendapatkan ganjarannya atas apa yang telah dia perbuat. "


Menma menggaguk kepalanya dan mulai mengerti tentang semua yang dikatakan oleh Merlin.


" Kalau begitu, apakah sensei akan melaporkan tentang perbuatanku juga? Karena yang aku lakukan itu juga salah bukan. Itu berarti kalau aku juga melakukan pelanggaran yang berat karena aku telah mencuri gulungan rahasia ini dari tempat penyimpanan di gedung Shinrinkage. Apakah, aku juga akan dihukum seperti Victor-sensei? "


Merlin tersentak setelah mendengar ucapan dari Menma barusan. Dia berpikir kalau sebenarnya, Menma tidaklah bersalah dengan apa yang telah dia lakukan.


" Uhm.. Menma, kalau soal itu, kita akan membicarakannya kepada Shinrinkage-sama secara baik-baik. Karena menurutku, kau itu tidak bersalah. Kau hanya dimanfaatkan oleh Victor untuk untuk memperlancar rencananya. Sebenarnya, dia bisa saja mencuri gulungan rahasia itu dengan tangannya sendiri. Tapi, karena dia mengetahui kalau kau ingin lulus menjadi genin walaupun sempat gagal di ujian kelulusan itu, akhirnya dia memutuskan untuk memanfaatkanmu untuk menjalankan rencananya. Secara tidak langsung, kau memang terlibat dalam rencana pengkhianatannya Victor. Tapi, kau juga adalah korban penipuan yang berujung pada pembunuhan terhadap dirimu sendiri. Karena itulah, aku akan mengatakan kepada Shinrinkage-sama kalau kau hanyalah korban yang berhasil aku selamatkan. Jadi, kau tidak perlu khawatir, Menma karena semuanya akan baik-baik saja. "


" Souka. Tapi, jika andaikan saja aku memang bersalah atas kejadian ini, aku tidak keberatan kalau mendapatkan hukuman lagi dari Shinrinkage oji-san. Ya dari dulu, aku memang selalu membuat banyak sekali masalah di desa. Aku mengusili banyak orang, merusak dan mengotori lingkungan sekitar, mencari masalah, dan banyak sekali pelanggaran lain yang aku lakukan. Jadi, kalau sampai itu terjadi, aku tidak perlu merasa ketakutan lagi. Apalagi sampai aku dipenjara sekalipun juga tidak masalah. Shinrinkage oji-san pernah bilang kalau aku harus menjalani hukuman sebagai bentuk penunjukkan kalau aku adalah penduduk desa Moonlight Plains ini. Selain itu, aku juga harus bertanggung jawab atas semua yang telah aku lakukan dan berusaha untuk memperbaiki sikapku. Bukankah begitu, Merlin-sensei? "


" Hai, itu memang benar. Setiap orang harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat. Hal itu berlaku untuk semua orang tanpa pengecualian tanpa memandang dirinya siapa. Karena itulah, kita harus selalu berhati-hati dengan semua tindakan yang dilakukan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Apakah kau sudah mulai mengerti, Menma? "


" Hm.. Tentu saja, Merlin-sensei. Lalu, soal tentang lulus menjadi genin itu, aku bisa mendapatkannya di lain waktu. Aku akan terus berusaha keras dan belajar lebih giat lagi agar aku bisa mendapatkan nilai yang bagus dan lulus menjadi seorang ninja. Sensei pernah bilang pada waktu itu kalau tidak ada yang namanya jalan pintas dan semuanya membutuhkan proses. Orang hebat tidak diakui kalau dia melakukan dengan cara yang instan. Selain itu, Merlin-sensei juga akan selalu memperhatikanku agar aku bisa menjadi pribadi yang baik dan sukses dengan kerja keras. Jadi, aku tidak akan keberatan kalau harus mengikuti pengulangan itu walaupun hanya selama satu tahun. Karena aku berjanji untuk tidak akan menyerah untuk bisa menjadi seorang shinobi yang hebat seperti sang pahlawan legendaris yang aku kagumi. Aku tidak akan menarik kembali kata-kataku karena itu adalah jalan ninjaku, sensei. "


Merlin terkejut dan kagum setelah mendengar ucapan dengan nada yang penuh keyakinan dari Menma. Saat itulah, Merlin menunjukkan senyumnya karena merasa senang dan bangga kepada Menma karena dia mulai belajar dari kesalahan dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Merlin juga melihat kalau Menma mulai menunjukan sikap dewasanya secara sedikit demi sedikit. Dia berharap kalau Menma bisa mempertahankan itu dan mengembangkannya lebih jauh lagi agar bisa menjadi seorang pribadi yang disegani oleh banyak orang, terutama di desa.


" Yokatta, Menma. Aku sudah mulai berkembang rupanya. Yosh. Sebelum kita kembali pulang, aku ingin memberikan sesuatu kepadamu. "


Menma langsung mengernyit bingung terhadap apa yang diucapkan oleh Merlin barusan.


" Hah?! Memberikan sesuatu kepadaku? Apa itu, Merlin-sensei? "


" Nah. Kau tutuplah kedua matamu terlebih dahulu! Setelah itu, aku akan menyuruhmu untuk membukakannya kembali. "


" Ah.. Hai, sensei. "


Akhirnya, Menma menutupkan kedua matanya dan setelah itu, dia merasa seperti dipasangkan dengan sesuatu di keningnya. Kemudian,


" Yosh, Menma. Sekarang, kau boleh membukakan kedua matamu kembali. "


Merlin meminta Menma untuk membukakan kembali kedua matanya. Secara perlahan, Menma mulai membukakan kedua matanya dan dia melihat Merlin yang sedang memegang seutas ikat kepala ungu milik Menma yang telah berada di tangannya. Kemudian, Menma menanyakan sesuatu tentang apa yang diberikan oleh Merlin dan kenapa ikat kepala miliknya tidak ada di sana sambil memegang ikat kepala milik Menma.


" Merlin-sensei! Apa yang baru saja terjadi dan kenapa sensei memegang ikat kepalaku? "


" Hehehehe.. Ya, itu adalah hadiah yang kuberikan kepadamu. "


" Hah?! Hadiah? "


" Cobalah kau pegang keningmu! "


Menma mulai memegang keningnya. Dia merasakan ada sesuatu yang mengkilap seperti besi dan mulai menyadari kalau yang dia pakai saat ini adalah ikat kepala shinobi milik Merlin. Dia juga melihat Merlin yang tidak memiliki ikat kepalanya yang ternyata, Merlin memasangkannya kepada Menma.


" Merlin-sensei! Inikan, ikat kepala ninja. Itu berarti..."


" Hai. Selamat, Menma! Kau lulus. "


Mendengar itu, sontak membuat Menma menjadi terkejut.


" Nani?! A-apa maksud sensei kalau aku lulus? "


" Maksudnya, aku sudah memutuskannya setelah apa yang telah aku lihat pada saat kau bertarung melawan Victor. Saat itu, kau sudah mulai berkembang menjadi lebih baik dan bahkan, kau bisa menggunakan tiga jutsu tingkat E sekaligus menggunakan strategi dengan pemikiran yang tepat untuk menggagalkan aksi pengkhianatan yang dilakukan oleh Victor. Karena itulah, aku memutuskan untuk meluluskanmu menjadi genin. "


Menma langsung menganga seolah tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar dari Merlin. Ternyata, Merlin yang pernah tidak meluluskan Menma setelah mendapatkan nilai yang sangat rendah pada saat ujian kelulusan akademi itu pada akhirnya memutuskan untuk meluluskannya menjadi shinobi secara resmi setelah berhasil menggagalkan upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh Victor terhadap desa Moonlight Plains. Di saat itulah, Menma mulai merasa sangat senang dan meneteskan air mata kebahagiaanya secara perlahan.


" Be-Benarkah itu, Merlin-sensei? "


" Hai, itu benar. Akhirnya, kau berhasil juga ya. "


" Tapi, bagaimana dengan pengulangan yang harus aku ikuti jika aku tidak lulus pada saat ujian kelulusan itu?


" Soal itu, kau tidak perlu memikirkannya lagi. Dengan keputusan bulatku sebagai wali kelasmu setelah apa yang telah lakukan itu, aku menyatakan dirimu lulus menjadi genin secara resmi. Dengan kata lain, kau sekarang adalah seorang shinobi. "


Akhirnya, Menma telah lulus menjadi seorang shinobi dengan tingkat awalnya yaitu genin. Menma yang telah mendengarkan pernyataan itu langsung dari Merlin, segera menghampiri dan memeluknya. Menma menangis haru karena tidak menyangka kalau keinginannya menjadi seorang shinobi akhirnya terwujudkan. Dengan begitu, perjalanan awal Menma sebagai seorang ninja dari desa Moonlight Plains yang akan berjuang untuk meraih impiannya telah dimulai.


" Hiks..Hiks.. Hiks.. Arigatou, sensei. Arigatou gozaimasu. Hiks.. Hiks.. "


" Dōitashimashite, Menma. Aku bangga padamu. Kau sudah menunjukkan kalau kau layak dan pantas untuk menjadi seorang shinobi. Mulai sekarang, kau akan masuk ke dalam dunia ninja yang penuh dengan hal-hal yang menantang dan menegangkan yang akan kau hadapi nantinya. Jadi, kau bersiap-siaplah karena besok, ada pembagian tim genin yang akan ditentukan untuk menjalankan misi shinobi nantinya. "


Menma mulai melepaskan pelukannya dari Merlin dan menatap langsung ke arah wajahnya.


" Hai. Aku akan bersiap, sensei dan akan kutunjukkan kalau aku bisa menjadi seorang shinobi yang bisa menjalani misi dengan baik. Percayalah itu, sensei. "


" Hm. Aku percaya padamu. Nah, sebagai bentuk perayaan atas kelulusanmu menjadi genin, bagaimana kalau aku akan mentraktirmu makan tomyam? "


" Wahh!!! Benarkah, Merlin-sensei? Yoshaaa!!! Ayo, kita makan tomyam bersama! Ikuzo, Merlin-sensei! "


" Hai.. Hai.. Tidak usah terburu-buru begitu, Menma! Ya sudah, kita kembali ke desa! "


Akhirnya, Menma dan Merlin berjalan kembali ke desa untuk merayakan kelulusannya Menma menjadi seorang ninja dengan tingkat awalnya yaitu genin. Perjalanan awal ninja Menma telah dimulai. Akan ada berbagai macam hal yang sangat menegangkan dan penuh tantangan yang akan dia dan teman-temannya hadapi saat menjalankan misinya sebagai seorang shinobi nantinya.


Sementara itu, di suatu tempat, ada seseorang yang sedang mengamati kejadian yang terjadi di bukit halaman belakang akademi yang di mana terdapat Menma yang baru saja selesai bertarung melawan Victor, langsung kembali ke desa bersama Merlin.


" Hmph.. Akhirnya, dia berhasil lulus juga menjadi ninja. Ya, walaupun caranya agak sedikit aneh, tetapi dia membuktikan kalau dia layak dan pantas untuk menjadi seorang ninja. Lalu, dia mau mengakui Menma sebagai seorang anak biasa yang memperjuangkan impiannya. Yokatta. Sekarang, aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku di sini dan setelah itu, aku akan kembali pulang. Yosh, aku jadi tidak sabar untuk bisa tinggal bersama dengan Menma lagi. Hihihi.. " ucap seseorang itu yang sedang mengamati kejadian itu melalui bola kaca sihirnya yang digunakan untuk menerawang sebuah kejadian di suatu tempat.