
...HAPPY READING ALL...
Genta yang baru saja keluar dari toilet tak mendapati keberadaan calon istrinya.
“Kemana Alya pergi?”
Saat akan melangkahkan kakinya, tiba tiba dia menginjak gelang yang di pakai Alya pemberian darinya.
Genta merogoh kantong celananya mengambil handphone, lalu menghubungi nomor Alexa. Setelah di angkat dia menceritakan semuanya hal itu membuat sang sahabat ikut khawatir atas hilang nya Alya.
“Genta, kok sendirian dimana Alya?” tegur Shilla. Wanita itu seolah-olah tak tahu keberadaan Alya yang sebenarnya. Padahal dia lah pelaku penculikan calon istri dari mantan suaminya.
“Alya hilang Shil, handphonenya gak bisa di hubungi gue khawatir sama dia,” jawab Genta cemas.
“Mungkin lagi pergi sebentar coba deh telpon lagi.” Genta menurut dia pun menelpon nomor Alya kembali namun hasilnya sama
'Telpon lah terus Genta calon istrimu itu, dia tidak akan menjawab panggilan darimu. Karena Alya sedang bersenang-senang dengan dua anak buahku,' ucap Shilla dalam hatinya.
Di tempat lain, Hart sudah selesai bekerja. Sebelum pulang kerumah lelaki idaman para kaum hawa itu terlebih dahulu mampir melihat rumah yang anak anaknya ceritakan. Sesampainya disana benar saja banyak anak anak yang sedang berkumpul bersama. Baju yang kumuh serta wajah mereka yang dekil.
Anak anak yang melihat kedatangan Hart memasang wajah dingin, mereka menyangka jika Hart adalah orang yang akan menggusur tempat tinggalnya.
“Siang anak anak,” sapa Hart dengan baik.
“Kami tidak akan pergi dari sini, ini tempat kami berteduh dari panasnya matahari, dari dinginnya angin malam dan air hujan,” ujar seorang perempuan yang usianya lebih dewasa daripada yang lain.
“Mohon tenang, kedatangan saya bukan untuk mengusir kalian semua. Melainkan untuk membeli dan merenovasi rumah ini agar kalian bisa tinggal dengan layak. Lihatlah surat ini, sekarang rumah ini sudah menjadi milik saya, kalian jangan khawatir.” Hart menjelaskan tujuan dirinya itu pada anak anak yang ada disana.
#Flassback
Sehari sebelumnya Hart sudah mencari tahu tentang rumah yang di ceritakan kedua anaknya. Setelah tahu pemilik aslinya, dia pun pergi untuk membeli rumah tersebut. Awalnya sang pemilik menolak namun tawaran uang yang Hart berikan begitu menggiurkan membuat dia setuju.
Bagi Hart uang bukanlah segalanya, dia tak masalah jika harus mengeluarkan uang yang begitu banyak demi anak anaknya. Setelah menandatangani surat, Hart pergi.
Off.
...----------------...
“Bapak bukan orang jahat kan?” tanya anak anak lain.
Hart menggelengkan kepalanya dan tersenyum, setelah mendengar penjelasan dari nya anak anak itu pun meminta maaf.
“Cuaca sangat mendung, apa kalian tidak kebocoran jika hujan nanti?”
“Apa boleh buat, kita tidak memiliki tempat lagi selain rumah ini.”
“Kalo gitu kalian ikut Om saja kerumah untuk sementara waktu, dan besok Om akan memanggil orang merenovasi rumah ini.”
Anak anak itu saling tatap, mereka masih merasa takut pada Hart. Namun, dengan bujukan bujukan baik semuanya mau ikut kerumah. Karena begitu banyaknya anak anak Hart menelpon supir untuk menjemput sisanya. Sesampainya di rumah, anak anak itu kagum dengan rumah yang sangat besar, mewah bak istana.
“Beri salam sama Tante Alexa,” titah Hart.
“Assalamualaikum Tante Alexa,” ujar semua.
“Waalaikumsalam, Hart?” jawabnya lalu menatap Hart. Alexa kaget karena suaminya itu membawa anak anak yang begitu banyak.
Tak lama setelah itu Yue dan Aiden pulang. Keduanya sama seperti Alexa, terkejut.
“Halo,” sapa Aiden memberikan senyum.
“Nanti Hart jelaskan, sekarang kamu suruh mereka membersihkan diri nya masing-masing. Setelah itu ajak makan bersama.” Alexa mengangguk, dia dan Mama mertuanya mengurus mereka semua.
“Aiden kalo Buna sama Oma sama mereka, terus kita gimana?” tanya Yue.
“Kita sama Oma satu lagi Yue, ayo cepat sekalian kita ambil baju untuk mereka pakai,” jawab Aiden. Anak lelaki tampan itu berlari menuju kamarnya, memilih baju yang sekiranya sudah tak dia pakai lagi.
Setelah di kumpulkan ternyata sangat banyak sekali baju yang sudah tak dia gunakan.
“Biar Oma yang bereskan, kamu bantu Yue di kamarnya,” ujar Mama Alexa.
“Baik Oma, terima kasih.”
Didalam kamar Yue, gadis itu terlihat bingung memilih pakaian yang akan dirinya berikan. Aiden yang melihat itu menghela napasnya, “Yue pilihlah baju yang sedikit bagus. Kita sudah pernah memakai nya, jadi jangan ragu untuk di berikan pada orang lain. Lagipula kita berdua dapat memintanya lagi pada Papa dan Buna, sedangkan mereka?”
“Iya iya Aiden,” jawabnya.
“Oh iya Yue, sore nanti ajak mereka semua ikut belajar mengaji juga. Dan sepertinya rumah kita akan selalu ramai dengan adanya mereka.”
“Aiden kamu bicara mulu, aku bilangin Oma nih. Katanya mau bantu,” ujar Yue sedikit kesal.
“Hehe iya iya. Kalo marah kata Buna nanti cepet tua loh Yue.”
“Aku gak marah kok Aiden,” jawabnya dengan tersenyum.
Beberapa jam kemudian pukul 17:00. Pak guru dan Habil sudah datang dan menunggu si kembar diruang tamu. Mereka berdua sedikit terkejut setelah melihat banyak anak anak dirumah Hart.
Turunlah Aiden dan Yue menemui guru ngajinya. Lalu Hart menyuruh anak anak itu untuk ikut bersama si kembar ke tempat mereka belajar.
“Berdoa terlebih dahulu sebelum ngajinya kita mulai. Setelah itu bapak akan mengajarkan kalian semua cara menghafal.”
Tidak ada jawaban yang terdengar, hanya suara Yue, Aiden dan Habil saja. Anak anak itu terlihat kaku. Pengajian berjalan lancar, Hart, Alexa dan orang tuanya memperhatikan dari jauh. Mereka begitu kasian melihat anak anak kecil yang hidup terlantar, mencari makan sendiri dan tak ada yang namanya sebuah kasih sayang dari orang tua. Ide dari si kembar membuat keluarga kagum akan kepedulian mereka terhadap orang lain.
Disaat sedang mengobrol, Aiden menghampiri seorang diri. Dia menuntun Buna nya pergi untuk berbicara berdua. Setelah menemukan tempat, anak itu bertanya yang membuat Alexa terdiam dengan pertanyaan Aiden.
“Orang tua teman temanku di sekolah kemarin berkata seperti itu, memang nya benar, Buna?”
“Tidak sayang, mau gimana pun dan apapun status mu. Aiden tetap anak Buna, jadi jangan di pikirkan lagi ya perkataan dari mereka.”
“Jadi benar Aiden dan Yue anak yang lahir di luar nikah?”
“AIDEN STOP!!”
“Maaf Buna Aiden gak akan tanya itu lagi,” ujarnya menangis memeluk Alexa.
“Ada apa?” tanya Hart yang datang karena mendengar suara Alexa berteriak.
“Kenapa kalian menangis? Apa yang terjadi?” tanyanya lagi.
“Tidak ada Hart, tidak ada yang terjadi. Aiden kamu kembali pada teman temanmu ya, Buna akan bicara sama Papa.”
Aiden mengangguk lalu pergi meninggalkan Buna dan Papanya.
🍂Sebenarnya bukan dia yang terlalu egois, kamu saja yang menaruh harapan terlalu tinggi, tapi ketika tidak sesuai ekspektasi seakan-akan kamu yang paling tersakiti🍂
_Reno