Yue And Aiden

Yue And Aiden
Bab 25 (YAA)



“Lu yakin suka sama dia Van?” pertanyaan itu membuat Avan mengerutkan keningnya heran.


“Kenapa bang Genta nanya gitu? Gue yakinlah suka dan cinta sama dia. Emangnya kenapa?”


Genta menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu mengalihkan topik. Dan disaat itu pula Alexa datang dengan membawa dua minuman. Tak lama, Alya bersama si kembar hadir, mereka berdua langsung memeluk sang Buna dan bertanya keadaan Papanya.


“Papa baik kok sayang, ini kalian belum ganti pakaian? Apa tidak pulang dahulu sebelum kesini?”


“Nggak Buna, Yue dan Aiden ingin cepat cepat melihat Papa.”


“Iya Al. Mereka berdua nggak mau pulang dulu,” sahut Alya.


“Nggak papa Alya, makasih ya udah jagain si kembar.”


“Sama sama, gimana keadaan Hart?” Alya melihat kedalam. Disana terlihat suami sahabatnya itu sedang terbaring.


Disisi lain, Mitha yang tahu Hart dirumah sakit pun berniat untuk menjenguknya, dia tak peduli jika disana ada istri sahnya Hart. Makin kesini guru itu malah semakin berani untuk mendekati papa dari muridnya tersebut.


Dua orang lelaki tak dikenal sedang mondar-mandir di sekitaran rumah sakit. Satpam yang ada disana pun menaruh curiga pada kedua lelaki itu, dia pun menghampirinya dan bertanya namun dirinya malah terkena pukul lalu lelaki tersebut melarikan diri meninggalkan si satpam yang kesakitan di perut.


Kedatangan Mitha ke rumah sakit membuat Alexa heran apalagi saat guru anaknya itu menghampirinya tanpa menyapa sedikitpun. Yue, Alya dan Aiden yang melihat itu menatap tak suka, Avan terlihat terkejut akan hadirnya sang pujaan hati. Saat Mitha akan membuka ruangan Hart, tiba tiba tangan Alexa menghentikannya lalu bertanya.


“Ada apa ya Bu? Ini ruangan suami saya, apa saudara ibu di rawat disini juga?”


Bukannya menjawab pertanyaan Alexa, Mitha malah menghempaskan tangan Al, menjauhkannya dari tangannya. “Saya mau melihat pak Hart.”


“Maaf Bu, tapi suami saya harus istirahat. Saya menghargai kedatangan dan kepedulian ibu terhadap kondisi suami saya. Jika ingin menjenguk tidak hari ini,” ujar Alexa sopan.


“Keganjenan banget sih ke suami orang, padahal cowoknya udah punya istri sama anak tapi masih aja di kejar,” sindir Alya.


“Alya,” tegur Genta pada calon istrinya itu.


“Ck! Emang iya kok Gen, jangan biarin dia masuk atau ketemu sama Hart Al. Emangnya mau suami lu di ambil sama cewek murahan ini?”


“Maksudnya?” tanya Alexa dengan polosnya.


“Astaga Alexa. Guru ini suka sama Hart, lu sadar dong. Anak lu aja tahu,” jawabnya sembari melirik pada Yue dan Aiden.


Avan terdiam mendengar apa yang diucapkan Alya pada kakak iparnya itu. Dia percaya tak percaya jika Mitha perempuan yang di sukainya mencintai abangnya sendiri yang sudah mempunyai istri serta anak. Yue mendekat pada Bunanya dan menceritakan ketidaksukaan dirinya terhadap Mitha. Sedikit tak percaya namun Alexa hanya mengangguk apa yang di ceritakan Yue.


“Memangnya kenapa kalo saya cinta dan suka sama pak Hart? Salah kah?”


“Heh! Gila lu ya? Hart itu suami orang, udah punya istri. Alexa sahabat gue, berani beraninya lu cinta sama suaminya. Jangan berharap lebih deh cinta lu ke Hart itu cuman cinta bertepuk sebelah tangan. Apalagi dengan adanya si kembar membuat Hart nggak akan pernah ninggalin Alexa. So, lu mending nyerah aja masih banyak cowok di luaran sana yang lebih mapan dan tampan di banding Hart.”


“Stop! Tolong jangan membuat kegaduhan disini. Avan bawa si kembar pergi, mbak mau lihat keadaan Hart didalam.”


“Baik mbak, ayo Yue, Aiden kita ke kantin dulu.” Avan pun mengajak si kembar pergi agar tidak melihat lagi keributan antara Mitha dan Alya.


“Mau kemana lu? Ikut gue,” ujar Alya menggandeng tangan Mitha pergi di buntuti Genta.


Didalam ruangan, Alexa menggenggam dan mencium tangan suaminya. Tak lama tangan Hart bergerak lalu membuka pelan matanya. Nampak didepan dia ada istrinya yang menjaga.


Tempat lain. Genta kewalahan memisahkan calon istrinya dengan Bu guru Mitha. Pertengkaran keduanya di tonton orang orang namun dua wanita tersebut tidak memperdulikannya. “Alya sudah! Malu di liatin banyak orang, mending kita masuk lagi.”


“Tapi....,” Genta langsung menarik tangan Alya pergi meninggalkan Mitha yang masih berdiri. Alya pun menghela napas dengan kasar sambil terus menatap tajam Mitha. Setelah kepergian pasangan kekasih itu, Mitha berdengus kesal.


“Awas aja saya bakal balas perlakuan kamu terhadap saya tadi,” gumam Mitha.


Dirumah Hart anak anak sedang membantu Oma Yue. Mereka semua bersyukur telah dipertemukan dengan keluarga itu yang sangat baik dan mau membantu membangun kembali rumah panti. Sore itu Yue dan Aiden tidak pulang kerumah, ngaji bersama pun dilaksanakan tanpa adanya si kembar namun anak anak disana tetap bersemangat belajar.


Sampai malam tiba, kedua orang tua Hart dan mama Alexa khawatir karena anak dan cucunya belum pulang kerumah. Sudah beberapa kali ditelpon namun tidak bisa, handphone Hart dan Alexa lowbat mereka berdua lupa untuk mencharge.


Kembali kerumah sakit. Avan izin pada Alexa untuk membawa pulang si kembar.


“Om Avan, Yue masih mau nemenin Papa. Nanti aja pulangnya barengan.”


”Yue kita harus sekolah besok, Papa kan ada Buna yang jagain Tante Alya sama om Genta juga ada disini.”


“Benar kata Aiden sayang, kamu harus pulang Papa dan Buna nggak mau kalo kalian berdua bolos sekolah,” ujar Hart mengelus kepala putrinya.


“Ya udah deh, Papa cepat sembuh ya.” Yue dan Aiden pun pamit pulang bersama Avan.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka bertiga sampai dirumah. Suasana rumah sudah sepi, Avan pun langsung mengajak si kembar masuk ke kamar. Setelah menemani mereka tidur, Avan turun kebawah dan tak sengaja bertemu dengan Mamanya yang sedang mengambil air.


Sang Mama yang tidak tahu akan keadaan Hart pun bertanya pada putra keduanya. Dia khawatir karena ponsel Hart ataupun Alexa tak dapat di hubungi. Avan menceritakan semuanya sontak saja ibunya itu cemas akan kondisi Hart dirumah sakit. Raut wajahnya langsung panik dan meminta Avan untuk mengantarkannya.


“Ini sudah malam Mah, bang Hart juga nggak papa kok. Disana ada mbak Alexa, Avan janji besok kita kesana. Sekarang Mamah tidur aja.”


“Tapi benarkan Abang kamu baik baik aja? Ya sudah kamu istirahat pasti capek.”


“Iya Mah, Avan duluan ya,” jawabnya sembari mencium kening sang Mama.


Dikamar, Mama Hart bercerita pada suaminya jika anaknya yang pertama sedang dirawat dirumah sakit. Sang suami pun bertanya mengapa anaknya bisa ada disana, namun sang istri tidak menjelaskannya karena dia juga tidak tahu kejadian yang sebenarnya hanya tahu dari Avan saja.