Yue And Aiden

Yue And Aiden
Bab 18 (YAA)



Happy reading all


••


••


••


Visual YUE AND AIDEN



Saat semuanya sedang bersenang senang tiba tiba terdengar suara ketukan dari depan rumah. Alexa melirik suaminya lalu pergi untuk membukakan pintu. Saat melihat orang yang mengetuk, Alexa tak mengenalinya. Seorang anak kecil bersama wanita tua berkata ingin bertemu dengan Yue dan Aiden.


Segera lah Alexa menyuruh mereka berdua masuk kedalam karena angin malam yang dingin. Dia tak tega melihat ibu dari si anak yang terlihat pucat.


“Sebentar ya Bu saya panggilkan mereka,” ujar Alexa.


Tak berselang lama, Yue dan Aiden datang melihat siapa orang yang mau bertemu dengannya.


“Uby, kamu kemana tadi? Tidak masuk sekolah, aku dan Aiden cemas. Niatnya aku akan pergi kerumah mu esok hari,” ucap Yue.


“Maafkan aku Yue, sebenarnya hari ini kedatangan aku hanya untuk memberitahu kamu. Aku akan pergi ke luar negeri,” jawabnya dengan wajah tertunduk.


“Hah? Kenapa?” tanya Aiden.


“Ibu ku akan di rawat disana dan aku harus ikut menemani. Terima kasih sudah mau jadi teman aku,” jawabnya.


“Kapan kamu akan kembali Uby?”


“Tidak tahu, sepertinya aku juga akan pindah sekolah.” Aiden dan Yue memasang wajah sedih.


“Baiklah Yue, Aiden. Aku pamit, sekali lagi terima kasih sudah mau menjadi teman aku. 10 tahun lagi kita pasti akan bertemu kembali,” ucapnya memberikan senyum.


Saat akan pergi Aiden menghentikan mereka berdua. Anak kecil tersebut memberikan sebuah kotak pada ibu Uby. “Ini hadiah dari aku, tolong ibu terima.”


“Aku juga punya hadiah untuk kamu Uby, simpan baik baik. Seperti yang kamu bilang 10 tahun lagi kita akan bertemu kembali dan semoga hadiah pemberian dariku akan terus ada,” sambung Yue.


“Terima kasih Yue, Aiden.”


Setelah kepergian Uby dan ibunya, Alexa bertanya apa hadiah yang anaknya berikan. Si kembar pun berbisik memberitahu. Hart yang sedari tadi tak melihat istri serta anak anaknya pun pergi turun untuk mencari mereka bertiga. Terlihat lah jika mereka sedang berbisik-bisik membuat Hart penasaran.


“Sedang apa?” tanyanya yang membuat ketiga orang itu terkejut.


“Eh ada Papa, kita gak lagi ngapa ngapain kok.”


“Masa? Tapi kok kalian bisik bisik, ngomongin Papa ya?”


“Percaya diri banget,” ujar Alexa.


“Sudahlah lupakan mending kita ke atas lagi. Oh iya kalian berdua lebih baik pergi tidur besok sekolah, jangan sampai bangun kesiangan.”


“Siap Papa, good night.” Yue dan Aiden mencium pipi Papa dan Buna nya lalu pergi ke kamar.


•••


•••


Keesokan harinya, si kembar sudah siap dengan seragam sekolah. Mereka berdua terus saling pandang yang membuat kedua orang tua heran. Ternyata Yue dan Aiden tak sabar saat sampai di sekolah nanti, bagaimana reaksi Papa terhadap gurunya.


“Ayo Yue berangkat,” ujar Hart.


“Ayo,” jawabnya.


Di dalam mobil Hart melihat kedua anaknya yang terus menerus tertawa. Dia penasaran apa yang keduanya tertawaan, ingin bertanya namun sudah sampai di depan sekolah. Dia turun membuka pintu mobil, seperti biasa ada Mitha yang setia menunggu. Wanita itu dengan wajah bahagianya bertanya tentang hadiah yang dirinya berikan pada Hart. Yue dan Aiden melihat ke arah Papanya, lalu Hart menjawab pertanyaan Mitha dengan dingin dan wajah datar.


“Yue, Aiden kalian masuk kedalam, Papa pamit ke kantor ya. Kalian belajar yang rajin,” ujarnya lalu pergi.


“Ada apa dengan Hart? Kenapa dia begitu datar bicara dengan ku?” tanya Mitha pada dirinya sendiri.


Karena penasaran dia pun mengejar si kembar untuk bertanya apakah Papanya menyukai hadiah pemberiannya.


“Yue kesini,” ujar Bu Mitha.


“Apa Papa kamu menyukai hadiah dari Bu guru?”


“Papa sangat suka banget Bu, bahkan hadiahnya Papa simpan di tempat spesial,” jawab Yue berbohong.


“Tempat sampah maksudnya, hehe,” gumam Aiden.


“Oh baiklah, terima kasih kalo gitu. Ya sudah kamu duduk sebentar lagi bel masuk berbunyi.”


“Baik.”


Yue kembali ke kursinya, dia tertawa kecil bersama Aiden. Betapa senangnya mereka dapat mengerjai guru genitnya itu.


Tak lama bel pun berbunyi, semua murid duduk tenang saat guru datang.


Hari ini adalah hari yang membuat si kembar bahagia, sampai sampai semua soal yang gurunya berikan untuk di kerjakan mereka selesaikan satu halaman.


“Aku sudah Bu,” ucap Yue mengangkat tangan nya.


“Aku juga,” sahut Aiden melirik pada adiknya.


“Maju dan simpan disini, ibu akan periksa jawaban kalian berdua.”


Di kantor, Hart membuka kado dari kedua anaknya dan sang istri. Dia mengambil secarik kertas yang tertempel, lalu membacanya.


(Aiden)


“Selamat ulang tahun Papa sang pahlawanku. Aiden ingin Papa terus bersama dengan Buna. Sehat selalu, Aiden berjanji akan menjadi anak yang berbakti pada Papa dan Buna.”


(Yue)


“Papa yang terbaik, aku dan Aiden sangat beruntung menjadi anak Papa. Makasih sudah jaga aku dan kakak, Yue sayang Papa.”


(Alexa)


“Selamat ulang tahun lelaki ku. Selama ini maaf ya selalu bikin kamu gak nyaman dengan sikap ku. Aku sadar, kamu adalah lelaki yang terbaik, Papa yang hebat untuk si kembar. I LOVE YOU Hart, maaf aku baru bisa mengucapkan tiga kata itu hari ini setelah sekian lama. Aku tunggu kepulangan kamu, hadiah selanjutnya akan menantimu di rumah.”


Hart menghela napas dan tersenyum setelah membaca surat dari keluarganya. Akhir kata dari surat milik Alexa membuat Hart penasaran, dia pun dengan semangat langsung mengerjakan semua pekerjaannya agar cepat selesai dan pulang menemui sang istri.


Tempat lain...., Alya dan Genta kembali di sibukkan dengan persiapan pernikahan mereka yang tinggal beberapa hari lagi. “Aku ke toilet sebentar ya, kamu tunggu disini,” ujar Genta.


“Iya, kamu jangan lama lama.”


Genta pergi meninggalkan Alya sendirian. Saat sedang menunggu calon suaminya keluar dari toilet tiba tiba seorang lelaki datang menghampiri. Lelaki tersebut bertanya alamat kepada Alya, tanpa dia sadari ternyata ada satu orang lagi yang siap untuk membekapnya dari belakang. Dari kejauhan seorang wanita tersenyum melihat itu semua.


“Bawa dia ke tempat biasa,” ujarnya.


“Baik boss.”


Sebuah bangunan kosong tempat dimana Alya di simpan. Dua lelaki itu terus menggodanya bahkan mereka ingin melecehkan Alya.


“Lepaskan bekapan dia,” titah seorang wanita.


“Lu? Apa maksud nya ini?” tanya Alya. Dia terkejut setelah tahu dalang di balik penculikan nya.


“Iya, kaget? Gue gak akan biarkan lu nikah sama Genta, tidak ada yang bisa memilikinya selain gue!!”


“Genta gak akan mau jadi milik lu lagi. Dia udah kecewa dengan sikap dan sifat lu,” sahut Alya yang berusaha melepaskan ikatan.


“Kalo gue gak bisa dapetin Genta lagi, maka lu juga gak akan bisa miliki dia. Gak akan gue biarin pernikahan kalian terjadi gue pastikan semuanya gagal.”


“Ck! Wanita bodoh, udah di beri lelaki baik seperti Genta malah di sia siain. Sekarang setelah tahu dia akan menikah lagi lu gak terima.”


Plakkk, sebuah tamparan mendarat di pipi lembut Alya. Wanita itu tak terima di bilang bodoh, lalu dia menyuruh kedua lelaki yang ada disana untuk mengurus Alya. “Makanan untuk kalian berdua, terserah lakukan apa saja padanya. Beri dia pelajaran karena sudah mengatakan bodoh padaku! Selamat bersenang-senang.”


(Dalam sebuah hubungan harus saling percaya satu sama lain. Tidak ada kata rahasia di dalamnya. Namun, semua itu tidak gampang untuk di lakukan. Masih banyak pasangan yang menyimpan rahasianya seorang diri)


_AuthorBryy


(Saat semua orang ingin memiliki pasangan yang sempurna, aku hanya ingin mempunyai pasangan yang sifat dan sikapnya sama seperti awal sampai akhir)


_Alexa