
setelah kabar jadian Ivan dan Vera tersebar ke telinga teman temannya.mereka tak menyia nyiakan kesemaptan jadi mereka meminta PJ.(pajak jadian☺).
dan saat ini mereka sedang berada di kantin sekolah untuk makan makan.orang yang paling semangat adalah Natha apalagi mendengar kata gratis.jiwa makannya langsung bangkit.
"ahhh kita harus pesen yang banyak,kan jarang jarang mereka traktir kita makan."kata Natha semangat dan mengkompor kompori agar teman temannya ikut memesan makanan yang banyak.
"lo mau buat gue tekor ya Nat.nggak ada pokoknya pesenya dibatas sewajarnya aja kan mubazir kalo nggak habis."ucap Vera yang tidak di dengarkan oleh Natha.
setelah pesanan mereka datang ternyata pesanan mereka penuh hingga satu meja."gila siapa yang bakal ngabisin makanan sebanyak ini."ucap Risha sambil menatap tajam Natha.
"pokoknya kalo nggak habis Natha harus tanggung jawab buat ngabisin makanannya.ucap Vera.
dan dari tadi sudah ada orang yang menatap mereka dengan tatapan tidak suka.kita tunggu tanggal mainya.gumamnya.
********************************
di dalam kelas saat pelajaran tiba tiba Risha kebelet dan izin kepada guru yang mengajar untuk ke toilet.
"pak saya izin ke toilet."ucap Risha sambil.berdiri dari kursinya.iya silahkan tapi jangan lama lama.
"perlu kita temenin nggak."ucap Natha."nggak perlu emang gue bocah pake segala ditemenin."ucap Risha sambil berlalu pergi.
setelah dari toilet tanpa disadari Risha ada seorang yang mengikutinya dan tiba saat di dekat lorong Risha di tarik dan dibekap mulutnya untuk tidak bersuara.dan di bawa ke belakang sekolah tepatnya di gudang kosong yang jarang orang lewat.
setelah sampai gudang bekapan mulut Risha di lepas."lo mau apa.dan lo siap gue nggak kenal lo"teriak Risha karena orang itu terus mendekat."mau gue lo jauhin Gavin,dan jangan sampai gue liat lo deketin dia apalagi kecentilan sama dia atau lo akan tau resikonya.ucap seorang gadis itu.
"hahahaaaaa." tawa Risha mengema di gudang dengan sangat keras.dan ia mulai membalik keadaan dan mendekat kearah orang yang berani mengusik ketenangannya.
"oh ya emang lo siapa,berani perintah gue.gue nggak takut anceman lo."ucap Risha santai sambil tersenyum miring melihat gadis yang ada di depannya dengan tatapan jijik.
"hahahaaa,lo nggak tau gue siap.gue bisa bikin lo pergi dari sekolah ini dengan mudah bahkan dari dunia ini."ucap Sonya sombong.ya yang mencari masalah dengan Risha adalah Sonya Andartama.anak Pengusaha property yang di bilang perusahaan yang tidak cukup besar tetapi memiliki koneksi dengan dunia gelap.
"gue peringatin lo."setelah mengucapkan itu Sonya pergi dari gudang dan tak lupa mengunci pintu gudang agar Risha tidak bisa keluar dari gudang.
Risha hanya mendengus mendengar ocehan Sonya yang menurutnya tidak ada manfaatnya.lalu ia berjalan ke arah pintu gudang dan ia terus mengumpat karena pintunya di kunci dari luar dan sialnya gudang tersebut kedap suara,dan tak ada ventilasinya.bahkan pintunya hanya bisa di buka dari luar.
Sedangkan di dalam kelas pelajaran telah selesai dan murid murid mulai berkemas dan meninggalkan sekolahan.dan di kelas hanya tinggal Natha,Vera,Gavin dan teman temannya.
"Ni anak ko nggak balik balik."batin Gavin karena Gavin adalah teman sebangku Risha.
"yank kok belum pulang."tanya Ivan menepuk pelan punggung Vera dan membuat Vera kaget."Astaga yank bikin kaget aja."ucap Vera sambil mengelus dadanya.
"Kenapa yank?"tanya Vera balik.Ivan menatap sang pacar dengan tatapan bingung."kamu itu ditanya bukan dijawab,malah balik nanya."
"ehhh kamu tanya apa tadi."kata Vera salting."kamu kok belum pulang."tanya Ivan lagi.
"belum lah orang Risha belum balik dari toilet sejak tadi sampai sekarang pulang sekolah."jelas Natha kepada Ivan.heh gue yang ditanya kenapa lo yang jawab.kesal Vera.
"Ya udah gimana kita cari aja."usul Alvin dan di setujui oleh semua.saat tiba di depan kelas mereka bertemu dengan Sonya anak IPA 2.
"ehh,gue boleh tanya lo liat temen gue nggak cewek tinggi,putih rambutnya panjang."tanya Vera kepada Sonya yang kebetulan lewat.dan pandangan Sonya selalu memandang Gavin memuja.
"ehhh ogeb mana ngerti kalo lu tanya begitu ramputnya panjang,putih dan tinggi banyak kali."gemas Natha sambil menoyor kepala Vera.
"nggak usah ngegas ya lo sama cewek gue, pake acara noyor kepalanya lagi."ucap Ivan melotot ke Natha.hehehe keles mas gue nggak sengaja aniyaya pacar lo.kata Natha.
"yang ini lo liat nggak tadi."ucap Natha sambil memperlihatkan foto Risha.dan di balas anggukan."gue liat tadi dia pergi naik motornya buru buru keluar sekolahan.bohong Sonya dan tentu saja di percayai oleh teman teman Risha.padahal Sonya menyuruh orang untuk menyembunyikan motor Risha di dekat pohon besar samping parkiran motor.
"oh maksih ya." dan Sonya langsung berlalu pergi.sedangkan Natha dan kawan kawan sudah kesal dengan Risha karena pergi tanpa pamit.
"Sue banget tu anak pulang nggak ngasih tau dulu,bikin orang susah aja.ya udah yuk pulang tapi sekalian beresin barang barang Risha dulu."ucap Vera kesal.
sedangkan Gavin merasa ada yang jangal karena dia tau Sonya orangnya gimana.bahkan tadi Sonya menjawab pertanyaan tentang Risha karena pada dasarnya Sonya orangnya sombong jangankan menjawab bahkan anaknya tidak peduli apa yang terjadi pada teman temannya.
"ahh ngapain gue peduli,guekan bukan siap siapnya."guman Gavin.dan berjalan menuju parkiran sekolah untuk pulang bersama teman temannya yang telah menunggunya di parkiran.
Gudang.
sekarang kondisi Risha sudah terbaring lemah karena tidak ada oksigen karena gudang tersebut tidak ada Ventilasi.jangankan Ventilasi jendela pun tak ada.dan sekarang muka Risha sudah merah dan sudah pucat dan sulit bernafas.karena kecerobohanya ponselnya ia tinggal di laci meja.dan ia baru ingat dengan liontin kalung yang selalu ia kenakan,terdapat tombol rahasia yang dapat mengirim sinyal keberadaanya jika dalam kondisi mendesak.
dan setengah jam kemudian tampak segerombolan orang berbaju hitam dan cowok tinggi putih dengan aura kepemimpinan yang tinggi memimpin dan berjalan di tengah tengah.berjalan dengan terburu buru ke arah gudang datang mendobraknya.saat pintu berhasil di buka alangkah terkejutnya ia menemukan seorang tergeletak lemas dengan muka merah dan sulit bernafas.
"Rishaaaa......gue akan cari orang yang buat lo kaya gini."teriak cowok tersebut marah.
Tbc.
Hay guys maaf ya baru bisa up karena lagi sibuk sama sekolah aku.makasih ya yang masih setia jangan lupa Like komen dan vote ya.