Yue And Aiden

Yue And Aiden
Bab 12 Yue, Aiden belajar mengaji



Happy reading all


••


••


••


Dokter keluar dari ruangan Papa Alexa. Dia memberitahu keadaan pasiennya didalam dengan nada yang pelan. Betapa shock nya mereka setelah tahu jika Papa Alexa tak bisa terselamatkan. Dia meninggal dunia, membuat semuanya terdiam dan menangis terutama Alexa dan Mamanya.


Semua keluarga di persilahkan masuk untuk melihat jenazah terakhir kalinya. Tangis Alexa pecah dan Hart serta yang lain menenangkannya. Pukul 19.00 jenazah Papanya di bawa kerumah .


Saat esok paginya semua bersiap ke pemakaman, Hart sangat setia dan perhatian pada Alexa menemani setiap saat dan menenangkannya.


“Mahh...,” ujar Alexa pada Mamanya sembari memeluk dan menangis.


“Sabar sayang ini sudah takdirnya Papa. Mama juga sedih, tapi kalo kamu terus terusan menangis Papa gak akan tenang.”


“Apa yang di ucapkan Mama kamu benar sayang, semua makhluk hidup akan mati juga, kembali pada yang maha kuasa. Kamu ikhlasin ya, kasian Papa kamu kalo nangis terus,” sambung Mama Hart.


Alexa mengangguk, Yue dan Aiden terus memeluk Buna nya. Kedua anak itu merasa sedih melihat sang Buna yang terus menangis. Alya dan Genta ingin memberitahu kabar gembira pada Alexa serta Hart, namun mereka urungkan karena keluarga Albert masih dalam keadaan berduka.


Saat dirumah, Alexa meminta Mama nya untuk tinggal bersama. Sebab dia tidak mau jika orang tuanya tinggal seorang diri. “Mulai sekarang Mama tinggal sama Al ya.” Sang Mama hanya tersenyum dan menjawab 'Iya' saja.


🎗️Ayah merupakan sosok penting dalam keluarga. Dia bertanggung jawab melindungi semua keluarganya, juga sebagai (idola) panutan untuk anak anaknya. Terutama anak perempuan, biasanya seorang ayah akan lebih dekat dengan anak perempuannya di banding anak laki-laki🎗️


~Kehilangan orang tua sangatlah menyedihkan bagi seorang anak. Aura cinta seorang ibu membawa kedamaian bagi anak anaknya. Dan Ayah akan membuat sang anak menjadi kuat, tidak mudah menyerah dalam hal apapun~


Alexa yang sedang duduk di halaman rumahnya terkejut karena kedatangan Ardan dengan perempuan yang dulu sahabatnya. Awalnya dia ingin menghindar, namun Hart datang dan bertanya siapa kedua orang tersebut. Saat Alexa akan menjawab, istri Ardan menyapa Hart. “Eh Bapak yang kemarin kan?”


Hart diam dia teringat jika kemarin dirinya bertemu dengan mereka berdua.


“Aku turut berduka cita ya Alexa, dan mau minta maaf juga dengan kejadian di masa lalu. Aku kangen kamu, kangen Alya juga. Kangen kebersamaan kita bertiga. Sekali lagi aku benar benar minta maaf,” ucap istri Ardan yang bernama Raisa. Alexa yang melihat keseriusan sahabatnya pun memaafkannya lagipula dia sekarang sudah mempunyai Hart dan melupakan Ardan.


“Makasih Alexa,” ucapnya.


Terdengar teriakan Yue dari dalam, lalu Alexa pun masuk sambil mengajak sahabatnya. Raisa terpana saat melihat dua anak kecil yang sedang berdiri didepannya. Wajah yang cantik dan tampan juga menggemaskan membuat Raisa jatuh hati pada pandangan pertama. Dia memuji anak Alexa dan berharap jika anaknya lahir bisa seperti si kembar.


“Oh iya, berapa bulan kandungan mu?” tanya Alexa melihat perut Raisa yang sudah sangat besar.


“Bulan depan kata dokter lahiran, doain ya Al supaya anak ku nanti sehat dan cantik seperti anak mu,” jawabnya.


......................


“Baiklah, mulai besok Papa akan membawakan seorang guru ngaji untuk mengajarkan kamu dan Yue,” ucap Hart.


“Terima kasih Pah. Kalo bisa, apakah aku boleh mengajak anak itu juga?


Hart melihat anak laki laki yang di tunjukkan Aiden. Seorang anak yatim piatu yang ikut dengan gurunya untuk mengaji mendoakan Papa Alexa. Entah kenapa Aiden sangat menyukai anak tersebut setelah mendengar suara indahnya.


“Boleh dong, bahkan kalo kamu mau bisa ajak teman teman yang lain juga. Belajar bersama lebih seru daripada sendirian,” jawab Hart.


Pukul 19.30 acara tahlilan dimulai. Para warga datang memenuhi rumah Alexa, keluarga besar sangat senang karena banyak orang yang mau mendoakan. Sampai dengan pukul 21.00 acara pun selesai semuanya pulang kecuali anak laki laki yang datang bersama gurunya.


Hart menghampiri mereka berdua dan menjelaskan niatnya, lelaki muda dan tampan itu menerima niat Hart untuk mengajarkan anaknya mengaji. Aiden yang mendengar itu tersenyum, lalu melirik anak laki laki yang duduk disampingnya.


“Halo, nama aku Aiden. Siapa nama kamu?” sapa Aiden dengan senang.


“ Aku Habil,” jawabnya canggung.


“Aku Yue, salam kenal Habil,” sambung Yue.


“Hehe iya.”


Hart dan guru anak itu memandang, baru pertama kali gurunya itu melihat Habil yang tersenyum lagi. Semenjak ditinggalkan kedua orang tuanya, dia seperti sudah kehilangan semua. Selalu menyendiri dengan menghafalkan Al-Qur'an mendoakan kedua orang tuanya. Dan selalu menolak jika di ajak bermain dengan anak seumurannya.


“Sudah lama saya tidak melihat Habil tersenyum,” ujar sang guru.


“Maaf kalo boleh tahu, apakah Habil tinggal sama bapak atau tidak?” tanya Hart.


“Habil tidak tinggal dengan saya, dia tinggal di panti asuhan. Saya hanya mengajarkan anak anak disana mengaji perintah dari ibu panti. Pertama kali melihat Habil, saya tertarik padanya karena sangat cepat hafal dengan apa yang saya ajarkan padanya.”


“Oh, baiklah pak. Mulai besok sore bapak bisa mengajarkan anak anak saya,” ucap Hart. Perbincangan selesai, Alexa memanggil kedua anaknya untuk tidur.


Karena malam semakin larut, Aiden pun meminta pada Papanya agar Habil menginap.


“Permintaan dari anak saya jika bapak berkenan menginap lah di rumah saya malam ini,” ucap Hart pada guru Habil.


“Wah maaf pak, bukan saya menolak namun tidak ingin merepotkan Bapak. Kami akan pulang saja dan ini belum terlalu malam. Terima kasih atas tawaran nya,” jawabnya.


Sang guru berdiri mengajak muridnya pulang. “Kami pulang Pak, Bu.”


Maaf kemarin author tidak up karena sedikit sibuk, sekarang in sya allah akan double up. Dan makasih buat kalian yang masih setia menunggu kelanjutan ceritanya. Author masih pemula jika ada salah dalam tulisannya mohon berikan saran agar bisa di perbaiki.


Sekali lagi terimakasih dan jangan lupa beri dukungan agar author tetap terus semangat.