World Ruler System

World Ruler System
BAB 016 - Ultimatum Dari Kekaisaran Pusat.



“4 Tetua Chen! Kemarilah dan pimpin Pasukan Benteng Abadi untuk melakukan tugas yang sudah kuberikan pada kalian semua!” tegas Chen Kai.


“Baik Patriark Chen Kai, kami semua akan langsung pergi berkeliling dan berburu, sambil melakukan pengintaian pada siapa saja pasukan yang akan datang kemari,” jawab Tetua Chen Wei.


“Lakukanlah! Aku ingin kalian semua melaksanakan misi itu dalam waktu 10 hari saja, setelah itu aku menginginkan kalian sudah memasang formasi array raksasa yang itu?” ucap Chen Kai.


Sebelumnya dia sudah memberikan ribuan bendera formasi untuk melindungi Provinsi Merpati Emas dan seluruh wilayah yang berada dalam pemerintahan ini, semua itu akan dilindungi hanya dengan sebuah formasi raksasa.


“Baik!” 4 Tetua Chen langsung memimpin Pasukan Benteng Abadi dan menyebar ke empat arah yang berbeda, dalam 10 hari berikutnya mereka semua akan memasuki masa genting dan darurat militer untuk menanggapi sayembara Kekaisaran.


***


Beberapa hari kemudian…


[Selamat! Master sekarang sudah menembus Ranah Jalan Surgawi Puncak, sisa Poin Pengalaman yang ada dalam status Anda adalah 10 miliar PP, sedangkan Poin Sistem sebanyak 1,23 PS.]


Chen Kai membuka matanya setelah melakukan kultivasi cukup lama, dia kemudian berbicara dengan sistem.


“Semua berjalan mulus seperti yang aku pikirkan, aku juga tidak menyangka 100 Pasukan Benteng Abadi dan 4 Tetua Sura itu benar-benar sangat berbakat dalam masa peperangan seperti ini,” senang Chen Kai.


[Itu semua karena pada dasarnya mereka semua awalnya takut pada Anda. Tapi semakin kesini, mereka semua seperti sudah tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu demi kedamaian yang mereka inginkan di masa depan.]


Dia berbicara dengan sistem begitu lama, sampai ada salah satu bawahannya izin untuk masuk ke dalam ruangannya tersebut untuk mengabari dua hal.


“Patriark Chen Kai, saya memiliki 2 kabar buruk, apakah Anda ingin mendengarkannya,” tanya bawahan itu, dia terlihat sedikit ketakutan, tapi dia ingin tuannya itu mengetahui hal tersebut, karena ini berkaitan dengan keluarga dan sebuah ancaman dari kekaisaran.


“Aku sudah tahu mengenai kabar buruk pertamamu, pasti Ayah meninggalkan kediaman ini karena ingin mencari ibuku bukan?” tanya Chen Kai yang sudah tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat.


“Bagaimana Anda bisa tahu?” tanya bawahan itu.


“Mari kesampingkan hal itu, karena dia memang keras kepala dan aku tidak bisa menghentikannya, lalu bagaimana dengan kabar buruk kedua?” tanya Chen Kai fokus ke kabar buruk kedua dari kekaisaran.


“Baik, Patriark Chen Kai! Kabar buruk yang kedua adalah kita mendapatkan sebuah Ultimatum Keras dari Kekaisaran Mawar Putih, mereka mengancam kita untuk segera menyerah dalam 30 hari, jika tidak mereka akan menurunkan para kultivator kuat,” jawab bawahan itu.


“Tidak masalah, katakan pada mereka, bahwa kita tidak takut sama sekali, aku juga ingin mereka tahu bahwa Keluarga Chen ini tidak bisa ditundukkan hanya dengan sebuah ancaman semata saja, suruh mereka untuk membuktikan ancaman itu!” tegas Chen Kai memberi perintah.


“Lalu bagaimana dengan para provinsi tetangga yang mengikuti sayembara dari kekaisaran mawar putih tersebut? Mereka semua sudah menempatkan puluhan ribu pasukan di perbatasan provinsi, apakah kita bisa bertahan menghadapinya Patriark Chen Kai?” tanya bawahan itu.


“SIAPA NAMAMU? APAKAH KAMU MERAGUKANKU?!”