AFATA Tales Of Shinobi Elves

AFATA Tales Of Shinobi Elves
CHAPTER 14 " THE GRADUATION EXAM OF ACADEMY "



Keesokan harinya merupakan hari yang sangat penting. Ya. Hari di mana para murid di akademi akan mengikuti ujian kelulusan untuk menjadi seorang ninja dengan tingkat awalnya yaitu genin. Di hari itu juga, Menma telah mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk mengikuti ujian kelulusannya sebaik mungkin agar dia bisa lulus menjadi seorang ninja. Hari ini, matahari telah bersinar terang di ufuk timur. Aktivitas sehari-hari milik Menma telah dilakukan setelah bangun pagi. Dia pergi mandi untuk membersihkan tubuhnya, lalu menuju ke lemari pakaian untuk mengenakan pakaian yang akan dia pakai untuk ujian kelulusan nanti. Dia memakai kaus berwarna ungu dengan celana pendek sampai lutut berwarna coklat ditambah dengan sabuk di pinggangnya. Di bagian punggungnya, terdapat lambang berupa lingkaran penuh kecil beserta bulan sabit di sebelah bawahnya. Dia juga mengenakan semacam kain berwarna ungu gelap yang dijadikan sebagai ikat kepala di bagian dahinya. Itu lah pakaian dan perlengkapan yang Menma pakai hari ini. Kemudian, dia memakan sarapannya dengan bubur gandum dan meminum susunya sebagai pelengkap asupan nutrisinya. Lalu dia mulai mengenakan sepatu sandal berwarna Coklat tua dengan menampilkan jari-jari kakinya yang dikenal sebagai sepatu ninja. Tidak lupa untuk mengunci pintunya dan dia mulai berangkat ke akademi.


Sesampainya di sana, Menma langsung menuju ke ruang kelasnya dan seperti biasa, dia duduk sebangku dengan dua sahabat dekatnya yaitu, Nia dan Tora. Tak lama kemudian, Merlin mulai muncul ke dalam kelas dengan membawa tumpukan kertas ujian yang akan dipakai oleh para murid untuk melaksanakan ujiannya.


" Ohayou, minna-san. "


" Ohayou, Merlin-sensei. "


" Yosh. Seperti yang kalian semua ketahui bahwa hari ini akan diadakan ujian kelulusan untuk menentukan apakah kalian bisa lulus dari akademi ini dan menjadi seorang genin. Semuanya akan diketahui melalui ujian yang akan kalian hadapi saat ini. Sekarang, kalian akan melaksanakan dua jenis macam ujian yang diadakan yaitu ujian teori dan praktek. Pertama, kalian akan melaksanakan ujian teori terlebih dahulu untuk mengetes kemampuan teori yang kalian pelajari dari semua pelajaran selama berada di akademi. Jadi, aku harap kalian sudah mempelajari ulang itu semua dan berharap mendapatkan yang terbaik untuk kelulusan ini. Nah. Sekarang, aku akan membagikan lembar ujian ini kepada kalian semua dan mohon kerjakan semua soal dengan jujur dan serius. Kalian dapat memulai mengerjakan soal ketika aku memberi aba-aba untuk mulai dan kalian juga harus menghentikan mengerjakan soal ketika aku telah memberi aba-aba untuk berhenti. Apakah kalian semua mengerti? "


" Hai, sensei. "


" Yoshaa. Sekarang, aku akan membagikan kertas-kertas ujian ini kepada kalian. "


Merlin mulai membagikan kertas-kertas yang berisi soal-soal ujian teori yang akan dikerjakan oleh para muridnya.


" Aku tidak menyangka kalau sebentar lagi kita lulus dan menjadi seorang ninja. Wahh... aku jadi tidak sabar untuk itu. " ucap Nia dengan nada antusias.


" Iya, kau benar. Sudah tidak terasa selama tiga tahun di akademi, kita akan lulus juga dan memulai karir kita sebagai shinobi. " ucap Tora.


" Tentu saja. Dengan begitu, aku bisa membuat langkah awal untuk mencapai impianku menjadi seorang ninja yang hebat seperti sang pahlawan legendaris. Akan kutunjukkan nanti. " ucap Menma dengan penuh semangat dan ambisi untuk lulus di ujian kelulusan ini.


Di sisi lain,


" Akhirnya, kita akan lulus juga dari akademi ini dan menjadi seorang ninja. Apakah kau sudah siap untuk ini, Juto? " ucap Yura.


" Iya, tentu saja. Kita sudah mempersiapkan ini dari jauh hari. Jadi, sudah pasti kita akan lulus dengan mudah. Bagaimana denganmu, Keita? " Ucap Juto.


" Hn. Aku harap kalian tidak akan mengecewakanku dan tentunya, ini adalah kesempatan yang sangat penting karena ini akan menunjukkan bahwa apakah kita layak lulus menjadi seorang genin atau tidak. " ucap Keita dengan nada datar dan dinginnya.


" Iya, kau benar. Kalau sampai diantara kita ada yang gagal, itu sangatlah memalukan. Apalagi, sudah tiga tahun belajar di akademi tapi tidak dapat membuahkan hasil, semuanya menjadi sia-sia. " balas Juto.


" Hm. Hanya orang yang bodoh saja yang kemungkinan besar tidak akan lulus dari akademi ini dan aku rasa, semua murid di sini sudah mempersiapkan yang terbaik untuk ujian ini karena mereka telah menunjukkan bakat mereka masing-masing kecuali satu orang dari kelas kita. " ucap Yura.


" Iya, aku tau siapa yang kau maksud itu, Yura. " tebak Juto.


" Hm. siapa lagi kalau bukan si anak pembuat onar berambut hitam yang memakai ikat kepala berwarna ungu itu. Aku yakin dia tidak akan bisa lulus mengingat semua kelakuan selama berada di akademi ini. Bagaimana dengan pendapatmu tentang anak itu, Keita? " tanya Yura kepada Keita.


" Kalau itu, aku tidak memperdulikannya sama sekali. Kalau dia lulus, maka syukurlah. Jika tidak, ya itu urusannya sendiri. " jawab Keita dengan singkat, padat, dan jelas.


" Hahaha. Iya, kau benar. Kalau sampai dia lulus, itu akan mengacaukan segalanya apalagi saat dia mulai menjalankan misi sebagai seorang shinobi mengingat tentang pengetahuan yang minim begitu. " balas Yura.


Sementara di lain tempat,


' Aku harap aku bisa lulus di ujian ini dan menjadi seorang ninja. Aku mempersiapkan ini sebaik mungkin. Selain itu... Aku harap kau juga bisa lulus di ujian ini. Aku mendoakanmu agar mendapatkan yang terbaik. Ganbatte, Menma-kun. ' gumam Hikari dalam hatinya ketika dia melihat Menma yang bersiap dengan penuh semangat untuk bisa lulus di ujian ini.


Akhirnya, kertas-kertas ujian telah dibagikan kepada seluruh murid di dalam kelas. Setelah itu, Merlin segera memberikan instruksi mulai Kepada para murid untuk mengerjakan ujian teorinya.


" Yosh, minna-san. Waktu mengerjakan ujian teori ini sekitar satu jam tiga puluh menit. Jadi, mohon kerjakan dengan teliti dan sungguh-sungguh. Aku akan memberikan instruksi untuk memulai mengerjakan ujian itu ketika pada saat waktunya. Bagi yang sudah selesai mengerjakan soal ujiannya, kalian bisa mengecek kembali jawaban yang kalian tulis dan boleh keluar ke koridor sambil menunggu sampai waktu ujiannya berakhir. Apakah kalian semua paham? "


" Hai, sensei. "


" Souka. Kalau begitu, waktu ujian teori, dimulai dari sekarang. Silahkan mengerjakan soal-soalnya! "


Akhirnya, waktu ujian teori telah dimulai dan para murid mulai mengerjakan soal-soal yang diberikan melalui kertas lembar yang mereka miliki saat ini.


" Yoshaa... Ayo kita mulai. Minna. " ucap Menma dengan penuh semangat.


" Hai! " jawab serempak dari Nia dan Tora.


Waktu terus berlalu di mana para murid masih sibuk mengerjakan ujian teori yang diberikan di hari kelulusan akademi shinobi. Beberapa di antara mereka ada yang merasa mudah untuk mengerjakan soal-soal ujian itu. Ada juga yang agak kesulitan dalam mengerjakannya. Bahkan ada beberapa yang sampai kebingungan untuk menjawab salah satu soal yang dihadapi saat ini. Salah satunya adalah Menma yang merupakan murid yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya yang beberapa di antara mereka yang memang memiliki bakat dan kepintaran yang cukup bagus dalam hal teori maupun praktek.


' Kusso... Bagaimana ini?! Ada beberapa soal di sini tidak bisa kumengerti. Selain itu, jumlah pertanyaannya lumayan banyak juga. Bagaimana cara aku Bisa menyelesaikan ujian dalam waktu satu jam tiga puluh menit? ' batin Menma dengan gusar saat sedang mengerjakan ujian teori saat ini.


' Dilihat dari pertanyaannya tidak terlalu sulit. Masalahnya, hanya bagaimana cara mengatur waktu untuk mengerjakan soal sebanyak ini dalam waktu yang ditentukan. ' batin Keita dengan tanpa ekspresi dan santai ketika sedang mengerjakan soal ujian teori.


Bagi Keita, soal-soal ujian teori yang dia hadapi saat ini merupakan hal yang mudah saja untuk dikerjakan. Ya, tentu saja. Apa yang tidak dapat dilakukan oleh seorang anak yang jenius jika karena bakat yang dimilikinya. Entah itu dari bawaan atau dari usahanya sendiri. Hal itu membuat segalanya menjadi lebih mudah untuk dilakukan jika mau mengetahui potensi pada diri sendiri dan mengasahnya lebih jauh lagi. Sedangkan bagi orang bodoh, tentu akan menjadi hal yang sebaliknya dari orang jenius kecuali mereka yang merupakan tipe pekerja keras, termasuk Menma meskipun dia masih saja kesulitan dalam mengerjakan soal ujiannya.


Tak lama kemudian, di saat waktu ujian teori masih berlangsung dan belum ada satupun yang selesai mengerjakan soal ujian, tiba-tiba Keita maju dari bangkunya dan bergerak menuju ke meja guru. Hal itu membuat anak-anak lainnya di sana menjadi terkejut karena mereka mengira kalau Keita telah menyelesaikan ujiannya dalam waktu yang tidak cukup lama. Lalu, dia menyerahkan kertas yang berisi soal dan jawaban ujiannya kepada Merlin.


" Ohh.. Keita. Apakah kau sudah selesai mengerjakan ujianmu? "


" Hai, sensei. Saya sudah menyelesaikan ujian saya. "


" Souka. Kalau begitu, kau boleh keluar ke koridor terlebih dahulu untuk menunggu sampai waktu ujiannya selesai. "


" Hai. Kalau begitu, saya permisi. "


Akhirnya, Keita keluar dari kelas menuju ke koridor untuk menunggu sampai waktu ujian teori selesai. Sementara itu, beberapa murid lainnya belum ada yang menyelesaikan ujiannya setelah Keita meninggalkan kelas. Tetapi, tidak lama setelah itu, Juto dan Yura telah menyelesaikan ujiannya dan meninggalkan kelas menyusul Keita untuk menunggu sampai waktu ujiannya selesai. Kemudian, ada Kitara yang juga telah menyelesaikan ujiannya dan disusul oleh Roy. Para murid secara sedikit demi sedikit telah meninggalkan kelas untuk menuju ke koridor karena telah menyelesaikan ujiannya. Sedangkan Menma sendiri masih mengerjakan soal-soal yang tersisa yang belum terjawab.


Waktu terus berlalu hingga akhirnya,


" Yosh, waktu mengerjakan ujian teori telah selesai. Silahkan, kalian semua untuk mengumpulkan lembar jawabannya ke meja ini sekarang! " seru Merlin setelah menginstruksikan kepada para murid untuk berhenti mengerjakan ujian dan mengumpulkan lembar jawabannya.


Beberapa di antara mereka ada yang sudah mengerjakan semua soal ujiannya tepat waktu dan ada beberapa juga yang belum selesai. Nampaknya, dilihat dari raut wajah para murid, mereka terlihat tenang dan biasa saja saat mengumpulkan lembar jawabannya. Itu menandakan kalau mereka telah mengerjakan semua soal ujian sampai selesai. Sedangkan Menma terlihat gusar di wajahnya ketika dia sedang mengumpulkan lembar jawabannya. Dia khawatir kalau dia sampai tidak lulus dalam ujian ini. Sebenarnya, dia sendiri sudah menyelesaikan semua soal ujian teorinya tepat sebelum Merlin memberi instruksi untuk berhenti mengerjakan soal karena waktu ujiannya telah selesai. Hanya saja, Menma merasa kalau dia tidak dapat mengerjakan ujian teori itu dengan baik dan benar seakan dia melakukannya dengan asal-asalan. Meskipun sudah selesai semua, belum tentu dia mendapatkan hasil yang terbaik. Tetapi, dia tetap berharap bisa lulus dari ujian teori ini.


Setelah para murid mengumpulkan lembar jawaban ujiannya, Merlin langsung memanggil para murid yang ada di koridor untuk segera masuk ke kelas. Setelah itu, Merlin memberitahukan kepada para murid di kelas untuk bersiap menghadapi ujian selanjutnya.


" Yosh, minna-san. Setelah ini, kalian akan menghadapi ujian berikutnya yaitu ujian praktek. Kali ini, kalian akan diujikan dengan teknik-teknik ninja yang telah kalian pelajari selama berada di akademi. Ini juga akan menentukan hasil keseluruhan akhir kalian dalam ujian kelulusan. Saya harap kalian dapat melakukannya dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang bagus. Nah, sekarang saya akan memanggil secara satu persatu untuk ikut dengan saya menuju ke ruang praktek. Yosh, kita akan mulai dari Tiara terlebih dahulu. Silahkan ikut saya ke ruangan. "


" Hai, sensei. "


Ujian praktek telah dimulai dan Merlin memanggil para murid secara satu persatu untuk menjalankan ujian praktek yang diawali dari anak elf yang bernama Tiara untuk ikut dengan Merlin ke ruang praktek. Sesampainya di sana, Merlin meminta Tiara menuju ke posisi yang ditentukan dan dia duduk bersama guru sekaligus rekannya untuk mengetes dan menilai Tiara dari keterampilan ninjutsunya.


" Yosh, Tiara. Sekarang, kami akan menilai keterampilan ninjutsumu dengan menggunakan teknik-teknik yang kau pelajari selama di akademi. Yang akan kamu praktekkan saat ini ada tiga macam jutsu yaitu henge no jutsu, kawarimi, dan bunshin no jutsu. Kita mulai dari henge no jutsu terlebih dahulu. Silahkan kau berubah menjadi seseorang yang kamu kenal. "


" Hai! "


Tiara langsung membentuk segel tangan untuk melakukan henge no jutsu. Hasilnya, Tiara berubah menjadi Merlin dengan postur tubuh dan detail yang sama dengan Merlin yang aslinya.


" Hmm... Postur dan detail yang hampir sama dengan diriku yang asli. Oke, itu bagus. Kamu boleh kembali ke wujud semulamu. "


Merlin memerintahkan Tiara untuk menonaktifkan henge no jutsunya untuk kembali ke wujud semula. Setelah itu,


" Sekarang, kita akan menguji kawarimi no jutsu milikmu. "


Merlin meminta rekannya untuk melemparkan satu shurikennya ke arah Tiara. Hasilnya, setelah terkena shuriken itu, Tiara berubah menjadi sebuah potongan pohon kayu yang menjadi pengganti tubuh dari Tiara. Sedangkan Tiara sendiri berada di posisi yang berbeda dari yang semula.


" Kawariminya baik juga. Sekarang tinggal bunshin no jutsu. Kau buat satu bunshin dan kau selesai mengikuti ujian praktek ini. "


Tiara kembali membentuk segel tangan untuk mengeluarkan bunshin no jutsu. Kemudian, keluarlah kumpulan asap di samping Tiara yang memunculkan bushin Tiara yang sama dengan tubuh aslinya.


" Bunshin no jutsunya cukup baik. Yosh, itu sudah cukup. Sekarang, kamu boleh kembali ke kelas. Saya akan memanggil peserta lainnya untuk datang ke sini. "


" Hai, sensei. Arigatou gozaimasu. "


Setelah melakukan ujian prakteknya, Merlin meminta Tiara untuk kembali ke kelas bersamanya sambil memanggil murid lainnya untuk menuju ke ruang praktek.


Sesampainya di sana, Tiara langsung kembali ke bangkunya dan Merlin mulai memanggil peserta berikutnya.


" Yosh. Sekarang, giliran berikutnya adalah Tama. Silahkan menuju ke ruang praktek dengan saya. "


" Hai, sensei. "


Anak yang dipanggil yaitu Tama langsung berangkat ke ruang praktek bersama Merlin untuk menjalankan ujian praktek. Sesampainya di sana, Tama langsung diuji coba oleh Merlin dan rekannya untuk melakukan hal yang sama dengan Tiara sebelumnya. Kemudian, Tama langsung memperagakan teknik-teknik yang diminta oleh gurunya. Pada bagian henge no jutsu, Tama berubah menjadi Merlin dengan detail dan postur tubuh yang sama dengan aslinya. Kemudian berlanjut ke kawarimi no jutsu di mana Tama dilempari shuriken oleh rekannya Merlin. Hasilnya, Tama langsung berubah menjadi potongan pohon berkayu yang sama seperti Tiara. Lalu berlanjut ke bunshin no jutsu di mana dia menciptakan dua bunshin dirinya sendiri.


" Hmm... Semuanya, lumayan. Nah, sekarang kamu boleh kembali ke kelas, Tama. "


" Hai. Arigatou gozaimasu, sensei. "


Tama kembali ke kelas bersama Merlin lalu berlanjut di mana peserta berikutnya akan dipanggil oleh Merlin untuk menuju ke ruang praktek.


" Yosh, sekarang giliran berikutnya adalah Keita. Silahkan ikut saya ke ruang praktek. "


" Hai, sensei. "


Giliran berikutnya adalah Keita yang dipanggil oleh Merlin untuk menuju ke ruang praktek. Di saat mau meninggalkan kelas, Keita langsung disoraki berupa dukungan yang antusias dari para fansnya terutama anak-anak perempuan.


" KYAAAAA!!!!! SEMANGAT, KEITA!!! "


" GANBATTE, KEITA. KAMI MENDUKUNGMU!!! "


" SEMANGAT, KEITA!!! LAKUKANLAH YANG TERBAIK!!! "


" SEMOGA KAU MENDAPATKAN HASIL YANG BAGUS YA, KEITA!!! "


Mendengar sorakan dan dukungan dari para penggemarnya, Keita cuma bisa membalasnya dengan dengusannya.


" Hn. Berisik sekali. Tapi ya sudahlah. "


Sementara itu,


Di sisi lain,


" *Kesal* Kusso... Kenapa sih, dia selalu saja mendapatkan sorakan dan dukungan dari para murid lainnya ketika dia mau menunjukan bakatnya. Padahal murid-murid lainnya aja tidak ada satupun mendapatkan itu ketika mau mempraktekkan sesuatu. " gumam Menma sambil melihat ke arah Keita yang sedang berjalan keluar dari kelas untuk menuju ke ruang praktek tetapi masih bisa didengar oleh teman-teman di sampingnya.


" Hn. Biarkan saja, Menma. Sudah dari dulu dia selalu mendapatkan banyak perhatian dari para penggemarnya. Apalagi pada saat ujian praktek ini. Sudah pasti banyak yang berharap bahwa Keita bisa mendapatkan nilai yang terbaik dan menjadi murid nomor satu di akademi ini. Jadi, tidak usah ditanya lagi tentang itu. " ucap Tora sambil menanggapi keluhan dari Menma.


" Iya. Pasti suatu saat nanti, dia akan lulus menjadi seorang genin dan menjadi ninja yang hebat saat menjalankan misinya. " ucap Nia.


" Hufft... Kalau soal itu, aku juga tau. Sebenarnya, yang aku inginkan adalah kalau aku juga bisa menjadi seorang yang sama hebatnya dengan dia *menunjuk ke arah Keita*. Bahkan kalau perlu, aku bisa mengalahkan dia dalam ilmu ninja dan suatu saat nanti, aku akan menjadi seorang ninja yang bisa setara dengan sang pahlawan legendaris. Lihat saja nanti. " balas Menma.


Mendengar Menma yang telah mengucapkan kalimatnya, membuat Nia dan Tora tertawa kecil.


" Apa yang lucu? " tanya Menma.


" Tidak. Tidak ada, Menma. " jawab Nia.


" Oh.. Souka. Ngomong-ngomong, pada saat ujian praktek nanti, apa yang akan diujikan ya? " tanya Menma lagi.


" Hmm... Entahlah. Mungkin berkaitan dengan ninjutsu yang pernah diajarkan kepada kita sebelumnya oleh guru. " jawab Nia.


" Iya, benar juga. Pasti yang berhubungan dengan jutsu-jutsu yang wajib kita kuasai untuk bisa lulus di ujian kelulusan ini. Merlin-sensei pernah mengatakan itu sebelumnya. " sambung Tora.


" Lalu, untuk jutsu-jutsunya apa saja, Tora? " tanya Nia.


" Hmm... Di antaranya ada henge no jutsu, kawarimi no jutsu, dan bunshin no jutsu. Ketiga jutsu itu sangat wajib dikuasai oleh para genin agar bisa digunakan pada saat menjalankan misi nanti seperti untuk mengalihkan perhatian musuh atau untuk meloloskan diri dari ancaman yang mengintai di mana pun dan bisa membantu untuk mempermudah pekerjaan dan pertarungan ketika menghadapi musuh. " jelas Tora.


" Ahh... Kalau begitu, sudah pasti akan mudah dalam ujian ini karena hanya perlu mempraktekkan tiga jutsu itu. " jawab Menma dengan penuh percaya diri.


" Hehehe... Memangnya, Menma bisa mempraktekkan tiga jutsu itu? Padahal kalau mengingat kembali masa-masa belajar kita selama di akademi, kau tidak begitu berbakat dalam teori maupun praktek. Sehingga, kau selalu mendapatkan nilai terendah dari pada yang lainnnya di kelas kita. Jadi, aku jadi ragu kalau kau bisa lulus dalam ujian ini. " ucap Tora dengan nada remeh kepada Menma.


" Hei, apa yang sudah kau katakan barusan, Tora? Aku yakin kalau aku pasti bisa mengerjakan ujian praktek ini dengan baik dan mendapatkan hasil yang bagus. Dengan begitu, aku akan lulus menjadi genin dan menetapkan langka awal untuk mencapai impianku menjadi seorang ninja yang hebat seperti sang pahlawan legendaris. Lihat saja nanti. " balas Menma.


" Yare-yare. Aku cuma bercanda, Menma. Aku sebenarnya juga tau kalau kau pasti bisa melakukannya karena kau adalah temanku juga. " ucap Tora dengan ekspresi bersalah kepada Menma.


" Iya, itu benar. Aku yakin, kita pasti bisa lulus dari ujian kelulusan ini dan menjadi seorang ninja. Jadi, semangat ya, minna. " ucap Nia.


" Hai, aku pasti bisa lulus di ujian ini. " ucap Menma dengan penuh semangat dan percaya diri.


Sementara itu, Keita sedang melaksanakan ujian prakteknya. Dimulai dari henge no jutsu di mana Keita berubah menjadi ayahnya sendiri dengan detail dan postur tubuh yang sama persis dengan aslinya. Kemudian berlanjut ke kawarimi no jutsu, Keita dilempari shuriken lalu berubah menjadi potongan pohon berkayu. Kemudian yang terakhir adalah bunshin no jutsu, Keita menciptakan dua bunshin di samping kanan dan kirinya Keita. Hal itu membuat Merlin beserta rekannya merasa kagum dan terkesan dengan bakat yang dimiliki oleh Keita.


" Hmm... Dia hebat juga. Pada henge no jutsu, dia bisa meniru seseorang dengan sangat detail. Kemudian untuk kawariminya lumayan baik. Lalu yang terakhir yaitu bunshin no jutsu, dia bisa menciptakan dua bunshin sekaligus dalam sekali percobaan. Benar-benar anak yang berbakat. Hei, Merlin. Sepertinya muridmu yang satu ini sungguh luar biasa. Dia pasti mendapatkan nilai yang bagus karena kemampuan yang dia miliki itu. "


" Iya, kau benar. Dia memang selalu menjadi peringkat pertama di kelasnya. Aku yakin, dia pasti akan menjadi seorang ninja yang sangat handal dalam menjalankan misinya kelak. "


" Tentu. Aku setuju dengan itu. "


Mendengar tanggapan positif dari para guru di depannya membuat Keita hanya mendengus dan tersenyum kecil karena pencapaian yang dia miliki. "


' Hn. Aku merasa biasa-biasa saja tentang itu. Bagiku, ini mudah saja untuk dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki bakat seorang ninja. Selain itu, aku masih memiliki beberapa hal yang belum aku capai untuk bisa menjadi seorang ninja yang handal dalam menjalankan misi. Tapi, dengan pencapaianku ini, rasanya sudah cukup. ' batin Keita.


Kemudian,


" Yosh, Keita. Kamu boleh kembali ke kelas dan aku akan memanggil peserta berikutnya untuk datang ke sini untuk ujian prakteknya. "


" Hai, sensei. Arigatou gozaimasu. "


Akhirnya, Keita kembali ke kelas dan pemanggilan peserta berikutnya terus berlanjut hingga kemudian sampailah di mana seorang peserta akan dipanggil untuk menuju ke ruang praktek.


" Yosh, sekarang giliran berikutnya adalah Menma. Silahkan menuju ke ruang praktek sekarang. "


" Hai, sensei. Yoshaaa!!! Inilah saat yang aku tunggu-tunggu. Aku akan menyelesaikan ujian ini dengan baik dan lulus menjadi seorang ninja. " ucap Menma.


" Semangat ya, Menma. Semoga kau bisa melakukannya dengan baik dan mendapatkan hasil yang bagus. Ganbatte! " ucap Nia sambil memberi dukungan kepada Menma.


" Iya. Aku yakin kau pasti bisa. Percayalah, karena kami akan mendukungmu agar kau sukses. Semoga berhasil, Menma. " ucap Tora yang juga ikut mendukung Menma.


" Hehe.. Arigatou, minna. Tenang, saja aku pasti berhasil. Yosh, ini dia. " ucap Menma yang mulai berjalan meninggalkan kelas untuk menuju ke ruang praktek.


Seperti biasa, dia selalu mendapatkan tatapan dingin dari para murid lainnya bahkan ada beberapa di antara mereka yang berharap buruk kepada Menma mengingat dia selalu membuat onar di kelas dan mendapatkan nilai terendah dari teman-teman lainnya.


' Hahhh... Kenapa mereka selalu memberi tatapan seperti itu. Tapi, tidak apa-apa. Yang penting, aku perlu fokus saja pada ujiannya dan tidak usah memikirkan apapun. Ya setidaknya, masih ada Nia dan Tora yang masih mau mendukungku sebagai temannya. Jadi, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dan mengecewakan mereka yang telah mendukungku. Aku pasti akan berhasil. '


Melihat ekspresi murid lainnya saat sedang melewatinya, membuat Menma merasa sedikit sedih. Tetapi, dia tepis semua itu agar dia bisa fokus untuk melaksanakan ujiannya. Tetapi, tanpa dia sadari, seseorang juga berharap kalau Menma bisa lulus dan mendapatkan hasil yang baik di ujian kelulusan ini.


' Aku juga berharap kau pasti bisa, Menma-kun. Aku yakin kau akan mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa lulus di ujian ini. Aku mendoakanmu. '


Sesampainya di ruang praktek, Menma langsung berada di posisi yang ditentukan dan Merlin beserta rekannya sudah bersiap untuk menguji dan menilai kemampuan ninjutsu dari Menma.


" Yosh, Menma. Sekarang adalah giliranmu. Jadi, kau lakukanlah yang terbaik agar bisa lulus di ujian ini dan jangan sampai mengecewakan kami. Kau mengerti? " ucap Merlin.


" Hai. Tenang saja, sensei. Aku pasti bisa kok. Lihat saja nanti. " balas Menma.


" Baiklah kalau begitu, mari kita mulai. Pertama, lakukan henge no jutsu. Berubahlah menjadi seseorang yang kau kenal. "


Menma langsung membentuk segel tangan untuk melakukan henge no jutsu dan hasilnya, dia berubah menjadi sesosok Merlin. Tetapi, rupa Merlin yang yang terlihat berbeda jauh dengan yang aslinya di mana detail dan postur tubuhnya tidak sesuai dengan wujud asli dari Merlin yang asli.


" Haaahh... Ya ampun. Penampilannya jauh sekali daripada yang aslinya. Benarkah, Merlin? "


" Iya, kau benar. Hasilnya tidak sesuai dengan dengan orang yang dia tiru. Menyedihkan. "


Mendengar tanggapan negatif dari para sensei di depannya, membuat Menma menjadi kesal sendiri.


' Kusso... Bagaimana ini bisa terjadi. Padahal, aku sudah berkonsentrasi penuh untuk menyamar secara sempurna menjadi Merlin-sensei. Aduuuhh.... payah. '


Kemudian,


" Yosh, sekarang yang selanjutnya adalah kawarimi no jutsu. Segara bersiaplah untuk diserang. "


Menma langsung menonaktifkan henge no jutsunya dan bersiap untuk diserang oleh senseinya. Rekannya Merlin melemparkan shuriken ke arah Menma. Ketika shuriken itu mau menyentuhnya, alih-alih berubah menjadi sesuatu yang menjadi pengganti tubuhnya, Menma malah menghindarinya.


" Heiii, Menma! Aku menyuruhmu untuk melakukan kawarimi bukan menghindarinya. "


" G-gomen, sensei. Aku akan coba lagi. Hehe "


Kemudian pada percobaan kedua, Menma kembali dilempari shuriken dan dia harus segera untuk melakukan kawarimi. Tetapi pada kenyataannya, Menma malah membiarkan shuriken itu mengenai di salah satu bagian tubuhnya dan itu membuatnya menjerit kesakitan.


" Aaarrrgh... Sakit!!! Kakiku kena! "


Di sisi lain,


" Hufft... Rupanya, dia tidak bisa melakukan kawarimi no jutsu ya. Benar-benar menyedihkan. "


Menma segera mencabut shuriken yang menempel di kakinya itu.


' Aku harap kau jangan sampai gagal di ujian ini. Kalau sampai itu terjadi, aku sangat kecewa kepadamu, Menma. Kau tidak bisa lulus dan menjadi seorang ninja. Jadi, aku mohon untuk serius. ' batin Merlin setelah melihat Menma yang gagal melakukan dua jutsu yang seharusnya bisa dia lakukan dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang bagus dan lulus di ujian kelulusan ini.


Tetapi, kenyataannya mengatakan hal yang sebaliknya bahwa Menma melakukannya dengan sangat buruk. Hal itu membuat Merlin merasa cemas dengan Menma dan mulai merasa ragu apakah Menma bisa mengatasi kesalahannya pada saat akan memperagakan satu jutsu yang tersisa yang akan diuji berikutnya.


" Yosh, sekarang tinggal satu jutsu tersisa yang harus kau perlihatkan. Kali ini, kami berharap kau melakukannya dengan serius agar bisa mendapatkan hasil yang bagus. Jadi, mohon untuk bersiaplah. "


" H-hai, sensei. "


" Nah. Sekarang, lakukanlah bunshin no jutsu minimal satu bayangan yang dibuat. "


Ketika hendak membentuk segel tangan untuk mengeluarkan bunshin no jutsu, Menma sempat grogi sejenak tapi dia langsung tepis itu dan berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan bushin dirinya minimal satu.


' Yoshaa... Kali ini, aku tidak boleh gagal. Aku harus bisa mengeluarkan jutsu ini agar bisa lulus di ujian ini. ' batin Menma sambil membentuk segel tangan.


Setelah membentuk segel tangannya, Menma langsung berucap,


" Bunshin no jutsu! "


BOOFF!!!


Akhirnya, mucullah gumpalan asap di samping Menma hingga tak lama kemudian, tertampaklah bunshin milik Menma. Sayangnya, keberuntungan tidak memihak kepada Menma karena bunshin itu muncul dalam keadaan pucat dan keadaannya sangat menyedihkan serta diluar dari yang diharapkan. Kemudian, bunshin itu langsung terjatuh dalam keadaan terlungkup dan setelah itu menghilang.


Melihat hal itu membuat Menma menjadi gigit jari sedangkan Merlin melihatnya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan. Rasa marah, kecewa, sedih, dan lain sebagainya bercampur aduk menjadi satu sehingga membuat Merlin sampai mengatakan,


" KAU GAGAL!!!!! "


" EEEEHHHHH!!!!! "


Menma sampai terkejut ketakutan karena telah mendengar pernyataan dari Merlin bahwa Menma telah gagal dalam ujian kelulusan ini.