
Happy reading all
••
••
••
Hart sudah berada di pasar. Banyak ibu ibu yang memandang padanya, wajah tampan dan tubuh yang bagus membuat semuanya terpana.
“Aduh Bu mimpi apa semalam lihat pangeran belanja ke pasar,” celetuk salah satu ibu ibu.
“Iya nih Bu. Ganteng banget, putih, tinggi terus pakai mobil mewah lagi.”
“Kalo masih lajang cocok deh buat anak saya. Lumayan dapet mantu orang kaya,” sambung ibu ibu lain.
Hart menghela napasnya kasar. Baru pertama kali dirinya berbelanja di pasar. Terlihat raut wajah Hart yang malu karena di omongin ibu ibu. Dia berjalan sambil berkata permisi tak lupa juga memberikan senyum.
“Aduh Bu kalo begini mah rasanya saya ingin kembali muda.”
“Ah ada ada saja ibu ini, ya sudah lah saya pamit duluan ya. Suami saya sudah nunggu tuh,” ujar ibu lainnya.
Saat sedang memilih sayuran tak sengaja Hart menyenggol seorang perempuan yang tengah hamil. Dia meminta maaf menundukkan kepalanya, lalu suami dari perempuan itu datang. Mereka mengobrol dan si perempuan itu memperkenalkan suaminya pada Hart. Setelah mendengar nama dari lelaki itu Hart terdiam.
“Ardan? Apa cowok yang Alexa sebutkan waktu itu?” pikir Hart.
“Saya duluan ya Pak,” ujar perempuan itu.
Hart mengangguk dan dia pun melanjutkan belanjanya. Setelah semuanya terbeli Hart menelpon sang istri untuk bertanya apakah ada bahan lain atau ingin menitip. Baru saja akan menutup telpon, Mama nya bicara ingin di belikan makanan berkuah.
Di tempat lain, Alya sedang memandang langit di teras kolam renang. Gadis itu masih memikirkan cinta nya yang tak lain Genta. “Kenapa susah banget sih buat lupain dia? Pakai pelet apa ya?”
“Pelet pelet, gue gak main dukun ya. Kalo ngomong enak aja,” sahut seseorang dari belakang.
Alya melototkan matanya dan berbalik badan. Ternyata suara itu berasal dari Genta, dia langsung masuk ke dalam karena sudah terbiasa. Melihat wanita di depannya terbengong Genta pun memukul pelan kepala Alya.
“Alya gue minta maaf ya, telat mengetahui perasaan gue ke lu.”
“Gak papa, lagipula sekarang gue udah move on kok. Dan tenang aja Gen, gue gak bakal ganggu rumah tanggu lu,” jawab Alya tak berani menatap teman kecilnya itu.
“Gue udah pisah,” ucap Genta.
“Kenapa? Apa gara gara gue?”
“Bukan karena lu, tapi salah gue gak bisa menjaga istri sendiri. Sampai dia pergi mencari kenyamanan dari cowok lain.”
...----------------...
“Udah lama aku gak ketemu sama Alexa Mas,” ujar seorang perempuan.
“Kamu kangen sama dia?”
“Iya aku kangen sama Alexa dan Alya, aku mau minta maaf sama dia. Gara gara satu cowok persahabatan kita jadi hancur. Aku merasa bersalah sudah merebut kamu dia dia.”
“Sudah lah, lebih baik kamu istirahat. Kasian kandungan kamu, besok kita coba datang kerumah Alexa untuk bertemu.”
“Kamu serius Mas?” tanyanya dan di angguki sang suami.
Kembali pada Hart, dia sudah membeli makanan titipan Mama nya. Tak lupa Hart membeli banyak es krim untuk sang istri dan anak anaknya. Sesampainya di rumah Hart langsung duduk di sofa dia merasa kepanasan dan lelah berkeliling.
“Segitu aja capek kamu, lihat Alexa yang setiap hari begitu,” ledek Mamanya.
“Hm iya aku yang males dan mantu Mama yang rajin,” sahut Hart.
“Assalamualaikum,” ucap Yue dan Aiden bersamaan.
Dua anak kecil itu baru pulang dari sekolahnya. Mereka di jemput oleh Alya juga Genta, permintaan Alexa karena tak dapat menjemput buah hatinya.
“Papa kenapa Buna?" tanya Yue.
“Papa kamu kecapean abis belanja banyak dan keliling lama nyari makanan.”
“Ohhh...., Papa mau aku pijitin gak?” tawar Yue. Anak kecil itu melangkah menuju sofa menyimpan ranselnya lalu menghampiri Hart.
“Anak Papa perhatian banget,” ucap Hart memejamkan mata.
Pukul 17:00. Alexa mendapatkan telpon dari Mama nya, ternyata Papa Alexa sedang berada di rumah sakit terkena serangan jantung. Al pun memanggil suaminya dan meminta Hart untuk mengantarkan dia melihat sang Papa. “Papa kamu kenapa?” tanya Hart bingung melihat wajah Alexa yang panik.
“Papa serangan jantung Hart, ayo cepat kerumah sakit.”
“Okey okey tunggu bentar, aku ambil kunci mobil dulu.” Setelah mengambil kunci Hart pamit pada orang tuanya. Namun sang Mama ingin ikut melihat keadaan Papa Alexa.
“Aku juga ikut Pah, mau lihat Opa,” sambung Aiden.
“Baiklah masuk ke mobil sekarang.”
Keluarga Albert pergi menuju rumah sakit. Di sana Mama Alexa sedang duduk di depan ruangan dengan raut wajah yang cemas. Melihat anaknya datang dia pun langsung memeluknya di iringi tangis.