~fangirl~

~fangirl~
Dihukum



Saat ini Risha dan teman temanya udah masuk sekolah seperti biasanya,setelah kemarin mendapat hukuman membersihkan lapangan sekolah setiap habis pulang sekolah selama satu minggu.Kebayang nggak cewek cantik nyapu lapangan yang gedenya Astofirullah.


*Fla**sback on*.


Saat pertama kali memasuki halaman GIS semua siswa menatap aneh kepada mereka.Karena selama 1 minggu tidak masuk sekolah dan tanpa alasan yang jelas.


"Kenapa pada liatin kita sih,emang ada yang salah sama dandanan kita?."Tanya Natha melihat dirinya sendiri.


"Perasaan kita nggak ada yang aneh."Gumam Risha tapi masih bisa didengar kedua sahabatnya.


"Ya iyalah kalian masuk tanpa kabar dan sekarang tiba tiba nongol ke sekolah dengan santuynya."Ucap seseorang di belakang mereka yang berhasil mengejutka mereka bertiga.


"Haahhh."Cengo mereka bertiga mendengar penjelasan dari Alvin.


Dan tiba tiba bunyi bel sekolah membuyarkan lamunan mereka.


ding dong.....ding dong.


"Ehhh udah bel ayo cepetan masuk malah bengong lagi."Ucap Ivan dan berlalu pergi untuk masuk ke kelas.


Saat pelajaran jam pertama ternyata yang mengisi pak Bambang,guru BK yang terkenal paling Killer.Saat masuk pandangang pak bambang langsung tertuju pada Risha dan kawan kawan.


"Hey kalian?."tunjuk pak Bambang pada Risha dan kawan kawan.


"Kalian bukanya murid baru sejak dua minggu yang lalu,tapi kenapa satu minggu ini kalian tidak kelihatan?."Tanya pak Bambang dengan galaknya.


"Kami liburan pak,nengok suami sama pacar ke korea."Jawab Risha santai sedangkan satu kelas di buat terkejut oleh jawaban Risha.


"Kamu ya udah nggak masuk masih bisa bisanya bercanda,bikin saya naik darah."Marah pak Bambang mendengar jawaban Risha.


"Kami nggak bolos pak,cuma nggak sekolah tanpa keterangan buat pergi ke korea aja."Lanjut Natha dengan polosnya.


"Sekarang kalian bertiga saya hukum membersikan lapangan sekolah setiap pulang sekolah selama satu minggu.


"Apa."Teriak mereka bertiga secara bersamaan.


*Fla**sback off*.


Kantin GIS.


Saat ini hubungan para most wabted GIS dan para cewek populer sudah semakin dekat mereka sering ke kantin bareng dan hegout bareng.Dan saat ini mereka sedang makan di kantin bersama banyak yang iri dengan ketiga cewek baru di sekolah yang bisa dekat dengan most wanted di sekolah yang terkenal dingin dan cuek sedangkan bersama ketiga cewek tersebut mereka bisa menjadi hangat.


"Gila pak Bambang kalo ngasih hukuman nggak kira kira,lapangan segede komplek perumahan di suruh bersihin abis pulang sekolah emang nggak ada hukuman yang lebih berat apa."Komen Natha yang dari kemarin ngedumel tidak jelas.


"Udah belum ngeluhnya,emang lo aja yang capek gue juga.Mana badan gue pegel pegel semua tiap habis puang sekolah."Ucap Vera menimpali ucapan Natha sedangkan Risha bersama ketiga cowok yang ada di depanya hanya bisa diam dan jadi penonton.


"Kalian sih pergi liburan di waktu yang salah,emang nggak bisa nunggu hari libur."ucap Ivan mulai memberi ceramah.


'enggak' Jawab kompak ketiga cewek yang ada di depanya,dan Ivan hanya bisa mendengus sebal.


"Ehhh kemarin gue liat postingan kalian di sosmed kalian lagi nonton konser?emnag kalian nonton konser apa?."Sekarang giliran Gavin yang bertanya.


"Ohhh iyaaa,btw lo stalking sosmed kita yhaa."Ucap Risha dengan tatapan menyidiknya.


"Nggak lah,nggak sengaja liat aja pas Ivan lagi buka sosmed."Jawab Gavin ngeles.


"Ohhh itu gue nonton suami gue manggung,mana keren banget.Terus kemarin gue liat jin oppa nangis gue sedih banget dong."Cerita Natha mendrama.


"Hah jin."Ucap mereka terkejut.



'*K*enapa mereka jauh jauh ke korea cuma nonton jin doang.' Batin ketiga anak cowok tersebut.



Yang dibayangkan tentang ketiga para ARMY saat terucap kata jin.


Ketiga cowok tersebut menatap cewek yang ada didepanya dengan muka yang bingung dan butuh penjelasan sedangkan yang di tatap malah senyum senyum nggak jelas.


"Hey kesambet baru tau."Tegur Alvin yang mebuyarkan lamunan mereka bertiga.


"Apaan sih ganggu orang aja."Kesal Natha karena sedang menghalu tinggi tinggi harus hilang karena teguran Alvin.


Dan dari bangku tak jauh dari mereka ada yang mengepalkan tanganya,memandang mereka dengan tatapan benci dan tidak suka dan siap menghabisi.gue akan buat perhitungan.batinya.


*****


Setelah bel pulang berbunyi semua murid berbondong bondong untuk pulang,sedangkan Risha harus menunggu jemputan karena motornya lagi diservis sedangkan dia males mengendarai mobilnya.Saat sedang menunggu tiba tiba sopirnya mengabari bahwa mobilnya mogok dan sialnya ponselnya mati karena kehabisan baterai saat akan memesan ojek atau taxi online,sedangkan angkutan umum pada mogok kerja karena demo dan terpaksa ia harus jalan kaki untuk pulang.


sial..sial..sial. Umpatnya dalam hati.


Karena lelah berjalan iapun mampir ke IndoApril untuk membeli minum dan beristirahat sebentar.saat sedang nongki nongki tiba tiba ada motor sport hitam yang berhenti di depanya.dan membuka helm full facenya dan..



Ternyata dia adalah Gavin teman sebangkunya ehh teman sekelasnya juga,ia turun dari motor dan duduk di samping Risha.


"Kok lo baru pulang."Tanya Gavin.Gue tadi nunggu supir ehh ternyata supirnya nggak bisa jemput,pas mau naik angkutan umum supirnya pada mogok kerja dan sialnya hp gue mati."Jelas Risha sambil memperlihatkan hpnya yang mati.


"Teruss motor lo."bingung Gavin.


"motor gue di servis."Dan Gavin hanya ber'o'ria.


"Yaudah gue anter balik."Ucap Gavin sambil berdiri menyalakan motornya.


"Ayo malah bengong nanti kemaleman sampainya."Ucap Gavin yang berteriak dari atas motornya karena melihat Risha yang masih duduk di depan IndoAprl.Sebenarnya Risha ragu menerima tawaran Gavin tapi mau gimana lagi daripada jalan kaki.


Saat Risha sudah di samping Gavin,tiba tiba Gavin melepas jaketnya dan memberikan kepada Risha .


"Buat apa.?"Tanya Risha bingung"


.Buat nutupin paha lo biar nggak keliatan."Jawab Gavin santai.


Setelah Risha naik ke motor Gavin sepanjang perjalanan tidak ada obrolan sedikitpun antara mereka berdua dan tiba tiba Gavin bertanya dimana rumah Risha yang mebuyarkan lamun Risha tentang biasnya,dan setelah itu kembali hening.


Setelah tiba didepan mension megah yang terletak di kawasan elit dengan nuansa putih yang membuatnya tampak megah.


Setelah turun dari motor Gavin tak lupa ia mengucapkan terimakasih.


"Makasih ya Dev udah mau repot repot ngaterin gue."Ucap Risha.Gavin menatap Risha dengan tanda tanya,dan Risha tau tatapan Gavin yang bingung dan menjelaskannya.


"Iya Dev,kan nama tengah lo Devan biar beda aja.ehh btw lo mau mampir nggak."Jelas Risha tersenyum kepada Gavin,sesaat Gavin sempat terpesona oleh senyuman Risha dan ia tutupi dengan gaya stay cool.


"Nggak gue balik aja lagian udah sore."Ucap Gavin yang langsung pergi meninggalkan rumah Risha.


Tbc.


Hay guys jangan lupa Like,vote dan komen yaa**.