
“Tentu saja aku menyetujuinya, tapi mari kita perinci lagi poin-poin mengenai pajak dan upeti yang harus kami bayarkan pada Istana!” Chen Kai memberikan memberikan sanggahannya.
“Pertama aku tidak masalah untuk memberikan 30 persen pendapatan Kota Benteng Abadi serta seluruh Provinsi Merpati Emas sebelumnya pada Istana, namun hilangkan pajak tambahan ini!”
Chen Kai menggeser sebuah kertas pada Kaisar Mawar Putih menggunakan energi qinya, hal itu terlihat seperti kertas melayang yang melewati meja panjang dan sampai ke depan Kaisar.
Kaisar itu kemudian melihat-lihat beberapa poin yang sudah ditandai merah oleh Chen Kai. Setelah itu dia mendongakkan kepalanya sambil bertukar pendapat dengan para menterinya melalui telepati.
Setelah mendapatkan beberapa pandangan, akhirnya Kaisar itu berbicara dengan menyembunyikan kesenangannya karena seakan-akan bisa memperdayai Chen Kai karena mendapatkan 30 persen pendapatan kota secara cuma-cuma.
“Sepertinya kamu sangat hebat dalam menganalisis sesuatu, kami menyetujui semua poin yang sudah diberikan tanda merah di kertas ini,” jawab Kaisar Mawar Putih.
“Memang hanya itu saja yang aku inginkan, selain itu aku meminta satu hal lagi sebagai penutup dalam dialog terbuka kita disini,” ucap Chen Kai kembali menjadi sangat serius, namun wajahnya memancarkan ketenangan yang luar biasa.
“Aku akan membentuk pasukanku sendiri untuk menjaga Provinsi Merpati Emas dan Kota Benteng Abadi! Aku tidak ingin diganggu gugat mengenai hal ini!” tegas Chen Kai pada kaisar itu.
“Aku membolehkannya, selama kamu masih juga melatih beberapa orang yang akan aku kirim kepadamu setiap bulan, apakah kita sepakat untuk hal ini?” tanya Kaisar Mawar Putih.
Chen Kai tidak langsung menjawab, dia langsung berdiri dari kursinya dan berkata, “Sepakat! Aku menerimanya! Kalau begitu tidak ada lagi yang akan kita bicarakan lagi disini, aku akan pergi!”
“Silakan pergi, selamat jalan!” Kaisar Mawar Putih berdiri dari kursinya kemudian melepas kepergian Chen Kai dengan senang hati, dia tidak menyangka akan mendapatkan banyak keuntungan seperti ini.
Chen Kai dan 4 Tetua Chen itu pergi dengan cara mengeluarkan sebuah kertas array teleportasi dan menghilang begitu saja. Hal tersebut membuat semua mata yang memandangnya kagum.
“Benar, sepertinya orang-orang itu sangat berbahaya, Kertas Array Teleportasi hanya bisa digunakan dan dibuat oleh orang-orang benua tengah, bahkan harganya akan sangat mahal,” sambung Leluhur lainnya.
Selain beberapa leluhur yang kagum atas hal itu, seseorang yang sejak tadi melihat dari jauh memiliki respon yang berbeda, dia adalah Patriark Liu, dia kesal karena rencananya untuk menyergap Chen Kai dan 4 Tetua Chen di luar ibukota gagal.
‘Sial! Sepertinya mereka sudah menyadari apa yang aku lakukan, kalau begitu aku akan beralih ke rencana selanjutnya, bagaimanapun aku akan tetap membalas apa yang sudah mereka lakukan pada keluarga cabangku!’ batin Patriark Liu Pusat yang menghilang bersama bubarnya semua orang.
***
Di Kota Benteng Abadi.
“Selamat Tuan Muda! Mulai sekarang kita memiliki wilayah administratif sendiri dan bisa mengatur seluruh wilayah di provinsi ini semau kita, lalu langkah awal apa yang hendak Anda lakukan?” tanya Tetua Chen Jun.
“Mulai sekarang orang yang paling sibuk adalah kamu Tetua Chen Jun! Karena aku akan memberikanmu sebuah tugas untuk menjadikan kota benteng ini sebagai pusat perdagangan,” jelas Chen Kai.
“Kamu akan dibantu oleh Tetua Chen Lin selaku Gubernur Provinsi ini untuk mengembangkan kota dan provinsi ini ke arah perkembangan peradaban yang luar biasa,” sambung Chen Kai.
“Saya mohon maaf sebelumnya Tuan Muda. Tapi saya hanya memiliki informasi mengenai banyak hal, tapi tidak dengan perdagangan atau pembangunan peradaban yang Anda maksud,” ucap Tetua Chen Jun.
“Saya juga begitu Tuan Muda. Kalau hanya memimpin sebuah provinsi, kemungkinan besar saya masih bisa melakukannya, namun untuk memenuhi ekspektasi Anda, saya masih belum memiliki bayangannya,” sambing Tetua Chen Lin.
“Tenang saja, oleh karena itulah kenapa aku tadi buru-buru kembali ke kota ini, karena aku ingin segera menjelaskan mengenai Rencana Besarku pada kalian semua, kekeke!”