AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 19 " FIGHT AGAINST THE FIRST ENEMY "



Menma mulai membentuk sebuah segel tangan dengan kedua jari telunjuk dan tengahnya saling menyilang membentuk tanda plus. Lalu, Menma langsung berkata,


" KAGE BUNSHIN NO JUTSU! "


Muncullah gumpalan asap di samping kiri dan kanannya Menma sebanyak delapan buah. Setelah gumpalan asap itu menghilang, keluarlah bunshinnya Menma yang sama persis dengan yang aslinya dan jumlahnya ada delapan. Kini yang terlihat ada sembilan Menma yang bersiap untuk melawan Victor. Hal itu, membuat Victor dan Merlin yang melihat itu langsung terkejut karena tidak mengira kalau Menma akan mengeluarkan jutsu itu.


" NANI?! KAGE BUNSHIN? BAGAIMANA KAU BISA MENGGUNAKANNYA? " ucap Victor.


' Nani?! Dia mengeluarkan KAGE BUNSHIN NO JUTSU!? Padahal, itu adalah versi dari BUNSHIN NO JUTSU yang lebih kuat. Aku tidak mengira kalau dia bisa mengeluarkan jutsu seperti itu mengingat pada saat ujian itu, dia tidak dapat membentuk satu bunshin sama sekali. Aku rasa, dia mendapatkan sedikit perkembangan setelah aku mulai mengakuinya. ' batin Merlin yang kagum terhadap jutsu yang dikeluarkan oleh Menma.


Kemudian, Menma melepaskan jubah hitam yang dia pakai dan terlihatlah sebuah wadah penyimpanan anak panah yang berjumlah banyak sekali beserta terdapat sebuah busur di sana. Menma beserta para bunshinnya mengeluarkan busur dan satu anak panah yang akan digunakan untuk menembak ke arah Victor. Victor yang melihat itu hanya bisa menggeram kesal.


" RASAKAN INI! "


Menma mulai menembakkan panahnya secara beruntun ke arah Victor. Melihat banyak sekali anak panah yang melesat ke arahnya, Victor berusaha untuk menghindarinya. Hasilnya, beberapa anak panah meleset dari sasaran dan ada juga yang berhasil mengenai ke bagian tubuhnya Victor. Setelah terkena serangan panah dari Menma, Victor menjadi sangat kesal dan mencabut anak panah yang menancap pada dirinya. Kemudian, Victor langsung maju untuk menyerang Menma beserta para bunshinnya. Akhirnya, terjadilah pertarungan baku hantam di antara keduanya yang tentu saja, Victor jauh lebih kuat daripada Menma. Satu per satu bunshinnya Menma mencoba untuk melawan Victor. Tetapi, Victor berhasil menghajar para bunshinnya Menma yang kemudian langsung menghilang menjadi gumpalan asap dengan menyisakan Menma yang asli. Kemudian, Victor langsung menyerang Menma. Menma berusaha untuk menyerang balik. Tetapi, kekuatannya masih terlalu lemah untuk melawan Victor. Hasilnya, Victor berhasil meraih Menma dan mencekiknya. Menma mulai terdesak dan tidak bisa kemana-mana karena Victor mencekik lehernya.


" Hahahahaha.. Kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Menma. Sekarang, terimalah nasibmu ini. "


Kemudian, Victor mengambil kunai dan mulai menghunuskannya ke arah dadanya Menma. Menma yang melihat itu menjadi sangat panik dan ketakutan.


" MATILAH!!! "


JLEEB!!!


" MENMA!!! "


Merlin yang melihat kejadian itu menjadi sangat panik karena Menma telah tertusuk di bagian dadanya oleh kunainya Victor. Tetapi setelah itu,


BOOFF!!!


Menma yang ditusuk di cengkramannya Victor, tiba-tiba mengeluarkan asap dan berubah menjadi sebuah potongan kayu.


" Nani?! Kawarimi no jutsu? Kusso.. Dia berhasil meloloskan diri rupanya. "


Melihat itu, sontak membuat Victor terkejut dan sangat kesal karena Menma telah meloloskan dengan mengganti tubuhnya menjadi sebuah potongan kayu. Sedangkan Merlin juga terkejut karena tidak mengira kalau ternyata, Menma bisa melakukan Kawarimi no jutsu di mana dia menukar tempat dengan benda sekitarnya saat diserang oleh lawannya.


' Ternyata, dia juga bisa menggunakan Kawarimi no jutsu untuk meloloskan diri. Aku tidak mengira kalau dia bisa melakukannya. Mungkin, dia sembunyikan itu selama ini dari semua orang termasuk aku. ' batin Merlin yang terkejut dan kagum terhadap Menma.


Kemudian,


" OOIII!!! BOCAH, KELUARLAH KAU DAN LAWAN AKU DI SINI. JANGAN BERSEMBUNYI SEPERTI SEORANG PENGECUT! JIKA TIDAK, MAKA AKU SENDIRI YANG AKAN MENCARIMU! "


Victor mencoba untuk memprovokasi Menma untuk segera keluar dari tempat persembunyiannya. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada sebuah anak panah yang melesat ke arah Victor.


JLEEB!!!


" AARRGH!!! "


Hasilnya, anak panah itu tertancap di lengan kanannya Victor yang membuat menjerit kesakitan. Ternyata, yang menembakkan anak panah itu adalah Menma yang saat ini berada di belakangnya Victor. Hal itu membuat Victor bertambah geram dan sangat marah.


" KUSSO.. BERANINYA MENYERANGKU DARI BELAKANG! AWAS KAU, BOCAH! "


Kemudian, Menma langsung melangkah ke depan dan kembali menembakkan panah berikutnya ke arah Victor. Tetapi, tembakkan itu meleset dari sasaran. Victor yang melihat Menma di sana langsung menyerang dengan membentuk segel tangan untuk mengeluarkan jutsunya.


" FUUTON: DAITOPPA! "


Victor langsung menyemburkan serangan angin yang besar dari mulutnya ke arah Menma. Serangan itu langsung mengenai Menma yang membuatnya terjungkal jauh ke belakang. Setelah terkena serangan angin besar itu,


BOOFF!!!


Tiba-tiba, tubuhnya Menma menghilang menjadi gumpalan asap yang menandakan kalau dia hanyalah sebuah bunshin. Setelah mengetahui kalau yang diserang itu hanyalah bunshin, Victor kembali memprovokasi Menma untuk segera memunculkan dirinya lagi ke hadapannya. Tetapi,


SYUUUT!!!


Ada satu panah yang melesat dari arah yang berbeda ke arah Victor dan langsung mengenai lengan kirinya.


JLEEB!!!


" AARRGH!!! AWAS KAU, MENMA!!! Akan kubalas perbuatanmu! " jerit Victor sambil meneriaki Menma yang telah menembakkan panahnya ke arah lengan kirinya Victor.


Tetapi, yang dia dapatkan hanyalah serbuan anak panah yang melesat dari berbagai arah di belakangnya Victor. Hal itu memaksa Victor untuk mengeluarkan jutsunya.


" Cih.. Merepotkan saja. DOTON: DORYUHEKI! "


Victor memukulkan kedua tangannya ke atas tanah dan muncullah tembok besar dari bawah yang terbuat dari tanah untuk melindungi dirinya dari serbuan anak panah itu. Setelah dirasa sudah aman, Victor terus memprovokasi Menma lagi.


" Hanya itu saja kemampuanmu, bocah? Kau pikir kita sedang bermain berburu di tengah malam begini? Kau tau kalau yang kau berikan itu tidak ada apa-apanya bagiku. Selain itu, kau juga tidak pantas untuk menjadi seorang shinobi. Kau terima saja takdirmu yang menyedihkan itu dan aku akan mengakhiri penderitaanmu sekarang juga. "


Victor terus memprovokasi sambil berwaspada untuk serangan berikutnya. Tak lama kemudian, muncullah Menma di depannya Victor. Hal itu membuat Victor menyeringai lebar karena Menma sudah keluar dari persembunyiannya.


" Akhirnya, kau muncul juga, bocah setan. Sekarang, waktunya bagiku untuk menghabisimu. "


" Heh.. Tidak semudah itu, Victor-sensei. Justru kau yang akan kuhabisi sekarang juga. "


" Hahahahaha.. Jangan membuatku tertawa, bocah. Memangnya, kau bisa melakukan apa untuk menghabisiku? Kau bahkan hanya bergantung dengan panahmu dan juga jutsu murahan yang baru kau pelajari itu. "


" Ya, itu memang benar. Tapi, itu bukan berarti kalau aku tidak bisa mengalahkanmu, Victor-sensei. Sekarang, kau lihat ini! YOSH, KELUARLAH KALIAN SEMUA! "


Menma memerintahkan kepada yang di depan sana untuk segera keluar dari persembunyiannya. Kemudian, muncullah sesosok seperti Menma yang ternyata adalah para bunshin yang diciptakan oleh Menma, menyebar dari segala arah untuk mengepung Victor di tengahnya. Victor yang melihat itu langsung terkejut karena tidak mengira kalau Menma telah membuat banyak sekali bunshin yang mengelilinginya saat ini.


" Dari mana kau bisa membuat bunshin sebanyak ini, Menma! Kau sendiri yang bahkan tidak dapat menggunakan Bunshin no jutsu pada saat ujian kelulusan itu, bisa-bisanya langsung terampil menggunakan jutsu yang baru kau kuasai ini. "


" Itu karena pada saat kau berpindah tempat setelah Victor-sensei menusukku, aku langsung menggunakan kage bunshin no jutsu lagi untuk membuat diriku yang sangat banyak ke segala tempat. Setelah itu, kami langsung bersembunyi di posisi masing-masing untuk bersiap mengepung Victor-sensei setelah mengeluarkan jutsumu untuk mengalahkan bunshinku. Di saat itu juga, aku langsung muncul keluar dari persembunyianku dan memanggil para bunshinku untuk segera muncul untuk mengepungmu. Dengan begini, kau yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. "


Setelah terkena tusukan kunai dari Victor, Menma langsung melakukan Kawarimi no jutsu untuk bertukar tempat dengan potongan kayu di sekitarnya. Kemudian, Menma mengeluarkan Kage bunshin no jutsu di tempat yang tersembunyi dari jangkauannya Victor untuk menciptakan puluhan bunshin untuk membantunya dalam melawan Victor.


" Yosh. Minna, dengarkan aku! Masing-masing dari kalian segera menyebar menuju ke berbagai arah agar pada saatnya tiba, kita akan langsung mengepung Victor-sensei setelah dia mengeluarkan jutsu-jutsunya. Aku akan memberikan perintah jika sudah waktunya yang tepat. Kalian semua mengerti? "


" YOKAI! "


" Yoshaa! Kalau begitu, segeralah bergerak kecuali kau dan kau karena aku membutuhkan kalian berdua untuk memberikan serangan secara bergantian agar dapat memancing Victor-sensei untuk mengeluarkan jutsunya. Dengan begitu, dia akan kehabisan chakra dan tidak dapat mengeluarkan jutsunya lagi. "


" Wakatta! "


Akhirnya, Menma memerintahkan para bunshinnya untuk segera menyebar ke berbagai tempat di segala arah agar dapat mengepung Victor pada saat yang tepat. Sedangkan Menma sendiri bersama dengan dua bunshin pilihannya langsung menuju ke posisinya masing-masing karena Menma meminta mereka berdua untuk memberikan serangan secara bergantian dengan bertujuan untuk memancing Victor untuk mengeluarkan jutsunya ke arah mereka. Hal itu bertujuan untuk menguras chakranya Victor yang telah mengeluarkan jutsu kepada dua bunshinnya. Setelah itu, Menma yang asli akan memberikan sinyal setelah dia keluar dari persembunyiannya duluan kepada para bunshin untuk segera keluar dan mengepung Victor dari segala arah. Dengan begitu, mereka bisa melancarkan serangannya dengan mudah setelah mengepungnya yang sudah terlihat kelelahan akibat kehabisan chakra.


END OF FLASHBACK


Mendengar penjelasan dari Menma, sontak membuat Victor menjadi sangat kesal karena tidak dapat berbuat apa-apa ketika sudah terkepung oleh puluhan bunshinnya Menma yang mengelilinginya dari segala arah. Ditambah lagi dengan persediaan chakranya yang saat ini telah terkuras habis setelah mengeluarkan banyak jutsu baik ke arah Merlin maupun ke arah bunshinnya Menma.


" Sialan kau bocah! Ternyata, kau ini sangat licik dan sudah merencanakan ini sebaik mungkin. "


" Hai.. Hai.. Sebenarnya, aku ini tidak begitu cerdas. Tapi, bukan berarti aku ini lemah dan tidak bisa melakukan apapun. Kali ini, kau yang akan kalah dengan serangan ini. "


Kemudian, Menma memerintahkan para bunshinnya untuk segera menyiapkan anak panahnya untuk ditembakkan.


" YOSH, MINNA. SEMUANYA BERSIAPLAH! "


Menma memberi aba-aba kepada para bunshinnya untuk bersiap menembak ke arah Victor.


' Kusso.. Aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. Mereka benar-benar akan menembakkan panahnya sebanyak ini dari segala arah. Kalau begini, aku akan dihabisi oleh bocah itu. ' batin Victor yang menjadi tegang sendiri karena dia dikelilingi oleh banyak sekali Menma yang bersiap menembakkan panah ke arahnya.


Kemudian,


" SIAAAPP... TEMBAK!!! "


Akhirnya, Menma memerintahkan para bunshinnya untuk segera menembakkan panahnya ke arah Victor dari segala arah.


" AAARRGH!!!!!! "


Panah demi panah dilesatkan oleh Menma dan para bunshinnya ke arah Victor. Hal itu membuat Victor tidak dapat melakukan apa-apa dan pasrah terkena tancapan panah yang mengenai tubuhnya. Tidak ada cara baginya untuk bisa kabur dari situasi ini apalagi chakranya yang sudah terkuras habis sehingga membuatnya tidak dapat melakukan sesuatu dan mengeluarkan jutsu lagi. Saat ini, Victor berada diambang kekalahan. Dia sudah tidak sanggup untuk bertahan menghadapi serbuan panah secara terus menerus dari Menma dan para bunshinnya dari segala arah. Tak lama kemudian, Victor mulai tumbang dan terduduk dengan kedua lututnya karena tidak kuat menahan rasa sakitnya setelah terkena anak panah yang sangat banyak. Menma yang melihat itu, segera memerintahkan para bunshinnya untuk segera menghentikan tembakkannya.


" YOSH. MINNA, HENTIKAN TEMBAKKAN! "


Para bunshinnya Menma mulai berhenti menembak atas perintah dari Menma yang asli. Kemudian,


" Sekarang, kita akan memberi sentuhan terakhir untuk mengakhiri pertarungan ini. SEMUANYA, BERSIAPLAH! " ucap Menma kepada para bunshinnya.


" HAI! " jawab serempak dari para bunshinnya Menma.


Kemudian, Menma dan para bunshinnya mulai membentuk segel tangan untuk mengeluarkan jutsunya. Setelah itu,


" Dengan ini, kau akan kalah, Victor-Sensei. HENGE! "


" HENGE! "


Menma dan para bunshinnya mengeluarkan jutsunya yaitu berubah wujud menjadi seperti Merlin dengan postur dan detail yang sama seperti aslinya. Kemudian, muncullah sesosok Merlin yang merupakan Menma dan para bunshinnya yang menyamar yang bersiap untuk memberikan serangan terakhir kepada Victor. Victor yang melihat itu langsung tercengang dan tidak sanggup untuk berkata apa-apa lagi. Sedangkan Merlin yang sedang bersembunyi di balik pohon sambil melihat pertarungan antara Menma melawan Victor, juga ikut terkejut karena tidak mengira kalau muridnya yang tidak lulus di ujian kelulusan akademi itu ternyata juga bisa melakukan Henge no jutsu.


' Nani?! Dia juga bisa menggunakan Henge no jutsu. Kusso.. Rupanya, dia sudah membodohi semua orang di akademi pada waktu itu. Rupanya, anak itu sangat pintar dan licik. Aku tidak mengira kalau dia bisa mengalahkanku dengan cara seperti itu. Ini di luar dugaanku. ' batin Victor yang sudah mulai pasrah dengan kondisinya yang sekarang.


' Menma. Ternyata, aku tidak mengira kalau kau juga bisa melakukan Henge no jutsu. Kalau sudah begini, itu berarti kalau kau sudah bisa menggunakan tiga jutsu tingkat E yang menjadi bahan diujikan di ujian kelulusan akademi itu. Ya, aku tidak tau harus berkata apa kalau kau baru bisa menggunakan tiga jutsu itu. Sepertinya, aku salah menilai tentang dirimu. Tapi meskipun begitu, aku bangga padamu, Menma. Kau sudah menunjukkan semangat dan tekadmu untuk bisa menjadi seorang shinobi. Aku percaya kalau kau pasti bisa melakukannya. ' batin Merlin yang akhirnya bangga kepada Menma yang telah menggunakan tiga jutsu tingkat E yang sangat baik di situasi yang dihadapinya saat ini.


Dia pasti akan sangat senang karena melihat muridnya yang dianggap sebuah kegagalan bisa merubah nasibnya menjadi lebih baik dengan menunjukkan kegigihan dan tekad yang kuat untuk berusaha menggapai impiannya menjadi seorang shinobi yang hebat.


Kini, Menma dan para bunshinnya yang menyamar menjadi Merlin telah bersiap untuk menghabisi Victor sekaligus mengakhiri pertarungannya.


" SEMUANYA! SEKARANG, KITA HAJAR DIA DENGAN WUJUD INI! HYAAAH!!! "


" HYAAAH!!! "


Menma dan para bunshinnya langsung menyerbu ke arah Victor yang terlihat sudah pasrah dijadikan sebagai sasaran amukannya.


" Tidak.. Ini tidak seharusnya terjadi. Kenapa ini bisa menjadi seperti ini? Bisa-bisanya aku kalah dari bocah ingusan yang payah ini.


" AAARRRGH!!!!!! "


Jeritan dari Victor mulai terdengar sangat keras saat tubuhnya mulai dihajar secara membabi buta oleh Menma dan para bunshinnya.


BUAGHH!!!


BUAGHH!!!


BUAGHH!!!


BUAGHH!!!


BUAGHH!!!


Pukulan demi pukulan serta tendangan demi tendangan yang dihantamkan oleh Menma dan para bunshinnya ke arah Victor yang langsung membuatnya tidak berdaya dan pingsan seketika. Pada akhirnya, Victor berhasil dikalahkan oleh Menma dan para bunshinnya dengan cara yang sangat brutal dan pertarungannya telah berakhir dengan kemenangan telah diraih oleh Menma.


" YOSHAA! Akhirnya, kita menang. Arigatou atas bantuannya, Minna. " ucap Menma sambil berterima kasih kepada para bunshinnya.


" Hai. Dōitashimashite. " balas secara serempak dari para bunshinnya.


Kemudian, para bunshinnya Menma langsung menghilang menjadi gumpalan asap dan menyisakan Menma yang asli di sana.