
Dengan terburu buru Gavin menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi,tanpa bertanya alamat Rumah Sakit kepada Luhan terlebih dahulu.
"Siall...kenapa gw lupa nanya alamat RS sama bang Luhan."Runtuk Gavin yang tampak bingung ingin melajukan mobilnya kemana.
dan pucuk di cinta ulam pun tiba.tiba tiba mobil Luhan melintas melewati mobil Gavin yang berhenti di persinpangan jalan.
"Ahhhh gw ikutin aja mobil bang Luhan."ucap Gavin yang mengikuti mobil Luhan dari belakang.sedangkan Luhan yang melihat mobil Gavin mengikuti mobilnya hanya tersenyum miring.
Dasar bocah bodoh,nggak tau apa apa main pergi aja tanpa bertanya.Gerutu Luhan.
Dan tiba lah Luhan Di L&R Hospital.rumah sakit paling dekat dengan mension Luhan dan tentunya adalah RS milik Luhan sendiri.
Dan saat Luhan turun dari mobil,di ikuti Gavin yang turun dari mobil dan menghampiri Luhan.
"Bang Luhan tungguin gw,gw juga pengen ketemu Risha."teriak Gavin yang berlari mengejar langkah Luhan.
Dan langkah Gavin berhenti saat Luhan mematung di depan pintu yang bertuliskan Ruang Mayat.
"Enggak....enggka Rishaaa nggak mungkin ninggalin gw."teriak Gavin histeris di belakang Luhan.
Hiksss....
Agrahhhhhhhh.....Rishaaaaa....lho nggak boleh ninggalin gw sendiri.Teriak Gavin yang menjadi jadi.
Hiksss....hikss....gw nggak sanggup kalau nggak ada lo.Tingkah Gavin ya membuatnya menjadi pusat perhatian.sedangkan Luhan yang baru sibuk melihat email dari kantornya terpaksa berhenti dan melihat kegaduhan apa yang di belakangnya.ia menaikan alisnya sebelah saat melihat Gavin yang sudah kacau bahkan menagis nggak jelas.
"Hehh bocah lo ngapaa???."bingung Luhan yang menatap Gavin dari atas hingga bawah.
"ini salah kan bang,nggak mungkin Risha di sini.bilang ini kita salah kan bang."ucap Gavin sambil memegang tangan Luhan.
Sedangkan Luhan mentapa Gavin datar,ia bingung dengan apa yang Gavin bicarakan."bener kok Risha di sini."ucap Luhan yang memang benar Risha berada di RS ini.
"Huaaaaa Risha nggak mungkin ninggalin gw,baru kemarin kita jalan nggak mungkin dia pergi secepet ini."Racau Gavin yang membuat Luhan tambah binggung.
"hehhh bocah,maksud lo apa Risha udah pergi."tanya Luhan sambil memukul bahu Gavin.agar Gavin sadar bahwa tindakanya membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Tadi lo berhenti di ruangan itu bang,dan gw tanya Risha nggak mungkin kan ada di sini dan lo jawab iya."ucap Gavin sambil menunjuk Ruang Mayat.
Hahahhaha..
"Karna gw berhenti di depan tu ruangan,dan lo nyimpulin kalau Risha di situ.dasar otak udang."maki Luhan yang tak habis fikir dengan pemikiran Gavin.
"Gini ni kalau anak kebanyakan nyemilin beras.maksud gw bilang iya itu Risha emang di rawat di RS ini tapi bukan di situ,dan kenapa gw berhenti di depan situ gw lagi bales email dari asisten gw."jelas Luhan yang membuat Gavin malu sendiri.
Kok berasa di prank yha gw.gumam Gavin.
"Jangan bilang lo ngira Risha udah ngaada."sambung Luhan yang membuat Gavin mengganguk polos.
"Ya udah ayo,malah bengong.katanya mau ketemu Risha."teriak Luhan yang udah jalan duluan dan dengan glagapan Gavin segera mengikuti Luhan.
dan tibalah mereka di depan pintu rawat Risha yang bertuliskan ruang VVIP.dengan penjagaan super duper ketat dengan anak buah Luhan.
Ceklekkk.....
Dan saat Luhan dan Gavin masuk tiba tiba mereka di kagetkan dengan teriakan Risha."Keluarrrrr....."teriak Risha seketika yang membuat kedua laki laki tersebut langsung bergegas keluar.
Bahkan para penjaga yang melihat kejadian tersebut,sangat di buat takjub bahwa nona kecil mereka bisa menjinakkan laki laki garang seperti Luhan.
"Kenapa kita keluar bang??."bingung Gavin yang membuat Luhan mengankat bahunya sebagai tanda ia tak mengerti.
Tiba tiba kepala Luhan nongol di depan pintu ruang rawat Risha,"Dekk abang boleh masuk."izin Luhan kepada Risha.
"Boleh bang masuk aja,tapi Gavin nggak boleh."ucap Risha yang membuat Luhan bersorak gembira sementara Gavin menjadi muram.
"Kenapa hemmm adhek abang yang cantik ini nggak mau di jengukin sama pacar sendiri??."tanya Luhan setelah tiba di samping bankar Risha.
"Risha malu bang,liat muka Risha mereka trus masih sedikit bengkak pasti Gavin ilfil sama Risha."ucap Risha sedih karena ia sedang tak percaya diri.
"Hee dengerin abang,kalau Gavin hanya melihat kamu dari fisik,pasti dari dulu kamu udah di tinggalin kamu kan malu maluin."canda Luhan yang membuat Risha makin cemberut.
"Dengerin abang,kali ini abang serius.Nggak semua cowok mandang cewek dari fisik,kenapa mereka nggak cari cewek di luaran sana yang lebih sexy dan cantik untuk di nikmati.cowok yang mandang fisik biasanya lebih memilih bebas daripada terikat dengan komitmen. cowo yang sudah bertekat bertahan dengan satu cewek dan memilih setia.percayalah itu cowo pantas di pertahanin."nasehat Luhan yang membuat Risha terharu.
"Bang janji sama Risha jangan permainin hati cewek jika abang nggak mau ngrasain Risha terluka,ingat abang punya Risha yang harus di jaga."ucap Risha dan disetujui oleh Luhan.
"iya iya,adhek abang yang paling bawal."ucap Luhan sambil mencubit hidung Risha.
"ya udah abang keluar mau panggil Gavin,kamu disini aja."sambung Luhan dan berjalan ke arah pintu untuk memanggil Gavin.
"Vin masuk gih,Risha udah mau ketemu lo."ucap Luhan yang baru keluar dan membuat Gavin senang bukan kepalang.
"tapi inget jangan bahas masalah wajahnya kalau lo nggak mau bikin dia ngambek."peringat Luhan dan membuat Gavin bingung dengan maksudnya tetapi tetap dijawab anggukan oleh Gavin.
Ceklekkkk...
Yankkkk
Panggil Gavin saat masuk ke ruang rawat Risha."Hahh yank kamu kenapa,kok muka kamu merah merah gini."Kaget Gavin saat melihat muka Risha penuh bercak merah merah.
"Tuhh kan kamu ilfil sama aku,mending kamu keluar aja."ketus Risha yang tak suka Gavin membahas wajahnya yang sedikit bengkak dan penuh bercak merah.
"ehhh bukan bukan begitu yank."panik Gavin saat melihat Risha yang keliatanya sedang ngambek.
aduh bodoh banget sih Gavin,kan Bang Luhan udah ngingetin malah di bahas lagi.kan Risha jadi ngambek.gerutu Gavin dalam hati.
"enggak yank kamu tetep cantik kok."puji Gavin.
"Boong banget kamu itu."kesal Risha yang melihat Gavin sedang menggombalinya.
"Kok bisa gini sihh yank,kamu makan apa??."tanya Gavin sambil mengelus pipi Risha yang merah.
"ini itu salah lo bego."ucap Luhan tiba tiba yang masuk ke ruang rawat Risha.
Degggg....
Salah Gw.batin Gavin bergemuruh.
"Maksud lo apa bang."tanya Gavin tak mengerti.
"lo kan yang kemarin ngajak Risha makan Saefood,eghhh lebih tepatnya udang.dan apa lo tau Risha alergi akut udang.dan karena lo Risha hampir meninggal."ucap Luhan sinis.
Deggg...
MENINGGAL...
Alergi.....Akut.....Meninggalll....Tiga kata yang terus berputar dalam otak Gavin.
"Hiksss hiksss maafin aku yank."ucap Gavin yang tiba tiba menagis sambil memegang tangan Risha.
Sedang Risha dan Luhan tertegun seorang Gavin yang dulunya angkuh,dingin dan berekspresi datar bisa menaggis.
flasbak on.
Saat Risha di temukan pelayan di kamarnya dengan keadaan yang mengenaskan.dengan segara mereka membawa Risha ke L&R Hospitas.bahkan semua dokter langsung berlari menyambut Risha.
Mereka sangat lah mengenal siapa Risha,nona Muda kesayangan sang tuan muda Luhan yang akan mengahncurkan siapa saja yang menyakiti Risha.walau itu benda mati sekalipun.
Dan saat sedang menunggu tiba tiba hp salah satu pengawal berbunyi.ya panghilan tersebut berasal dari Luhan.
"Hallo Bo-belum selesai sang pengawal tersebut berbicara Luhan sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Berikan hpmu pada dokter."teriak Luhan yang membuat sang pengawal bergegas masuk ke ruang pemeriksaan.
Brakkkkk
Bunyi suara pintu di buka dengan keras yang membuat para dokter dan suster yang berada di dalam tergejolak kaget.
Astagaaaa
"Tuan ingin bicara."Ucap sang pengawal yang memberikan hpnya kepada Dokter yang bertugas menagani Risha.
Belum juga Dokter bertanya maksud Luhan.Luhan lagi lagi telah mendahuluinya.
"Dengar aku tak mau mendengar kabar buruk,pilihanmu ada dua jika adhikku selamat kau dan rekan rekanmu akan selamat,dan jika adhikku kenapa napa kau dan rekan rekanmu akan bernasib sama dengannya."
Gleggggg
Dengan peluh yang menetes dan badan yang mulai gemetar sang dokter pun menjawab ucapan Luhan.
"Ba-Baik tuan."dan setelah itu panggilan di akhiri sepihak
Dan setelah bejuang mengembalikan detak jantung Risha yang melemah akhirnya sang dokter berhasil menyelamatkan nyawa Risha dan nyawanya.
Setelah di pindahkan ke ruang VVIP kondisi Risha masih belum sadar.dan hanya menunggu Risha melewati masa kritisnya.
Dan syukur pada tengah malamnya Risha sudah melewati masa kritisnya dan tinggal tahap pentembuhan.
flasback off.
Tbc.
Hayyy guys jangan lupa Like,comen dan Vote yha makasih