~fangirl~

~fangirl~
Mulai membaik



Saat akan memasuki ruang rawat Gavin,sayup sayup Sofia mendengar suara perempuan dari ruang rawat anaknya.


Ceklekkk...


"Siapa kamu."ucap mama Gavin yang melihat seorang perempuan cantik tengah duduk di samping ranjang Gavin.


Dan yang lebih mengherankan lagi sang anak malah seperti orang yang jauh lebih normal dari keadaannya sebelumnya.tampak lebih sehat dan tak seperti orang sakit.


"Gavin sayang,kamu udah sehat,mamah kangen banget sama kamu."ucap Sofia yang langsung memeluk Gavin.


Sedangkan orang yang dari tadi berdiri di samping Gavin perlahan mundur dan berniat untuk pergi.tapi sepertinya ia tak direstui tuhan untuk pergi dari ruang rawat Gavin.


Saat akan mencapai gagang pintu ruang rawat Gavin.tapi pintu tersebut telah di buka dulu dari luar.


Ceklekk.....


Rishaa...


Kaget Alvin dan Ivan yang saat membuka pintu terdapat sosok yang selama ini di rindukan sahabatnya.


"Hayyy Al,Van."Sapa Risha agak canggung.


Dan entah mengapa Risha merasa di perhatikan dan semua mata tertuju padanya.dan benar saja saat ia menyapu pemandangan di ruangan Gavin mereka semua melihat Risha dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Ehemmm saya pamit permisi dulu."ucap Risha yang binggung mau berbuat apa.tapi lagi lagi sebelum sampai di pintu ia menghentikan langkahnya karena ada yang memanggil namanya.


"Rishaaa..."ucap Gavin menatap Risha dengan Sendu.ia tak ingin Risha pergi lagi darinya.


"Berjuanglah Vin dan aku akan melihat sekecil apapun perjuanganmu."ucap Risha yang langsung keluar dari ruang rawat Gavin setelah berpamitan kepada semua.


Sedangkan Sofia,Riyan dan kedua sahabat Gavin bingung melihat bagaiman Risha bisa tau jika Gavin di rawat dan berada di rumah sakit.itulah pertanyaan yang tentunya ada di pikiran mereka berempat.


"Sayang siapa wanita tadi."tanya Sofia yang sebenarnya sudah tau,tapi ia hanya ingin mendengarnya langsung dari dalam mulut anaknya.


"Dia Risha ma,Cewek yang Gavin sakitin."ucap Gavin sendu.


"Sabar sayang,pasti tuhan punya rencana di balik sebuah kejadian."ucap Sofia menyemangati Gavin.


Sedangkan di tempat lain Risha saat ini sedang berada di parkiran rumah sakit.ia membatalkan cek-up kesehatanya dan memilih pulang.karena ia butuh menenangkan fikiranya.tetapi setelah di jalan ia berubah fikiran,dan membelokan mobilnya ke jalan menuju arah pemakaman sang sahabat.


Setelah sampai di atas bukit ia turun dan berjalan mendekati makam yang bertuliskan Kiara Andini.


"Hiksss...hiksss Kia aku nggak kuat ngadepin ini semua.aku tau mungkin tuhan bisa aja ambil nyawaku kapan aja tapi aku harap.aku bahagia sebelum waktu itu terjadi."ucap Risha yang menumpahkan kesedihanya di atas makam sang sahabat.


flasback on.


Pagi ini keadaan Risha kembali dropp,ia terus memegang dadanya yang terasa sakit teramat.bahkan ia kesulitan untuk bernafas.


Karena tak ingin keadaannya di ketahui oleh sang kakak,ia berencana untuk mengecek keadaanya kepada sang dokter yang menanganinya.tetapi saat tiba di rumah sakit ia mendengar para suster bercerita tentang pasien yang mengalami depresi karena di tinggal snag pacar.


dan ternyata ada seorang yang duduk di atas bankar yang mencoba turun dan mengambil pecahan beling.ia mulai menempelkan beling tersebut ke pergelangan tanganya,Karena tidak ada yang menjaga Risha pun dengan Reflek masuk dan mengambil beling tersebut.


Karena ada yang mencoba menggagalkan rencananya Gavin pun melihat orang yang telah ikut campur kedalam kehidupanya.


Risha


Gavin


Ucap mereka serempak,dengan wajah berseri seri Gavin langsung memeluk pinggang ramping Risah,ia tak ingin melepaskan wanita yang telah membuat hidupnya hampa.


Sedangkan Risha masih tak percaya bahwa orang yang ingin bunuh diri adalah mantan pacarnya.


"Apa kau gila."bentak Risha.yang sungguh kesal terhadap perlakuan Gavin.dengan kasar Risha melepaskan pelukan Gavin,dan kemudian ia memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan pecahan gelas agar tidak melukai siapa siapa


"Ris aku mau kita kaya dulu,aku bisa jelasin semuanya.aku bohong tentang perasaanku,aku bohong tentang semuanya dan aku mohon kita baliakan lagi kaya dulu."ucap Gavin mengiba.


"Maaf Vin aku nggak bisa.kamu udah ngelukai perasaan aku.kamu buat hati aku jadi permainan konyol kamu Vin."ucap Risha menatap lekat mata Gavin.


"Aku mohon beri aku kesempatan Ris,aku nggak bisa hidup tanpa kamu.mending aku mati aja."ucap Gavin yang membuat Risha langsung melotot kepada Gavin.


Huhhhhh


"Jangan Gila Vin,oke aku kasih kamu kesempatan."ucap Risha yang membuat Gavin kembali tersenyum cerah."


"Jadi sekarang kita pacaran lagi kan Yank."ucap Gavin bahagia tapi dijawab gelengan kepala oleh Risha yang membuat Gavin tambah bingung.


"Aku kasih kamu kesempatan,buktiin kalau kamu serius sama aku.karena aku nggak tau sampai kapan aku kuat menunggu.dan mungkin tuhan akan manggil aku dulu."ucap Risha yang membuat Gavin menggelengkan kepalanya.


"enggak aku nggak izinin kamu pergi dari hidup aku,aku sayang kau Ris dan aku nggak bisa jauh dari kamu."ucap Gavin Sendu


"Hayyy kita nggak tau kematian itu datang,dan selama aku masih bernafas aku berharap kamu segera buat aku bahagia sebelum aku pergi tanpa adanya senyuman."ucap Risha yang lagi lagi membuat Gavin histeris.


"Udah dong senyum,kalau nggak aku pergi."ancam Risha dan benar saja gavin langsung tersenyum.dan saat Gavin akan bicara tiba tiba pintu di buka dari luar.


Ceklekkk....


"Siapa kamu..


flasback off.


Tuahan beri aku waktu untuk membuat orang di sekitarku bahagia.guamam Risha.


iya masih berada di samping makam sahabatnya dan saat matahari telah tengelam ia berjalan ke arah rumah pohon yang penuh dengan kenangan mereka berempat.dan tanpa sadar ia telah ketiduran di dalam rumah pohon tersebut.


Tbc.


Hayyy guys masih setia nggak nih sama fangril jangan lupa follow ig aku juga mutiafebri1 .makasih