
Kembali lagi ke Arena Pertarungan Klan Mei.
“Jadi … apakah kalian masih mau bertarung melawanku? Bahkan seluruh tetua seperti kalian masihlah sangat lemah jika dibandingkan dengan tamu tidak terhormat sepertiku, bukankah itu sangat memalukan?”
Chen Kai mengolok semua tetua yang berhasil dikalahkannya sendirian. Setelah melalui pertarungan yang cukup sengit, akhirnya dia berhasil mengalahkan para tetua itu dan membuat mereka semua cacat di beberapa bagian.
“Kamu sangat kejam anak muda! Kamu bahkan sama sekali tidak ragu ketika mematahkan beberapa tulang kami. Kamu benar-benar bukan tamu yang baik! Lebih baik kamu pergi dari Klan Mei ini sebelum semua orang marah padamu!”
Tetua Mei Yong berbicara seakan-akan dia mewakili Klan Mei, padahal dia hanyalah salah satu tetua utama yang tidak memiliki keputusan strategis dalam Klan Mei ini, tapi dia sangat sombong seakan-akan perkataannya mewakili Klan Mei.
“Sepertinya Kakek Mei Yong lah yang harus menutup mulutnya! Aku sudah melihatnya sejak awal, termasuk Kakek lah yang menyuruh para tetua luar dan para murid ini untuk memberikan provokasi pada Chen Kai!”
Mei Luan datang bersama dengan Tetua Agung, dia menatap Tetua Mei Yong dengan benci, dia tidak menyangka ada orang di dalam klannya yang memiliki sifat seperti ini.
“Maafkan atas apa yang sudah dilakukan oleh salah satu Tetua kami, Chen Kai! Kami akan menghukum para tetua dan murid yang telah bersekongkol untuk membuatmu tidak nyaman,” ucap Mei Luan sambil memberikan salam beladiri, meminta maaf.
“Tidak masalah, Mei Luan! Aku melakukan ini semua juga karena merasakan kehadiranmu dan Para Tetua Agung di belakang sana. Jadi, aku sudah memiliki saksi dan tidak akan disalahkan lagi,” jawab Chen Kai sambil tersenyum.
“Sebagai permintaan maaf kami, bagaimana kalau semua kedai minum yang hendak kalian beli nanti, kami yang akan membayarnya? Anggap saja ini bayaran atas 3 Cincin Penyimpanan yang kamu berikan kemarin,” ucap Mei Luan.
“Tidak! Aku memberikan 3 Cincin Penyimpanan itu tulus tidak menuntut apapun! Lebih baik kamu menggunakan uang klan itu untuk pelatihan semua murid disini, mereka masih terlalu lemah untuk ukuran orang-orang di benua tengah,” tolak Chen Kai.
“Jadi biarkan kami setidaknya membelikan beberapa bangunan kedai minum yang ada di kota. Agar kami tidak di cap sebagai orang yang tak tahu terima kasih. Jadi … tolong jangan menolaknya,” mohon Tetua Agung itu.
“Baiklah kalau kalian memaksa. Aku tidak akan menolaknya lagi. Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke kota. Kami perlu membeli beberapa bangunan dengan cepat, karena banyak hal yang perlu kami persiapkan,” ajak Wang Chen dengan sopan.
“Tidak masalah, mari kita berangkat ke kota sekarang!” Tetua Agung itu menjawab dengan senyuman.
“Tapi sebelum itu, Para Tetua Agung yang lain! Tolong berikan hukuman pada para tetua luar dan murid ini, termasuk para Tetua Mei Yong! Aku percayakan semuanya pada kalian!” tegas Tetua Agung.
“Baik, Tetua Agung Mei Long! Kami akan melakukannya! Silakan Anda menjamu tamu terhormat kita dengan baik!” Para Tetua Agung lainnya sangat menghormati Tetua Agung Mei Long. Tidak ada yang berani menolak perintahnya.
Karena pada dasarnya, Tetua Agung Mei Long adalah orang kedua paling berpengaruh di Klan Mei setelah Patriark Klan. Dia juga merupakan adik kandung dari Patriark Klan Mei Sendiri. Jadi, tidak heran dia mendapatkan semua penghormatan itu.
“Baiklah semuanya sudah diurus, mari kita berangkat semuanya, kita akan–”
*BOOOM!
Ketika mereka hendak pergi dari sana, langit di atas mereka seperti terbelah dan dari dalamnya keluar beberapa orang dengan pakaian berwarna merah kehitaman.
“Itu Kultus Iblis! Cepat berlindung!” teriak Tetua Agung Mei Long.