Yue And Aiden

Yue And Aiden
Bab 20 (YAA)



...HAPPY READING ALL...


“Ada apa Al?” tanya Hart kembali. Lelaki itu penasaran dengan istri dan anak laki-laki nya. Mengapa tidak, dia mendengar sendiri Alexa berteriak menyebut nama Aiden. Alexa pun menuntun Hart ke kamar lalu menjelaskan semuanya.


“Bagaimana bisa anak kecil seperti Aiden tahu soal itu?”


“Dia mendengar ucapan dari salah satu orang tua murid beberapa hari yang lalu,” ujar Alexa.


“Aku akan mengurusnya, jangan kamu pikirkan ucapan Aiden.”


“Bagaimana bisa aku tidak memikirkan ucapannya. Sedangkan apa yang di katakan memang benar, aku malu Hart jika Aiden dan Yue sudah besar nanti tahu.”


“Alexa! Dengarlah, tutup telinga mu. Jangan dengarkan perkataan orang lain, lagipula semuanya sudah berlalu. Dan nyata nya aku tidak lari saat itu, masih bertanggung jawab dan menikahi mu. Dan iya tidak ada yang tahu tentang kehamilan kamu waktu itu, jadi bagaimana mungkin orang lain tahu selain keluarga kita?”


“Baiklah Hart, terima kasih.”


“Oh iya aku sudah membaca surat dari mu dan si kembar. Jadi apa yang akan kamu berikan padaku dirumah nanti? Sekarang aku sudah ada dirumah,” ujar Hart yang langsung membuat Alexa salah tingkah.


“Hart aku harus kembali mengurus anak anak,” ujar Alexa.


•••


•••


“Gimana Alya didalam?”


“Aman Bos, dia masih pingsan setelah bermain dengan kami.”


Didalam ternyata Alya sudah terbangun, dia menangis karena sudah di lecehkan oleh dua anak buah Shilla. Kehormatan yang sudah dia jaga selama ini untuk calon suaminya, di renggut oleh orang lain. Alya sangat sedih dengan semua yang terjadi dia membenci Shilla sampai sampai mengucapkan sumpah.


“Gentaa tolong aku....,” ucap Alya sembari menangis.


Sedangkan disisi lain Genta masih sibuk mencari keberadaan Alya di bantu teman temannya. Dia begitu khawatir pada calon istrinya itu. Ardan yang kebetulan melihat Genta pun menghampirinya dan bertanya, setelah tahu Alya menghilang Ardan pun membantu mencari. Dia izin pada sang istri, lalu pergi bersama Genta.


“Alexa apa sudah tahu jika Alya hilang?” pikir Raisa istri Ardan.


“Lebih baik aku telpon saja takutnya belum tahu,” sambungnya. Raisa merogoh sakunya mengambil handphone. Setelah menunggu akhirnya di angkat. Alexa yang mendengar ucapan Raisa langsung teringat dengan Alya, dia lupa jika sahabatnya itu tengah hilang.


Kembali pada Alexa dia memanggil Hart sang suami. Memberitahu jika Alya hilang, dirinya berniat mencari keberadaan sang sahabat. “Yang mengurus ini semua siapa?” tanya Hart.


Alexa melihat sekeliling, banyak anak anak yang suaminya bawa. Jika dia pergi maka mertua dan Mamanya lah yang mengurus semua, Alexa tak tega karena mereka semua sudah sangat tua.


“Tapi Hart...,” ucapnya dengan mata sendu. Dia tak ingin terjadi sesuatu pada Alya.


“Tenang sayang, aku sudah menyuruh teman temanku untuk membantu Genta mencari Alya. Jangan khawatir dia pasti gak kenapa kenapa,” ujar Hart memeluk sang istri.


“Bunaaaa,” teriak Yue dari kejauhan.


Alexa dan Hart melihat ke arah anaknya. Terdapat Mitha di belakang Yue, berdiri sambil tersenyum ke arah mereka. Wajah Hart berubah, dia masih kesal dengan hadiah yang di berikan guru anaknya itu padanya.


“Aku ke kamar dulu,” ujar Hart.


Setelah kepergian Hart, Yue dan Mitha mendekat pada Alexa. “Malam malam begini tumben Bu Mitha main kerumah saya?”


“Tidak apa, Yue kamu kembali pada Aiden dan yang lain ya. Buna dan Bu guru akan berbicara berdua.” Yue pergi meninggalkan Bunanya berdua dengan Mitha. Sebelum melangkahkan kaki, anak kecil itu menatap Mitha dengan tajam.


“Ada yang mau di bicarakan Bu?” tanya Alexa membuka pembicaraan.


“Sebenarnya saya mau curhat Bu, saya suka sama seseorang. Tapi....”


“Tapi apa Bu?”


“Tapi dia sudah memiliki istri dan juga anak.”


“Astaga, Bu guru kan cantik punya body yang bagus kenapa harus suka sama suami orang? Masih banyak lelaki di luaran sana yang mau sama ibu.”


“Tidak bisa Bu saya sudah sangat jatuh cinta pada dia. Tampan dan pengusaha sukses, sayangnya dia memiliki istri yang sangat jelek.”


“Mau dia mempunyai istri jelek atau cantik. Tetap saja itu salah jika mencintai suami orang. Apakah lelaki yang Bu guru cintai itu mencintai ibu juga? Kalo hanya ibu saja yang cinta lebih baik relakan saja dia hidup sama keluarga nya.”


'Mana bisa merelakan begitu saja, suami lu itu udah buat gue jatuh cinta saat pandangan pertama.'


“Jadi saya harus merelakan nya ya Bu Al? Orang tua saya terus terusan memaksa agar saya secepatnya menikah namun belum nemu jodohnya. Kalo Bu Al gak keberatan bisa bantu saya cariin seorang pria?”


“Wah maaf ya Bu, bukannya tidak mau. Namun sekarang saya sudah jarang bertemu atau berkomunikasi lagi dengan teman teman saya. Mungkin Hart punya teman yang mau sama ibu, nanti saya tanyakan padanya.”


“Terima kasih ya Bu. Oh iya, kok disini banyak anak anak siapa mereka?”


“Mereka anak jalanan yang tinggal di rumah kosong itu, dekat apa ya? Saya kurang tau, mereka di bawa Hart kemari selagi suami saya merenovasi rumah mereka.”


“Bu Alexa sangat beruntung ya mendapatkan suami kayak pak Hart. Di tambah dengan adanya si kembar, Yue dan Aiden. Moga saya juga dapet yang seperti itu ya, doain.”


“Amin,” jawab Alexa. Setelah itu Mitha pamit pulang, dia merasa percuma datang kerumah Alexa. Niatnya yang ingin melihat Hart dan mendapatkan pujian karena hadiah yang telah dirinya berikan. Malah harus berpura-pura curhat untuk di carikan jodoh.


Mengetahui Mitha yang sudah pergi, Hart keluar dari kamar. Dia melihat istrinya sedang berdiri seorang diri lalu menarik Alexa kedalam kamar. Hal itu membuat orang yang ditarik terkejut dan memukul Hart.


“Hart! Kebiasaan banget suka bikin orang terkejut. Ada apa hah?!”


“Gak papa. Nanti setelah semua sudah selesai kamu harus berikan padaku apa yang kamu tulis dalam surat itu.”


“Aish masih ingat saja,” bisik Alexa.


Mereka berdua keluar, nampak dua anaknya sudah berdiri didepan kamar. Yue dan Aiden tersenyum menatap keduanya, dan setelah itu mereka pamit menuju kamar mengambil selimut.


Didalam, Aiden merasa pusing dengan adiknya yang terus menerus mengomel karena kedatangan Mitha kerumah.


“Oh tuhan kenapa aku harus memiliki kembaran yang bawel, cerewet seperti Yue,” ucap Aiden dengan sesekali melirik pada adiknya.


“Is Aiden, nyebelin kamu ih. Kamu kan sudah tahu penyebab aku tidak suka sama dia.”


“Iya iya Yue, tapi kamu gak harus ngomel ngomel juga. Berisik aku dengernya, gimana kalo Papa dan Buna dengar apa yang membuat kamu menggerutu tak jelas dengan menyebut nama Bu Mitha? Nanti kamu mau jawab apa?”


“Ya aku tinggal jawab aja kalo aku gak suka sama Bu guru, karena dia mau ambil Papa dari Buna,” ujarnya dengan enteng.


Krieetttt, suara pintu terbuka. Si kembar langsung melihat siapa yang membuka ternyata itu adalah Oma mereka.