~fangirl~

~fangirl~
Self-injury



"Jadi gimana dok keadaan anak saya."ucap tuan Riyan menatap dokter di hadapanya dengan serius.


"Jadi begini,."ucap Dokter menjeda kalimatnya.


"Jadi begini Gavin mengalami ganguan Self-injury sebuah penyakit berupa tindakan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul, seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, dan mencabuti rambut. Penderita self-injury juga dapat dengan sengaja menelan sesuatu yang berbahaya, seperti cairan deterjen atau obat nyamuk, bahkan menyuntikkan racun ke dalam tubuh.dan melakukan hal berbahaya lainya.


Self-injury dilakukan untuk melampiaskan atau mengatasi emosi berlebih yang tengah dihadapi, misalnya stres, marah, cemas, benci pada diri sendiri, sedih, kesepian, putus asa, mati rasa, atau rasa bersalah. Bisa juga sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu.


Bisa juga karena sedang konflik dengan keluarga, pasangan, dan teman, atau mengalami krisis identitas yang menyangkut orientasi seksual.


Trauma psikologis


Kehilangan orang yang dicintai dan menjadi korban kekerasan emosional, fisik, atau seksual bisa membuat seseorang merasa hampa, mati rasa, dan rendah diri. Mereka menganggap dengan menyakiti diri sendiri bisa mengingatkan dirinya bahwa ia masih hidup dan merasakan sesuatu layaknya orang lain


Dan untuk menyembuhkanya bisa dengan cara bantuan Terapi dan Konseling,bisa juga dengan perawatan medis.Tapi menurut saya sebaiknya Gavin di bawa ke psikolog atau psikiater,agar lebih jelas dan menemukan jalan keluar."Jelas Dokter Budi.


Setelah mendengar penjelasan Dokter Budi yang membuat kedua orang tua Gavin sangat syok,bagaimana bisa sang anak bisa terkena penyakit yang snagat mengerikan.baru beberapa bulan mereka tak bertemu Gavin,dan sekarang ia bertemu dengan keadaan yang memprihatinkan.


"Pahhh gimana Gavin,mama nggak mau Gavin kenapa napa."ucap Sofia yang terus terisak saat mengetahui kondisi sang anak.


"Kita akan usaha mah buat nyembuhin Gavin dan sekarang kita harus kuat demi Gavin."ucap tuan Riyan menguatkan sang istri.


Setelah dari ruangan Dokter,Sofia dan Riyan berjalan memasuki ruangan sang Anak semata wayangnya.


Saat memasuki ruangan sang Anak betapa terpukulnya mereka melihat kondisi Gavin yang sekarang tak ada wajah tampan,tak ada wajah dingin dan sekarag hanya ada wajah pucat dengan kantung mata yang menghitam dengan tatapan yang kosong.



bahkan mereka berdua sudah mengajak dan membujuk supaya Gavin mau bicara dan ceria lagi,tapi tetap saja Gavin tak merespon ucapan mereka.dan Gavin hanya menyebut satu nama yaitu Risha.gadis yang pernah ia buat taruhan hanya demi sebuah mobil.


Sekarang Sofia tengah duduk di pinggir tempat tidur Gavin,ia menatap sendu ke arah putranya yang tak meresponnya ada di sini.bahkan Gavin paling tak bisa melihatnya menagis dan sekarang ia membuat sang mamanya menangis.dan disela Sofia memperhatikan putranya ia berulang kali mendengar Gavin mengucapkan nama Risha yang tak tau siapa.


***


Saat ini Risha tengah berdiri di balkon kamarnya,dan entah mengapa semenjak ia putus dengan Gavin ia merasa ada separuh jiwanya menghilang.walau ia selalu menutupi semuanya dengan senyuman.tapi percayalah selalu ada luka di setiap senyuman yang bahagia.


Ia selalu meneteskan air matanya jika menginggat tentang Gavin.walau Gavin membuat dirinya sebagai bahan taruhan.tetapi ia sangat merindukan sosok Gavin yang posesif,memanjakanya,mengertinya dan menghiburnya di kala ia selalu merindukan kasih sayang orang tuanya.


"Gavin gue benci lo,tapi gue sayang lo.andai lo beneran cinta sama gue.gue bakal pertahanin lo walau lo pernah nyakitin gue."gumam Risha.


Setelah di cukup tenang Risha pun berjalan menuju ranjangnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Gue sayang lo Vin.gumam Risha dan langsung menutup matanya menyelami alam mimpi.


Tbc.


Hayyy guys jan lupa like,komen dan Vote.dan yang punya ig bisa follow ig aku @mutiafebri1.makasih