~fangirl~

~fangirl~
Pergi



Sudah seminggu ini Risha berada dirumah sakit,lebih tepatnya berada disangkar emas.dan hari ini ia sudah boleh pulang kerumah.


Karena yang seharusya ia sudah keluar 2 hari yang lalu dari rumah sakit,harus diperpanjang karena kekhawatiran Luhan dan Gavin.bahkan kedua lelaki tersebut sangat posesif terhadap Risha.


flasback on.


"Permisi tuan saya mau memeriksa nona."izin dokter David.


"iya."ucap Luhan yang mengamati setiap pergerakan dokter David.


Saat David ingin mendekat dan memeriksa Risha seketika kaget oleh teriakan dua laki laki posesif.


"jangan sentuh di bagian itu."teriak Gavin dan Luhan.saat David akan menempelkan stetoskop di dada Risha.


dan saat David akan memeriksa tekanan darah Risha lagi lagi laki laki di belakangnya berteriak kebakaran jengot.


"Kalau gw nggak boleh nyentuh,gimana gw periksanya."kesal David yang mulai jengah dengann sahabatnya.


"yha lo liatin aja."ucap Luhan santai.


"Lu kira gw dukun,menyembuhkan tanpa menyentuh."Sewot David.dan tetap melanjutkan pemeriksaanya terhadap Risha.


"Sepertinya udah baikan,dan hari ini udah boleh pulang."ucap David santai yang ditatap tajam oleh kedua orang laki laki yang ada diruangan Risha.


"Lo nggak liat Risha masih sakit,gimana ada luka dalem,atau ada efek dari sakit kemarin."cerocos Gavin khawatir.


"Gimana kalau Risha tiba tiba pusing lagi kalau pulang,atau sesak nafas lagi.Lo mau tanggung jawab,gw tutup ni rumah sakit kalau Risha kenapa napa."teriak Luhan nyolot.


Huhhhhhhh


(Tarik nafas David,emang temen lo ini agak nggak waras kalau menyangkut adheknya.)


"Gini dehhh lo gantiin gw jadi dokter,heran deh yang dokter siapa.yang nyolot siapa."ucap David sinis.


"Lo berani sama gw."tantang Luhan.


"Ampun boss,gw nggak berani."ucap David yang nyalinya langsung ciut.


sedangkan Risha hanya menghela nafas melihat keributan diruang rawatnya.


flasback off.


Bahkan ia sudah seperti narapidana yang akan dijatuhi hukuman berat jika bergerak sedikit saja.


"yeyyy pulang."girang Risha yang seperti orang nggak pernah diajak piknik.


"Jangan harap yha keluar dari sini bisa bebas."ucap Luhan yang seketika membuat Risha cemberut.


***


Sudah satu bulan kepulangan Risha dari RS dan sekarang ia sudah menjalani hari harinya seperti biasa.


Ia tau jika waktu yang dia punya memang tak lama,maka ia akan cepat menyelesaikan semua keperluan yang penting sebelum ia pergi.


"Abang."teriak Risha menuruni tangga dengan tergesa gesa.


Sedangakn Luhan bingung melihat sikap sang adhik yang tak seperti biasanya.


"Bang temenin Risha belanja yuk."ajak Risha yang sudah rapi.


"nggak bisa dek hari ini abang ada miting dengan kolega luar.maaf yha lain kali deh."ucap Luhan halus yang tak tega melihat kekecewaan Risha.


"ohhh nggak papa kok."ucap Risha yang langsung berlalu dan masuk kekamar.


"Hallo,beres semua sesuai rencana."ucap Luhan dari sambungan telfonya.


Sedangkan di kamar Risha sedang menghubungi kedua sahabatnya untuk mengajak untuk bertemu.


"Guyss ketemuan yukkk."chat Risha di grub wa.


"Gw juga nggak bisa gw lagi diluar kota."balas Vera.


"ehhh nggak papa sans aja kok."balas Risha walau hatinya teramat sakit.


dan tak pantang menyerah Risha menghubungi Gavin.


Tuttt....tuttt


"Hallo."jawab Gavin disebrang sana.


"Ga....,ehhhh Sayang telefonanya nanti lagi yha aku lagi sibuk bangat."ucap Gavin memotong ucapan Risha dan langsung mematikanya.


Bahkan mereka sangat bahagia tanpa mendengar kabarku.


Tuhan jaga mereka yang menyayangiku dengan sangat.


Jika hari itu telah tiba aku harap mereka tetep baik baik saja setelah menerima kabarku.


Buat mereka bahagia tanpaku,bahkan


disaat saat terakhirku aku tak bisa mengukir kenangan manis bersama mereka.


Kita memang yang merencanakan tapi Tuhan yang menakdirkan.


Dan setelah itu Risha sudah rapi,dengan penuh kecewa ia menuruni tangga dan berjalan ke arah dapur.


ia menemui ART di rumahnya.


"Bibik."Teriak Risha yang membuat semua art mendekat.


"iya nona."ucap para art.


Risha pun maju kedepan dan langsung memeluk satu persatu art yang ada dirumahnya.bahkan para art dibuat kaget dengan aksi Risha.


"Risha titip bang Luhan yha."ucap Risha sambil menahan tangis.


"Lho emang non Risha mau kemana?


"☺Risha nggak kemana mana."ucap Risha yang langsung berlalu tanpa menghiraukan para art.


saat melewati ruang keluarga ia melihat ada Luhan yang sedang duduk sambil miting.tanpa permis Risha langsung memeluk Luhan.


"Risha apa yang kamu lakukan,abang lagi miting."Teriak Luhan.karena reflek Luhan tak sadar jika ia membentak Risha.


dengan perlahan Risha melepaskan pelukanya dan mundur menjauhi Luhan."Risha sayang abang,dan Riaha harap abang bahagia."ucap Risha dengan suara bergetar ia berlari menuju kamarnya.


Sedangkan Luhan baru tersadar jika ia sudah melukai hati sang adhik yang sangat ia cintai.


Agrahhhhhh


teriak Luhan melihat kekecewaan sang adhik."Maafin abang dek."lirih Luhan yang melihat tubuh sang adhik hilang dibalik pintu.


karena ia ingin Risha menenagkan pikirannya dan tak akan menggangunya.maka Luhan berjalan ke arah ruang kerjanya untuk melanjutkan mitingnya yang tertunda.dan akan berbicara dengan Risha nanti.


"Hallo bang Risha berangkat sekarang."


"Sayy thank you and goodbye all."ucap Risha yang melihat sekilas mension tersebut dan lansung pergi.


Dan tanpa mereka sadari jika ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Risha,dan akan menjadi penyesalan untuk mereka selama lamanya.dan tanpa disadari mereka jika mereka telah menggukir kenangan buruk disaat saat terakhir.



**Oke guysss..karena banyak yang minta lanjut bahkan ada yang langsung japri aku.aku putusin lanjut yha.dan karena aku nggak inget semua castnya.maaf yha kalau nggak sesuai pemikiran kalian.


jangan lupa like,comen dan vote yha😁**