~fangirl~

~fangirl~
Frustasii



"ehh janji lo jangan lupa ya bang."ucap Risha yang mendengar kata kata Luhan.


"Huhhh soal ginian aja cepet sadar.udahh terkontaminasi ni otak lo."sinis Luhan.


"Biarin tapi beneran kan yang lo omongin.pokoknya bakal gw tagih terus."ucap Risha memastikan.


"iya yang penting lo sehat dulu."ucap Luhan lembut sambil mengacak lembut rambut Risha.


"ehhh tapi sekolah gw gimana?."tanya Risha kepada Luhan.


"Alah biasa juga bolos,sok sokan mikirin sekolah."ucap Luhan yang membuat Risha bungkam diam.


"hahaha beneran kan kata gw kalau lo jarang masuk kelas."tawa Luhan pecah saat melihat raut muka Risha yang sudah memerah.


"ahhh nggak seru lo."ucap Risha.


Heninggg....


"Bang ada kertas nggak."ucap Risha tiba tiba yang membuat Luhan menoleh ke arahnya.


"Buat apa?."Bingung Luhan yang tetap saja mencari selembar kertas di meja kecil dekat bangkar.


"Buat apa emang."tanya Luhan yang dari tadi kepo apa yang akan di lakukan oleh sang adhik.


"enggak buat apa apa sih.cuma mau ngelist barang apa aja yang mau gw beli pas nanti nonton konser.kan lumayan punya abang tajir kalau nggak di porotin."ucap Risha santai yang membuat Luhan menatap tak percaya pada sang adhik.


mampus kalau gini bisa jebol dompet gw.belum belanja aja udah bikin gw parno.apalagi udah belanja.alamak satu rekening di kuras.


Huhhhhh


Luhan menghembuskan nafas kasar.walau dia kaya tapi kalau soal koleksi sang adhik menyagkut kpop tak bisa di anggap remeh.bahkan 1 PC,yang menurutnya nggak penting bisa merogoh kocek jutaan.


"Jangannn borosss."ucap Luhan frustasi.


"Biarin gw bakal berhenti kalau lo bangkrut."ucap Risha tertawa geli melihat raut frustasi Luhan.menurutnya nggak ada orang yang setulus Luhan dalam menyayanginya.


bahkan apa yang ia minta akan selalu di penuhi oleh Luhan.


TBC.