
Tetua Chen Yi yang merupakan spesialis pembunuh bayangan, sudah memimpin 10 orang tercepat dari pasukan benteng untuk mengikuti dirinya.
Dengan arahan dari dirinya, 10 pasukan yang bersamanya menghilangkan hawa keberadaan mereka dan menyusup masuk ke pasukan musuh.
Tepat setelah mereka berhasil menyusup ke dalam pasukan musuh yang bersembunyi dengan memanfaatkan kegelapan malam itu, pembantaian pun terjadi.
*SLASH!
“Matilah kalian semua, inilah akibat dari berani menghunuskan pedang mengarah pada kami! Ini juga akibat dari keserakahan kalian semua yang menginginkan wilayah provinsi kami!” tegas Tutua Chen Yi sambil memenggal salah satu kapten lawan.
*SLASH!
10 Pasukan Benteng Abadi yang ada di belakangnya juga tak kalah ganas, tanpa banyak bicara apapun, mereka semua melakukan pembunuhan diam-diam dan berhasil membantai 300 orang secara langsung dalam waktu kurang dari 1 dupa.
Pasukan Benteng Abadi yang dipimpin oleh Tetua Chen Yi ini benar-benar tidak masuk akal, mereka bahkan bisa mengurus 1000 orang yang secara langsung hanya dengan 10 orang saja, benar-benar tidak ada lawan.
***
Sementara itu di Inti Pasukan terlihat sedang terjadi keributan besar yang dilakukan oleh Chen Kai.
“Bu– bukankah kekuatan kalian hanya ada di sekitaran ranah jenderal atau kaisar saja, kenapa tiba-tiba kekuatan kalian berada di jalan surgawi? Ini semua tidak masuk akal?” Gubernur yang memimpin penyerangan ini terkejut.
“Apakah ketika aku melakukan penerobosan harus memberikan laporan pada kalian, tidak bukan? Kalau begitu tidak usah banyak bicara, karena selama beberapa hari kedepan, kami masih harus bertarung dengan pasukan provinsi lain!” tegas Chen Kai.
*BRAK!
Beberapa orang berusaha membuat Chen Kai menjauhi sang gubernur, mereka semua adalah beberapa petinggi dan orang paling kuat yang ada di dalam pasukan itu, sayangnya mereka semua melawan seseorang seperti Chen Kai.
*SLASH!
*SLASH!
Dengan Pedang Ganda Pedang Asura milik Chen Kai, para petinggi yang berjumlah 12 orang itu langsung mati seketika, mereka semua terpenggal secara sempurna dan membuat para prajurit yang melihat hal itu bergidik ngeri.
Bertepatan dengan hal itu 3 Tetau Chen lainnya datang, mereka semua membawa 90 Pasukan Benteng Abadi yang ternyata sudah berhasil membunuh lebih dari 3000 orang pasukan musuh dan berhasil merangsek maju sampai mendekati tempat Chen Kai.
“Ti– tidak mungkin, apakah keserakahan kami selama ini malah membuat kehancuran nyata seperti ini? Ke– kenapa semua hal yang sudah aku rencanakan tidak berjalan dengan baik?” tanya Gubernur Provinsi lain yang sudah kehilangan semangat perang.
“Aku akan menjawabnya, karena seberapa bagus kalian merencanakan ini semua, pada akhirnya akan kalah dengan kekuatan absolute yang bisa menghapuskan semua rencana itu!” jawab Chen Kai sambil mengangkat salah satu pedangnya.
*SLASH!
“Ada hal lainnya, kamu bukankah seorang yang layak dan bisa menjadi seorang pemimpin dalam masa peperangan ini! Kamu hanyalah seorang gubernur yang terlalu serakah dan tidak berpengalaman dalam pertarungan! Menyedihkan!”
*GLUDUK!
Kepala Gubernur itu sudah terpenggal sempurna dan jatuh ke tanah. Chen Kai mengambilnya dan menancapkan ujung pedangnya ke kepala tersebut, lalu dia mengangkatnya tinggi-tinggi untuk mengurangi mental pasukan provinsi lain yang masih bertahan.
“MENYERAH DAN JADILAH BUDAKKU! SETIDAKNYA KALIAN TIDAK AKAN MATI!” teriak Chen Kai memberikan tawaran pada semua pasukan musuh yang tersisa.
“JIKA TIDAK MAU! HANYA ADA SATU TAKDIR YANG AKAN MENIMPA KALIAN! MATILAH DI BAWAH PEDANG PASUKANKU! AKU AKAN MEMBERI WAKTU 10 TARIKAN NAFAS! 10… 9…”