
Terkadang kita semua mengira tuhan tak adil dengan kita,tapi percayalah tuhan tau yang terbaik untuk para hambanya.
Setelah semua yang di lalui oleh Risha,hari ini Risha kembali ke sekolah seperti biasanya.dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajahnya untuk menutupi semua luka di hatinya.
"Hayyy Ris."sapa Natha dan Vera yang tiba tiba muncul di belakang Risha."Ishhh kalian bisa nggak sih nggak usah ngagetin."kesal Risha.
"Abis lo nglamun terus."kesal Vera.
"Ya udah yuk masuk."saat mereka memasuki halaman GAIS tampak sedang ada acara besar besaran.bahkan anak anak di giring ke tempat Aula sekolah.
"ehhh ada acara apaan sih,kok heboh banget."tanya Natha kepada anak yang barusaja lewat.
"Lha kalian nggak tau kalau hari ini hari ibu,dan anak anak bakal ngarain dengan mamah masing masing dengan Virtual di tempat aula."jelasnya.
"hahh hari ini hari ibu."ucap mereka bertiga serempak.
"maknya ayo ke aula,kalian nggak mau liat ngrayain hari ibu secara Virtual seGAIS."heboh anak tersebut dan berjalan meninghalkan mereka bertiga yang masih mematung.
"kita dateng nggak sih,gw rasa nyokap gw juga nggak bakal ngarep gw ucapin."ucap Natha getir.
"ya udah dateng aja,kita liat apa yang terjadi."ucap Risha yang berjalan ke arah aula dan di ikui kedua temanya.
Teknis ngucapin selamat ke ibu mereka dengan menelfon atau Video Call,tapi sebagai formalitas acara mereka akan di tunjuk rendem dan langsung ngucapin kata kata ke mamah mereka.dan di saksikan seluruh anak GAIS dan orang tua yang ikut Virtual Mother's day.
"Oke sekarang saya akan tunjuk secara acak dari kalian untuk maju ke depan dan mengungkapakan rasa sayang kalian ke mamah kalian,dan saya akan menunjuk kamu."ucap pembawa acara yang menunjuk seorang anak cewek di urutan paling depan sebelah kiri.
"saya kak."ucapnya dengan air muka terkejut.
"iya kamu ayo maju."ucapnya.
"sa-saya nggak bisa kak."ucapnya tergagap.
"nggak papa nggak usah grogi."ucap Mc menyakinkan.dan dengan terpaksa gadis yang di tunjuk itu maju.
"Sekarang kamu hubungi mamah kamu,apa mamah kamu ada di salah satu peserta virtual?."tanya sang Mc sambil melihat peserta Virtual yang mengikuti acara dengan hikmat.
Dan di jawab gelengan oleh gadis berparas cantik tersebut.
"oke perkenalkan nama kamu siapa?."ucap sang Mc.
"Kaluna Putri."ucapnya lirih.
"dan sekarang kamu telfon mamah kamu."suruh sang Mc.
heninggggg....
dengan terpaksa Luna menelfon sang mamah.
📞Tukang Ngamok🙄
Drettt...Dretttt
"Ngapain lo telfon gw,Nyusahin aja jadi anak.
Kapan lo nggak pernah nyusahin gw,lo itu nggak bisa kaya Iyan dan Ivan yang selalu bikin gw bangga.
Pake nelfon segala nggak tau apa gw lagi nyuci.nyesel tau nggak gw nlahirin lo nggak ada gunanya.
dan kenapa lo itu masih hidup harusnya gw bunuh aja lo dari dulu biar gw nggak punya anak kaya lo."teriak mamah Luna dengan emosi padahal Luna belum bicara sedikitpun kata.
dan seluruh anak GAIS dan para guru mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut mamah Luna dengan perasaan campur aduk.bahkan ada yang sudah menagis.
"Gw juga nggak minta di lahirin dan gw juga nggak mau jadi anak lo.gw benci lo dan gw muak dengan ini semua."teiak Luna yang langsung keluar gedung dan naik ke arah roftoof GAIS dan di ikuti para murid yang mengejar Luna.
"Gila orang tuanya lebih sadis dari ortu kita,gw kira kita aja yang menderita teryata banyak juga anak di luaran sana yang Broken Home.
***
"Agrahhhhhhhh gw benci mereka,gw benci hidup kaya gini."teriak Luna dari atas.
Sedangkan para anak anak GAIS membawa trampolin dan matras dari gedung olahraga untuk berjaga jaga jika Luna akan Lompat.
ya kali anak anak pada triak suruh turun,anak GAIS masih waras kali.kalau ada yang mau bunuh diri di antisipasi bukan di triakin.
"Heyyy Luna tenang oke,kalau mereka membencimu kamu masih ada kita warga GAIS yang selalu ada di belakngmu."bujuk pak Lee.
"Jika dunia membencimu kami masih ada di sampingmu."teriak Risha dari bawah.
"Jika semesta tak menginginkanmu kami siap menerimamu."teriak Vera.
"Kita sahabat,kita keluarga kita ada untuk melengkapi dan kita ada bukan untuk sempurna kita ada untuk jadi nyata."Teriak Natha.
"kok kaya kata katanya bang Suga."protes cewek sebelah Natha.
"Gw pinjem bentar pelit amat,heran deh lo di saat genting kaya gini aja masih mempermasalahin kata kata."kesal Natha
"Hayyy Luna dengerin gw siapapun yang ngomongin kita di belakang posisinya memang ada di belang kita.
siapapun yang ngejelek jelekin kita berarti dia lebih jelek dari kita.
siapapun yang menghina kita berarti hidupnya lebih hian dari kita.
gitu aja dan nggak usah mempermasalahkan mereka yang benci sama kita karena itu hak mereka."Nasihat anak anak yang di bawah.
"Wihh tumben bener si lemot."ucap salah satu dari mereka.
"iya dong kan belajar makanya pinter."sombongnya.
"Kita semua sayang lo Luna."teriak Risha dan di jawab iya oleh semua anak anak.
"Heyy kau dengarkan apa kata teman temanmu,it's okay kamu membenci mereka tapi percayalah jika kamu membelas mereka dengan kebencian makan apa bedanya kamu dengan mereka,buktikan kamu bisa sukses.kamu di sini untuk membuktikan pada mereka bahwa kamu mampu dan kamu bisa."ucap Pak Lee
sedangkan yang di bawah menunggu dengan was was bahkan tim medis pun sudah di siapkan.
Percayalah anak GAIS memiliki jiwa toleransi dan peduli yang tinggi.bahkan mereka tak pernah bersaing atau berambisi dengan nilai yang tinggi karena mereka yakin dengan kemampuan dan bakat yang mereka punya.
dan setelah mendengar apa kata teman temanya bahwa ia tak sendiri di sini ia pun bertekat akan berubah menjadi lebih baik dari sekarang.
dan saat Luna turun dari ruftoof dengan hangat para anak GAIS memeluk Luna secara bergantian.
"Kita keluaga."teriak mereka bersama sama.
***
Sedangkan Ivan,Gavin dan Alvin hari ini membuat kejutan untuk mamah mereka yang tak akan terlupakan.
Alvin dengan gayanya yang sedikit alay harus memberiahkan seluruh rumahnya sebagai ucapan Mother's day kepada sang mamah.
Dengan terus mengerutu Alvin mengerjakan pekerjaan rumah.giman nggak biasanya rumah tampak bersih giliran ia yang beberes jadi kek kandang sapi.
Sedangkan Ivan harus berperang dengan alat dapur untuk membuatkan mamahnya makanan dari tanganya sendiri.
"yang enak ya Van,jangan malu maluin mamah yang jadi mamah kamu."ucap mamah Ivan yang terus mengoceh saat Ivan sedang masak.
"Siap kanjeng ratu."ucap Ivan sambil membungkuk seperti pelayan.
dan untuk Gavin ia tak perlu repot orang sang mamah sedang keluar kota ia hanya mengirimkan paket berisi kalung yang bertuliskan nama sang mamah sebagai hadiah.
Tbc.
Hayyyy guys jangan lupa like,comen dan Vote oke.kalau likenya tembus 100 langsung aku up nanti sore.