
"Omong-omong, aku memiliki tawaran bagus untukmu juga Sal. Mau mendengarnya?"
Jillian langsung merasa waspada. Meski sudah tahu kebenaran bahwa Shane tidak memiliki kesalahan fatal terhadap kehancuran hidup Daisy, entah mengapa batinnya selalu berseru agar selalu berhati-hati pada pria tersebut.
Apakah karena reputasi pria itu yang memang sudah buruk sejak awal atau ada hal lain yang membuat Jilly merasa tidak aman saat bersama Shane?
"Berapa banyak uang yang kau keluarkan, aku akan mengembalikan uangmu."
Daisy membiarkan dia menganggap jika Sal ada bayinya dengan Shane. Mengira bahwa Shane adalah ayah kandung Sal membuat Jilly tidak berkutik dan tidak ikut campur saat Shane tiba-tiba muncul dan mengatakan bahwa Shane akan membeli Sal.
Jillian mengenal Daisy, gadis itu dari awal tidak menginginkan Sal lahir ke dunia ini. Memangnya apa yang bisa dilakukan gadis berusia 17 tahun saat mendapati dirinya sudah menjadi seorang ibu. Daisy histeris dan berulang kali mencoba menggugurkan bayinya hingga Jillian terpaksa melayangkan ancaman bahwa dia tidak akan mengurus hidup Daisy lagi dan tidak akan pernah bertemu dengannya. Daisy juga mengatakan akan membuat Shane membayar semua perbuatannya terhadap Daisy. Entah bujukan yang mana yang membuat Daisy akhirnya memilih mengalah.
Lantas, mengapa sekarang Daisy mengusirnya?
Ya, dia tidak membutuhkanku lagi. Pikir Jillian dengan muram.
Sekarang, setelah mengetahui kebenaran bahwa Sal tidak ada hubungannya dengan Shane, Jillian tidak rela jika bayi yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri berada di tangan pria brengsek yang suka bermain perempuan.
Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang terlewatkan olehku. Media mulai jarang menyorot kehidupan pribadinya atau aku yang terlalu fokus mengurus Daisy dan Sal selama dua tahun terakhir ini.
Jillian memutuskan akan memeriksanya nanti.
Ya, dia hanya mengerjakan tugasnya di kantor secepat yang bisa ia lakukan agar ia bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Sal.
Memang benar bahwa Daisy lah yang melahirkan Sal, tapi Sal tumbuh dan berkembang di bawah asuhan Jillian. Ia terlalu mencintai bayi tampan itu. Jillian tidak akan pernah melupakan detik-detik bayi itu lahir ke dunia. Hatinya langsung tersentuh begitu mendengar tangisan pertama Sal. Sal bayinya, tidak boleh ada yang merebut putranya darinya.
Tujuan awalnya yang ingin meminta izin kepada Shane agar memperkenankannya bertemu Sal jika ia merindukan bayi itu berubah haluan setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Jilly ingin Sal kembali kepadanya.
"Sal sekarang milikku. Aku tidak berniat menjualnya."
"Kau tidak akan bisa mengasuhnya!"
"Kulihat Maria sangat cekatan mengurusnya."
"Kau kira hanya karena Maria ahli menjaganya itu sudah cukup?"
"Memangnya apa lagi? Maria tahu kapan Sal lapar dan haus, kapan Sal harus mengganti popoknya dan kapan jadwal Sal harus tidur. Sal aman bersamaku, itulah yang dikatakan ibunya."
"Ini bukan hanya tentang makan dan minum. Sal butuh sosok seorang ibu yang bisa menjaga, melindungi, juga merawatnya dengan sepenuh hati."
"Kau meragukan dedikasi Maria?"
"Aku tidak meragukannya!!" Jillian menggeram dengan suara tertahan. Tidak enak hati jika Maria mendengar perbincangan mereka yang membawa-bawa nama wanita itu.
"Jadi?"
"Kau sedang memberi perintah kepadaku atau kau sedang berbisnis di sini, membuka biro jodoh?"
"Sal membutuhkan ibu!"
"Aku tidak menyangkalnya," suara Shane tenang mendayu-dayu. "Untuk itu dengarkan tawaranku dulu."
Jillian kembali merasa waspada. "Jangan katakan bahwa kau ingin aku menjadi istrimu!"
Tawa Shane lepas seketika mendengar pertanyaan gamblang dari Jillian. "Astaga, Jilly, apakah kau mengira aku kehilangan akal sehat setelah serangan manis yang kau layangkan tadi sore?"
Wajah Jillian sontak merona mengingat kenakalan yang ia lakukan saat mereka berada di dalam mobil. Entah setan apa yang merasukinya hingga ia dengan begitu bodohnya melakukan tindakan murahan itu. Sekarang, ia menyesalinya.
"Ampun, aku tidak bisa menghentikan tawaku. Kau terlihat sangat lucu." Shane dengan gaya menyebalkan sampai menutup mulut guna menahan tawanya. "Darimana pemikiran menggelikan itu datang? Aku menikahimu? Ya, ampun, yang benar saja. Menikah belum ada dalam daftar hidupku hingga saat ini, kelak jika aku berubah pikiran, akan kukatakan padamu."
Jillian berdehem, hampir-hampir ia mengangkat tangan untuk memukul kepalanya sendiri. Mengapa mulutku harus melontarkan pertanyaan menggelikan itu?! Rutuknya dalam hati.
"Tawaranku, jadilah pengasuh Sal."
Mulut Jillian terbuka tertutup. Bagaimana bisa ia tidak memikirkan kemungkinan itu. Malu, itu lah yang ia rasakan saat ini.
Wajar saja Shane sampai terbahak seperti itu karena mengira Jillian terlalu memandang tinggi dirinya sendiri sehingga mengira jika Shane akan menawarkan pernikahan kepadanya.
"Wajahmu biasa saja, tidak usah menatapku dengan tatapan meledek seperti itu."
"Oh Tuhan, tuduhan apa lagi ini, Jilly?"
"Aku ibunya Sal!"
"Ya, bisa dikatakan begitu."
"Kembalikan bayiku."
"Sal juga bayiku sekarang. Kau bisa memenuhi semua kebutuhan Sal, melengkapi apa yang dibutuhkannya jika kau menerima tawaranku. Kurang baik apa aku, Jilly. Kau bisa tetap bersama bayimu dan masalah gaji, kita bisa membicarakannya. Pengasuh dan sekretaris, kau bisa mendapatkan gaji double."
Apa sebenarnya yang kulakukan ini? Tidakkah aku terlalu royal padanya? Logika Shane berseru menentang apa yang sedang ia lakukan.
Tidak cukupkah dengan melihatnya di perusahaan bulan depan, mengapa aku menginginkan dia juga berada di rumah? Ck! Aku memang terlihat seperti pria yang sedang sekarat mencari seorang istri!
"Kau kira aku robot?! Sore hingga malam menjadi pengasuh Sal. Sungguh aku tidak keberatan dengan itu. Tapi sulit bagiku untuk menjadi pengasuh bayi raksasa sepertimu saat pagi hingga sore."
"Ba-bayi raksasa? Itukah sebutanmu padaku? Ba-bayi raksasa?!"