World Ruler System

World Ruler System
BAB 038 - Diremehkan Semua Anggota Klan!



“Sialan! Cepat cari orang-orang itu! Dia berani menyerang Tuan Putri Klan Mei tepat di dalam kediamannya sendiri! Sepertinya mereka memiliki tekad yang bagus!” perintah Chen Kai.


“Baik, Tuan Muda!” 4 Tetua Chen langsung mengejar orang yang sudah melemparkan jarum tadi. Mereka menggunakan indera penciumannya yang tajam untuk mendeteksi musuh. Sayangnya mereka gagal.


“Bau mereka menghilang disini, aku tidak bisa mendeteksi bau mereka lagi!” Tetua Chen Yi yang paling peka diantara 4 Tetua itu gagal, baru kali ini dia gagal menemukan orang atas perintah Tuan Mudanya itu. Dia merasa sangat bersalah.


“Sudahlah, ini memang bukan Benua Selatan! Ini adalah Benua Tengah. Tempat Para Kultivator kuat berada. Mari kita kembali dan melaporkannya pada Tuan Muda,” ucap Tetua Chen Wei menenangkan saudaranya itu.


Tetua Chen Yi tidak memiliki pilihan lain. Alhasil, mereka semua kembali ke tempat sebelumnya dan melaporkan kegagalan pada Chen Kai.


“Hmm … sepertinya ada orang yang berniat jahat padamu, Mei Luan! Kamu harus berhati-hati, aku memiliki firasat bahwa orang yang menyerangmu tadi berasal dari klan ini sendiri, ada musuh dalam selimut,” bisik Chen Kai.


“Lagi-lagi aku menemui kejadian ini, sepertinya aku sama sekali tidak diinginkan oleh semua orang untuk menjadi pengganti ayahku. Akhirnya aku harus disingkirkan,” ucap Mei Luan seperti hal ini sudah sering terjadi.


Mei Luan sendiri sedari tadi langsung mengobati bahu Chen Kai yang terluka karena melindunginya. Luka itu bisa sembuh dengan cepat, selain karena Mei Luan dengan keterampilan Alkemisnya, juga dibantu oleh Sistem.


“Sepertinya, kamu tidak bahagia ya disini? Semoga aku segera memiliki nama dan bisa berpijak di benua tengah ini dengan baik. Setelah itu, aku akan membawamu bersamaku, Mei Luan!” janji Chen Kai menyentuh wajah Mei Luan yang sangat syahdu.


“Aku akan menunggu hari itu tiba. Sekarang mari aku antarkan menuju ke Paviliun Tamu yang sudah kami siapkan. Kalian bisa menggunakannya selama kalian masih mencari tempat tinggal di Benua Tengah ini,” ucap Mei Luan tersenyum.


“Baiklah, tolong tunjukkan jalannya!” Chen Kai dan rombongan langsung beristirahat setelah sampai di Paviliun Tamu. Karena sudah banyak hal terjadi hari ini dan mereka besok berniat langsung mencari kedai minuman untuk dibeli.


Keesokan harinya, Chen Kai dan 4 Tetua Chen berniat keluar dari Kediaman Klan Mei. Mereka berlima meninggalkan 100 Anggota Keluarga yang lebih memilih berkultivasi daripada keluar dari Paviliun Tamu.


Ketika Chen dan 4 Tetua sampai di gerbang, mereka semua berniat langsung pergi begitu saja. Namun, sebuah celetukan dari sebuah Arena Pertarungan Klan Mei menarik perhatian mereka.


“Oh jadi mereka adalah tamu-tamu tidak berguna dari Benua Selatan itu? Dilihat dari pakaian dan bentuk tubuh mereka yang belum terlihat. Sepertinya mereka masihlah sangat lemah, sangat berbeda dengan kita,” ucap Salah Satu Murid Klan Mei.


“Jangan berbicara seperti itu, mereka adalah tamu dari Tuan Putri. Tentunya mereka adalah orang terhormat yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. Tapi mungkin itu semua hanya harapan semu saja, mengingat mereka berasal dari selatan…”


Seorang Tetua Klan Mei ikut memprovokasi Chen Kai dan 4 Tetua Chen, dia berbicara cukup keras, sampai kata-katanya itu sangat jelas di teling kelima orang tersebut.


“Oh sepertinya ada orang-orang bodoh yang ingin dihajar! Mari kita kesana dulu Para Tetua! Kita akan memberikan pelajaran pada orang-orang bodoh sok kuat ini!”


Chen Kai berjalan santai ke arah Arena Pertarungan itu, dia menunda perjalannya ke kota hanya karena provokasi yang cukup berlebihan dari Murid dan Tetua Klan itu.


4 Tetua Chen yang ada di belakangnya juga terlihat sangat tenang ketika memasuki gerombolan Tetua dan Murid Klan yang terlihat sangat tidak suka dengan mereka itu.


“Jadi … untuk membuktikan kata-katamu tadi, bagaimana kalau kita bertarung?” Chen Kai sudah naik ke atas Arena Pertarungan. Dia langsung menantang Tetua dan Murid Klan yang sudah melakukan provokasi padanya tadi.


“Kurang ajar, sepertinya orang tidak tidak tahu dimana dia berada! Kami menerimanya, memangnya kami penakut apa!” Tetua Klan Mei itu sudah naik ke Arena Pertarungan.