
Dan dengan sekejap rumah yang biasanya ramai oleh canda tawa sekarang ramai oleh tangisan dan penyesalan.
Menyesalllll???tentu saja bahkan mereka masih tak percaya bahwa akan di permainkan dengan takdir yang sangat kejam.
and kematian nggak ada yang tau,mereka yang akan merayakan kebahagiaan dengan sekejap berubah menjadi tangisan.
Tak ada lagi kegaduhan,tak ada lagi tawa,tak ada lagi anak yang setiap hari ngefengirl.membuat seisi mension besr gaduh dengan menyuarakan para member BTS.
Semua telah pergi.......
back too Cerita
"Mana Risha????."bingung Luhan saat melihat semua orang menunduk meredam tangis di dekat sebuah peti ditengah tengah ruang tamu.
"Gue tanya dimana Risha Bangsat."Teriak Luhan karena tak mendapatkan jawaban.
"Tuuu-tuan itu nona Risha."ucap Ali dengan menunjuk petik warna putih ditengah tengah mereka semua.
"maksud lo apa."Teriak Luhan mengema di seluruh mension.
"Nggak,nggak itu bukan Risha."ucap Luhan meyakinkan dirinya sendiri saat akan membuka sebuah peti di depannya.
"Agrahhhhhhhh dia bukan Risha kita,cepet cari Risha."teriak Gavin.
Dan alangkah terkejutnya Luhan saat melihat seorang perempuan dengan keadaan yang mengenaskan dan tak bisa di kenali lagi.
"Siapa dia,gue suruh kalian cari Risha bukan mayat nggak jelas kalian bawa kesini."
"maaf tuan dia nona Risha dan kalung ini ditemuakan di dekat lokasi kecelakaan."jelas Aji dann
Deggg
Bagai tertimpa batu besar Luhan menatap nanar jenazah yang ada di peti.
Risha sayang abang dan Risha harap abang bahagia.
potongan potongan kata kata Risha masih membekas dihati Luhan.
Dekkk bangun dekkk,ini bukan lo kan.nggak mungkin lo ninggalin abang kan.
"Lepas kalian mau bawa saya kemana."teriak wanita paruh baya yang membuat mereka semua menengok ke sumber suara.
"Mamah."ucap Luhan Llirih membendung air matanya.
"Luhannnn Kamu masih hidup nak hiksss hiksss."teriaknya.
"Luhan jagoan papah kamu masih hidup.
Luhan hanya diam tak bergeming menatap nanar kedua orang paruh baya didepanya.
"😏apa kalian masih mengingat jika memiliki anak."Sinis Luhan
"Apa maksud kamu nak,tentu saja kami masih ingat jika memiliki anak."ucap Diana Lembut.
"ohhh ya dimana Risaha anak nakal itu,kenapa dia tidak memberi tau mamah kalau kamu masih hidup.biar mamah kasih hukuman dia."ucap Diana sambil melirik seisi rumah mencari Risha.
Bahkan diana dan Bayu masih belum menyadari kondisi saat ini.
"Lalu kemana aja kalian selama ini,dimana kalian saat Risha sendiri.Dimana kalian saat Risha di ambang kematian,pantaskah kalian di sebut sebagai orang tuaaa."teriak Luhan menghakimi Diana dan Bayu.
Ucapan Luhan membuat Bayu dan Diana bungkam.memang mereka mengakui bahwa mereka sudah lepas tangung jawab kepada Risha.bahkan saat para asisten mereka memberi kabar keadaan Risha mereka seolah tak mendengar.
Mirisss memang,pekerjaan yang kerjakaan untuk menghidupi anak tapi mereka tak tau ada anak yang tertekan karena diabaikan.
"Lalu dimana Risha nakk,mamah mau minta maaf hiksss..hiksss mamah salah sama dia.maah menyesal."ucap Diana dengan terurai air mata.
"Penyesalan kalian tak ada gunanya,bahkan dia takan kembali lagi.bahkan ia tak akan mendapatkan kehangatan orang tua disaat saat terakhirnya.puasssss kalian."teriak Luhan yang tak dapat membendung air matanya lagi.
"Dekkk bangun dekkk lihat orang tua yang tak pernah peduli sama kita ada disini untuk melihat kamua dek."ucap Luhan bersimpah di dekat peti.
Jederrrr....
"Rishaaa putri papah kenapa kamu pergi nak,papah menyesal.ayo bangun katanya mau nonton konser papah izinin,katanya mau ketemu idol kamu papah anter.Tapi bangun Rishaaaa."teriak pilu papah Bayu.
Brakkkk.....
Soryyy guys lama nggak up.pasti udah pada lupa sama alurnya.sumpah di part ini author stak banget nggak bisa mikir dan ya kepikiranya ini semoga suka.dan ada beberapa cast yang author ganti Visualnya.makasih