
“Salam Patriark Mei! Saya sedang menginterogasi orang-orang yang dibawa Tuan Putri ini, Patriark!” jawab Kakek Mei Yong.
“Kalau memang mereka tamu, maka sudah sepatutnya kita membiarkan mereka masuk dan menjamu mereka. Mari semuanya, aku akan menjamu kalian di Rumah Teh Naga,” ucap Patriark Mei sangat ramah.
“Terima kasih, Patriark Mei! Kami akan merepotkan Anda.” Chen Kai bersama dengan seluruh rombongannya langsung mengekor di belakang Patriark Mei dan Mei Luan yang sedang menunjukkan tempatnya.
***
Di Rumah Teh Naga.
“Oh jadi seperti itu ceritanya, kalau memang kalian berniat berhijrah di benua tengah ini, maka kami akan membantunya,” ucap Patriark Mei mulai akrab dengan Chen Kai.
“Kami sangat senang Anda bisa membantu. Sebagai rasa terima kasih kami, silakan Anda terima beberapa barang ini.” Chen Kai memberikan 3 Cincin Penyimpanan yang memiliki banyak bahan obat-obatan dan sebagian lagi sumber daya kultivasi.
“I– ini? Dari mana kalian mendapatkan ini semua? Semua barang ini memiliki kualitas yang tidak main-main, kalian benar-benar kaya ya?” puji Patriark Mei menyanjung Chen Kai.
“Setidaknya ini bisa memberikan kesembuhan secara bertahap pada Anda, Patriark Mei! Ini semua juga karena permintaan dari Mei Luan, jadi tidak usah sungkan menerimanya,” jawab Chen Kai.
Mereka berdua kemudian terus berbincang panjang lebar, terutama mengenai masalah kekuasaan, kekuatan dan hal-hal yang berkaitan dengan benua tengah. Chen Kai menanyakan itu semua pada Patriark Mei.
“Jadi bisa saya simpulkan, Keluarga Mei ini adalah Tuan dari Kerajaan Langit Abadi ini? Hal itu juga merupakan hal lumrah di Benua Tengah mengenai ada sebuah Klan yang bisa menguasai 2-3 kerajaan?” tanya Chen Kai memastikan.
“Tepat sekali, tapi dari semua Klan yang ada di benua tengah, ada sebuah klan yang bahkan bisa menjadi Tuan sebuah Kekaisaran Besar, sayangnya mereka adalah Klan Iblis!” ucap Patriark Mei seperti menyimpan dendam.
“Sepertinya Anda tidak memiliki hubungan baik dengan mereka?” ucap Chen Kai.
“Hmm … seperti itu ya? Benua tengah ini sangat menarik, saya tidak sabar untuk menjelajahi seluruh daratan benua tengah ini,” ucap Chen Kai bersemangat.
“Kamu memang harus melakukannya, mumpung masih muda dan belum banyak tanggungan, karena petualangan ke seluruh dunia akan membuat kebijaksaan kita dalam menghadapi sesuatu teruji, uhuk…” senang Patriark Mei.
“Sepertinya Ayah harus istirahat dulu, sudah terlalu lama Ayah berada di luar. Chen Kai kami nikmati dulu teh ini bersama yang lain, aku akan mengantarkan ayahku istirahat dulu,” ucap Mei Luan langsung membopong ayahnya kembali ke dalam.
Chen Kai mengangguk paham, dia membiarkan Mei Luan untuk mengantarkan ayahnya. Sedangkan dirinya kini sedang menyusun rencana bersama dengan 4 Tetua Chen mengenai apa yang akan mereka lakukan di benua tengah ini.
“Bagaimana kalau kita membeli beberapa kedai minum di tengah kita. Dengan begitu, kita bisa menyamarkan diri agar tidak tersentuh oleh beberapa orang yang curiga dengan apa yang kita lakukan,” usul Tetua Chen Yi.
“Saya setuju dengan, Tetua Chen Yi. Sekarang kita akan bergerak dengan tertutup dan cara itu adalah yang paling efektif.” 3 Tetua Chen lainnya mengangguk setuju.
Kemudian, mereka semua membahas mengenai berbagai rinciannya, mulai dari pembentukan jaringan informasi, barang apa yang akan dijual di berbagai kedai yang akan mereka beli tersebut.
Pembahasan itu berjalan sangat panjang, sampai Mei Luan sudah kembali ke Rumah Teh itu dan menyapa mereka semua.
“Sepertinya kalian semua sedang membahas sesuatu yang serius ya? Aku tidak ingin mengganggu sebenarnya, tapi bagaimana kalau kalian melihat Paviliun yang bisa kalian tinggali selama di Klan Mei ini, kalian–”
“Awaaaaas!” Chen Kai melihat bahwa ada sebuah jarum beracun ditembakkan oleh seseorang dari bagian belakang tubuh Mei Luan.
Reflek saja dia menarik tubuh Mei Luan dan berhasil menyelamatkanya, namun sebagai gantinya, dirinyalah yang terkena racun itu.
“Ugh…”