AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 18 " THE RECOGNITION "



Setelah mengetahui kalau dia adalah sesosok bocah yang dijadikan sebagai wadah dari King Ghidorah, Menma mulai mengingat kembali di mana dia selalu dibenci dan dicaci bahkan dikucilkan oleh masyarakat desa Moonlight Plains. Semua kenangan yang Menma rekam ke dalam ingatannya mulai diputar kembali.


FLASHBACK


" Bocah setan! "


" Anak aneh! "


" Dasar iblis! "


" Pembawa sial! "


" Anak terkutuk! "


" Lihat anak itu. Berani-beraninya, dia melangkahkan kakinya di desa ini. Dasar penganggu. ”


“ Ya, kau benar. Seharusnya, dia tidak usah tinggal di desa ini meskipun rumahnya terpencil. ”


“ Dia memang sangat aneh dan menjijikkan bagaikan sesosok iblis. Mana ada anak-anak yang mau berteman dengannya. ”


“ Iya. Dia anak yang suka mengacau dan membuat banyak masalah dengan orang lain. ”


“ Benar-benar anak terkutuk! ”


END OF FLASHBACK


Pada mulanya, Menma sama sekali tidak mengetahui tentang alasan kenapa dia selalu diperlakukan secara tidak pantas oleh para penduduk desa dan selalu mencari cara agar mendapatkan perhatian dari mereka. Tetapi, semuanya telah berubah setelah mengetahui tentang diri Menma yang sebenarnya yang selama ini disembunyikan oleh semua orang termasuk kaa-sannya dan juga senseinya sendiri. Kini, Menma mulai mengeluarkan air matanya secara perlahan demi perlahan sambil menerima kenyataan pahit yang dia dengar dari Victor tentang rahasia besar tentang diri Menma yang sebenarnya.


Sementara itu, Merlin yang mulai kesal langsung menendang sambil membenturkan kepalanya dengan kepalanya Victor untuk menjauh darinya. Hal itu membuat Merlin mendapatkan ruang untuk mengatur kembali nafas dan tenaganya yang cukup terkuras selama menahan tusukan kunai milik Victor. Setelah itu, Merlin langsung menyerang Victor dengan memberi pukulan kepalan kepada Victor. Tetapi, dia meleset dan mencoba untuk memukul Victor lagi secara bertubi-tubi. Tetapi sekali lagi, belum ada satupun pukulan yang mengenai Victor sama sekali. Kemudian, Victor mulai menyerang balik kepada Merlin dengan kunainya. Melihat itu, Merlin langsung menghindarinya meskipun sempat terkena sabetan kecil di bagian dadanya. Beruntung, Merlin mengenakan baju zirah ninja yang melindungi bagian tubuhnya dari berbagai macam ancaman. Kemudian, Victor mencoba untuk menancapkan kunainya di badannya Merlin. Tetapi, Merlin langsung menahannya dan berhasil melepaskan kunai itu dari genggamannya Victor. Setelah itu, Merlin langsung menendang Victor di badannya dan mendaratkan pukulan telak dari kepalan tangan kanannya ke arah pipinya. Tetapi, Victor langsung menyerang balik dengan menangkis serangan berikutnya dari Merlin lalu memberikan pukulan kepalannya yang tidak kalah telak ke arah wajahnya Merlin disusul dengan tendangan ke badan ditambah dengan beberapa pukulan di badannya dan diakhiri dengan menyundul kepalanya Merlin. Hal itu membuat Merlin sempat pusing sebentar dan tidak sadar kalau Victor akan memberikan serangan terakhirnya. Hingga pada akhirnya, Victor langsung membogem sangat keras ke arah wajah Merlin sehingga membuatnya terjungkal ke belakang.


Posisinya Merlin saat ini sedang terbaring dekat dengan Menma dengan penuh luka di kepalanya setelah mendapatkan banyak pukulan dari Victor. Melihat itu, membuat Victor tertawa puas setelah menang baku hantam dengan Merlin.


" Hahahahaha.. Bagaimana, Merlin? Apakah kau masih sanggup untuk melawanku dengan kondisimu yang sekarang? Jika tidak, lebih baik kau menyerah saja dan biarkan aku untuk mengambil gulungan rahasia itu! "


" Tidak! Aku tidak akan menyerah! Aku juga tidak akan membiarkanmu kabur membawa gulungan rahasia itu. Apalagi, setelah kau memberitahu tentang itu kepada Menma secara langsung. Bagaimanapun juga, aku harus menghentikanmu! "


" Oh.. Souka. Kalau begitu, aku akan menghabisimu. Tapi sebelum itu, aku akan membunuh si bocah setan itu terlebih dahulu. "


" Kusso... Jangan beraninya kau melakukan hal yang kejam itu! "


" Kejam? Biar aku bertanya dulu, Merlin. Apa itu kejam dan yang sebenarnya kejam itu siapa? Apakah kau tidak ingat tentang apa yang sudah kau lakukan terhadapnya selama dia berada di akademi? Bukankah, kau juga sama saja seperti orang lain yang selalu membencinya bahkan mengucilkannya. Bahkan, kau sendiri juga berencana untuk membunuh anak itu dengan bertujuan untuk membalaskan kematian kedua orang tuamu. Benarkah begitu? "


" Cih, URUSAI!!! "


Sementara itu, Menma yang mendengarkan perdebatan antara Merlin dan Victor, mulai untuk angkat bicara.


" C-chotto matte. Apakah, monster yang ada di dalam diriku ini pernah membunuh orang tuanya Merlin-sensei? "


" Hai. Itu benar, gaki. Makhluk itu telah membunuh banyak sekali orang termasuk kedua orang tuanya Merlin. Karena itulah, setelah mengetahui kalau kau adalah wadah dari monster King Ghidorah yang mulai menetap di desa Moonlight Plains bersama dengan si pendeta itu, dia berniat untuk menculikmu dan membunuhmu dengan tangannya sendiri. "


" NA-NANI!? "


Menma kembali dibuat tercengang lagi setelah mendengarkan perkataannya Victor kalau dulu, Merlin berniat untuk menculik dan membunuh Menma dengan tangannya sendiri setelah mengetahui kalau Menma berada di desa Moonlight Plains. Hal itu membuat Merlin kembali berteriak marah untuk membuat Victor berhenti mengatakan hal-hal yang sebenarnya tentang Merlin terhadap Menma.


" URUSAI, VICTOR!!!! BERHENTILAH OCEHANMU ITU!!!! "


Kemudian,


" Kalau kau tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan sebelumnya, kenapa kau tidak memastikannya secara langsung dari mulutnya Merlin sendiri, Menma. " ucap Victor sambil memprovokasi Menma untuk mengetahui kebenaran dari Merlin.


Setelah itu, Menma mulai bertanya kepada Merlin sambil menahan tangisnya.


" Merlin-sensei, apakah semua yang dikatakan oleh Victor-sensei dari peristiwa amukan monster King Ghidorah sampai di mana sensei berniat untuk membunuhku itu benar? "


" Hah?! Menma, apa sebenarnya yang kau tanyakan .... "


" JAWABLAH, SENSEI!!! BUKANKAH, SENSEI MENYURUHKU UNTUK MENJAWAB DENGAN DENGAN JUJUR PADA WAKTU ITU. SEKARANG, AKU INGIN MEMASTIKAN, APAKAH ITU SEMUA BENAR ATAU TIDAK, MERLIN-SENSEI??? APAKAH, MERLIN-SENSEI SEBENARNYA JUGA MEMBENCIKU SAMPAI BERNIAT UNTUK MENCULIKKU DAN MEMBUNUHKU DENGAN TANGANMU SENDIRI, HEH??? "


Amarah Menma mulai memuncak saat menanyakan tentang kebenaran dari penjelasannya Victor kepada Merlin tentang rahasia besar itu yang selama ini disembunyikan dari Menma. Akhirnya, Merlin mulai menjawab secara terpaksa dan sangat berat hati karena sudah tidak ada lagi yang harus disembunyikan dari Menma.


" H-Hai. Itu benar. Semua yang kau dengar dari Victor itu benar. Termasuk tentang diriku yang sangat membenci terhadap makhluk yang ada di dalam tubuhmu setelah apa yang telah dia lakukan terhadap kedua orang tuaku. Karena itulah, aku berniat untuk membalaskan dendam kematian orang tuaku dengan membunuh monster itu. Dengan kata lain, aku juga akan membunuhmu secara tidak langsung, Menma. "


" .... "


Akhirnya, terungkaplah sudah sifat yang sebenarnya dari Merlin terhadap Menma yang ternyata juga sangat membenci Menma, lebih tepatnya kepada monster King Ghidorah yang ada di dalam tubuhnya itu. Bahkan, dia sampai berniat untuk menculik dan membunuh Menma setelah mengetahui kalau dia mulai menetap di desa Moonlight Plains bersama ibunya. Tetapi, entah kenapa dia menahan niatnya itu karena mengetahui kalau Menma hanyalah anak biasa seperti anak-anak lainnya dan perbuatan yang ingin dia lakukan itu adalah hal yang sangat buruk terhadap anak kecil. Ditambah lagi, dia menjadi murid di akademi ninja dan tentu saja itu membuatnya semakin menahan niat buruknya terhadap Menma. Seiring dengan berjalannya waktu, Merlin mulai menaruh simpati kepada Menma secara perlahan karena melihat semangat dan tekad berjuang yang dimiliki oleh Menma untuk meraih impiannya dan mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Karena itulah, Merlin seolah-olah telah melupakan niat awalnya dan malah beralih untuk membimbing Menma menjadi seorang pribadi yang baik dan berguna untuk dirinya sendiri maupun desa.


Sementara itu, Menma mulai kehabisan kata-katanya lagi setelah mendengarkan jawaban dari Merlin. Sudah telah terlihat jelas kalau semua orang sangat membenci Menma. Bahkan dari sensei terdekatnya sekalipun juga sangat membencinya sampai berniat untuk melenyapkan Menma dari dunia ini hanya karena ada monster di dalam tubuhnya yang telah membunuh orang tuanya. Mungkin saja, orang lain di desa juga akan melakukan hal yang sama dengan Merlin untuk membalaskan dendamnya kepada Menma secara tidak langsung. Hal itulah yang membuat mentalnya Menma mulai runtuh sedikit demi sedikit. Perasaan sedih, marah, kecewa, kesal, dan lain sebagainya telah bercampur menjadi satu di dalam dirinya. Menma menggertakkan giginya seolah menahan sesuatu yang ingin dia lampiaskan. Kedua telapak tangannya dikepal sangat kuat kecuali di bagian kanannya yang masih memegang gulungan rahasia itu. Kedua matanya mulai menyipitkan sambil mengeluarkan air matanya setelah mendengarkan kebenaran dari Merlin terhadap Menma yang sesungguhnya. Isakan tangis mulai terdengar secara pelan seolah tidak percaya terhadap apa yang sudah dia dengar dari kedua sensei yang selama ini Menma kira adalah orang yang baik yang mau menerima keberadaannya. Tetapi, pada kenyataannya justru sebaliknya. Mereka berdua berniat untuk membunuh Menma untuk melenyapkan monster King Ghidorah yang ada di dalam tubuhnya. Entah ekspresi apa yang akan ditampilkan oleh Menma mengingat saat ini, dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dihadapan senseinya dan seorang pengkhianat desa.


" Nah, kau sudah mendengarnya, bukan? Sekarang, aku akan melenyapkanmu dari dunia ini bersamaan juga dengan monster King Ghidorah yang ada di dalam tubuhmu itu. " ucap Victor yang kemudian mengeluarkan sebuah gulungan berukuran sedang.


Lalu dibukalah gulungan itu dan terdapat sebuah ukiran kaligrafi yang berbentuk seperti sebuah segel. Kemudian, Victor membentuk segel tangan dan setelah itu, muncullah kumpulan asap yang muncul dari ukiran kaligrafi yang berbentuk segel di sebuah gulungan itu. Kumpulan asap itu mulai menghilang dan terlihatlah sebuah benda yang terbuat dari besi berbentuk bintang bermata empat dalam ukuran yang sangat besar. Ya, itu adalah sebuah shuriken besar yang dikeluarkan dari gulungan itu oleh Victor. Kemudian, Victor memegang shuriken besar itu dan bersiap untuk melemparkannya ke arah Menma.


" MATILAH KAU, GAKI DAN SAYONARA!!!! " teriak Victor yang langsung melemparkan shuriken besar itu ke arah Menma.


Melihat shuriken besar itu melesat dengan sangat cepat membuat Menma menjadi sangat panik dan berusaha untuk menghindar. Tetapi, dia tidak sempat dan terpaksa untuk bersiap terkena shuriken besar itu.


JLEEB!!!


Shuriken besar itu berhenti melesat. Menma yang terjatuh sambil menutupi kedua matanya mengira kalau shuriken besar itu telah mengenainya. Tetapi, dia tidak merasa rasa sakit akibat dari tusukan shuriken besar itu. Setelah membukakan kedua matanya kembali secara perlahan, Menma terkejut karena mendapati ada sesosok yang berada tepat di depannya. Sesosok itu telah melindungi Menma dari lemparan shuriken besar itu dan menjadikan tubuhnya sebagai perisai. Ternyata, sesosok itu adalah Merlin dan hal itu sontak membuat Menma menjadi sangat khawatir dengan keselamatannya Merlin.


" Merlin-sensei.. K-kau? " tanya Menma dengan nada lirih kepada Merlin yang sedang melindunginya.


Dengan nafas yang tersengal-sengal, Merlin berusaha untuk menahan rasa sakit di punggungnya yang terkena lemparan shuriken besar itu yang tentu saja menimbulkan luka tusuk yang cukup parah di sana. Pada saat itu juga, Merlin mulai meneteskan air matanya ketika melihat Menma yang diliputi oleh rasa ketakutan dan kekhawatiran terhadap dirinya.


" Gomenasai.. Gomenasai, Menma. Maaf telah membuatmu menjadi seperti ini. Maaf juga kalau aku adalah sensei yang gagal bagimu. Selama ini, aku tidak begitu serius dalam hal mendidikmu. Aku tau kalau selama ini, kau selalu menderita karena alasan yang tidak kau ketahui. Tetapi, setelah kau mengetahui tentang dirimu yang sebenarnya, aku merasa sangat kasihan kepadamu karena kau yang masih anak-anak telah menanggung banyak sekali beban di dalam hidupmu. Kau yang tidak punya kesalahan apapun, tidak dapat hidup dengan normal seperti anak-anak biasanya lainnya. Karena itulah, kau berusaha untuk mencari perhatian agar mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarmu. Jadi, sekali lagi, gomenasai karena tidak dapat membantumu di saat kau mengalami kesusahan seperti ini. " ucap Merlin dengan nada lirih.


" Merlin-sensei, kenapa? Kenapa sensei melindungiku? Bukankah, sensei juga membenciku sampai-sampai berniat untuk membunuhku juga. Lalu, kenapa baru sekarang sensei membelaku? " tanya Menma dengan nada ketakutan dan kekhawatiran terhadap Merlin.


" Itu karena kau adalah muridku yang berharga. Kau adalah sesuatu yang istimewa bagiku, Menma Karena itulah, aku melindungimu agar kau bisa selamat dan bertahan hidup dari situasi ini. " jawab Merlin sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit di punggungnya setelah terkena tusukan shuriken besar.


Mendengar jawaban dari Merlin telah membuat Menma menjadi sangat tertegun. Dia tidak mengira kalau Merlin telah menganggapnya sebagai sesuatu yang istimewa bagi Merlin. Karena itulah, dia rela menjadikan dirinya sebagai perisai hidup untuk melindungi Menma dari bahaya.


" Sekarang, aku ingin kau segera pergi dari sini dan bawalah gulungan itu jauh dari tempat ini. Jangan sampai membiarkan Victor mendapatkan gulungan itu. " ucap Merlin sambil memerintahkan Menma untuk segera pergi dari sana sambil membawa gulungan rahasia itu.


" Tapi, sensei... "


" CEPAT PERGILAH! Kau harus segera kembali ke desa, Menma. Aku akan menahan dia di sini sampai bala bantuan datang meskipun harus mengorbankan nyawaku sekalipun. "


" .... "


Akhirnya dengan terpaksa, Menma langsung melarikan diri meninggalkan Merlin sambil membawa gulungan rahasia itu agar tidak sampai jatuh ke tangan Victor. Sementara itu, Merlin masih berusaha untuk tetap bertahan agar bisa menahan Victor untuk merebut gulungan rahasia itu.


Melihat Menma yang melarikan diri meninggalkannya, Victor langsung mendecih kesal dan berusaha untuk mendapatkan gulungan rahasia itu.


" Kusso.. Tidak akan kubiarkan anak itu melarikan diri dengan gulungan itu. Aku akan merebutnya dan membunuh bocah itu. " gumam Victor yang langsung bergerak mengejar Menma.


" Tidak akan kubiarkan kau lewat begitu saja! "


Merlin berusaha untuk menghalangi Victor. Sayangnya,


" Cih.. Kau menggangguku saja. "


" AARRGH!!! "


Victor langsung menendang Merlin agar tidak dapat menghalanginya. Setelah itu, Victor mulai mengejar Menma untuk membunuhnya dan merebut gulungan rahasia itu.


Di sisi lain, Menma berusaha untuk terus berlari meninggalkan kawasan hutan di bukit belakang akademi agar bisa sampai ke desa. Sementara itu, Victor yang melesat dengan meloncati setiap cabang pohon dengan kecepatan tinggi, tengah berusaha untuk mengejar. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Victor berhasil menemukan Menma yang masih berusaha untuk berlari sekencang mungkin sambil membawa gulungan rahasia itu. Tentu saja, itu adalah hal yang sangat berat bagi Menma karena dia harus berlari sambil membawa gulungan yang sangat berat itu. Hal itu sangat memungkinkan bagi Victor untuk menemukannya dengan mudah. Kemudian, Victor yang menemukan Menma di depan, langsung meneriakinya untuk berhenti.


" OOIII, MENMA!!! BERHENTI! SERAHKAN GULUNGAN ITU KEPADAKU! "


Tetapi, Menma tidak menggubrisnya dan terus berlari. Dia menyadari kalau Victor telah berada di belakangnya. Karena itulah, dia berusaha untuk mempercepat larinya agar tidak tertangkap oleh Victor.


" Kusso.. Dia ada di belakangku. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan agar tidak tertangkap olehnya? "


" Cih.. Dia tidak mendengarkan teriakanku rupanya. Baiklah kalau begitu jika itu kemauanmu, Menma. Kau akan menyesali ini. "


Victor mulai mengeluarkan shuriken di kantungnya dan langsung melemparkan shuriken itu ke arah Menma. Hasilnya, shuriken itu berhasil menancap di kakinya Menma yang membuatnya langsung terjatuh.


" Yosh, tepat sasaran. Sekarang, aku akan mengambil gulungan itu dan membunuhnya. "


Kemudian, Victor mendarat di tanah dan langsung berjalan menuju ke arah Menma yang ada di depannya. Di sana, Menma terlihat kesakitan setelah terjatuh akibat terkena shuriken di kakinya. Hal itu membuat gulungan yang dipegang Menma terlepas darinya. Setelah itu, Menma berusaha untuk meriah gulungan rahasia itu kembali dan dia tidak menyadari kalau Victor tengah menghampirinya.


" Kusso.. Kakiku terluka. Gulungannya.... "


Menma kembali meraih gulungan rahasia itu. Sayangnya, Victor telah sampai tepat di depannya saat ini. Hal itu, membuat Menma menjadi sangat ketakutan melihat Victor yang memiliki aura dan niat yang jahat terhadapnya.


" Hehehehe. Kau mau kabur kemana lagi, Menma? Sudah ada tidak jalan bagimu untuk melarikan diri dariku. Sekarang, serahkan gulungan itu dan aku akan langsung melenyapkanmu. "


" Tidak! Tidak akan kuberikan gulungan ini kepada kau, Victor-sensei. Apalagi, kau berusaha untuk membunuhku, bukan. "


" Hai, tentu saja. Itu karena kau adalah anak yang sangat tidak dibutuhkan oleh desa ini. Kau hanya akan menyebarkan kesialan bagi para penduduk, bukan hanya di desa saja tetapi juga di negeri Afata. Itulah sebabnya, kau harus dimusnahkan dari dunia ini. "


" Kusso.. Aku tidak mau sampai dibunuh olehmu, Victor-sensei. "


Menma berusaha mundur dengan merangkak sambil membawa gulungan rahasia itu dari Victor. Tetapi, Victor terus mengikutinya dan pada akhirnya, dia menginjakkan kakinya di badannya Menma. Hal itu membuat Menma sangat panik dan ketakutan karena tidak dapat bergerak kemana-mana dan Victor sendiri sedang bersiap untuk melakukan sesuatu untuk merebut gulungan rahasia itu.


" Kau sangat keras kepala, bocah. Sepertinya, aku akan segera membunuhmu sekarang juga. "


Victor mengeluarkan sebuah kunainya dan bersiap untuk menusukkannya ke arah Menma. Kini, nyawanya Menma sedang terancam karena Victor akan segera membunuhnya. Tetapi, sebelum Victor langsung membunuh Menma, tiba-tiba ada suara dari seseorang yang muncul dari arah belakangnya Victor.


" SUITON: HATOU! "


Kemudian, muncullah semburan air yang sangat besar datang menerjang Victor dan Menma. Hal itu membuat mereka terseret arus air yang sangat kencang sehingga membuat Menma dan Victor terpisah ke arah yang berbeda. Setelah terkena terjangan semburan air yang sangat besar itu, Victor langsung bangkit untuk berdiri dan menunjukkan ekspresi yang sangat geram terhadap sesosok yang memberikan serangan berupa semburan air yang sangat besar.


" *Geram* Kusso.. Siapa yang menyerangku, hah?! Keluarlah kau! Jika kau berani melawanku, maka majulah ke sini! "


Hingga kemudian, muncullah sesosok yang memberikan serangan berupa semburan air besar itu yang ternyata adalah Merlin. Merlin yang telah melepaskan shuriken besar di punggungnya beberapa saat sebelumnya langsung menyusul untuk menghentikan Victor. Saat ini, Merlin sedang berhadapan dengan Victor. Victor melihat itu langsung menyeringai.


" Rupanya kau, Merlin. Aku tidak mengira kalau kau masih bisa menyusulku sampai ke sini. Itu berarti, kau sudah siap untuk menemui kematianmu. "


" Heh.. Tidak akan kubiarkan kau mendapatkan gulungan itu dan membunuh Menma. Karena itulah, aku akan menghentikanmu di sini. Pengkhianat sepertimu harus segera dihukum di dalam penjara. "


" Kau pikir aku akan berakhir seperti yang kau katakan itu? Kita lihat saja, siapa di antara kita yang tetap bertahan. "


" Hm. Aku tidak takut. Ikuzo, lawan aku! "


" Kau akan menyesali ini, Merlin! "


Akhirnya, pertarungan kedua dimulai antara Victor melawan Merlin. Victor langsung melemparkan dua shuriken ke arah Merlin. Melihat itu, Merlin langsung membalasnya dengan melemparkan dua shuriken juga. Hasilnya, dua shuriken dari Victor dan Merlin sambil berbenturan. Kemudian, Merlin mulai merapalkan segel tangan untuk mengeluarkan jutsunya.


" SUITON: MIZURAPPA! "


Setelah itu, Merlin langsung menyembur air yang cukup besar ke arah Victor. Tidak tinggal diam, Victor mulai merapalkan segel tangan untuk mengeluarkan jutsunya.


" DOTON: DORYUHEKI! "


Setelah itu, Victor memukulkan kedua tangannya ke tanah dan muncullah tembok besar dari bawah yang terbuat dari tanah. Tembok itu menahan semburan air besar itu sangat efektif sehingga serangan dari Merlin bisa diantisipasi oleh Victor.


" Nani!? Kusso.. " ucap Merlin dengan nada kesal karena serangannya ditahan oleh tembok tanah besar oleh Victor.


Kemudian, Victor langsung melompat ke atas tembok itu dan dan melihat Merlin di bawahnya.


" Heh.. Sekarang, rasakan ini! "


Kemudian, Victor kembali merapalkan segel tangannya untuk mengeluarkan sebuah jutsu.


" FUUTON: DAITOPPA! "


Victor menembakkan semburan angin yang besar ke arah Merlin. Melihat serangan angin dari Victor, Merlin berusaha untuk menghindar. Tetapi, karena kekuatan anginnya sangat kuat, Merlin dengan terpaksa harus terlempar ke belakang karena tidak kuat menahan serangan itu.


Setelah melihat Merlin tumbang oleh jutsu anginnya, Victor langsung turun dari tembok itu dan segera menyerang Merlin dengan serangan fisik. Merlin segera bangkit dan bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dari Victor. Kemudian, terjadilah adu pukul antara mereka berdua dan terlihat di mana Victor lebih unggul dan mendominasi pertarungan daripada Merlin. Hal itu membuat Merlin mulai kewalahan mengantisipasi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Victor. Tak lama kemudian, akhirnya Merlin tumbang lagi setelah terkena pukulan kepalan yang sangat keras ke arah wajahnya Merlin. Tidak sampai di situ, Victor kembali beraksi dengan meraih Merlin dan melemparkannya ke arah sebuah pohon. Tubuhnya Merlin menghantam pohon itu dengan keras dan dia tersungkur lagi. Merlin menjerit kesakitan karena mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya setelah menerima banyak serangan dari Merlin yang diakhiri dengan dihantamkan ke arah pohon dengan keras.


Di sisi lain, Menma yang baru saja bangkit setelah terkena semburan air besar dari Merlin sedang bersembunyi di sebuah pohon dekat tempat pertarungan antara Victor melawan Merlin sambil membawa gulungan rahasianya. Tidak lupa juga untuk mencabuti shuriken yang tertancap di kakinya yang membuatnya terluka yang tidak cukup parah. Saat ini, dia sedang berharap agar Victor tidak akan menemukan keberadaannya. Dia juga menyaksikan pertarungannya yang di mana Victor telah berhasil mengalahkan Merlin. Hal itu membuat Menma menjadi sangat khawatir karena bisa saja Victor menemukan keberadaannya setelah dia menghabisi nyawa Merlin. Dia juga memikirkan nasib dari Merlin apakah dia baik-baik saja atau tidak. Yang bisa dia lakukan sekarang adalah berharap kalau Merlin bisa mengalahkan Victor walaupun kemungkinannya kecil sekali.


Kembali ke tempatnya Victor dan Merlin berada yang saat ini, Victor sedang berjalan menuju ke Merlin yang masih terduduk tak berdaya di sebuah pohon. Victor tersenyum puas setelah memenangkan pertarungannya dengan sangat mudah dan dia mulai berniat untuk menghabisi nyawa Merlin sekarang juga.


" Hahahahaha.. Apa hanya itu saja yang kau punya, Merlin? Sekarang, kau sudah lihat perbedaan kekuatan di antara kita, bukan. Karena itulah, aku memutuskan untuk meninggalkan desa dan berencana untuk melakukan hal-hal yang baru untuk diriku sendiri. Sekarang, aku hanya perlu membunuhmu dan juga anak itu bersamaan juga aku akan membawa pergi gulungan rahasia itu dari sini. Adakah kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan, heh? "


Victor mulai mengeluarkan kunainya dan berniat untuk menghunuskannya arah Merlin.


" Walaupun kau berhasil membunuhku sekalipun, kau tidak akan bisa mendapatkan gulungan itu. Karena aku yakin kalau Menma bisa menjaganya dengan baik agar tidak dapat direbut olehmu. "


" Cih.. Kenapa kau percaya kalau dia bisa menjaga gulungan itu dariku. Bukankah kau sendiri juga membencinya, bukan. Seharusnya, kita bisa bekerja sama agar mendapatkan gulungan itu dengan mudah. Setelah itu, aku akan membunuhmu setelah rencanaku terselesaikan. Aku hanya ingin tau seberapakah kau pedulinya terhadap Menma. Kenapa kau membela anak jelmaan iblis itu yang suka membuat banyak keonaran di desa? "


Mendengar pertanyaan dari Victor, Merlin sempat menghela nafasnya sejenak. Lalu, dia mulai menjawabnya dengan tegas dan penuh keyakinan.


" Hai. Yang kau katakan pada waktu itu memang benar. Awalnya, aku sangat membenci anak itu karena makhluk yang ada di dalam tubuhnya itu telah membuat kedua orang tuaku terbunuh. Saat itu, aku juga berniat untuk menghabisinya. Tetapi, itu dulu. Karena selama dia berada di akademi, aku sering melihat dia yang selalu membuat kenakalan hanya demi mendapatkan perhatian dari sekelilingnya. Itu membuatku teringat dengan diriku yang dulu setelah meninggalnya kedua orang tuaku, aku juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Menma. Selain itu, aku juga mengetahui kalau anak itu memiliki sesuatu yang membuatnya sangat istimewa bagiku. "


Victor langsung mengernyit sambil memperhatikan ucapan dari Merlin. Di sisi lain, Menma yang saat ini masih bersembunyi di balik pohon juga sedang mendengarkan ucapannya Merlin karena posisinya dekat dengan Victor dan Merlin berada.


" Dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Dia memahami arti dari sebuah penderitaan dari seorang makhluk hidup. Dia juga mengalami hal yang sangat pahit dalam hidupnya yang penuh dengan kesepian, tapi bisa diatasi dengan menunjukkan ekspresi gembiranya untuk menarik perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Selain itu, Menma memiliki semangat dan tekad yang sangat kuat untuk bisa menjadi seorang shinobi yang akan memperjuangkan impiannya. Meskipun dia memiliki kekurangan dalam hal bakat, tapi dia tidak menyerah begitu saja. Dia selalu berusaha keras untuk bisa mendapatkan haknya. Dengan begitu, aku sebagai gurunya mengakui kalau dia bukanlah seorang jelmaan dari monster King Ghidorah. Dia adalah Menma, seorang penduduk dari desa Moonlight Plains dan juga seorang calon shinobi yang akan menjadi kunci harapan untuk masa depan desa maupun negeri Afata. Dengan semua potensi yang dia miliki, aku yakin Menma pasti mewujudkan impiannya menjadi seorang shinobi yang hebat seperti sang pahlawan legendaris yang dia kagumi. Untuk itulah, aku akan selalu berada di sisinya agar bisa membantu untuk mewujudkan harapan itu. Aku tidak akan menarik kembali kata-kataku karena itu adalah jalan ninjaku. "


Kata-kata yang diucapkan oleh Merlin yang terkesan sangat dalam dan penuh dengan makna, membuat Menma yang mendengarnya menjadi sangat terharu. Hatinya terasa tersentuh karena ada seseorang yang akhirnya mengakui kalau Menma bukanlah seorang jelmaan iblis. Bagi Merlin, Menma adalah seorang anak biasa yang berusaha untuk menutupi kesepiannya dengan melakukan sesuatu agar dapat menarik perhatian orang-orang di sekitarnya seperti yang pernah Merlin lakukan dulu setelah kedua orang tuanya meninggal akibat terkena serangan dari King Ghidorah. Selain itu, Menma juga memiliki semangat dan tekad yang sangat kuat untuk bisa menjadi seorang shinobi sekaligus berjuang untuk meraih impiannya menjadi sesosok seperti sang pahlawan legendaris yang dia kagumi. Karena itulah, Merlin bersedia untuk berada di sisinya Menma agar dia bisa membantunya untuk meraih impiannya itu.


Sementara itu, Victor yang mendengarkan itu hanya bisa mendengus dan terlihat acuh tak acuh terhadap Merlin.


" Hmph... Mendengarkan kata-katamu barusan, membuatku rasanya ingin muntah. Tapi, itu tidak perlu. Meskipun kau sudah mengakuinya, dia tetap saja hanyalah anak yang tidak berguna bahkan tidak layak untuk menjadi seorang shinobi. Sekarang, sudah waktunya aku akan menghabisimu dan mengambil gulungan itu darinya. "


Victor langsung menghunuskan kunainya ke arah Merlin. Saat itu juga, Victor sudah bersiap untuk membunuhnya.


" MATILAH KAU!!!! "


Kunai yang digenggam oleh Victor mulai ditusukkan ke arah Merlin. Tetapi tiba-tiba,


BUAAGH!!!


Muncullah sesuatu yang menendang Victor sekaligus membatalkan aksi pembunuhannya terhadap Merlin. Akibat terkena tendangan itu membuat Victor terjungkal ke samping dan menjauh dari Merlin. Merlin yang melihat itu langsung terkejut karena yang menendang Victor itu adalah Menma yang saat ini tepat di depannya. Menma berhasil menyelamatkan Merlin dari ancaman pembunuhan oleh Victor.


" MENMA! Kau?! Kenapa kau malah datang ke sini? Seharusnya, kau sudah pergi membawa gulungan itu. " tanya Merlin sambil mengkhawatirkan keadaannya Menma.


" Aku tidak akan melarikan diri lagi. Kali ini, aku akan melindungimu, sensei. Aku tidak akan membiarkan orang itu membunuh sensei yang telah mengakuiku. Untuk itulah, aku akan melawannya. " jawab Menma dengan lantang kalau dia akan melindungi Merlin sambil melawan Victor.


" Jangan Menma! Dia bukanlah tandingan yang sepadan denganmu. Dia bisa saja akan membunuhmu. Lebih baik, kau segera pergi dari sini! " seru Merlin sambil memperingati Menma.


" Tidak, sensei. Aku tidak akan pergi. Aku akan melindungi sensei apapun caranya. "


balas Menma sambil tidak menggubris peringatan dari Merlin.


Kemudian, Victor mulai bangkit dan berjalan mendekati Menma.


" Wah.. Wah.. Wah.. Rupanya, kau ingin menjadi sok pahlawan, ya. Baiklah kalau begitu, aku akan langsung membunuhmu dan juga Merlin. Setelah itu, aku akan merebut gulungan itu dan pergi dari desa ini. "


" Cih.. Tidak akan kubiarkan. Aku akan menghentikanmu, Victor-sensei. Aku tidak akan kalah. "


" Heh.. Coba saja kalau kau bisa. Aku juga tidak akan segan-segan untuk menghabisimu. "


Victor mulai bersiap untuk menyerang Menma. Di sisi lain, Menma meletakkan gulungan rahasia itu di atas tanah dan bersiap untuk melawan Victor.


" Yoshaa.. Ikuzo! " ucap Menma.


Sedangkan Merlin yang melihat itu hanya bisa pasrah dan berharap kalau Menma akan baik-baik saja saat melawan Victor.


' Menma. Kumohon, berhati-hatilah. Aku takut kalau sampai terjadi apa-apa pada dirimu. Walaupun aku sudah mengakuimu, tetapi aku tidak ingin kau sampai terluka olehnya. ' batin Merlin dengan nada lirih sambil melihat Menma mulai bersiap untuk melawan Victor.