Yue And Aiden

Yue And Aiden
Bab 7 Kecewa pada sang sahabat.



#Flashback.


Alya tak sengaja melihat Alexa yang sedang berbicara dengan seseorang. Ternyata malam itu Alya akan mampir kembali kerumah sahabatnya. Ada barang yang harus Alya berikan kepada Alexa. Sayangnya, saat akan turun dari mobil gadis itu terkejut dengan adanya Genta bersama wanita lain.


Hati Alya terasa sakit melihatnya. Apalagi Genta yang menggandeng tangan si wanita itu. Ingin rasanya dia menghampiri mereka namun kakinya tak sanggup untuk melangkah. Sembari menitikkan air mata Alya kembali ke mobil.


“*Kenapa sakit banget hati gue melihat Genta sama wanita lain? Dan Alexa? Jika wanita itu pacar atau istrinya Genta kenapa dia gak bilang ke gue?!”


“Gue terlalu bodoh!! Mengapa masih berharap sama orang yang belum pasti mengharapkan gue juga. Kenapa? Harusnya gue sadar diri, jika selama ini Genta tak menyatakan perasaanya ke gue itu berarti dia gak mencintai gue!! Kenapa juga selama ini gue menunggu dia yang pada akhirnya akan berakhir seperti ini*.” Alya mengusap air matanya. Dia menancap mobilnya dengan sangat kencang tidak memikirkan keselamatan dirinya.


GENTAAAA........, Alya berteriak sambil menyebut nama cowok yang di cintainya sekaligus sahabat masa kecil. Sampai pada akhirnya dia sampai di tempat yang sepi, memarkirkan mobilnya.


......................


“Ya udah Gen mending lu pulang aja deh. Urusan Alya biar gue sama Hart yang nyari,” ujar Alexa.


“Tapi Al...”


“Tenang aja Alya gak bakal kenapa-kenapa. Secepatnya kita berdua akan menemukan dia,” sambung Hart memegang pundak Genta.


Genta pun menurut, dia kembali kerumahnya menunggu sang istri pulang. Setelah cukup lama Shila yang telah di tunggu tunggu akhirnya kembali. Pertengkaran pun terjadi di antara mereka, sang asisten yang mendengar majikannya bertengkar hanya melihat secara diam-diam.


“Mbak Nah lebih baik kita kembali saja ke kamar. Ngga sopan melihat majikan yang lagi bertengkar,” ujar salah satu art.


“Iya Mel, tapi kira kira masalah apa ya sampai tuan sama nyonya bertengkar kayak gitu?” ucapnya penasaran.


“Udah lah Mbak Nah. Emangnya Mbak mau di pecat cuman karena mengintip mereka?”


“Ngga mau, ya sudah ayo masuk ke kamar.”


Di kediaman Hart. Avan sudah sangat merasa bosan karena Abang dan kakak iparnya itu belum juga pulang. Malam semakin larut, Yue yang kebangun karena haus pun memanggil Om nya.


Baru saja akan memejamkan mata Avan sudah di panggil. Dia berdengus kesal namun apa boleh buat anak anak itu adalah keponakannya.


“Ada apa Yue?” jawab Avan sambil menengok ke atas.


“Aku haus Om.”


“Ya sudah sini turun, emangnya di dalam kamar kamu tidak ada air?’


“Biasanya Buna yang nyiapin,” jawab Yue dengan menuruni anak tangga.


Setelah turun Avan mengantar Yue ke dapur. Dia mengambil segelas air dan memberikannya pada ponakan nya itu.


“Setelah ini lanjut tidur ya,” titah Avan.


“Jam berapa sekarang Om? Dan Buna sama Papa dimana?”


“Jam 2, Buna kamu belum pulang. Tenang aja mereka sudah dewasa kamu gak usah cemas. Dan disini kan ada Om Avan yang menjaga kalian.”


“Baiklah, good night Om Avan. Aku ke kamar lagi ya,” ujar Yue.


Baru melangkahkan kakinya Yue berbalik badan dan berkata lagi. “Om, Om Avan. Hati hati ya soalnya di belakang Om ada..... Ihhhh serem pokoknya.”


“Halah gak mempan kamu nakut nakutin Om kek gitu. Gak percaya Om,” ucap Avan meremehkan.


Brakkk


“Kaboorrr,” teriak Yue melarikan diri.


Avan yang masih disana menelan ludah nya, dia memberanikan diri untuk berbalik badan melihat apa yang jatuh di belakangnya. Badannya bergetar, Yue yang masih berada di atas melihat Om nya seperti itu menahan tawa. Dia tahu jika Om nya sangat penakut, maka dari itu Yue mengerjainya tadi.


“Sialan ternyata tikus,” decak Avan.


“Rumah bagus, mewah tapi masih aja ada tikus. Haduh bang Hart... bang Hart.”


“Cowok kok penakut,” ledek Alexa sembari menuangkan air.


“Lama lama jantungan gue, gak anak gak mak—bapaknya. Sama aja bikin kaget mulu,” ucap Avan mengusap dadanya.


“Makasih Van udah mau jagain Aiden sama Yue,” ucap Hart.


“Sama sama, eh! Begini bang Hart. Menjaga dua anak Abang itu kan gak mudah ya, eum—gini....”


“Uang? Sudah tahu kemana arah kamu Van. Besok gue transfer,” ucap Hart dan membuat Avan girang mendengarnya.


••


••


••


Keesokan harinya, Alexa membangunkan kedua anaknya. Awalnya Aiden dan Yue tidak mau bangun, namun dengan rayuan Alexa mereka pun langsung membuka matanya.


“Bener Buna kita akan jalan jalan?” tanya Yue gembira.


Alexa mengangguk lalu menyuruh kedua anaknya untuk mandi dan turun ke bawah sarapan.


“Sayang,” ucap Hart pada Alexa.


“Hah?”


“Gak.”


“Dih kumat, mau ngomong apa bilang aja.”


“Gak jadi,” jawabnya singkat.


‘Sudah lama kita bersama Al, apa kamu masih belum mencintaiku? Bahkan sekarang kita sudah mempunyai dua buah hati namun aku belum mengetahui perasaan mu.’


Hart melamun, Aiden dan Yue yang melihat itu saling tatap. Mereka menghampiri Papanya dan mencium pipi sembari mengucapkan selamat pagi.


“Anak anak Papa,” ujar Hart mencium kening kedua anaknya.


Alexa melihat ponselnya. Dia masih memikirkan keberadaan Alya yang belum di temukan. Tiba tiba bel pintu berbunyi, Alexa pergi kedepan untuk melihat siapa yang datang, setelah di buka ternyata itu adalah Genta bersama dengan Alya.


Melihat sahabatnya sudah di temukan, Alexa pun memeluknya. Namun Alya langsung melepaskan pelukan itu yang membuat Al heran. “Kemana aja sih Alya, gue khawatir sama lu.”


“Gue kecewa sama lu Al,” ujar Alya dengan raut wajah dingin.


“Kecewa?”


“Ya. Kenapa lu gak bilang sama gue kalo Genta sudah menikah, lu udah buat gue... hiks,” Alya menangis sambil memukul pelan pada Alexa


“Alya gue gak bermaksud buat nutupin itu. G—gue hanya gak mau lu sakit hati.”


“Tapi Alexa, ini lebih sakit. Gue sudah mencintai suami orang, harusnya lu kasih tahu gue semuanya agar gue gak berharap lebih.”


Genta yang mendengar itu sadar. Ternyata perkiraan dia selama ini bahwa Alya tidak mencintainya itu salah. Genta membalikkan tubuh Alya menghadapnya. Dia memeluk tubuh gadis itu dan meminta maaf.


“Maafin gue,” ucap Genta.


🍂


"Aku selalu menunggu dan berharap kamu kembali, tak peduli seberapa lama aku harus mencintaimu, menunggu ungkapan cinta darimu!! Bahkan jika perlu aku akan menunggu 10 tahun lagi lamanya, jika itu di perlukan.”


🍂


_Alya