
Di tempat lain...
Setelah mendengar perkataan Gavin tempo hari yang membuat Risha kembali drop,bukan hanya Risha yang kembali drop,Vera dan Natha kembali menginggat kenangan masalalunya yang sangat buruk.
flasback on.
Pov Vera.
saat usia Vera 15 tahun.tahun tahun Vera lalui dengan keterpurukan karena ia tidak di anggap dalam keluarganya karena ia anak perempuan,sedangkan keluarganya hanya menginginkan anak laki laki yang menjadi penerus keluarganya.yha Vera mempunya adhik laki laki yang hanya beda dua tahun darinya.
Ia dan Adhiknya sangat menyayangi satu sama lain hingga ia selalu tidak di perhatikan ia hanya diam.hingga di saat usia Vera menginjak 15 tahun ia baru sadar bahwa keluarganya tidak pernah menganggapnya ada.
"Kenapa Kau hadir jika kau hanya menjadi beban keluarga,"
"Kau hanya membuat keluarga ini malu."teriak wanita paruh baya.
"lalu kenapa kau membesarkan ku jika aku menjadi bebanmu."teriak Vera.
"Kau anak yang tak tau diri yang tak seharusnya lahir."teriaknya.
"Apa kalian fikir aku yidak sakit hati,tidak terbebani tinggal di lingkungan yang penuh tekannan."ucapnya menatap satu persatu keluarganya hingga ia berjalan mendekati ibunya.
Ibu pikir aku tidak merasakan sakit hati?.
Rasanya Sakit!!!
Apa aku mau terlahir seperti ini?
Ibu......hiks..hiks.
Kenapa kau sangat membenciku?
Kenapa ibu harus bersikap jahat kepadaku?
aku juga anakmu.Kenapa tidak memperlakukan kami setara?
Ibu juga wanita....hiks...hiks..
Padahal ibu juga wanita,kenapa ibu sangat jahat kepadaku?
Hiks....hiksss...
Pernah waktu kecil Vera dan Adhiknya sedang bermain,karena tak tau jika yang mereka mainkan adalah sepidol permanen dengan senang Vera mendadani dan mencoret muka sang Adhik hingga tak berbentuk lagi.karena terlalu senang Vera tak menyadari perbuatanya itu akan membuatnya dalam masalah.
"Sudahhh,apa kau ingin melihat hasilnya."ucap Vera kecil dengan gaya cedelnya dan di jawab anggukan kecil oleh sang adhik.
dengan semangat Vera memberikan sang Adhik kaca yang agak kecil kepada sang adhik.tak disangka reaksinya membuat Vera panik.
Huaaaaaa hiksss..hikssss
Saat mendengar suara dari kamar sang anak yang membuat orang tua Vera bergegas ke kamar sang anak.dan betapa terkejutnya saat ia melihat muka sang anak kesayanganya yang tak beraturan penuh gambaran sepidol dan parahnya adalah permanen,yang membuat orang tua Vera sanagat murka.
"Dasar anak tak tau diri apa yang kau lakukan terhadap adhikmu."teriak sang ayah yang membuat Vera sangat takut.
"aku hanya bermain."ucapnya pelan.dan itu membuat kemarahan sang ayah memuncak.
"dasar anak tak tau diri,jauh jauh dari putra kesayanganku,jangan pernah mendekatinya lagi."
Dan mulai saat itu Vera tak pernah lagi mendekati sang adhiknya.bahkan waktu remaja ia habiskan dengan kesenderian dan tanpa orang tuanya sadari Vera pernah depresi karena tekanan batin yang terlalu tinggi dan kurangnya perhatian dari orang tuanya.
Bahkan Vera tak pernah menyangka ia hidup di tengah tengah keluarga yang kaya harta tapi tak kaya perasaan.
bahkan mereka tak sadar apa yang mereka lakukan saat ini akan berakibat vatal di masa depan.bahkan adhik Vera tak pernah bertrmu Vera walaupun mereka satu rumah.
Hanya teman teman masa kecilnya lah yang membuat Vera bertahan hidup di tengah tengah keluarga yang tidak menganggapnya.
Tak hanya sampai di situ hingga tragedi 3 tahun yang lalu yang membuatnya dan temanya kembali terpuruk dan mengalami depresi berat karena kehilangan seseirang yang sangat mereka sayang.
flasback off.
Foto Adhik Vira masih kecil yang di dandani Vira.😂
***Tbc.
Maaf guys upnya sedikit lagi buntu banget belum ada inspirasi akunya***😆