
Pada suatu hari yang cerah di mana matahari telah terbit dari ufuk timur, keadaan di desa Moonlight Plains kembali kondusif setelah kejadian yang terjadi pada malam itu di mana Victor telah dinyatakan sebagai pengkhianat desa. Saat ini, dia telah diamankan oleh para shinobi yang menemukan jasadnya yang sedang tidak sadarkan diri setelah dikalahkan secara memalukan oleh Menma. Dia diperiksa oleh pihak berwajib di sana dan akan segera dihukum. Selain itu, kasus tentang pencurian gulungan rahasia itu telah ditutup setelah mendapatkan keterangan dari Merlin yang menjadi sanksi atas kasus pencurian yang melibatkan seorang anak kecil dan aksi pengkhianatan dari Victor yang berhasil dihentikan oleh anak yang dimanfaatkan itu. Karena tindakannya yang telah menyelamatkan reputasi dari desa Moonlight Plains dan gulungan rahasia itu telah dikembalikan ke tempatnya, akhirnya anak itu dibebaskan dari perkara karena dia juga menjadi korban penipuan oleh si pengkhianat Victor itu.
Menuju ke sebuah rumah di kawasan terpencil di desa. Di sana, terdapat seorang anak yang sempat menjadi korban penipuan yang berhasil menghentikan upaya pengkhianatan dari Victor itu. Ya, dia adalah Menma yang saat ini telah lulus menjadi seorang genin. Itu berarti, keinginan awalnya telah terjadi terwujud yaitu menjadi seorang shinobi. Dia baru saja menetapkan langkah awalnya untuk menggapai impiannya menjadi seorang shinobi yang hebat seperti sang pahlawan legendaris. Setelah dia bangun dari tidurnya, Menma langsung bergegas ke kamar mandi dan setelah itu, Menma menyantap sarapannya berupa sereal gandum dan air putih yang dimilikinya. Kemudian, dia mengenakan pakaiannya berupa kaus dengan lengan panjang berwarna ungu dengan jaket tanpa berlengan berwarna coklat, celana panjang sampai mata kaki berwarna hitam keunguan beserta sabuk di pinggangnya, dan memasang beberapa perlengkapan yang di antaranya berupa pelindung sikut dan lutut. Setelah selesai mengenakan pakaian dan atributnya, Menma hendak memakai ikat kepala ungu yang biasa dia pakai. Tetapi, dia melihat ada suatu benda yaitu ikat kepala ninja berwarna putih yang baru dia dapat kemarin. Akhirnya, Menma memutuskan untuk melepaskan ikat kepala ungunya dan memakai ikat kepala ninja. Mulai sekarang, dia adalah seorang shinobi.
" Yosh. Sekarang, aku adalah seorang ninja dan suatu saat nanti, aku akan menjadi seorang ninja yang hebat. Lihat saja nanti. " ucap Menma pada dirinya sambil menatap ke depan cermin setelah memakai ikat kepala ninjanya.
Setelah semuanya beres, Menma langsung mengenakan sepatu ninja berwarna coklat tua miliknya. Kemudian, dia keluar dari rumah dan tidak lupa untuk mengunci pintunya. Setelah itu, Menma langsung berangkat menuju ke akademi ninja untuk mengikuti pembagian tim genin.
Sesampainya di sana, Menma langsung bergegas menuju ke ruang kelasnya. Di sana, terdapat beberapa anak yang telah menjadi ninja sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Jumlah orang yang ada di dalam kelas pada saat itu masih belum terlalu banyak yang menandakan kalau jam mulainya masih cukup lama. Hal itu membuat Menma menjadi bernafas lega karena dia masih bisa sampai di kelas sebelum waktu mulai tiba. Kemudian, Menma masuk ke dalam dan mulai menyapa kepada anak-anak lainnya di sana. Tetapi,
" Itukan, Menma? Ternyata, dia lulus juga. "
" Rupanya, dia sudah menjadi genin. Lihatlah ikat kepala yang dia pakai itu. "
" Bukankah, dia gagal di ujian kelulusan itu. Seharusnya, dia tidak usah datang ke sini. Lebih baik, dia pulang saja. "
" Hai, itu benar. Akan lebih baik kalau dia tidak usah lulus. Karena dia itu sangat payah. "
" Kalau sudah begitu, bisa merepotkan nanti. Aku berharap tidak dapat satu tim dengan anak itu. "
" Hai, aku juga. Dia hanya akan menyusahkan orang lain saja. "
" Bocah iblis itu tidak pantas menjadi ninja. "
Seperti biasa. Menma hanya mendapatkan tatapan dingin dan kosong beserta bisikan-bisikan buruk dari mereka. Untungnya, dia tidak memperdulikan itu dan terus melangkah menuju ke bangkunya. Ketika sedang menuju ke bangkunya, Menma melihat ada dua anak yang sedang duduk di sana. Ya, mereka adalah dua teman dekatnya Menma yaitu Nia dan Tora. Saat ini mereka sedang mengobrol tentang sesuatu.
" Bagaimana denganmu, Nia? Apakah kau sudah siap untuk memulai petualangan kita sebagai shinobi? " tanya Tora.
" Hm. Aku sudah siap, Tora. Aku jadi tidak sabar untuk menjalankan misi kita nanti. " jawab Nia.
" Yokatta. Aku juga sangat antusias untuk pembagian tim genin ini yang akan dibentuk untuk menjalankan misi sebagai shinobi. " ucap Tora.
Setelah itu,
" Oh ya. Ngomong-ngomong, pada saat pembagian tim genin nanti, kita akan bergabung dengan siapa ya kalau menurutmu? Apakah Kita akan masih bersama atau akan dipisahkan ke dalam tim ya berbeda? " tanya Nia.
" Kalau soal itu, aku tidak tau. Kalaupun kita akan masih bersama, maka siapakah yang akan menjadi satu tim dengan kita? Karena setahuku, satu tim genin yang akan dibentuk terdiri dari tiga genin. Kita kan baru ada dua. Masalahnya, siapa satu lagi yang akan bergabung dengan kita? " jawab Tora sambil bertanya balik kepada Nia.
" Uhm.. Bagaimana kalau Menma yang akan bergabung dengan kita? Kita kan masih berteman baik dengan dia bukan? " tebak Nia.
" Kau ini bagaimana? Menma kan tidak lulus menjadi genin setelah gagal di ujian kelulusan itu. Apakah kau lupa tentang itu, Nia? " jawab Tora dengan nada sarkas.
" Oh ya, aku lupa. Hehehe. Gomenasai, Tora. Padahal, aku berharap kita berdua bersama dengan Menma bisa menjadi satu tim nanti. Tapi, sayangnya dia tidak lulus pada saat ujian itu. " ucap Nia sambil cengengesan.
" Hai. Aku juga berharap begitu. Tapi, kenyataannya berkata lain. Ya sudahlah. Yang penting apapun yang akan terjadi, kita harus menerimanya dengan lapang dada. Karena siapa tau kita akan dipisahkan ke dalam tim yang berbeda. Jadi, bersiap-siap saja. " ucap Tora.
" Hm. Wakatta. Aku juga harus bisa menerima apa adanya jika sudah ditentukan timnya seperti apa nantinya. " ucap Nia.
Ketika sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang menyapa mereka dan orang itu terlihat sangat dekat sekali dengan Nia dan Tora.
" Ohayou, minna! "
Setelah mendengarkan sapaan itu, Nia dan Tora langsung menengok ke arah sumber suara itu. Mereka langsung terkejut karena yang menyapa adalah sesosok yang sangat kenal dekat dengan Nia dan Tora.
" Ohayou, mou! Ehh?! Menma!? Apakah itu kau? " ucap serempak dari Nia dan Tora.
" Hehehe. Hai, ini aku. Apa kabar kalian berdua? " tanya Menma.
" H-hai. Kami berdua baik. Bagaimana denganmu, Menma? " ucap Nia.
" Hm, aku juga baik. Senang bisa bertemu dengan kalian lagi. " jawab Menma.
Setelah mendapatkan balasan dari sapaanya, Menma langsung menghampiri bangkunya yang terdapat Nia dan Tora di sana. Setelah itu, Tora langsung mulai berbicara.
" Menma, bagaimana kau bisa ada di sini? Bukankah, kau tidak lulus menjadi genin setelah gagal di ujian kelulusan itu? " tanya Nia.
" Ya, aku memang gagal di ujian kelulusan itu. Tapi, entah kenapa Merlin-sensei memutuskan untuk meluluskanku menjadi genin. Karena itulah, aku bisa datang ke sini untuk mengikuti pembagian tim genin yang akan dibentuk nanti. " jawab Menma.
" Souka. Lalu, bagaimana bisa Merlin-sensei malah memutuskan untuk meluluskanmu menjadi genin? Apakah kau meminta sesuatu kepadanya? " tanya Tora.
" Kalau soal itu, aku juga tidak tau. Ceritanya lumayan panjang dan aku sendiri tidak bisa menjelaskan tentang apa yang dipikirkan oleh Merlin-sensei. Tapi yang jelas, aku bisa mendapatkan ikat kepala ini dan lulus menjadi genin. " jawab Menma sambil menunjukkan ikat kepala ninjanya kepada Nia dan Tora.
" Ya, aku juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Merlin-sensei sampai-sampai dia memutuskan untuk meluluskanmu. Tapi, syukurlah kalau kau akhirnya bisa menjadi genin. Aku kira kalau kau benar-benar tidak akan bisa menjadi shinobi, Menma. " balas Tora.
" Heh.. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku berusaha sebaik mungkin agar bisa mewujudkan keinginanku menjadi seorang shinobi. Dengan begini, aku bisa melangkahkan kakiku untuk menggapai impianku nanti. Lihat saja! " ucap Menma.
" Hai..Hai.. Aku akui kalau kau selalu berusaha keras untuk mendapatkannya. Buktinya, Kau sudah menjadi genin sekarang. Itu berarti, kau sudah siap untuk memulai petualangan kita sebagai shinobi dan menjalankan misi yang akan diberikan nanti. " ucap Nia.
" Hm, tentu saja. Aku akan menunjukkan kalau aku bisa menjadi shinobi dengan menjalankan misi sebaik mungkin. Oh ya, bolehkah aku duduk bersama dengan kalian? " tanya Menma.
" Tentu saja, Menma. Duduklah di sini karena kau kan teman kami, Menma. " jawab Nia.
" Oh, souka. Arigatou, minna. " ucap Menma.
" Hm. " jawab serempak dari Nia dan Tora sambil menganggukkan kepalanya.
Akhirnya, Menma duduk di bangku yang sama dengan Nia dan Tora. Sementara itu, seorang gadis yang memakai kerudung berwarna abu-abu di kepalanya ditambah dengan ikat kepala ninja yang dikenakan di lehernya sebagai kalung, sedang menatap ke arah Menma yang sedang duduk bersama kedua temannya. Dilihat dari raut wajahnya, dia sangat senang munculnya semburat merah di pipinya karena melihat Menma yang akhirnya lulus menjadi genin.
' Yokatta. Akhirnya, kau lulus juga. Selamat ya, Menma-kun. Aku harap kau bisa menjadi seorang ninja yang hebat walaupun sebenarnya, aku tidak tau apa sebenarnya yang terjadi sampai membuatmu bisa lulus menjadi genin. Tapi apapun itu, Aku akan selalu mendukungmu. Kami-sama, arigatou gozaimasu karena sudah mengabulkan doaku. Semoga, kedepannya akan baik-baik dan aku juga akan menjadi kunoichi yang berguna bagi desa. ' gumam gadis itu yang ternyata adalah Hikari yang juga memberikan ucapan selamat kepada Menma melalui isi hatinya meskipun masih malu-malu untuk mengungkapkannya.
Sementara itu, datanglah tiga anak yang juga menjadi genin sedang menuju ke bangkunya. Di tengah perjalanan, mereka melihat Menma yang sedang duduk di bangkunya dengan memakai ikat kepala ninjanya.
" Oi! Bukankah itu Menma? "
" Hai, kau benar. Tapi, kenapa dia berada di sini? Bukankah, dia gagal di ujian kelulusan itu dan tidak dapat menjadi genin? Sedang apa yang dia lakukan di sana? "
" Entahlah. Aku rasa ada yang tidak beres. Aku harus memastikan. Bagaimana denganmu, Juto? "
" Tentu saja, Yura. Aku akan ikut. Bagaimana denganmu, Keita? "
" Aku cuma mengikuti kalian saja. Sebenarnya, aku tidak begitu peduli dengan mau apa dia di sini. Tapi, terserah dengan kalian saja. "
" Yosh. Kalau begitu, kita samperin dia! "
" Hai. Ikuzo! "
Ketiga anak itu langsung menuju ke sebuah bangku di mana Menma sedang duduk di sana bersama kedua temannya. Sesampainya di sana, salah satu dari mereka yaitu Yura langsung menyapa Menma.
" Oi, Menma! Sedang apa kau di sini? Kau tau kalau di kelas ini adalah tempat di mana para murid akademi telah lulus menjadi genin. Sedangkan kau yang gagal di ujian itu seharusnya tidak berada di sini. Jadi, untuk apa kau datang kemari? "
Menma terkejut sesaat setelah mendengar pertanyaan dari Yura. Tetapi setelah itu, Menma langsung menjawab pertanyaan itu dengan percaya diri.
" Tentu saja, aku datang ke sini karena aku telah lulus menjadi genin. Tidak percaya? Kau lihat ikat kepalaku ini. Ini menunjukkan kalau aku adalah seorang shinobi secara resmi. Perhatikan! "
Menma memperlihatkan ikat kepala ninja yang dia pakai di keningnya kepada Yura, Juto, dan Keita. Melihat itu membuat mereka bertiga menjadi terkejut.
" Nani?! Bagaimana bisa kau mendapatkan ikat kepala itu? Apakah kau mencuri dari seseorang huh? " tebak Juto sambil menuduh Menma kalau dia mencuri ikat kepala ninja dari orang lain.
" Hei, apapaan kau ini! Tentu saja tidak! Aku tidak mencuri ikat kepala ini dari siapapun. Aku mendapatkannya sendiri karena Merlin-sensei telah memberikan ini kepadaku karena aku telah dinyatakan lulus menjadi genin olehnya. " jawab Menma dengan nada emosi setelah mendengar tuduhan dari Juto.
" Benarkah begitu? Bagaimana Merlin-sensei bisa meluluskanmu menjadi genin padahal pada waktu ujian kelulusan itu, kau dinyatakan gagal karena mendapatkan nilai terendah. Tapi, entah kenapa kau malah diluluskan dengan alasan yang tidak jelas olehnya. Aku jadi bingung. " ucap Yura.
" Heh.. Soal itu, aku rahasiakan. " ucap Menma.
" Kenapa kau rahasiakan itu dari kami? Apakah kau melakukan sesuatu kepada Merlin-sensei agar dia bisa meluluskanmu? " tanya Juto.
" Ya, itu karena kalau diceritakan akan sangat panjang. Selain itu, aku tidak melakukan apapun kepada Merlin-sensei. Dia sendiri yang memutuskan untuk meluluskanku. Entah apa alasannya, tapi yang jelas kalau sekarang, aku adalah genin. Jadi, aku berhak untuk datang ke sini! " tegas Menma.
" Cih.. Yang benar saja kau. Kau seharusnya tidak usah... "
Belum selesai Juto berbicara, Keita langsung memotongnya dan mulai angkat bicara.
" Sudah cukup, kalian berdua! Jika dia sudah di sini dengan alasan kalau dia telah lulus menjadi genin, maka kalian tidak punya alasan untuk melarangnya ke sini. Jadi lebih baik, tidak usah diteruskan. "
" Tapi Keita... "
" Sudah kubilang, cukup! "
Melihat Keita yang mulai bersikap tegas, sontak membuat Juto dan Yura langsung patuh kepadanya.
" Gomenasai, Keita. Kami tidak bermaksud untuk melarangnya ke sini. " ucap Yura.
" Hn. Ya sudah. " ucap Keita sambil memaafkan kedua temannya itu.
Kemudian, Keita menatap ke arah Menma.
" Aku juga tidak tau kenapa itu bisa terjadi. Tapi, jika sudah demikian aku ucapkan selamat untukmu. Sepertinya, kau beruntung kalau Merlin-sensei berubah pikiran untuk meluluskanmu menjadi genin. " ucap Keita.
Menma sedikit terkejut setelah mendengar ucapan dari Keita. Entah kenapa, Menma mulai merasa kagum kepada Keita karena dia telah mengapresiasi dengan mengucapkan selamat kepada Menma dan juga telah menghentikan aksi kedua temannya yang dianggap mengganggu itu. Tetapi, dia menepis perasaan itu karena masih memiliki gengsi tentang persaingan dengan Keita.
" Uhm.. Dōitashimashite, Keita. Ya, benar juga kalau aku beruntung bisa diluluskan oleh Merlin-sensei menjadi genin. Hehe. " balas Menma sambil menunjukkan cengirannya.
" Hn. Kau terlalu cepat berpuas diri, pecundang. Perlu kau ketahui kalau keberuntunganmu itu bisa saja hanyalah suatu kebetulan. Aku peringatkan saja kepadamu bahwa kau tidak akan selamanya mengandalkan keberuntungan. Kau harus bisa membuktikannya dengan menaati peraturan yang berlaku dan menjalankan misi dengan baik nantinya. " ucap Keita.
" Heh?! Apa maksudmu, Keita. Aku tidak mengerti dan kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan pecundang? " ucap Menma.
" Intinya, kau harus mengeluarkan semua potensimu dengan usaha keras. Itu saja yang aku katakan kepadamu. Semangat dan tekad saja tidak akan cukup untuk membuatmu menjadi shinobi yang berguna. Jika kau sudah mengerti atau tidak, itu bukan urusanku. Yang penting, kau ingat saja semua ucapanku tadi. " ucap Keita dengan nada dinginnya.
" .... "
Menma masih tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Keita. Tetapi, dia tetap yakin kalau dia bisa menunjukkan yang terbaik dengan usaha keras karena saat ini, dia telah dinyatakan lulus menjadi genin. Untuk itulah, Menma harus bisa menjalankan misinya dengan baik dan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan kepadanya.
" Ikuzo, minna! Kita pergi ke bangku kita dan tidak usah mengurus dia lagi di sini. Biarkan saja tentang apa sudah terjadi. " ucap Keita sambil mengajak Juto dan Yura untuk pergi ke bangkunya.
" Hah.. Wakatta. Ya sudah kalau begitu. Ikuzo, Juto! "
" Hm. "
Akhirnya, Keita beserta kedua temannya pergi meninggalkan Menma untuk menuju ke bangkunya.
" Hah.. Yare-yare. Dia itu masih saja sok keren di depanku. Tapi, ya sudahlah. Setidaknya, dia mengakui diriku kalau aku telah lulus menjadi genin bahkan sampai mengucapkan selamat kepadaku. " ucap Menma.
" Hehehe.. Ya begitulah dia. Tapi, apa yang dikatakan Keita itu benar. Kau harus bisa menunjukkan yang terbaik saat mulai menjalankan misi nanti karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali, Menma. " ucap Tora
" Hm. Selain itu, kau tidak boleh menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan oleh Merlin-sensei. Kau harus membuktikan kalau kau pantas untuk menjadi seorang shinobi yang baik. Jangan sampai kau mengecewakannya, Menma. " sambung Nia.
" Kalau soal itu, aku juga tau. Aku yakin kalau kalau aku bisa menjadi shinobi yang baik yang bisa menjalankan misi dengan sebaik mungkin dengan seluruh usaha dan tekadku. Karena itulah, aku tidak akan mengecewakan Merlin-sensei yang telah meluluskanku sebelumnya. Jadi, percayakan saja kepadaku. " ucap Menma dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
" Yokatta. Aku harap juga begitu. " balas Tora.
Kemudian,
" Oh ya. Minna, apakah kalian mendengar tentang kejadian yang terjadi di bukit halaman belakang akademi tadi malam? " tanya Nia kepada Menma dan Tora.
" Hai, aku juga dengar tentang kejadian itu. Katanya, ada seorang shinobi yang telah dinyatakan sebagai pengkhianat desa. Aku dengar kalau dia telah mencuri sebuah gulungan rahasia dari tempat penyimpanan di gedung Shinrinkage. " jawab Tora.
" Heh?! Untuk apa dia mencuri gulungan rahasia itu. Memangnya, apa yang akan dia lakukan dengan gulungan yang dia curi itu sampai-sampai pada ujungnya dia memutuskan untuk berkhianat kepada desa kita? " tanya Nia.
" Entahlah. Aku juga tidak tau tentang itu. Tapi, aku dengar kalau dia melakukan aksinya dengan bantuan dari seorang anak kecil. " jawab Tora yang membuat Nia terkejut mendengarnya.
Sementara itu, Menma yang mendengar pertanyaan awal dari Nia itu langsung tersentak kaget karena tidak mengira kalau kejadian tentang pengkhianatan Victor di bukit halaman belakang akademi tadi malam, telah menyebar luas di desa. Oleh sebab itu, Menma memutuskan untuk diam dan mendengarkan saja karena dia tidak ingin kejadian yang pernah dia alami pada waktu itu diceritakan kepada teman-temannya.
" Nani?! Dia juga melibatkan anak kecil untuk mencuri gulungan rahasia itu dan melakukan pengkhianatan terhadap desa. Apakah itu benar? " tanya balik Nia.
" Hai, itu benar. Tapi, anak itu tidak melakukan pengkhianatan. Dia hanya dimanfaatkan oleh shinobi itu untuk kepentingannya sendiri. Setelah membantunya untuk mencuri gulungan rahasia itu, anak yang dimanfaatkan itu akan dibunuh olehnya. " jawab Tora
" Nani?! Kejamnya! Lalu, apa yang terjadi dengan anak itu? Apakah dia sudah mati atau tidak. " tanya Nia.
" Tidak. Untungnya dia belum mati karena ada yang berhasil menyelamatkannya dan juga menghentikan si pengkhianat itu. " Jawab Tora.
" Huh.. Yokatta. Aku pikir kalau dia pasti akan mati. Kasihan juga kalau anak itu hanya dimanfaatkan oleh si pengkhianat desa itu sampai-sampai akan dibunuh juga. " ucap Nia.
" Hai. Itu sudah pasti, Nia. Tapi, apakah kau tau tidak kalau anak itu juga ikut mengalahkan si pengkhianat itu? " tanya Tora.
" Uhm.. Tidak. Memangnya, apakah dia bisa mengalahkan si pengkhianat itu? Bukankah, si pengkhianat itu sangat kuat karena dia adalah seorang shinobi. Aku rasa itu tidak mungkin, Tora. " ucap Nia.
" Hehehe.. Tentu saja dia bisa. Bahkan, dia sendiri yang mengalahkan si pengkhianat itu sendirian setelah shinobi yang menyelamatkannya telah tumbang duluan. " ucap Tora.
" Hah!? Benarkah begitu. Itu berarti, anak itu hebat juga rupanya karena dia bisa mengalahkan seorang shinobi dengan tangannya sendiri. " ucap Nia yang kagum mendengarnya.
" Hai, itu benar. Ditambah lagi, anak itu mendapat promosi menjadi genin oleh shinobi penyelamat itu setelah berhasil mengalahkan si pengkhianat itu. " ucap Tora.
" Wahh.. Sugoi!!! Aku yakin kalau anak itu pasti akan senang karena mendapatkan promosi itu. Aku jadi sangat bangga kepadanya. " ucap Nia.
" Heh?! Etto, ya tentu saja aku bangga kepada anak itu karena dia telah mengalahkan si pengkhianat itu dengan usahanya sendiri. Jadi, bisa dikatakan dia itu sangat hebat. " ucap Menma.
" Oh ya? Lalu, apakah kau tau siapa anak yang mengalahkan si pengkhianat itu? " tanya Nia.
" Ehh.. Kalau soal itu, aku tidak tau. Lagi pula, aku baru mendengar tentang kejadian itu darimu, Nia. " jawab Menma sambil gelagapan.
" Ohh.. Jadi, kau baru mengetahuinya sekarang ya, Menma? " tanya Tora.
" Hai, itu benar. " jawab Menma.
" Souka. " ucap serempak dari Nia dan Tora.
' Hufft.. Mana mungkin aku akan menceritakan tentang kejadian itu kepada mereka. Bisa jadi, mereka akan sangat terkejut karena anak yang dimaksud itu adalah aku yang diperalat oleh Victor-sensei. Tapi untungnya, Merlin-sensei berhasil menyelamatkanku dari aksi pembunuhan dari Victor-sensei hingga pada akhirnya, aku berhasil mengalahkannya dan Merlin-sensei meluluskanku menjadi genin. Hahh.. Kejadian itu sangat mengerikan di dalam hidupku. Tapi, di saat itu juga, Merlin-sensei mulai mengakuiku kalau aku hanyalah anak biasa yang merupakan penduduk desa ini. Jadi, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan olehnya. Untuk sekarang, aku tidak menceritakan tentang itu kepada siapapun, terutama tentang Victor-sensei yang menjadi pengkhianat desa. Aku tidak ingin mereka sampai mengetahuinya. " batin Menma sambil mengingat kembali tentang kejadian yang terjadi di bukit halaman belakang akademi di mana dia adalah salah satu sanksi dari kasus pengkhianatan dari Victor.
Tidak lama kemudian, muncullah sesosok yang masuk ke dalam kelas yang ternyata adalah Merlin. Para genin langsung bergegas menuju ke bangkunya masing-masing.
" Ohayou, minna-san! " sapa Merlin.
" Ohayou, Merlin-sensei! " balas serempak dari para genin.
" Yosh. Pertama-tama, sensei mengucapkan selamat kepada kalian semua yang telah lulus menjadi genin. Semoga, kalian bisa memulai kehidupan sebagai seorang shinobi dengan baik dengan mengikuti semua pedoman dan peraturan yang berlaku serta menjalankan misi yang diberikan sebaik mungkin. Nah, seperti informasi yang kalian dapatkan kemarin kalau sekarang, sensei akan mengadakan pembagian tim genin yang akan dibentuk untuk memulai karir kalian sebagai shinobi. Masing-masing tim akan terdiri dari tiga orang genin dan satu jounin yang akan berperan sebagai pembimbing kalian. Jadi, saya akan menyebutkan nama-nama kalian yang akan dimasukkan ke dalam tim. Apakah kalian semua mengerti? "
" Hai, sensei! "
" Yosh. Kalau begitu, kita akan memulai pembagian timnya. "
Merlin akan membacakan nama-nama dari para genin yang akan dimasukkan ke tim yang ditentukan. Sementara itu, para genin sedang menanti-nanti tentang siapa saja yang akan menjadi rekan-rekan setimnya. Beberapa di antaranya ada yang berharap bisa satu tim dengan sahabatnya, bisa dengan yang disukai, bahkan ada yang berharap bisa dengan orang yang diidolakannya. Seperti pada para kunoichi muda yang berharap bisa satu tim sang idola mereka yaitu Keita. Entah kenapa, Keita menjadi sosok yang sangat dikagumi oleh banyak kalangan terutama dari para gadis. Di sisi lain, Menma berharap bisa satu tim dengan kedua sahabatnya yaitu Nia dan Tora.
" Kira-kira, siapa saja yang akan dimasukkan ke satu tim? " tanya Nia.
" Entahlah. Tapi, aku berharap kalau kita bisa masuk ke dalam tim yang sama. Bagaimana denganmu, Tora? Apakah kau setuju dengan itu? " ucap Menma.
" Hm. Aku juga berharap begitu. Ya, semoga saja itu terjadi. " ucap Tora sambil menganggukkan kepalanya.
" Tentu saja, kita kan selalu bersama-sama bukan. Jadi, aku yakin kalau kita akan dimasukkan ke dalam tim yang sama. " ucap Menma dengan penuh percaya diri.
" Hai, kau benar. Kita memang memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tapi, kita bisa saling menutupinya dengan tetap bersama, bukan. " ucap Nia yang juga berharap bisa satu tim dengan Menma dan Tora.
" Tentu saja. Dengan begitu, kita bisa menjadi tim yang kompak nantinya. " ucap Menma yang dibalas oleh Nia dan Tora dengan anggukan kepala sebagai tanda kalau mereka setuju.
Kembali ke Merlin di mana dia akan memulai pembagian timnya.
" Nah, sekarang kita langsung mulai dari yang pertama yaitu tim naga. Tim naga akan diisi oleh tiga genin yaitu Menma, Kitara, dan Keita. "
Setelah Merlin menyebutkan nama dari tiga genin yang akan masuk ke dalam tim naga, para genin langsung terkejut mendengarnya. Beberapa di antara mereka, ada yang merasa sedih karena tidak dapat satu tim dengan sang idolanya yaitu Keita, ada juga yang tidak mengira kalau mereka akan dimasukkan ke dalam tim yang sama, dan ada juga yang terlihat tidak terima dengan anggota tim yang didapatinya.
" Nani?! Keita akan satu tim dengan anak pembuat onar itu!? "
" Yah.. Aku tidak dapat satu tim dengan Keita. "
" Sayang sekali. Dia sudah mendapatkan timnya. "
Di sisi lain, terdapat tiga genin yang disebutkan namanya juga mengalami hal yang sama dengan yang lainnya.
' Yang benar saja. Aku akan satu tim dengan si pecundang itu. Aku berharap, dia tidak mencoba untuk menghalangiku. ' batin Keita yang terlihat tidak tertarik dengan anggota tim yang dia dapat.
' Aku tidak mengira kalau aku mendapatkan giliran yang pertama. Kalau ada Keita, tidak masalah karena dia adalah yang terbaik di kelas ini. Tapi masalahnya, karena ada Menma itu, aku jadi tidak yakin dengan timku sendiri. Ini akan sangat merepotkan nantinya jika anak itu suka berulah di saat yang tidak tepat. ' batin Kitara yang juga terlihat tidak puas dengan anggota timnya yang dia dapat.
' Apapaan ini?! Kenapa aku harus satu tim dengan Keita? Padahal, aku berharap bisa satu tim dengan Nia dan Tora. Tapi, Merlin-sensei malah memasukkan aku bersama dengan si menyebalkan itu. Kusso.. ' batin Menma yang tentu saja sangat tidak senang karena ada Keita yang menjadi rekan satu timnya.
Sementara itu,
' Yah... Jadi, aku tidak satu tim dengan Menma-kun. Tapi, tidak apa-apa. Yang penting, dia sudah mendapatkan timnya. Aku harap, aku juga mendapatkan tim yang bagus. Semoga saja. ' batin Hikari yang ternyata merasa sedih karena tidak dapat menjadi rekan satu tim dengan Menma.
' Ya ampun! Ini akan sangat merepotkan karena ada Menma di timnya. Aku menjadi merasa kasihan dengan Keita. ' batin Juto dan Yura.
Karena merasa tidak puas, Menma langsung mengajukan protes kepada Merlin.
" Merlin-sensei! Kenapa aku harus satu tim dengan Keita? Apakah, tidak bisa diganti dengan yang lainnya saja karena aku tidak mau satu tim dengan dia? "
" Itu karena perolehan nilaimu di akademi adalah yang paling rendah, Menma. Untuk menyeimbangkannya dari masing-masing genin, kau dimasukkan bersama dengan Keita yang memiliki perolehan nilai yang paling tinggi. Begitu juga dengan Kitara yang memiliki perolehan nilai yang hampir sama dengan Keita. Dengan begitu, satu tim akan memiliki komposisi yang seimbang di antara mereka. "
" Tapi, sensei! Aku masih tidak menerima kalau... "
" Ini sudah menjadi keputusan dari Shinrinkage-sama. Aku hanya menyampaikan apa yang sudah ditentukan olehnya. Jika kau masih saja ingin protes, kau bisa langsung menghampirinya ke sana. Jadi, aku sarankan kamu untuk diam dan terima saja timmu itu apa adanya dengan ikhlas. Apakah kau mengerti, Menma? "
" Hufft... Hai, sensei. Aku mengerti. "
" Ya sudah. Kalau begitu, kita lanjutkan kembali. "
Dengan berat hati, Menma terpaksa menerima keputusan kalau dia akan satu tim dengan Keita.
' Tetap saja, ini menyebalkan. ' batin Menma yang masih tidak senang dengan tim yang didapatkannya, terutama ada Keita sebagai rekan satu timnya.
" Sekarang, yang kedua adalah tim bangau. Tim bangau akan diisi oleh tiga genin yaitu Nia, Roy, dan Tora. "
Tim berikutnya yaitu tim bangau yang terdiri dari Nia, Roy, dan Tora. Mendengar itu, sontak membuat yang disebutkan menjadi terkejut.
' Nani?! Aku satu tim dengan Nia? Hufft.. Baguslah kalau begitu. Apalagi ada Roy di dalam timku. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali. ' batin Tora yang terlihat menerima anggota tim yang dia dapat.
' Wahh.. Aku akan satu tim dengan Tora dan Roy. Yokatta! ' batin Nia yang juga suka dengan anggota tim yang dia dapat.
' Aku akan satu tim dengan Nia dan Tora. Hmph. Tidak masalah bagiku. ' batin Roy yang juga puas dengan timnya.
Kemudian,
" Lalu, yang ketiga adalah tim serigala. Tim serigala akan diisi oleh tiga genin yaitu Hikari, Remon, dan Tama. "
Tim selanjutnya yang dibentuk adalah tim serigala yang terdiri dari Hikari, Remon, dan Tama.
' N-nani?! A-aku masuk ke dalam tim s-serigala!? Semoga saja, yang aku dapatkan ini adalah tim yang bagus. ' batin Hikari yang berharap kalau tim yang dia dapatkan adalah tim yang bagus.
" Yo, Hikari! Mohon kerja samanya ya. " ucap Tama kepada Hikari yang duduk di depannya.
" Hm. Aku akan melakukan yang terbaik untuk tim kita. " ucap Hikari yang dibalas anggukan kepala oleh Tama.
' Yoshaa! Aku dapat satu tim dengan Hikari dan Tama. Semoga saja, mereka berdua bisa diandalkan. ' batin Remon yang terlihat puas dengan anggota tim yang dia dapat.
Kemudian,
" Sekarang, yang keempat adalah tim elang. Tim elang akan diisi oleh tiga genin yaitu Juto, Yura, dan Tiara. "
Tim keempat yang terbentuk adalah tim elang yang terdiri dari Juto, Yura, dan Tiara.
' Ya, baguslah. Masih ada Yura di timku. Apalagi ada Tiara. Ini masih lebih baik. ' batin Juto yang terlihat puas dengan anggota tim yang dia dapat.
" Hei, Juto! Kita akan melakukan yang terbaik. Walaupun tanpa Keita di dalam tim, yang penting, kita akan tetap berjuang bersama. " ucap Yura.
" Hai. Aku setuju dengan itu. " balas Juto.
' Hmm.. Aku akan satu tim dengan teman-temannya Keita. Tapi, tidak apa-apa asal mereka berdua mau bekerja sama. ' batin Tiara yang terlihat mau menerima tim yang dia dapat.
Pembagian tim terus berlanjut hingga terbentuknya tim genin yang terakhir. Setelah semua tim terbentuk, Merlin ingin menyampaikan sesuatu kepada para genin.
" Yosh. Karena semua tim telah terbentuk, sekarang tinggal menunggu jounin sensei yang akan menjadi pembimbing dari masing-masing tim kalian. Aku harap kalian bisa saling akur dan menyesuaikan diri dengan satu sama lain. Mudah-mudahan saja, kalian bisa menjalankan kehidupan sebagai shinobi dengan baik dan selalu mengabdi untuk desa Moonlight Plains. Apakah kalian semua mengerti? "
" Hai, sensei! "
" Nah, itu saja pesan yang sensei ingin sampaikan kepada kalian. Jaga diri baik-baik dan selalu mengikuti arahan dari jounin sensei kalian. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua orang. Jadi, tetap berhati-hati dan waspada. Yosh kalau begitu, sensei akan meninggalkan kelas ini dulu. Semoga harimu menyenangkan. Jaa ne, minna-san. "
" Hai. Arigatou gozaimasu, Merlin-sensei! "
" Dōitashimashite! "
Akhirnya, Merlin meninggalkan kelas setelah membacakan tim-tim genin yang akan dibentuk.
" Fiuuh.. Akhirnya, selesai juga rupanya. Semoga saja, mereka semua akan baik-baik saja dengan para pembimbingnya. Aku harap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk setelah pembagian tim genin ini. Terutama, anak itu yang kelihatannya tidak senang dengan tim yang dia dapat. Mungkin, karena dia masih saja merasa ingin lebih baik daripada dia. Tapi, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi ke depannya. " gumam Merlin yang sedang berjalan menyusuri koridor akademi sambil memikirkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan para genin termasuk anak yang dimaksudnya itu.
Sementara itu di kelas,
" Yah.. Ternyata, kita bertiga tidak jadi satu tim. Tapi, setidaknya aku menjadi rekan satu tim denganmu, Tora. " Ucap Nia.
" Hai. Aku juga senang kalau kita berdua bisa masuk ke dalam tim yang sama. Yang penting, kita akan berusaha sebaik mungkin agar bisa menjalankan misi dengan mudah nantinya. " ucap Tora.
" Hm. Aku setuju dengan itu. Oh ya, Menma! Sepertinya, kau beruntung karena kau bisa satu tim dengan Keita. Mungkin saja, kalian berdua bisa saling akur satu sama lain. Hehehe. " ucap Nia dengan nada tawa kepada Menma.
" Hufft.. Jujur saja, aku masih tidak terima kalau aku satu tim dengan Keita. Bukannya apa-apa. Tapi, kau tau sendiri hubunganku dengan dia seperti apa, bukan. Dia selalu saja merasa berada di depanku. Karena itulah, aku ingin menunjukkan kalau aku bisa lebih hebat daripada dia. " ucap Menma.
" Tenanglah, Menma. Justru itulah, kau bisa mengenal lebih jauh dengannya. Dengan begitu, kau bisa mengetahui tentang cara untuk menjadi seorang shinobi yang hebat dan mungkin saja, kau tidak akan kalah dengan Keita. " ucap Nia.
" Hai. Yang dikatakan Nia itu benar. Sekarang, yang paling penting adalah kau harus bisa saling menyesuaikan diri dengan satu sama lain di dalam tim. Karena jika tidak, maka akan menjadi sangat kacau ketika akan menjalankan misi nantinya. " ucap Tora.
" Hmm.. Sepertinya, yang kalian berdua katakan itu benar. Tapi setidaknya, kita masih bisa bersama-sama meskipun berbeda tim. Kalau begitu, aku akan melakukan yang terbaik agar hal semacam itu tidak akan terjadi di timku. Aku yakin kalau aku pasti bisa menjadi shinobi yang berguna untuk desa ini. Tidak akan aku sia-siakan kesempatan yang aku dapatkan sebelumnya. " ucap Menma dengan penuh keyakinan dan dibalas anggukan kepala oleh Nia dan Tora.
Beberapa saat kemudian, muncullah sesosok elf shinobi yang masuk ke dalam kelas. Elf itu terlihat memakai baju zirah ninja dengan ikat kepala ninja Moonlight Plains di keningnya. Rambutnya berwarna putih keperakan dan terlihat masih muda meskipun memiliki keperawakan seperti orang dewasa pada umumnya. Elf shinobi itu langsung memperkenalkan diri sambil memanggil timnya yang akan dia bimbing.
" Ohayou, minna-san. Watashi no namae wa Kushava desu. Di sini, saya memanggil tim serigala untuk segera ikut dengan saya. "
Elf shinobi itu yang bernama Kushava sedang memanggil tim serigala yang akan dia bimbing. Tim yang dipanggil langsung menuju ke Kushava.
" Yoshaa. Ikuzo, minna! Kita berangkat! " ucap Remon.
" Hai. Ikuzo, Hikari! " ucap Tama sambil mengajak Hikari.
" Hm. " ucap Hikari sambil menganggukkan kepalanya.
Ketika sedang menuju ke depan kelas, Hikari sempat menghampiri ke sebuah bangku di mana Menma beserta Nia dan Tora sedang duduk di sana.
" Uhm.. Menma-kun, Tora-kun, Nia-chan. Aku dan timku duluan ya. " ucap Hikari dengan nada gugupnya dihadapan Menma, Nia, dan Tora.
" Ehh.. Rupanya kau. Yosh. Ganbatte ne, Hikari-chan. " ucap Menma sambil menyemangati Hikari.
" Hai. Semoga berhasil ya, Hikari. " ucap Nia.
" Semoga harimu menyenangkan bersama dengan timmu. " ucap Tora.
" Hm. Arigatou gozaimasu, minna. Kalau begitu, jaa ne. " ucap Hikari sambil pamit kepada mereka bertiga untuk segera menemui jounin senseinya.
Tetapi di tengah perjalanan, Hikari sempat memunculkan rona merah di kedua pipinya setelah mendengar ucapan dari Menma barusan.
' B-baru saja, Menma-kun memanggilku dengan sebutan -chan!? Apakah aku tidak salah dengar? Aku harap itu memang benar. ' batin Hikari yang tidak mengira kalau Menma memanggilnya dengan suffix -chan. Hal itu membuat denyut jantungnya berdetak sangat kencang.
Beberapa saat setelah tim serigala dipanggil oleh jounin senseinya yang kemudian ikut ke luar kelas, muncullah dua elf shinobi yang sama-sama mengenakan baju zirah ninja dengan ikat kepala ninja di keningnya. Bedanya terdapat pada warna rambutnya yang satu berwarna kuning dan yang satunya lagi berwarna coklat terang. Shinobi berambut coklat terang itu datang ke dalam kelas untuk memanggil timnya.
" Ohayou, minna-san. Watashi no namae wa Hendrick desu. Di sini, aku memanggil tim bangau untuk segera ikut denganku. "
Elf shinobi itu yang bernama Hendrick sedang memanggil tim bangau yang akan dia bimbing.
" Wahh.. Sepertinya, kita dipanggil. Ikuzo, Tora! Kita ke sana untuk menemuinya! " ucap Nia.
" Wakatta. Kalau begitu, kami duluan ya, Menma. Jaa ne! " ucap Tora sambil pamit kepada Menma.
" Hm. Ja nee, Menma! " ucap Nia yang juga sambil pamit kepada Menma.
" Hai. Jaga diri kalian dengan baik-baik ya, kalian berdua! " balas Menma kepada Nia dan Tora.
Di sisi lain,
" Ohayou, minna-san. Watashi no namae wa Shiruka desu. Di sini, saya memanggil tim elang untuk ikut dengan saya. "
Elf shinobi wanita itu atau yang disebut sebagai kunoichi yang bernama Shiruka sedang memanggil tim elang yang akan dia bimbing.
" Hei, Juto. Seperti, kita dipanggil. Ikuzo! " ucap Yura.
" Wakatta. Kalau begitu, kami duluan ya. Jaa ne, Keita. " ucap Juto sambil pamit kepada Keita
" Jaa ne, Keita! " ucap Yura yang juga pamit kepada Keita.
" Hn. Berhati-hatilah dan jaga diri kalian. " ucap Keita yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Juto dan Yura.
Tim bangau dan tim elang langsung mengikuti jounin senseinya masing-masing keluar dari kelas.