
Brakkkk
dan tanpa di duga Risha langsung pingsan di tempat.dengan darah yang mengalir dari hidungnya.dan semua anak GAIS langsung berlari menolong Risha.
"Hahahha ternyata anak sekolah GIS sangat tidak bermoral,dan saya pastikan gerbang sekolah GAIS tidak akan terbuka untuk sekolah GIS.dan jika sampai terjadi apa apa dengan para siswi kami,kami akan membawa kasus ini ke meja hijau"Ucap Wakil Dekan yang menatap tajam para anak anak GIS.
Jederrrr
Seperti di sambar petir di siang bolong.selama ini GIS mempunyai penilaian baik di mata semua sekolahan dan tak punya musuh.dengan kejadian ini pasti akan berdampak besar pada sekolah GIS kedepanya.
Karena sekolah GAIS terkenal dengan peraturan dan keroyalan perlindungan terhadap siswa siswinya maka jalur hukum sangat mudah di tempuhnya.
Setelah kejadian itu,lomba langsung berakhir dengan keadaan permusuhan dan pintu gerbang GAIS tertutup rapat untuk anak GIS.
Entah apa yang terjadi dengan Risha setelah kejadian itu,ia belum sadar dari pingsanya setelah 2 jam berlalu.dan darah yang keluar dari hidungnya semakin banyak.
dengan kecepatan kilat pihak sekolah langsung menghubungi Ambulance untuk datang ke GAIS.
Dan Risha langsung di larikan ke UGD.dan untuk sekarang Luhan tak bisa datang karena ia sedang ada urusan bisnis di luar negri.
Dan Risha hanya di dampingi oleh wakil Dekan sebagai walinya.
walau begitu wakil dekan sekolah GAIS adalah sahabat Luhan sendiri.yang sudah di anggap saudara oleh Risha.
Dan setelah selesai memeriksa,dokter tersebut hendak keluar menemui wali Risha tetapi belum selangkah keluar tangan dokter tersebut lebih dulu mencekal tangan sang dokter.
"Dokter plisss jangan bilang."ucap Risha yang setegah sadar dengan mengelengkan kepalanya sebagai tanda permohonan.
"Tapi mereka harus tau."ucap dokter tersebut.
"Kali ini aja,saya janji akan kasih tau sendiri."ucap Risha yang terus memohon.
Sang dokter tersebut hanya bisa menghelai nafas panjang.jika ia memberitahukan masalah ini sama saja ia melanggar sumpahnya menjadi dokter.tapi ini keinginan pasienya ia bisa apa.
"Baiklah,dan cepat beri tau mereka tentang kondisimu."ucap sang dokter yang langsung beranjak keluar.
Krietttttt
"Bagaimana dok keadaan anak didik saya."Ucap Lee dengan air muka khawatir,Saat pintu ruang UGD baru di buka.bagaimana tidak ia sudah di percaya Luhan menjaga Risha dan sekarang Risha masuk RS bisa habis dia kalau Luhan tau.
"Anda tak perlu khawatir pak,ia hanya syok dan kelelahan."Jelas sang dokter yang langsung meninggalkan Lee sendiri di ruang tunggu.
Di GAIS Natha dan Vera yang baru tiba di UKS dan mengetehui bahwa sahabatnya di bawa ke RS langsung berlari ke arah mobilnya bermaksud menyusul Risha.mereka tak mempedulikan kakinya yang sakit akibat cidera waktu bermain tadi.
Dengan kecepatan tinggi mereka melesat ke RS dekat dengan GAIS.setelah memarkirkan mobilnya mereka berlari masuk ke RS dengan gaya pincang nya,bahkan Natha yang tak kuat berlari akibat rasa nyeri di kakinya sampai harus ngesot dari lobi ke depan resepsionis.
bahkan orang orang yang melihat kekonyolan mereka berdua sampai tertawa terbahak bahak.
"Permisi mbak mau tanya pasien atas nama Ferisha Jesslyn di ruang apa yha?."tanya Vera yang masih kuat berdiri.sedangkan Natha malah bersender di meja resepsionis karena capek ngesot.
"Di ruang Anggrek nomer 112 kak."ucap sang suster.
"ohh ya makasih,ayo Natt keruangan Risha."ucap Vera yang langsung menengok ke belakang karena di rasa Natha tak mengikuti langkahnya.tapi saat melihat ke belakang tidak ada siapa siapa.
"Natt lo di mana,astaga malah ngilang lagi tu anak."kesal Vera yang clingak clinguk kesana kemari.
"Ayo."ucap Natha tiba tiba berdiri dan membuat Vera hampir jatuh karena terkejut melihat muka Natha di depan mukanya.
"Astaga lo bikin gue jantungan."kesal Vera.
Dan setelah kekonyolan keduanya mereka akhirnya tiba di depan ruang rawat Risha dengan drama Vera memapah Natha.
"Akhirnya sampai juga,sumpah gue nggak kuat tau."ucap Vera yang masih ngos ngosan mengatur nafasnya.
Dan dengan muka tanpa dosa Natha berdiri dan berjalan mendahului Vera yang membuat Vera melongo takjub.
"Natha kaki lo udah nggak papa."ucap Vera yang mengamati kaki Natha yang di balas gelengan kepala oleh Natha.
"pas gue di lobi senderan di meja resepsionis tadi udah enakan,makanya demi hemat energi dan tenaga gue minta papah elo."ucap Natha enteng justru yang membuat Vera naik darah.
"Natha sebleng sini lo,gue cincang yha lo trus gue kasih makan ikan piranha."ucap Vera yang mengejar Natha yang telah memasuki ruang rawat Risha.
Nathaaaaa
Teriak Vera yang tiba tiba diam saat di tatap tajam oleh Risha dan wakil dekan yang menemani Risha.
"ehhh ada Pak Lee yang ganteng."ucap Vera salting sendiri.
"Kenapa teriak teriak?."tanya pak Lee.
"ehhh enggak papa kok pak,mending bapak balik aja biar Risha kita yang jaga."ucap Vera mengalihkan pembicaraan.
"Kamu ngusir saya."ucap Pak Lee nyolot.
"ehhh enggak pak,biar gantian yang jaga."ucap Vera gelagapan saat di tatap tajam oleh pak Lee.
"ya udah saya balik ke GAIS,kalau ada apa apa tolong kabari saya."ucap Pak Lee beranjak dari tempat duduknya dan keluar ruangan.
"huhhh selamat."gumam Vera.lalu Vera mengalihkan tatapanya kepada Risha yang tengah tidur,dan Natha yang nagkring di sofa dengan makan makanan Risha yang di beli oleh Pak Lee.
"dasar perut karett lu."ucap Vera mencibir Natha.
"biarin,penting makan."balas Natha melanjutkan makanya.
Tbc.
Hayyy guys jangan lupa like,komen dan Vote yang banyak yha.biar semangat upnya