
Pagi ini entah kenapa Gavin sangat bahagia,tapi tanpa disadarinya bahwa hari ini akan menjadi petaka untuknya.
"Hayy Vin bahagia banget."ucap Ivan yang langsung merangkul pundak Gavin dari belakang.
"iya dong guekan mau ketemu yayang Risha gue."ucap Gavin Bahagia.
"jan lupa sama taruhan kita,kalau kita nggak boleh jatuh cinta sama mereka bertiga."timpal Alvin.
"iya gue nggak akan jatu cinta sama Risha.gue pacaran sama Risha juga buat menangin taruhan kita dan gue nggak rela kali mobil kesayangan gue di ambil sama kalian berdua."ucap Gavin biasa aja.tapi dalam hati entah mengapa ia merasakan perih saat mengucapkan itu semua.
"lo berdua juga kalau nggak mau mobil kesayangan kalian buat gue jangan jatuh cinta."ucap Gavin kepada Ivan dan Alvin.
"ohhh nggak mungkin gue rela nglepasin mobil gue,dan gue yakin gue nggak akan jatuh cinta sama Vera."ucap Ivan dengan penuh keyakinan padahal ucapan mulut dan hatinya bertolak belakang.
"Sebenarnya gue kasihan sih sama mereka bertiga kita bikin taruhan,tapi dengan taruhan mobil kesayangan kalian gue jadi mau ikutan."ucap Alvin.
Mereka mengadakan taruhan bahwa jika mereka berhasil memacari Risha,Natha dan Vera dan mereka nggak jatuh cinta sama mereka maka dia lah pemenangnya.dan yang kalah siap siap mobil kesayangan mereka di berikan kepada sang pemenang.
Dan tanpa di sadari mereka bahwa pembicaraan mereka di dengar oleh Risha,Natha dan Vera yang baru datang dan berdiri di belakang mereka.
Tapi mereka bertiga mengurungakn niatnya menyapa Gavin,Ivan dan Alvin setelah pembicaraan mereka tadi.dan mereka hanya berpura pura tak mendengar apa apa.
Saat di kantin Sekolah mereka berenam duduk.sebangku seolah tak terjadi apa apa.dan tiba tiba Sonya datang menghampiri mereka.
"Hayyy bebeb Gavin."ucap Sonya cebtil dan tiba tiba duduk di samping Gavin.dengan tatapan sinis untuk Risha sedangkan Risha hanya diam.
"Heh udah gue bilang yha lo itu jauhin Gavin."ucap Sonya melirik Risha yang membuat Riaha murka karena ia tak pernah diatur atur dalam hidupnya.
"Hehhh jaga yha mulut lo."ucap Risha marah.dan disalah artikan oleh Gavin jika Risha marah karena ia berdekatan dengan Sonya.
"Yank udah tenang."ucap Gavin mencoba menenangkan Risha.tetapi Rihsa hanya melirik Gavin sekilas.
"Cihhh dasar murahan,"ucap sonya lagi yang membuat Risha tak segan menapar pipi Sonya.
Plakkkk..
Auwwww...
dengan reflek Gavin memegang pipi Sonya.
"lo nggak papa."ucap Gavin perhatian kepada Sonya yang membuat Sonya besar kepala.
"Auwww sakit banget."ucap Sonya mendrama.
"Gue akui lu emang jago Acting,tapi peran lo nggak di butuhin di skenario hidup gue."sinis Risha.
"Lo apa apaan sih Ris,kalau nggak suka nggak usah main tangan juga."ucap Ivan membentak Risha.
"Kok lo bentak Risha,Risha itu nggak salah yha."bela Vera.
"Yang salah itu mak lampir dasar."ucap Natha sambil ngelirik Sonya dengan tatapan tidak suka.
"Kamu juga mau belain cewek murahan itu."ucap Alvin marah.
"iya kenapa kalau kita murahan,seengaknya kita nggak mainin perasaan cewek."ucap Vera sinis.
"Maksud kalian apa."ucap Gavin yang dari tadi diam.
"gue tau kalian pacaran sama kita cuma jadi bahan taruhan😏.dan gue nggak nyangka kalau kalian itu nggak punya perasaan.kita pacaran sama kalian dengan ketulusan yang kita punya tapi kalian mainin hati kita."ucap Risha memandang sinis ketiga cowok di hadapanya.
Deg...
dan seketika para ketiga cowok tersebut hanya diam.mereka belum siap mengungkap semuanya.
"Tapi gue sayang sama lo Ver."ucap Ivan seketika memegang tangan Vera dan dibalas tatapan kecewa oleh Vera.
"Coba cek lagi.beneran suka atau suka aja mainin perasaan?beneran sayang apa sayang aja kalau diambil sama orang lain?beneran takut kehilangan atau takut aja di tinggal sendiri?.kamu terlalu egois dengan semua maumu yang ingin di ikuti dan mulai sekarang kita putus".ucap Vera yang lagi lagi membuat Ivan bungkam.bahkan ia tak bisa bicara saat Vera memutuskanya.
"yank."lirih Ivan saat mendengar kata putus dari Vera.
"gue tau sekarang kalian nggak pernah tulus nerima kita,kalian nggak pernah tulus sayang sama kita,gue harap kalian bisa nutup luka di hati kita dan nyatanya kalian cuma mainin perasaan kita.Dan mulai detik ini juga kita nggak ada hubungan lagi kita putus."ucap Natha mentap Alvin penuh kebencian.
"gue tau lo nyusulin gue ke korea bukan karena takut kehilangan gue,tapi lo takut kehilangan mobil kesayangan lo."ucap Risha menunjuk dada Gavin.
Deg.
Seperti tertancap Ribuan jarum di hati Gavin,ia bahkan tak siap untuk melepaskan Risha secepat ini.memang di akui bahwa dari awal jika mereka hanya jadi bahan taruhan tapi seiring berjalannya waktu ia mulai menyukai Risha.bahkan untuk berjauhan barang sebentar hidup mereka bagaikan kosong.
Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu.
Terimakasih.....
Untuk kesempatan mencintaimu:)
Sekarang....
Sudah waktunya aku berhenti...
Detik ini juga aku akan berhenti mencari semua tentangmu,mencintaimu dan mengikhlaskanmu.
Aku akan menyibukan diriku agar aku bisa melupakanmu..
Sekali lagi terimakasih untuk semuanya..
Dan aku berhenti...
Ucapan Risha membuat dada Gavin bergemuruh hebat,ia tak ingin melepaskan wanita sebaik Risha tapi ia telah melukai perasaan wanita yang baru satu bulan ini menjadi pacarnya.
apa ini karma dari tuhan,jika waktu bisa di ulang Gavin ingin mengulangnya.ia berjanji tidak akan menyakiti wanitanya.
mata Gavin sudah memerah bahkan sebentar lagi rasanya ia ingin menangis untuk membuat sang pacar tidak pergi meninggalkanya.tapi terlambat
""yank aku bisa jelasin in-..."ucap Gavin terpotong dengan ucapan Risha yang membuatnya tambah frustasi.
"nggak usah lo jelasin,gw udah tau semuanya.gw memang cewek murahan kaya yang lo bilang sama temen temen lo.gw memang cewek yang nggak pernah sebanding sama kalian yang seorang most wanted sekolah.gw hanya benalu di kehidupan lo.dan gw memamag cewek yang pantas di jadiin bahan taruhan."ucap Risha cepat.dadanya bergemuruh ingin menagis sekencang kencangnya tetapi ia tahan
"yankkk bukan maksud aku."lirih Gavin.
"Dan untuk lo Sonya selamat lo berhasil,lo menang dan gue akan menjauh dari hidup Gavin selamnya.dan gue ucapin selamat sekali lagi lo menang dan gue kalah.gue mundur."ucap Risha yang langsung pergi di ikuti kedua temanya dari hadapan mereka berempat.
Sedangkan Sonya bersorak gembira merasa menang karena tak perlu bersusah payah untuk menyinhkirkan Risha karena Risha telah pergi dari kehidupanya.
Agrahhhhhhhh....
Teriak Gavin frustasi melihat Risha pergi dengan kekecewaannya.
"Awas lo Sonya gw akan bales semuanya,dan ini semua gara gara lo."teriak Gavin sambil menunjuk Sonya dan pergi dari kantin.
Tbc.
Ayo dong guys Vote biar author semangat nulisnya.😁