World Ruler System

World Ruler System
BAB 036 - Sampai di Kerajaan Langit Abadi.



Sesampainya di sana, Chen Kai melihat seluruh penduduk desa ternyata memiliki sebuah senjata yang bisa membuat siapapun yang mendekati mereka akan meledak secara langsung.


“Ternyata kalian semua masih menahan kekuatan ya? Dengan izinku, aku membiarkan kalian menggunakan kekuatan Ranah Tyrant dan menggunakan Bela Diri Keluarga Chen! Habisi mereka semua!” perintah Chen Kai.


“Terima kasih, Tuan Muda! Kalau Anda sudah mengatakan itu, maka … ” 4 Tetua Chen dan Seluruh Anggota Keluarga langsung melakukan perubahan Setengah Sura.


Salah satu bagian tubuh mereka langsung berubah menjadi iblis, entah itu keluar tanduk, salah satu tangan mereka yang menjadi runcing, atau rambut mereka yang langsung berubah panjang berwarna putih.


Intinya mereka semua sudah memasuki Mode Tempur Sura dan kekuatan asli mereka kali ini puluhan kali lipat dari sebelumnya.


Senjata musuh yang berupa jebakan formasi raksasa itu, langsung dipatahkan oleh 4 Tetua Chen dan seluruh penduduk desa terbantai habis, desa yang tenang itu, sudah menjadi desa mati karena semua warganya berubah menjadi mayat.


[Selamat! Master mendapatkan 40 miliar PP & 4 miliar PS.]


“Benar-benar menakjubkan, tapi pemandangan ini sedikit membuatku mual … hoek … hoek … ”


Mei Luan mengeluarkan semua isi perutnya setelah melihat pembantaian di depan matanya secara langsung itu. Ini adalah pengalaman pertama untuknya, melihat banyak orang mati secara langsung.


“Kita akan pergi ke Kerajaan Langit Abadi sekarang juga, aku akan menggendong Mei Luan. Bersiaplah kalian semua!” tegas Chen Kai memberikan perintah.


“Baik, Tuan Muda!” Keluarga Chen dan Klan Mei mendengarkan Chen Kai. Mereka semua langsung bersiap untuk melanjutkan perjalanan malam itu juga. Mereka semua meninggalkan mayat-mayat warga desa begitu saja.


***


Di Kediaman Utama, Klan Mei.


“Jadi, kalian semua adalah orang-orang dari selatan ya? Dan tujuan kalian kemari untuk membawakan bahan-bahan obat untuk Patriark kami yang sakit. Tidak ada yang lain bukan?”


Seorang Pria Tua Berjenggot Putih menelisik Chen Kai dan seluruh keluarganya sebelum diperbolehkan masuk ke dalam Aula Utama. Pria tua ini adalah salah satu tetua yang ada di Klan Mei. Dia bagian keamanan keluarga.


“Jangan seperti itu, Kakek Mei Yong! Mereka semua adalah tamuku. Aku tidak perlu izin untuk melakukan ini, bukan? Lagipula mereka semua berniat akan tinggal di Benua Tengah ini. Jadi aku berniat menampung mereka sementara,” ucap Mei Luan.


“Tuan Putri, Anda terlalu baik hati. Bagaimana kalau mereka ternyata adalah orang jahat. Anda sendiri sudah mendengar mengenai orang-orang di luar benua tengah sangat tidak bisa dipercaya bukan?” tanya Kakek Tua bernama Mei Yong itu.


“Itu hanyalah rumor semata, kalau memang mereka adalah penjahat, kenapa mereka malah membantuku sewaktu di Benua Selatan? Apalagi mereka adalah Keluarga Chen, yang bahkan Kaisar Selatan sangat menghormati mereka,” tegas Mei Luan.


“Keluarga Chen? Kenapa aku tidak asing dengan nama itu?” Kakek Mei Yong itu menyentuh jenggotnya dan berpikir. Dia sangat familiar dengan nama keluarga itu.


“Tentu saja Anda akan familiar karena pada dasarnya seluruh Kota Benteng Abadi yang sekarang menjadi pusat perdagangan di selatan adalah milik keluarga kami,” jawab Chen Kai sambil memandang Kakek Mei Yong penuh arti.


“Nah sekarang aku ingat! Ternyata itu kalian ya? Tapi tetap saja, aku tidak bisa membiarkan kalian semua untuk melihat bagaimana kondisi Patriark Mei sekarang, bisa saja kalian adalah mata-mata dari Klan lain,” ucap Kakek Mei Yong masih curiga.


“Ekhem … ada apa ini? Pagi-pagi buta kalian semua sudah ribut saja!”