
Tetua Chen Wei yang merupakan orang paling kuat diantara 4 Tetua lainnya langsung menuju ke Istana Kekaisaran, dimana dia akan berhadapan langsung dengan Kaisar Mawar Putih.
Dia juga membawa beberapa bawahannya yang setingkat dengan kekuatannya, bawahannya itu akan melawan para leluhur yang menjaga kekaisaran ini, pertarungan sengit itu akan terjadi di Malam Sunyi ini.
*BRAAAK!
Tetua Chen Wei sudah menyusup ke dalam kamar kaisar, dia langsung menuju ke kasur dengan pedang terhunus, dia langsung mengeluarkan salah satu skillnya dan berniat membunuh kaisar itu secara langsung, sayangnya…
*PRANG!
Sebuah serangan dari balik badan Tetua Chen Wei datang, namun tetua itu masih bisa menahannya, serangan itu berasal dari Kaisar Mawar Putih yang ternyata menyadari kehadiran tetua itu.
“Siapa kamu?! Kenapa kamu tiba-tiba ingin membunuhku?!” Kaisar Mawar Putih itu mundur beberapa langkah. Setelah serangannya tadi berhasil ditahan oleh musuhnya itu, dia tahu bahwa penyusup ini bukanlah orang sembarangan.
“Kamu tidak perlu tahu siapa kami sebenarnya, yang pasti kami akan membunuhmu! Kalian bertiga cepatlah cari Leluhur Kekaisaran ini dan bunuh mereka semua, biarkan kaisar ini aku yang mengurusnya!” tegas Tetua Chen Wei.
Ketiga bawahannya itu mengangguk paham, mereka semua langsung menghilang dari kamar itu menuju ke tempat lain. Sekarang yang ada di kamar itu hanya Sang Kaisar dan Tetua Chen Wei.
“Sepertinya kalian adalah pasukan yang sangat terlatih, bahkan semua penjaga istana ini tidak memberikan alarm penyusup atau sejenisnya, itu artinya kalian sudah berhasil membunuh mereka semua ya?” ucap Kaisar Mawar Putih bersiap menyerang.
“Bisa dikatakan seperti itu, tapi bagaimana kalau kita sudahi basa-basi ini, lebih baik sekarang kita bertarung, sekalian menentukan apakah kamu masih layak menjadi Kaisar atau tidak!” Tetua Chen Wei sudah menghunuskan pedangnya.
Si Kaisar juga tak mau kalah, mereka berdua kemudian bertarung di ruangan yang sempit itu, sampai membuat ruangan itu banyak yang hancur, karena pada dasarnya kekuatan mereka semua sudah berada di Ranah Saint yang sangat kuat.
Dari pertarungan ini, Tetua Chen Wei seperti sengaja melambatkan tempo serangan dan membuat Si Kaisar kehabisan energi qi terlebih dulu, dia juga sengaja mengulur waktu untuk mendapatkan informasi dari bawahannya yang lain.
Kemudian ketiga bawahan itu menghilang begitu saja menggunakan array teleportasi. Bukan hanya mereka bertiga saja yang sudah selesai, semua Pasukan Benteng Abadi juga sudah menyelesaikan tugasnya dan langsung kembali.
“Sepertinya sudah waktunya bagiku untuk membuatmu mati Kaisar. Itulah yang aku inginkan sebenarnya, tapi tuanku mengatakan agar membuatmu hidup terlebih dulu,” ucap Tetua Chen Wei mengeluarkan array teleportasi.
“Karena kamu akan menyaksikan sebuah peristiwa yang memilukan nanti. Sampai jumpa lagi nanti, semoga kamu sadar karena telah menyinggung seseorang yang seharusnya tidak kamu singgung,” ucap Tetua Chen Wei kemudian menghilang.
*SPLASH!
“Tidak akan aku biarkan! Pedang Abadi : Tebasan Dimensi!” teriak Kaisar Mawar Putih yang telat sepersekian detik saja, sebelum musuhnya yang sangat kuat itu menghilang.
“Sial, sial, sial! Siapa sebenarnya mereka itu? Apakah para leluhur benar-benar mati, aku tidak percaya! Aku akan mengeceknya sendiri di Ruang Kultivasi Tertutup mereka!” Kaisar Mawar Putih langsung menuju tempat yang dimaksud.
Sesampainya di sana, alangkah terkejutnya dia ketika melihat 3 Leluhur Kekaisaran yang sudah setara dengan Ranah Saint Puncak mati mengenaskan dan tergeletak tak bernyawa di lantai.
“Siapa sebenarnya mereka, lalu mengenai apa yang dikatakan orang tadi dengan membiarkan aku hidup adalah untuk melihat ini semua? Jangan-jangan semua orang-orangku juga mati?” Kaisar itu langsung pergi ke berbagai tempat untuk melihat.
Setelah memastikan dengan mata kepalanya sendiri, semua petinggi kekaisaran yang merupakan orang yang paling dia percayai sudah mati mengenaskan dengan cara yang sama, hal ini menunjukkan bahwa pelakunya adalah orang-orang tadi.
[Selamat! Master Chen Kai mendapatkan total 28 miliar PP & 2,8 PS. Semuanya sudah diakumulasikan.]
“AKU AKAN MEMBALAS SEMUA INI!” teriak Kaisar Mawar Putih kepada langit.